Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)

Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)
82 - Bocah Monster


Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


"Siapa selanjutnya?" Tanya Razak. Dengan tatapan mata khas miliknya yang teguh dan serius.


*Tapp…!!!


"Pemuda yang berbakat! Seharusnya kami tahu bahwa kau bukan Knight biasa saat melihat di usia yang masih begitu muda, kau sudah berhasil mencapai King tahap Bumi!" Ucap Kapten Perompak yang menjadi perwakilan selanjutnya dalam duel. Tepat ketika pertama kali mendarat di hadapan Razak.


"Perkenalkan! Aku adalah Kapten Perompak Hati Baja! Berog!" Lanjut sang Kapten Perompak, memberi salam tangan hormat kepada Razak, seraya memperkenalkan diri sebagai Berog, Kapten Perompak Hati Baja.


"Salam! Razak Khan! Kelompok Bandit Serigala!" Jawab Razak singkat. Ikut memberi salam tangan dan memperkenankan diri ketika melihat sikap sopan lawannya kali ini.


"Jadilah seperti cermin! Hahahhaha…!Boss! Dia benar-benar menjadikanmu sebagai role model utama hidupnya!" Ucap Zhou Kang. Tak bisa menahan tawa saat melihat sikap Razak yang begitu terobsesi pada Theo.


"Hmmmm… Bukankah itu adalah hal yang bagus?" Tanya Guan Zifei. Merasa tak ada yang lucu dari obsesi Razak pada Theo. Karena sepengetahuannya, itu justru berimbas baik dalam perkembangan kultivasi Razak.


"Hmmmmm… Pak tua! Kita memang beda generasi! Jadi bila kau tak dapat menangkap humorku, jangan membantah!" Dengus Zhou Kang.


"Hmmmm… Zhou Kang, yang dikatakan Guan Zifei benar! Tak ada yang lucu! Jika kau punya dedikasi dalam berlatih seperti halnya Razak, tak perlu banyak, hanya sedikit saja, maka dengan bakat serta Sumberdaya yang kau miliki sedari kecil sebagai Tuan muda salah satu Biggest Knight Group, seharusnya kau sekarang sudah ada di kelas Emperor!" Tanggap Theo.


Satu tanggapan yang segera menusuk hati Zhou Kang dengan begitu dalam. Membuatnya seketika terdiam. Tak berani membantah. Atau lebih tepatnya, tak punya kalimat apapun yang bisa digunakan untuk membantah.


"Boss…! Kau masih muda! Jadi tolong jangan bersikap layaknya para orang tua! Terdengar seperti teguran ayahku saja!" Ucap Zhou Kang pada akhirnya. Hanya bisa mengeluh.


*Baaammm…!!!


*Bammm…!!!


*Baaammmm…!!!


Saat trio Zhou Kang, Guan Zifei, dan Theo masih terlibat obrolan santai, duel antara Razak dan Berog, dari tadi sudah di mulai.


Berog yang merupakan Meridian Knight berkelas King tahap Langit, tampak bertarung dengan segenap kekuatannya. Mengambil pelajaran dari kematian konyol kawan sebelumnnya, ia sama sekali tak berani meremehkan Razak.


Menggunakan teknik pukulan Mana Tanah, Berog melancarkan kombinasi serangan jarak dekat kepada Razak. Yang sayangnya, dapat dengan mudah di tepis oleh bocah tersebut.


Perbedaan kualitas antara atribut Mana Tanah dengan Mana Besi, menjadi keunggulan utama Razak dalam duelnya melawan Berog.


Sampai akhirnya, ketika Berog yang terlihat hendak melancarkan satu serangan andalan miliknya yang memiliki daya ledak kuat, Razak dengan gerakan gesit, mengeksekusi teknik Langkah Dewa Besi menjelajah bumi. Secara tiba-tiba mengambil posisi di belakang punggung Berog.


Aksi Razak, diakhiri dengan eksekusi teknik Tinju Dewa Besi yang mendarat pada punggung Berog. Menyebabkan lawannya tersebut, terlempar jauh sembari memuntahkan banyak darah segar.


Namun, tak seperti lawan pertama Razak, Berog masih bisa selamat karena sudah dalam wujud Meridian Knight ketika menerima Tinju Dewa Besi.


Ia hanya menggeliat kesakitan untuk beberapa saat, sebelum akhirnya jatuh tak sadarkan diri.


"Selanjutnya!" Ucap Razak, setelah melihat Berog telah tumbang.


*Tapp…!!!


"Salam! Aku Seliso, Kapten Perompak Ombak Dalam!" Ucap Kapten Perompak yang akan menjadi lawan ketiga Razak.


"Razak Khan! Kelompok Bandit Serigala!" Jawab Razak singkat. Memberi salam tangan sederhana, sebelum melakukan langkah menerjang kedepan.


*Boooommmm…!!!


Tinju Razak, bertemu pertahanan solid Seliso yang merupakan Meridian Knight berkelas King tahap Langit beratribut Besi. Sama seperti Razak.


Disisi lain, merasa lawan yang dihadapi kali ini lebih kuat dari sebelumnya, sorot mata Razak, segera bertambah teguh.


Pertempuran sengit antara Seliso dan Razak berlangsung intens untuk beberapa waktu, sampai kemudian, keunggulan dalam kemurnian Mana Besi, menyebabkan Razak semakin diatas angin. Meskipun harus menerima beberapa luka, ia akhirnya berhasil mengalahkan lawan ketiganya tersebut.


"Selanjutnya!" Ucap Razak dingin.


Kalimat yang disambut oleh gertakan gigi para Kapten Perompak tersisa. Merasa tak percaya tiga orang Knight berkelas King tahap Langit dari kelompoknya, berhasil dikalahkan oleh seorang bocah berkelas King tahap Bumi secara berturut-turut.


*Tapp…!!!


Lawan keempat Razak melompat masuk area duel.


***


(Beberapa jam kemudian)


Disisi lain, dua buah kata 'Lawan selanjutnya' yang keluar dari mulut Razak, kini bagaikan pisau tajam di telinga para Kapten Perompak yang masih tersisa.


*Baaaammm…!!!


Lawan kedelapan Razak akhirnya melompat dengan pendaratan berat di area duel. Seorang pria berkelas King tahap Surga dengan sebuah senjata pedang dua tangan yang memiliki ukuran besar.


"Hmmmm…!!!"


Melihat lawan tangguh yang harus ia hadapi kali ini, Razak yang kalah dua tingkat kultivasi, serta dalam kondisi tubuh dan stamina yang tak lagi prima, justru malah mengeraskan ekspresi teguh di raut wajahnya.


"Boss…! Apa tak sebaiknya Razak di gantikan? Dia sudah berjuang dengan baik!" Ucap Zhou Kang, mulai mengkhawatirkan kondisi Razak.


"Biarkan saja dulu! Kondisi ini cukup baik untuk Razak sebagai sarana melatih daya tahan tubuhnya! Menempa menjadi lebih keras lagi!" Jawab Theo.


"Lagipula, Razak masih belum memanggil roh item dari Gauntlet kembar miliknya!" Tambah Theo.


Sementara itu, tepat ketika Theo menyelesaikan kalimatnya, pertarungan antara Razak dan lawan kedelapannya, dimulai.


"Mulai tanpa basa-basi!" Ucap Kapten Perompak yang menjadi lawan kedelapan Razak. Berubah kedalam mode Meridian Knight, sebelum menerjang maju kedepan sembari mengayunkan pedang besarnya.


*Baaaammmm…!!!


Serangan berat dari pihak lawan, ditahan Razak menggunakan Gauntlet kembar miliknya. Kedua tangan Razak bergetar hebat saat menahan serangan tersebut. Setitik darah, juga mulai mengalir disalah satu sudut bibirnya. Ranah Jiwa Razak, menerima goncangan dalam upayanya menahan serangan.


"Harus kuakui, kau sangat tangguh!" Gumam lawan Razak, sembari menambah bobot tekanan pada pedang besarnya.


Tindakan itu, segera membuat kini tak hanya kedua tangan Razak yang bergetar, kedua kakinya juga mulai bergetar hebat.


Namun, tepat ketika Razak sepertinya sudah tak mampu bertahan…


"Aaaarrgghhhhh…!!!"


*Woooshhhh…!!!


Satu teriakan penuh keteguhan keluar dari dalam mulut Razak, diiringi dengan intensitas Mana Besi yang bergejolak.


*Baaaammmm…!!!


Lonjakan aliran Mana yang tiba-tiba terjadi, menyebabkan tekanan dari pedang besar milik pihak lawan sedikit mengendur, satu kesempatan kecil yang segera di manfaatkan oleh Razak dengan melancarkan serangan tinju yang berhasil sedikit mendorong mundur lawannya.


Memanfaatkan jarak yang telah tercipta, Razak melanjutkan aksi dengan memukulkan kedua ujung tinju Gauntlet besi.


*Baaammm…!!!


"Iron… Aku memanggilmu!" Gumam Razak. Mulai memproduksi Serbuk Besi Bunga Udumbara.


*Baaammmm…!!!


*Baaammm…!!!!


*Baaammm…!!!


Merubah serbuk besi menjadi puluhan kepalan tinju, Razak melancarkan serangan-serangan tinju metalik kearah lawannya.


Sang lawan sendiri, masih bisa bertahan ketika puluhan tinju metalik mengujam tubuhnya.


*Bammm….!!!!


*Baaammm…!!!


*Baaammmm…!!!


Namun, ketika puluhan tinju berlanjut menjadi ratusan, sang lawan akhirnya tak bisa bertahan lagi. Jatuh terkapar pada lokasi duel yang kini hancur berantakan.


***


(Beberapa jam kemudian)


"Selanjutnya…!" Gumam Razak. Dengan suara yang hampir tak terdengar. Tubuh Razak sendiri, kini telah bersimbah darah. Kedua kaki bergetar seperti akan jatuh kapan saja.


Menggunakan Gauntlet kembar, Razak berhasil mengalahkan sisa lawannya, menjadikan ia telah menumbangkan 10 dari 11 Kapten Perompak yang menjadi lawan duelnya.


"Bocah ini benar-benar monster!" Gumam San Juan. Kini menatap dengan pandangan sepenuhnya berbeda kepada Razak yang dalam kondisi tubuh bersimbah darah. Namun masih tetap berdiri dan berniat melanjutkan duel.