
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
Theo terus melempar dan menarik, memainkan keenam Pisau Mammon. Tiga Pisau ditangan Kanan ia fokuskan hanya untuk Sinbad, sementara tiga pisau lain, digunakan untuk membantai anggota kelompok Aliansi 7 Lautan yang ada di sekitar, meringankan beban dari pasukan Bandit Serigala yang kebanyakan berada dalam situasi pertarungan dua lawan satu.
Sementara Sinbad, segera mendengus kesal saat melihat Theo kembali melakukan pembantaian terhadap pasukannya.
"Orang ini sungguh picik!" Gumam Sinbad. Menatap tajam kearah dimana Theo sedang berdiri.
*Taaappp…!!!
*Woooshhhh…!!!
Merasa jika dibiarkan terus bertahan dalam situasi seperti ini maka jumlah anggotanya akan terus berkurang secara drastis, Sinbad yang awalnya masih meladeni tantangan duel teknik serangan jarak jauh dari Theo, akhirnya memutuskan untuk bergerak menerjang.
*Kraaakkk…!!!
Bersama dengan gerakan menerjang yang dilakukan oleh Sinbad, aliran udara dingin juga mengikuti. Domain Es dari Neve, sang White Condor, ikut bergerak kemanapun Sinbad pergi.
"Wahhh…!!!"
Disisi berlawanan, Theo mulai bergumam lirih sembari menaikkan salah satu sudut alisnya saat melihat Sinbad mengambil inisiatif untuk merubah gaya dari duel diantara keduanya.
*Woooshhhh…!!!
*Tapp…!!!
*Taappp…!!!
Namun, aksi Sinbad yang ingin memangkas jarak, berniat merubah jalannya duel teknik serangan jarak jauh menjadi pertarungan jarak dekat, nyatanya disambut Theo dengan mulai menarik aliran Mana Gravitasi. Memfokuskan untuk meringankan tubuh. Sebelum kemudian, mengeksekusi teknik langkah siput.
Bagaimanapun juga, berbeda dengan Medan Gravitasi milik Theo yang tak terlihat oleh mata telanjang, teknik Domain Es milik Neve, bisa dilihat secara jelas, mengikuti sebaran udara dingin yang berada dalam radius tertentu.
Berdasarkan fakta tersebut, Theo yang memanfaatkan teknik Langkah Siput, bisa bergerak menghindar, terus menjauh sebelum terjangkau oleh Domain Es yang jelas akan memperlambat gerakan bila sampai menjangkau tubuhnya.
Situasi kemudian berkembang menjadi sebuah kejar-kejaran. Theo yang tanpa henti bergerak mundur sembari melancarkan serangan-serangan enam Pisau Lempar Mammon ke beberapa titik, terus di kejar oleh Sinbad dimana sedikit demi sedikit terlihat mulai berhasil memperpendek jarak.
"Hmmmmm…"
Sampai akhirnya, ketika jarak antara Sinbad dan Theo sudah dalam cukup dekat, Sinbad yang merasa targetnya telah berada dalam jangkauan, segera bergumam lirih. Memasang ekspresi wajah sangat serius.
"Kena kau sekarang!" Ucap Sinbad, seraya mulai menghimpun Aliran Mana Angin, untuk dialirkan kepada Blazing Sword.
*Bzzzzzttt…!!!
Derak Mana Listrik berwarna kuning cerah, menyala untuk beberapa saat pada bilah Blazing Sword. Diiringi Sinbad mulai mengangkat pedang.
"Thunder Strike…!!!" Seru Sinbad lantang. Melempar serangan Mana Listrik dahsyat kepada Theo.
"Wahhh…!!!!"
Melihat serangan pihak lawan, Theo kembali bergumam, sebelum dengan cepat mengetuk ujung sepatu kilat pada permukaan laut yang membeku.
*Tukk…!!!
*Bzzzzzttt…!!!
Derak Listrik Merah menyala terang untuk sepersekian detik. Kemudian kembali menghilang. Bersama juga dengan sosok Theo ikut lenyap.
*Boooommmm…!!!
Bertepatan dengan lenyapnya sosok Theo, serangan dahsyat Sinbad, akhirnya mendarat. Namun tentu saja hanya bertemu target kosong.
"Item yang sungguh unik! Benar-benar menarik!" Ucap Sinbad. Menyadari bahwa gerakan cepat lenyapnya sosok Theo, berhubungan dengan sepatu yang ia kenakan.
Kapten Perompak Naga Laut tersebut kemudian mulai menyebarkan visinya. Memindai cepat area lingkungan sekitar. Mencari lokasi dari sosok Theo akan muncul kembali.
*Bzzzzzttt…!!!
Detik berikutnya, seperti dugaan Sinbad, bersama dengan derak listrik merah kembali menyala, Theo akhirnya menampakkan diri.
Namun, ada satu hal yang diluar perkiraan Sinbad, itu adalah posisi kemunculan Theo, ternyata tepat berada di wilayah pertarungan antara Boneka Bernyawa Panglima Cinta-Kasih, melawan salah satu prajurit biji Dewa Pohon yang memiliki ukuran raksasa. Satu dari tiga raksasa prajurit biji Dewa Pohon. Dimana dua yang lain, sedang bertarung melawan Raja Naga Hitam dan Raja Serigala Hitam.
*Bzzzzzttt…!!!
*Boooommmm…!!!
Hanya dengan satu tarikan nafas, Theo melancarkan pukulan tinju keras yang berderak dengan luapan Mana Listrik merah dahsyat. Dalam sekejap menciptakan lubang besar yang tembus dari sisi punggung, sampai ke dada bagian depan Prajurit Biji Dewa Pohon raksasa, lawan dari Boneka Bernyawa Panglima Cinta-Kasih.
Serangan liar tersebut, segera membuat Prajurit pohon raksasa berteriak kesakitan, sebelum tubuh menjulang tingginya jatuh menghujam daratan es.
Dan tepat ketika makhluk aneh tersebut telah tumbang, Theo memberi lirikan singkat pada Boneka Bernyawa Panglima Cinta-Kasih.
Boneka Bernyawa Panglima Cinta-Kasih yang mendapat lirikan Theo, dengan tanggap mengangguk pelan, memahami intruksi dari Tuannya.
*Woooshhhh…!!!
Bentuk imitasi dari Panglima Cinta-Kasih kasih tersebut kemudian segera melaju cepat untuk menerjang kearah Sinbad, dimana sekarang juga sudah bergerak mendekat. Berniat untuk memberi serangan lanjutan pada Theo.
"Menyingkir!" Ucap Sinbad. Mengayunkan Tremor Sword kearah depan untuk menyingkirkan Boneka Bernyawa Panglima Cinta-Kasih. Paham bahwa Theo sengaja menggunakan benda tersebut untuk sedikit memperlambat gerakannya.
*Baaangggg…!!!
Sabetan Tremor Sword, bertemu kepalan tinju Boneka Bernyawa Panglima Cinta-Kasih yang memancarkan semburat cahaya emas. Menyebabkan satu suara benturan yang mendengung kesegala arah.
*Taaappp…!!!
*Taaappp…!!!
Sementara disisi lain, Theo yang berhasil sedikit menahan gerakan Sinbad, kembali bergerak cepat untuk melanjutkan pembantaian. Terus memangkas jumlah pasukan musuh.
***
(Lokasi duel Dante dan Shadex)
*Slaaaassshhh…!!!
*Traaanggg…!!!
Dante yang telah dalam wujud Meridian Knight Qilin Petir, Sang Demonic Beast legendaris, menangkis beberapa serangan lemparan Mana Pisau tajam Shadex menggunakan Katana-nya.
"Raizer…!!!"
Sebelum kemudian, aksi Dante dilanjutkan dengan ia kembali menggumamkan nama Roh item Bunga Udumbara Halilintar. Membuat gerakan menghujam Katana pada daratan es di bawah.
*BLAAAAAAAZZZZTTTT…!!!
Semburat Mana Listrik intens berwarna biru, segera meledak liar bersama gerakan yang di lakukan Dante. Membawa efek gelombang kejut. Dimana mampu membuat Shadex yang berada dalam posisi cukup dekat, terdorong mundur cukup jauh kebelakang.
"Hmmmm… Lagi-lagi kemampuan dari Bunga Udumbara!" Gumam Shadex. Menatap tajam kearah pihak lawan. Sembari mulai memadatkan luapan Mana Besi yang membekap wujud Soul Knightnya.
Disisi lain, Dante ternyata tak melanjutkan serangan begitu berhasil memaksa lawannya terlempar dalam jarak tertentu. Melirik ke satu arah berbeda.
"Selalu bertindak konyol! Kenapa juga mesti meladeni tantangan lawan! Jika tadi kau tak menerima duel serangan jarak jauh, dan langsung menyerang untuk mengambil situasi pertarungan jarak dekat, tentu saat ini situasi menyulitkan seperti itu tak harus kau hadapi!" Gumam Dante. Tampak kesal saat melihat Sinbad untuk kedua kalinya jatuh, atau lebih tepatnya sengaja menjatuhkan diri pada trik pihak lawan.
***
(Lokasi lain medan pertempuran utama)
Agak jauh dari lokasi duel Shadex dan Dante, pertempuran intens lainnya juga berlangsung. Para wakil pemimpin divisi Kelompok Bandit Serigala yang berkelas Emperor, menghadapi lawan-lawan tangguh. Yakni Tiga Naga Aliansi 7 Lautan.
*Tssaaaaaahhhhh…!!!
*Baaaammmm…!!!!
Gerel yang telah berada dalam wujud Meridian Knight, menjadi manusia setengah Demonic Beast Ular Cobra, bersama Nagini, sedang dalam situasi pertempuran sengit melawan satu sosok pria berkelas Emperor tahap Bumi. Naga Kedua Aliansi 7 Lautan.
Seorang Meridian Knight yang mengambil bentuk Paus Berotot Baja. Spirit Beast bergaris darah Ancient yang tinggal di laut dalam.
Sementara itu, tak jauh dari lokasi pertarungan Gerel, Hella bersama dengan White Fang sang Sabertooth Salju. Juga sedang menghadapi lawan tangguh. Naga Ketiga Aliansi 7 Lautan.
True Knight berkelas Emperor tahap Bumi yang memiliki Gurita Pedang Besi sebagai Spirit Beast kontraknya. Seekor Spirit Beast bertubuh raksasa yang memiliki tentakel dengan sisi tajam menyerupai pedang.
Pada lokasi lain lagi, Naga Keempat Aliansi 7 Lautan, juga seorang berkelas Emperor tahap Bumi, Ching Shih, atau biasa dipanggil Madam Ching, saat ini sedang bertarung melawan dua orang sekaligus. Meirin dan Isaa. Dua Wakil Pemimpin Divisi Kelompok Bandit Serigala berkelas Emperor tahap awal.
----
Note :
Absen....!!