
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
*Booommmm….!!!
*Boooommmmm….!!!
*Booommmmmm….!!!
Pada suatu lokasi yang berada tak jauh dari wilayah gunung misterius nan menyeramkan, para anggota kelompok Bandit Serigala tampak kembali mengatur tim. Melawan satu Demonic Beast ganas.
Lokasi tempat pertarungan sendiri, adalah sebuah wilayah yang telah sepenuhnya di kurung oleh teknik segel pelindung. Teknik formasi segel pelindung yang sama dimana dibangun Sasi pada lokasi dekat dengan pintu keluar dunia kecil yang sebelumnya digunakan oleh para anggota biasa Kelompok Bandit Serigala, untuk berlindung selama berada di dalam dunia kecil Istana Emas.
Bedanya hanyalah, saat ini Sasi membuat formasi segel pelindung, tepat di bawah kaki gunung misterius. Tempat dimana merupakan sarang utama hampir seluruh Demonic Beast kuat yang ada di dalam dunia kecil berada.
Formasi segel pelindung yang di ciptakan Sasi, memaksa para Demonic Beast yang terpancing oleh hawa Keberadaan para anggota kelompok Bandit Serigala, tak bisa langsung menerjang secara bersamaan. Ditahan oleh formasi pelindung, para Demonic Beast yang telah berkerumun disekitar segel pelindung, hanya bisa masuk satu persatu secara bergantian.
Masuk kedalam satu ruang lebih kecil di dalam ruang pelindung, dimana dijadikan sebagai layaknya ring pertarungan khusus. Sementara disisi lain, anggota kelompok Bandit Serigala, juga tak bisa masuk secara sembarangan kedalam ruang lebih kecil tersebut. Maksimal, itu hanya 7 orang yang bisa masuk secara bersamaan kedalam arena.
Situasi tersebut, kini membuat terciptanya satu kondisi yang menurut Sasi sangat sempurna guna memenuhi kebutuhan para anggota kelompok Bandit Serigala untuk berkembang lebih kuat. Namun juga mengurangi resiko dari orang-orang ini dibantai para Demonic Beast yang kebetulan bergerak secara berkelompok.
"Ingat! Dibandingkan dengan para Demonic Beast yang berkeliaran acak di wilayah luar, yang mana adalah kumpulan Demonic Beast paling lemah, para Demonic Beast yang tinggal di gunung ini, adalah makhluk-makhluk kuat yang berhasil mengeleminasi beberapa Demonic Beast lain! Sehingga bisa membuat sarang di tempat ini!" Seru Sasi, setelah secara tiba-tiba, sosoknya muncul di dalam kubah formasi pelindung.
"Jadi, kalian harus lebih berhati-hati! Karena sesuai intruksi dari Tuan, aku sama sekali tak akan turut campur!"
"Namun begitu, dengan resiko besar yang kalian hadapi saat ini, maka hasil yang di berikan juga akan sesuai! Bukankah itu yang kalian coba katakan padaku sebelumnnya? Mengutip kalimat Tuan, bahwa untuk mencapai puncak tertinggi, maka harus berani mengambil semua resiko!" Tutup Sasi.
*Boooooommmmm….!!!
Bersamaan dengan selesainya kalimat yang diucapkan oleh Sasi, ledakan keras dengan riak aliran Mana Kegelapan, tiba-tiba terdengar dari dalam kubah kecil yang digunakan sebagai arena pertarungan. Ledakan ini, menjadi pertanda bahwa anggota kelompok Bandit Serigala yang sebelumnya membuat tim untuk masuk kedalam arena, telah di habisi oleh target mereka.
Demonic Beast raksasa yang kini memiliki banyak bekas luka di tubuhnya, terlihat dengan lahap memakan bagian-bagian yang masih tersisa dari tubuh anggota kelompok Bandit Serigala yang berhasil ia bantai.
"Hmmmmm… Itulah resiko dari mereka yang menginginkan kekuatan!" Gumam Sasi.
"Tim selanjutnya?" Lanjut Sasi, tanpa menoleh kebelakang.
Mendengar kata-kata Sasi, seluruh anggota kelompok Bandit Serigala yang ada di belakangnya, tampak hanya terdiam untuk beberapa saat. Masih memandang dengan tatapan tajam kearah Demonic Beast mengerikan yang sedang memakan anggota tubuh kawan-kawannya.
Sampai kemudian, beberapa orang terlihat memasang ekspresi wajah teguh. Tanpa mengatakan apapun, melompat masuk kedalam arena.
"Hmmmm…!" Gumam Sasi. Mengamati dengan seksama kearah arena untuk sementara waktu. Sebelum mengalihkan pandangan pada kerumunan Demonic Beast yang sedang mengepung wilayah sekitar.
"Jadi setelah yang satu ini, sebaiknya siapa selanjutnya?" Gumam Sasi, sibuk memilih satu Demonic Beast lain yang sekiranya cocok dan sesuai untuk di lempar kedalam arena.
Satu hal yang sebenarnya perlu pertimbangan serta ketelitian mutlak dalam memutuskan. Karena bagaimanapun juga, Demonic Beast yang dilempar masuk kedalam arena, haruslah tak terlalu kuat, dimana akan membantai anggota kelompok Bandit Serigala dalam sekejap. Namun juga tak terlalu lemah, dimana akan membuat pengalaman pelatihan tim yang akan menghadapi Demonic Beast tersebut, tak terlalu berharga.
Untungnya, Sasi adalah Ras Goblin, satu Ras dari realm yang lebih tinggi, dimana terkenal memiliki tingkat konsentrasi serta fokus yang sangat luar biasa.
"Dengan adanya Tuan, aku tak perlu lagi membagi fokus untuk melacak pergerakan Demonic Beast kelas tinggi! Benar-benar membantu!" Gumam Sasi, tepat ketika melihat pertarungan di arena telah selesai, dimana tim yang sebelumnya masuk, akhirnya berhasil membunuh target mereka. Kemudian dengan gerakan cepat, Sasi melompat kearah kerumunan Demonic Beast, memilih satu untuk dilempar kedalam arena.
*Woooshhhh…!!!
*Woooshhhh….!!!
*Woooshhhh….!!!
Intruksi Sasi, disambut dengan 7 orang anggota kelompok Bandit Serigala, berubah kedalam mode Knightnya masing-masing. Menerjang masuk kedalam arena.
***
(Gunung misterius)
"Hmmmm… Meskipun tak sepekat milik Ras Iblis, aliran Mana Kegelapan yang ada disini, tak bisa dianggap remeh!" Gumam Theo. Saat ini terlihat dengan langkah santai menyusuri jalan setapak, mendaki gunung.
Dalam pendakiannya, Theo beberapa kali harus melakukan gerakan menghindar atau mengaktifkan sepatu kilat guna melepaskan diri dari serangan mendadak para Demonic Beast kelas tinggi yang bersarang pada rimbunya pepohonan hutan gunung misterius.
Theo sendiri sebenarnya bisa membunuh para Demonic Beast tersebut, hanya saja, ia memutuskan untuk tak melakukannya. Memilih membiarkan investasi yang berguna bagi latihan kelompoknya, untuk tetap terjaga dengan baik.
Selain itu, para Demonic Beast yang ada di dalam dunia kecil Istana Emas, juga berguna sebagai simpanan sumberdaya hidup. Memenuhi kebutuhan Theo jika suatu saat memerlukan tambahan Mutiara Mana. Theo bisa berburu dan menjual bagian-bagian penting dari tubuh para Demonic Beast ini, yang keberadaannya bisa dibilang cukup langka di dunia luar.
Beberapa tahun yang lalu, pada lelang akbar Gaia Treasure di Ice Lotus City yang sempat diikuti Theo bersama Arthur, hanya beberapa bagian tubuh Demonic Beast, bisa terjual dengan harga lumayan tinggi.
Mengingat pengalaman tersebut, Theo akhirnya menjadikan para Demonic Beast yang ada di dalam dunia kecil Istana Emas, sebagai investasi jangka panjang. Layaknya seekor penggembala yang merawat ternak-ternaknya dengan baik agar bisa mendapatkan panen besar.
"Sudah hampir sampai di puncak!" Gumam Theo, saat telah melihat gundukan tebing sederhana yang tampaknya adalah puncak dari gunung misterius, kini berada tak jauh dari lokasinya.
"Aku penasaran dengan jenis Demonic Beast kelas tinggi macam apa yang bersarang diatas sana! Demonic Beast yang menjadi tuan, dan juga Boss Besar bagi seluruh Demonic Beast lain dunia kecil ini!" Ucap Theo. Dengan ekspresi wajah penuh minat.
"Hahhaha…. Panglima Cinta-Kasih! Jangan kecewakan aku!" Tutup Theo. Seraya melanjutkan pendakiannya.
****
(Puncak gunung misterius)
"Pasti disana!" Gumam Theo, saat melihat keberadaan sebuah pintu masuk gua. Tanpa menunda, dengan gerakan melompat, Theo sampai di depan pintu masuk gua.
"Aneh! Aku tak merasakan hawa keberadaan apapun!" Gumam Theo. Setelah mengamati kedalam gua untuk beberapa waktu.
Kemudian, untuk memeriksa lebih teliti, Theo memutuskan akan memindai bagian dalam gua menggunakan auranya.
*Wuuungg….!!!
Theo baru sedikit memeriksa bagian dalam, sampai kemudian, suara Gusion yang memberi peringatan, tiba-tiba terdengar.
"Hentikan!"
"Cepat menjauh!"
*Woooshhhh….!!!
Namun, bersamaan dengan peringkatan Gusion, hawa Keberadaan yang begitu menekan, secara tiba-tiba menyeruak keluar dari dalam gua. Membuat Theo tanpa pikir panjang melakukan beberapa langkah mundur kebelakang.
*Woooshhhh….!!!
Tak lama setelah itu, sesosok makhluk melompat keluar dari dalam gua. Memberikan hawa menekan yang begitu berat, sepenuhnya terkunci pada tubuh Theo
"Tidak mungkin! Makhluk ini!" Gumam Theo. Dengan tatapan mata bergetar. Benar-benar terlihat sangat terkejut dengan kemunculan makhluk yang ada di hadapannya.