Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)

Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)
40 - Menyusup


Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


Dengan pembantaian yang di lakukan oleh Wakil pemimpin kelompok Bandit Malam Berbintang, suasana ruang rahasia segera menjadi sangat mencekam. Teriakan-teriakan parau dari para anggota kelompok Bandit yang berusaha untuk kabur, terdengar menggema di seluruh ruangan.


Namun, bagaimanapun juga orang-orang ini hanyalah Knight berkelas King tahap Bumi paling tinggi. Benar-benar bukan lawan sebanding bagi wakil pemimpin mereka yang merupakan seorang Emperor tahap awal. Menyebabkan situasi pembantaian berlangsung secara sepihak, tanpa ada perlawanan berarti dari anggota bandit.


Sampai pada akhirnya, setelah beberapa waktu berlalu, suara-suara teriakan yang tadinya menggema pada ruang rahasia, kini telah lenyap. Menjadikan ruangan tersebut berada dalam situasi hening total. Hanya nafas perlahan dari wakil pemimpin Bandit Malam Berbintang yang sedang berdiri pada tengah ruangan, terdengar lirih.


Sang wakil pemimpin dengan tatapan penuh keserakahan, melihat kearah harta yang ada di hadapannya, sembari memasang senyum lebar menyeramkan. Sementara di sekujur tubuhnya, terutama area bagian wajah, saat ini tengah dalam kondisi lumuran darah segar milik para anggota tim penjelajah yang tadi ia bantai.


Harta yang tersimpan di dalam ruang rahasia sendiri, dimana berhasil membangunkan rasa serakah tak tertahan sang wakil pemimpin, tak lain adalah kumpulan patung Gajah metalik raksasa yang berderet gagah memenuhi ruangan. Dimana terus memancarkan hawa kehidupan pekat.


"Harta dari jaman purba! Semuanya milikku! Dengan semua harta ini, aku akan mampu membentuk kelompok Banditku sendiri! Menorehkan nama sebagai salah satu orang paling berpengaruh di wilayah Gurun!" Gumam sang wakil pemimpin. Menyadari bahwa dengan hawa kehidupan pekat yang memancar dari puluhan harta berbentuk Gajah metalik raksasa yang ada di dalam ruangan, menandakan bahwa patung-patung tersebut bukanlah kumpulan harta biasa. Melainkan senjata.


"Hahhaha….! Bahkan jika itu Kelompok Bandit Serigala, tak akan menjadi masalah lagi di hadapanku! Semua Kelompok Bandit akan bertekuk lutut di bawah kakiku!" Seru sang wakil pemimpin, tertawa lantang seraya kemudian mulai akan maju memeriksa kedepan. Mencari mekanisme formasi rahasia lain dimana berguna untuk mengaktifkan puluhan patung Gajah metalik raksasa. Namun….


"Sungguh sangat lucu! Manusia dengan sikap serakahnya!"


Belum sempat sang wakil pemimpin membuat satu langkah maju kedepan, sebuah suara tiba-tiba terdengar dari salah satu sudut gelap ruang rahasia.


"Siapa?" Bentak wakil pemimpin Bandit Malam Berbintang, segera memasang sikap waspada. Benar-benar terkejut dengan suara yang tiba-tiba terdengar.


Bagaimana tidak, sejak awal ia memasuki ruang rahasia, sang wakil pemimpin yang tak menurunkan kewaspadaan sedikitpun, telah melakukan pemindaian cepat. Melakukan pemeriksaan menyeluruh pada setiap sudut ruang rahasia. Dan dari pemeriksaan tersebut, ia sama sekali tak merasakan adanya satu hawa keberadaan lain, selain dari orang-orang yang ia pimpin.


Kini, ketika satu suara tiba-tiba terdengar, diiringi dengan sesosok bertubuh gendut keluar dari salah satu sudut gelap ruang rahasia, wakil pemimpin kelompok Bandit Malam Berbintang, tentu saja dibuat sangat terkejut.


"Hmmmm… Cukup mengejutkan ada orang yang berhasil sembunyi dan lolos dari pemindaianku!" Ucap wakil pemimpin Bandit Malam Berbintang. Meskipun terkejut, ia mulai memasang ekspresi wajah santai dan menurunkan kewaspadaan setelah merasa bahwa pihak yang baru saja muncul secara tiba-tiba, hanyalah Knight berkelas King tahap Surga.


Disisi lain, sosok gendut yang tak lain adalah Thomas, seketika memasang ekspresi wajah mencela begitu menyadari pihak lawan terkesan meremehkannya.


"Hahahhaha…. Aku sebenarnya sudah menyiapkan langkah sergapan! Berniat melakukan pertarungan intens dengan kelompokmu! Namun tak disangka, kau justru dengan sukarela meringankan pekerjaanku dengan membantai sendiri orang-orang yang kau pimpin!" Ucap Thomas. Dengan sengaja menampilkan ekspresi wajah provokatif. Terang-terangan sedang menghina lawan bicaranya dengan ejekan sarkas.


"Ohhh… Benar-benar menyeramkan! Memang dengan hanya kau sendiri, seorang King tahap Surga! Apa yang akan bisa kau lakukan untuk melawanku yang merupakan seorang Emeperor!" Tanggap Wakil pemimpin kelompok Bandit Malam Berbintang. Memasang ekspresi wajah remeh kepada Thomas.


"Yah, seperti kubilang diawal, sebenarnya aku merencanakan satu langkah yang cukup rumit, dengan mengatur sebuah sergapan mendadak yang akan dilanjutkan dengan segapan lain!" Jawab Thomas.


"Namun, terimakasih atas keserakahanmu! Sekarang semua akan menjadi lebih sederhana!" Tutup Thomas. Seraya kemudian mulai membentuk satu formasi segel dengan tangannya.


*Bammm….!!!


Tepat ketika Thomas menyelesaikan formasi segel, salah satu Gajah metalik raksasa yang berdiri di posisi paling depan, secara tiba-tiba melakukan gerakan maju satu langkah kedepan. Sampai kemudian, hampir secara serentak, mata pada masing-masing puluhan Gajah metalik, terbuka lebar. Menatap tajam kearah wakil pemimpin Bandit Malam Berbintang.


"Roh Naga Bumi! Aku memanggilmu!"


Wakil pemimpin Bandit Malam Berbintang masih menatap waspada kearah puluhan Gajah metalik raksasa, mulai berfikir apakah harus melakukan langkah kabur, sampai tiba-tiba, suara Thomas kembali terdengar.


Bersamaan dengan terdengarnya suara tersebut, tubuh Thomas yang telah berada dalam mode Meridian Knight, menjadi manusia setengah Gajah Gurun Raksasa, dimana sedang memanggul senjata Gada pada pundaknya, kini mulai mengeluarkan satu hawa menekan yang sangat berat ketika sosok bayangan kepala Naga, secara samar mulai terlihat di belakang punggungnya.


Aura berat yang tiba-tiba memancar keluar dari dalam tubuh si Gendut, menyebabkan wakil pemimpin Bandit Malam Berbintang yang merasakannya, segera menoleh kearah Thomas. Ekspresi wajah pria ini berubah semakin buruk saat menyadari kedalaman aura yang memancar keluar dari dalam tubuh pihak lawan, itu setara dengan milik seorang Emperor tahap awal.


"Mustahil!" Gumam sang wakil pemimpin Bandit Malam Berbintang. Dengan tatapan mata bergetar. Merasa saat ini dirinya telah jatuh dalam situasi yang benar-benar mengancam nyawa.


***


(Wilayah sekitar reruntuhan kuno tempat Thomas menyergap wakil pemimpin Bandit Malam Berbintang)


"Hmmmm… Kenapa belum juga ada tanda dari wakil pemimpin?" Ucap salah satu anggota divisi pendobrak Kelompok Bandit Serigala yang telah bersiap di wilayah luar.


"Apa terjadi sesuatu? Sepertinya salah satu dari kita perlu memeriksa!" Tanggap anggota lain.


"Jangan sembrono! Wakil pemimpin beberapa hari belakangan tampak dalam mood yang sedang tak baik! Intruksinya sudah jelas! Kita akan tetap menjalankan rencana awal!"


"Menunggu tanda dari wakil pemimpin sebelum melakukan gerakan maju kedepan! Sehingga langkah sergapan ganda yang kita rencanakan, tak bisa di endus oleh tim penjelajah Kelompok Bandit Malam Berbintang!" Ucap salah satu anggota yang sepertinya paling senior dari pada anggota lain. Menyuarakan satu saran yang terdengar bijak.


Mendengar hal tersebut, seluruh anggota divisi pendobrak lain, memutuskan kembali menunggu.


***


(Lokasi lain, tak jauh diluar perbukitan labirin alami wilayah kemah besar kelompok Bandit Malam Berbintang)


*Tap….!!!


*Tap….!!!


*Tapp….!!!


Beberapa anggota kelompok Bandit Menara Langit yang telah sepenuhnya memakai pakaian serba hitam khas Assasin Dark Guild, kini mendarat dengan langkah senyap pada balik bayangan salah satu bukit kecil.


"Hmmmm… Apa benar tak masalah hanya si Gendut yang mengurus salah satu Emperor pihak lawan?" Tanya Bianca, kepada Darsa yang terlihat menjadi bagian dari orang-orang di balik bayangan bukit kecil.


"Tak masalah! Lagipula, ia membawa seluruh pasukan Kelompok Bandit Serigala! Sementara aku dan beberapa anggota divisi Thousand Beast yang ada disini, akan lebih berguna dalam misi menyusup kedalam kemah besar kelompok Bandit Malam Berbintang!" Jawab Darsa. Dengan tanpa keraguan sama sekali. Terlihat jelas meski sering berselisih dengan Thomas, ia benar-benar percaya dengan kemampuan si Gendut mengurus seorang Emperor.


Bagaimanapun juga, Darsa adalah orang yang paling mengerti kedalaman kekuatan baru milik Thomas. Karena dalam beberapa kesempatan, sempat melakukan tukar tinju dengan si Gendut.


"Baiklah kalau begitu, terserah kalian! Asal jangan sampai tertinggal dan membuat kacau!" Ucap Bianca, sebelum bergerak dalam langkah senyap memimpin anggotanya memasuki wilayah labirin alami.


 ---


Note :


Seperti biasa, hari minggu satu chapter. Btw sekitarnya ada yang terlewat, mungkin bisa disempatkan like chapter-chapter sebelumya. Jempol kalian benar-benar berharga ^^