
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
(Kemah Besar Barbarian Tribe)
*Tap….!!!
Dengan langkah ringan yang tak terdengar, Sirei mendarat di dalam gua tempat para monster tua Barbarian Tribe melakukan kultivasi tertutup.
"Hmmmm… Dari mana saja kau? Apakah sudah menemukan Gerel? Bagaimana kondisinya?" Tanya satu suara bernada berat yang menggema dari salah satu sudut lain gua.
"Bukan urusanmu! Tak ada kewajiban bagiku untuk memberi laporan! Meski kau adalah suamiku!" Jawab Sirei. Berjalan memasuki salah satu ruang gua yang merupakan tempat pribadinya. Sepenuhnya mengabaikan Janghis Khan, sang suami yang baru saja bertanya.
*Tap….!!!
Namun, baru beberapa detik Sirei memasuki ruang gua, sesosok mendarat tepat di belakangnya.
"Ibu! Tolong beri informasi yang jelas!" Ucap Sanghis, berinisiatif untuk datang langsung begitu mendengar kabar bahwa Sirei telah kembali.
"Sama halnya dengan ayahmu! Meskipun kau adalah Khan! Aku tak punya kewajiban untuk memberi laporan! Sama seperti kau tak punya kewajiban untuk memberi laporan kepadaku, sebagai seorang Monster tua, atau sebagai seorang ibu! Nenek dari anakmu, Gerel!" Dengus Sirei. Tampak masih kesal dengan pertemuan terakhirnya dengan Sanghis.
Kemudian, tanpa memberi tanggapan apapun lagi, Sirei mengaktifkan formasi segel di dalam ruang gua pribadinya. Sepenuhnya menutup diri dari luar.
*Baaaammmmm….!!!
Sanghis yang kesal dengan sikap ibunya, segera marah, melampiaskan kekesalan dengan memukul keras formasi pelindung. Menyebabkan formasi pelindung yang menutup pintu masuk ruang gua Sirei, bergetar hebat untuk beberapa saat. Sebelum kembali tenang.
"Ck….!!! Ini sungguh menyebalkan! Kenapa juga aku harus lahir pada masa dan generasi rumit ini!" Dengus Sanghis.
*Woooshhhh….!!!
*Woooshhhh….!!!
*Woooshhhh….!!!
Bersamaan dengan makian Sanghis, beberapa aura yang sangat menekan, tiba-tiba menyeruak dari berbagai arah. Berasal dari beberapa sudut lain gua kultivasi.
"Anak muda! Sebaiknya kau selesaikan urusan keluarga diluar saja! Jangan buat keributan disini!" Dengus satu suara yang memiliki nada sangat serak.
"Lalat pengganggu!" Tambah suara lain.
"Enyah sekarang juga!" Bentak suara serak lainnya lagi.
Mendengar suara-suara tersebut, dimana jelas berasal dari para monster tua Tribe yang berada di dalam gua, terlebih merasakan hawa menekan berat yang memancar dari berbagai arah, Sanghis segera menggertakkan gigi. Tampak memasang ekspresi bercampur antara waspada dan kesal di saat bersamaan.
Waspada karena sekumpulan monster tua yang bahkan berusia lebih tua dari ayah dan ibunya ini, dimana merupakan para mantan Khan dan tetua penting Barbarian Tribe generasi sebelum-sebelumnya, jelas memiliki kekuatan tak terbayangkan. Sekumpulan eksistensi puncak yang tak boleh di singgung, bahkan oleh dirinya yang merupakan seorang Khan generasi saat ini.
Selain waspada, Sanghis tentu saja juga kesal karena sikap acuh sekumpulan orang-orang ini, dimana tampak jelas sekali bahwa mereka tak menghargai dirinya yang merupakan pemimpin Barbarian Tribe generasi sekarang.
"Sanghis! Tenangkan dirimu! Lebih baik kau kemari sebentar!" Ucap Janghis, suaranya menggema memenuhi seluruh sudut gua. Tepat ketika Sanghis yang hanya bisa memendam perasaan marahnya, baik itu kepada Sirei dan juga para Monster tua yang ada di dalam gua, sudah akan meninggalkan tempat.
Bagaimanapun juga, ini sudah dua kali Janghis meminta ia untuk menghadap, dalam tempo waktu yang relatif berdekatan. Satu sikap yang tentu saja menurut Sanghis cukup aneh, karena sebelumnya, sudah hampir 10 tahun sejak ia mengambil alih posisi sebagai Khan, sang ayah sama sekali tak pernah memberi intruksi untuk menghadap.
***
"Ayah, ada apa?" Tanya Sanghis, begitu telah sampai di hadapan ayahnya.
"Aku ingin membahas sesuatu yang cukup menarik!" Jawab Janghis.
"Sesuatu yang menarik? Jika itu ada hubungannya dengan situasi Gerel, kau bisa lihat sendiri, ibu menolak untuk memberi informasi apapun!" Jawab Sanghis. Merasa begitu kesal.
Bagaimana tidak, sudah hampir dalam satu bulan ini ia mengerahkan seluruh pasukan elite Barbarian Tribe untuk mencari informasi, baik itu tentang lokasi dimana Gerel sebenarnya berada, dan juga informasi berkaitan dengan Kelompok Bandit Serigala, terutama identitas sebenarnya dari pemuda Boss Besar kelompok Bandit tersebut.
Namun, setelah semua upaya maksimal yang ia kerahkan, Sanghis nyatanya belum juga mendapat informasi penting yang cukup berharga. Yang ia dapatkan hanya beberapa informasi semu, dimana kurang begitu signifikan.
"Lupakan ibumu! Hanya akan buang-buang tenaga! Bukankah kau sudah tahu dengan cukup jelas, bahwa ia adalah wanita yang hanya akan memperdulikan kepentingannya sendiri!" Ucap Janghis.
"Tapi, melihat sikapnya yang masih tenang, bisa kusimpulkan bahwa Gerel sedang dalam kondisi baik-baik saja!"
"Cucuku itu adalah bagian terpenting dari agendanya! Sehingga melihat sikapnya sekarang, meski terkesan jelas menutupi sesuatu, setidaknya kita bisa mengambil kesimpulan bahwa Sirei merasa agendanya sedang tak terganggu! Dengan kata lain, seperti ucapanku sebelumnnya, Gerel dalam keadaan baik! Untuk sementara, kau tak perlu terlalu risau!" Tutup Janghis.
"Hmmmm… Baiklah! Tapi, kau tak memanggilku kesini hanya untuk mengatakan itu bukan?" Tanya Sanghis.
Mendengar pertanyaan putranya, Sanghis mulai memasang senyum kecil, namun masih belum membuka matanya. Mempertahankan sikap duduk bersila setengah berkultivasi.
"Tentu saja tidak! Ada hal lain yang lebih penting! Aku ingin membahas tentang pemuda Boss Besar kelompok Bandit Serigala!" Ucap Janghis.
"Pemuda tersebut?" Tanya Sanghis.
"Benar! Tapi sebelumnya, aku ingin kau menyampaikan semua informasi yang telah berhasil didapat oleh kelompok bawahanmu! Setelah itu, aku akan melakukan komparasi dengan beberapa informasi acak yang telah kudapat!" Jawab Janghis.
"Informasi acak? Apakah kau juga melakukan penyelidikan tentang pemuda ini?" Tanya Sanghis. Merasa aneh ketika ayahnya yang selalu memasang sikap tak perduli dengan urusan luar semenjak meletakkan posisi Khan dan beralih menjadi Monster tua, kini justru tertarik dengan sosok antah berantah pemuda Boss Besar kelompok Bandit Serigala.
"Hmmmm… Apakah itu penting? Jawab saja pertanyaanku! Dengan begitu, jika memang informasi acak yang kudapat relevan, bukankah kau juga yang diuntungkan?" Tanya Janghis.
Mendengar itu, Sanghis akhirnya memutuskan untuk mengesampingkan semua pemikiran ganjil yang hinggap di benaknya.
"Seperti kataku diawal, tak banyak informasi yang kudapat! Karena entah kenapa, baik itu Dark Guild dan juga Gaia Son Paviliun, dimana biasanya merupakan organisasi netral yang akan menerima semua kesepakatan serta jual beli informasi asal ada uang yang sesuai, kali ini justru bertindak seolah melindungi pemuda ini!" Ucap Sanghis, membuka informasi yang telah ia dapat.
"Mereka juga beberapa kali terlihat seperti melindungi anggota Kelompok Bandit Serigala! Orang-orang yang kutempatkan di Kota Gurun Zordan, akan selalu kehilangan jejak dari para anggota kelompok Bandit Serigala yang keberadaanya terpantau di dalam kota, ketika sudah berada di wilayah kedua organisasi netral ini!"
"Jadi, kesimpulan yang dapat kuambil adalah, bahwa pemuda Boss Besar kelompok Bandit Serigala ini, memiliki hubungan khusus dengan dua organisasi netral! Satu hal yang sebenarnya juga kuragukan! Karena cukup mustahil terjadi!" Tutup Sanghis.
Tepat ketika Sanghis menutup seluruh informasi yang ia sampaikan, Janghis secara tiba-tiba membuka mata. Semakin melebarkan senyum di wajahnya.
"Sebenarnya, itu bukan lagi satu hal yang mustahil! Karena pada beberapa tahun lalu, di North Region, ada seorang pemuda yang mampu melakukannya! Menggerakkan Gaia Son Paviliun, serta Dark Guild di waktu bersamaan!" Ucap Janghis.
Satu pernyataan yang segera membuat Sanghis, kembali mengerutkan kening. Tampak tertarik.
-----
Note :
Mohon maaf, ada satu kesalahan mendasar yang saya lakukan, berkenaan dengan nama keluarga utama dari Dark Guild. Seperti kita ketahui di awal, seharusnya marga keluarga utama Dark Guild adalah Black, Santiago Black, Beladro Black, dst.
Tapi entah kenapa memasuki Arc East Region ini saya secara tak sadar menulis dengan Dark. Contoh Delario Dark. Seharusnya Delario Black. Jadi kedepan akan saya revisi ulang.
Itu saja, mohon maaf bila ada kawan2 pembaca yang menjadi tak nyaman atau bingung. Terkahir, terimakasih kepada kawan Novian Wahyu S yang telah mengingatkan. ^^