Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)

Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)
84 - Serangan Kejutan


Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


(Gurun Purba, Kemah Besar kelompok Bandit Malam Berbintang)


Tepat di depan gerbang Kemah Besar kelompok Bandit Malam Berbintang, ratusan orang anggota kelompok Bandit tersebut, sedang berkumpul dalam kelompok-kelompok besar.


Beberapa kelompok berjumlah ratusan ini, terlihat menyebar pada beberapa titik. Membentuk satu formasi pertahanan terstruktur untuk menjaga sisi-sisi utama Kemah Besar kelompok Bandit Malam Berbintang.


Sementara di bagian paling depan setiap kelompok yang membentuk formasi pertahanan, beberapa Knight kelas tinggi yang rata-rata King tahap Surga, dimana merupakan para Wakil Pemimpin Divisi Kelompok Bandit Malam Berbintang, sedang berdiri tegak menatap kedepan. Sepenuhnya memasang sikap waspada.


"Hmmmm… Situasi genting macam apa yang sebenarnya telah terjadi sampai Boss Besar melipat gandakan pertahanan sedemikian rupa!" Ucap salah satu anggota Kelompok Bandit Malam Berbintang yang saat ini sedang bertugas menjaga di depan gerbang Kemah Besar.


"Entahlah! Anggota rendahan seperti kita jelas tak perlu detail! Hanya sekedar menjalankan perintah!" Tanggap kawan di sebelah pria yang tadi bertanya.


"Hmmmm… Tetap saja, perintah mendadak ini benar-benar mengganggu waktu istirahatku yang nyaman! Padahal hari ini harusnya aku sedang menikmati jadwal kosong setelah dalam 2 minggu penuh mendapat tugas patroli!" Keluh anggota kelompok Bandit Malam Berbintang.


"Hahhaha…! Kau saja yang sedang tak bernasib baik! Jika mau protes, menghadap ke Boss Besar! Jangan kepadaku!" Tanggap sang kawan.


"Konyol! Itu sama saja dengan mengantar nyawa!" Dengus anggota pertama. Melanjutkan keluhannya.


Mendengar obrolan dua orang ini, salah satu anggota lain yang berdiri pada barisan tepat di belakang dua orang yang sedang mengobrol, tiba-tiba ikut memberi tanggapan.


"Sekedar informasi untuk sedikit meredakan kekesalan dan rasa penasaranmu, situasi saat ini, sepertinya berhubungan dengan tak kunjung kembalinya tim ekspedisi yang beberapa hari lalu melakukan penjelajahan di salah satu reruntuhan kuno!"


Kalimat yang di sampaikan orang di barisan belakang, segera disambut dengan kerutan kening oleh anggota kelompok Bandit Malam Berbintang yang dari tadi mengeluh.


"Bukankah yang memimpin tim ekspedisi itu adalah Wakil Boss Besar kedua? Tuan Kagri!"


"Dia adalah seorang Emperor! Tak mungkin satu hal buruk terjadi saat ia memimpin tim!" Tanggap anggota di barisan depan.


"Oe, kawan! Ini adalah Gurun Purba! Tak ada hal yang tak mungkin terjadi! Terlebih dalam penjelajah di sebuah reruntuhan kuno! Kita tak akan tahu bahaya apa yang mengintai di dalam! Belum lagi dengan kemungkinan datangnya orang-orang dari Tribe besar! Khususnya Barbarian Tribe!" Jawab anggota di barisan belakang.


Dua orang yang sedang mengobrol tampak masih akan meneruskan diskusinya, sampai tiba-tiba, kawan dari orang yang ada di barisan depan, memotong.


"Kalian berdua lebih baik diam dulu! Lihatlah kedepan!"


Tepat ketika orang ini menyelesaikan kalimatnya, para Wakil pemimpin Divisi Kelompok Bandit Malam Berbintang yang sebelumnya hanya diam di barisan paling depan, tiba-tiba melakukan gerakan.


*Tappp…!!!


*Tappp…!!!


*Taaappp…!!!


Dengan gerakan gesit, seluruh Wakil Pemimpin Divisi Kelompok Bandit Malam Berbintang, melompat kedepan dari posisi awal masing-masing, berkumpul pada satu titik.


"Kalian merasakannya?" Tanya salah satu Wakil Pemimpin Divisi.


"Yah…! Beberapa hawa keberadaan yang memiliki tekanan kuat!" Tanggap Wakil Pemimpin Divisi lain.


"Hmmmm… Dari pada hanya diam disini, lebih baik beberapa dari kita memeriksa kedepan!"


Dengan saran yang dilontarkan oleh salah satu Wakil Pemimpin Divisi lainnya, setiap Wakil Pemimpin Divisi Kelompok Bandit Malam Berbintang yang ada dilokasi, akhirnya membagi kelompok menjadi beberapa orang.


Empat kelompok kecil dibentuk, kemudian dengan cepat menyebar ke empat titik berbeda yang sebelumnnya dirasa memiliki satu hawa keberadaan menekan yang mencurigakan.


Sementara satu tim lain tetap tinggal untuk berjaga-jaga.


***


(Beberapa saat kemudian)


*Taappp…!!!


*Taaappp…!!!


*Tappp…!!!


"Hawa menekan semakin intens! Berasal dari gundukan tanah yang ada di depan!" Ucap salah satu dari tiga orang yang ada di lokasi tanah lapang.


"Hmmmm… Baru tadi pagi aku melewati wilayah ini untuk memimpin tim patroli! Dan gundukan tanah tersebut belum ada!" Tanggap Wakil Pemimpin Divisi Kelompok Bandit Malam Berbintang yang berdiri di sebelah orang pertama. Memandang dengan tatapan penuh kewaspadaan pada gundukan tanah di hadapannya.


*Woooshhhh…!!!


*Boooommmm…!!!


Sampai tiba-tiba, anggota ketiga dari tim, melepaskan satu serangan jarak jauh beratribut api yang mendarat pada gundukan tanah.


"Apa yang kau lakukan?" Dengus Wakil Pemimpin yang sebelumnya masih memandang dengan tatapan waspada.


"Hmmmm… Memang apa lagi? Melakukan pemeriksaan langsung! Itu akan percuma hanya diam saja!" Tanggap Wakil Pemimpin yang tadi melakukan serangan. Sebelum melakukan lompatan untuk menuju pada gundukan tanah.


Sementara dua Wakil Pemimpin Divisi Kelompok Bandit Malam Berbintang yang lain, memutuskan tak ikut maju. Diam di tempat mengamati. Tak ingin mengambil resiko.


"Lihatlah! Ini hanya gundukan tanah biasa! Tak ada apapun!" Seru Wakil Pemimpin yang memeriksa di depan, ketika ia telah memijak gundukan tanah.


*Boooommmm…!!!


Namun, tepat ketika orang ini selesai dengan seruannya, satu letupan Mana Api ganas yang bercampur dengan sedikit atribut Kegelapan, menyembur keluar dari dalam gundukan tanah.


Menyasar tepat pada tubuh Wakil Pemimpin Divisi Kelompok Bandit Malam Berbintang. Segera menyebabkan sang Wakil Pemimpin Divisi, terhempas dengan luka bakar di sekujur tubuhnya.


*Blaaaarrrr…!!!


Bersama dengan letupan Mana Api ganas, seekor makhluk raksasa berbentuk Kumbang yang memiliki warna dominan hitam dengan corak merah, menerobos keluar dari dalam gundukan tanah.


*Woooshhhh…!!!


*Boooommmm…!!!


Detik berikutnya, Kumbang ini melompat dan mendarat dengan keras pada lokasi tubuh Wakil Pemimpin Divisi Kelompok Bandit Malam Berbintang yang masih menggeliat kesakitan.


*Baaammmm…!!!


*Bammmmmmm…!!!


*Baaammmm…!!!


Menggunakan dua tanduk diujung kepalanya, dimana telah diselimuti aliran Mana Api bercampur Kegelapan, sang Kumbang menghujami tubuh Wakil Pemimpin Divisi Kelompok Bandit Malam Berbintang dengan serangan-serangan ganas.


Peristiwa mengejutkan yang tiba-tiba terjadi ini, tentu saja membuat dua Wakil Pemimpin Divisi lain memasang ekspresi wajah sangat terkejut.


"Demonic Beast! Itu adalah Demonic Beast kelas tinggi!" Seru salah satu Wakil Pemimpin Divisi. Sebelum membuat langkah mundur kebelakang.


"Sialan! Mundur dulu!" Sahut kawan satunya.


Dua orang ini bergerak cepat meninggalkan kawan mereka yang sedang bersusah payah mempertahankan nyawa menghadapi serangan-serangan ganas Demonic Beast Kumbang.


***


(Area bagian depan gerbang Kemah Besar kelompok Bandit Malam Berbintang)


*Boooommmm…!!!


*Boooommmm…!!!


*Boooommmm…!!!


Ratusan anggota penjaga Kemah Besar, saat ini memasang raut wajah tercengang ketika melihat dari empat titik, para Wakil Pemimpin Divisi yang sebelumnya maju untuk melakukan pemeriksaan, secara tiba-tiba di sergap oleh empat Demonic Beast ganas.


Satu titik di sergap oleh Demonic Beast berbentuk Kumbang dengan atribut Api, sedangkan tiga titik lain mendapat serangan dari tiga jenis Demonic Beast berbeda, Laba-laba raksasa beratribut Tanah, Kepiting mengerikan beratribut Air, dan Capung bersayap raksasa yang memiliki atribut Angin.


"Apakah ini hanya serangan acak para Demonic Beast yang secara kebetulan terjadi di waktu hampir bersamaan?" Gumam salah satu anggota kelompok penjaga kemah besar Bandit Malam Berbintang.


Pertanyaan dari sang anggota, nyatanya disambut dengan kejadian yang cukup mengerikan. Tepat setelah empat Demonic Beast membuka serangan, dari beberapa arah lain, gelombang Demonic Beast berjumlah puluhan, bergerak mendekat kearah kemah besar kelompok Bandit Malam Berbintang.


Membawa satu tekanan aura ganas bersama derapan kaki raksasa mereka yang mengguncang tanah.