
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
"Benar-benar ada yang menargetkan Boss Besar!" Ucap salah satu wakil pemimpin divisi. Saat melihat Boss Besar mereka, sedang dalam situasi sepenuhnya dikepung oleh musuh.
"Lebih tepatnya, menargetkan kelompok dan Boss Besar yang salah! Sekarang juga, habisi para b*jingan itu! Kita sergap balik!" Seru Wakil Pemimpin berkelas Emperor dari Kelompok Bandit Malam Berbintang. Memberi intruksi kepada anggotanya.
"Aaaarrgghhhhh…!!! Sialan!" Bentak Bianca, saat melihat kelompoknya kini ganti menjadi pihak yang terkepung. Benar-benar kesal karena rencana yang telah ia susun, berakhir hancur berantakan.
Bianca menyempatkan untuk menatap tajam dengan pandangan penuh kebencian kearah Boss Besar kelompok Bandit Malam Berbintang yang juga balik menatapnya sembari memasang senyum licik penuh kemenangan. Sebelum kemudian…
"Retreat!" Seru Bianca. Dengan berat serta nada dingin menusuk tulang, memutuskan untuk menarik mundur pasukannya.
*Taappp…!!!
*Taaappp…!!!
*Taaappp…!!!
Intruksi Bianca, disambut oleh seluruh kelompoknya dengan mulai mengeksekusi teknik gerakan terbaik masing-masing. Bergerak menyebar kesegala akan.
"Kalian sudah masuk! Jangan harap untuk keluar lagi!" Gumam Boss Besar kelompok Bandit Malam Berbintang.
"Jangan biarkan ada yang lolos! Habisi seluruh b*jingan itu!" Teriak Boss Besar kelompok Bandit Malam Berbintang. Memberi intruksi tegas pada pasukannya.
*Boooommmm…!!!
*Slaaaassshhh…!!!
*Slaaaassshhh…!!!
Dengan intruksi tersebut, pembantaian dari kelompok Assassin pimpinan Bianca yang menyusup kedalam kemah besar kelompok Bandit Malam Berbintang, akhirnya dimulai.
***
(Di luar kemah besar kelompok Bandit Malam Berbintang. Sekitar pintu gerbang)
"Wakil pemimpin, ini akan buruk untuk kelompok Bandit Menara Langit yang melakukan serangan menyelinap di dalam!" Ucap salah satu anggota divisi Thousand Beast kepada Darsa saat melihat sebagian pasukan Bandit Malam Berbintang, bergerak mundur memasuki kemah besar, tepat setelah suar cahaya menyala.
"Yahhh…! Ada dua kemungkinan, Bianca dan kelompoknya berhasil membunuh Boss Besar Bandit Malam Berbintang, menyebabkan suar cahaya dinyalakan sebagai bentuk upaya pembalasan dendam!"
"Atau kemungkinan lain, Bianca gagal dan kini harus menerima ganjaran di kepung total dalam markas musuh!" Lanjut Darsa.
"Hmmmm… Dua kemungkinan yang sama-sama buruk bagi kelompok Bandit Menara Langit yang ada di dalam!" Tanggap anggota divisi Thousand Beast.
"Itu bukan bagian kita memikirkannya! Kelompok Bianca sudah tahu resiko dari misi mereka sebelum memutuskan untuk menjalankannya!" Jawab Darsa.
"Jadi, divisi Thousand Beast yang ada di sini, hanya perlu fokus pada bagian kita sendiri! Terus mengurangi jumlah pasukan musuh yang menjaga pintu gerbang!" Tutup Darsa. Sembari kemudian tanpa menunda, melakukan gerakan segel tangan. Mengintruksikan Demonic kontrak miliknya, untuk melancarkan serangan-serangan lanjutan.
Aksi Darsa, segera diikuti oleh anggota Divisi Thousand Beast lainnya yang masih mampu bertahan.
Bagaimanapun juga, serangan gelombang Demonic Beast yang dieksekusi oleh divisi Thousand Beast, merupakan serangan dalam skala besar yang mengharuskan masing-masing dari anggota divisi tersebut untuk mengeluarkan seluruh Demonic Beast kontrak miliknya secara bersamaan.
Satu hal yang sangat menguras simpanan Mana di dalam Ranah Jiwa, juga menguras tenaga fisik maupun mental, meski telah melatih manual teknik khusus milik Suku Thousand Beast, tetap saja para anggota ini bisa dibilang masih baru dalam mempraktekkan teknik tersebut.
Hanya Darsa sebagai pemilik teknik serta keturunan terakhir Suku Thousand Beast, yang mampu serta sangat mahir dalam menerapkan teknik. Menjaga keseimbangan total pada mental, fisik, maupun Ranah Jiwa.
Situasi tersebut, menyebabkan dari 10 anggota divisi Thousand Beast yang ikut dalam misi ini, hanya 6 yang masih mampu bertahan. 4 lainnya telah terkapar dan menerima luka pada Ranah Jiwa saat Demonic Beast kontraknya, berakhir mati dalam medan pertempuran.
*Boooommmm…!!!
*Booooommmm…!!!
*Boooommmm…!!!
Darsa masih fokus mengendalikan keempat Demonic Beast miliknya, sampai tiba-tiba, suara rentetan ledakan terdengar dari arah pintu gerbang kemah besar kelompok Bandit Malam Berbintang.
Bersama rentetan ledakan tersebut, tiga aura berat yang jelas berasal dari letupan tubuh seorang berkelas Emperor, bergerak cepat menuju pintu gerbang.
"Hmmmmm… Mereka gagal!" Gumam Darsa, segera tanggap bahwa tiga aliran Mana tersebut, jelas berasal dari Bianca dan dua orang Emperor kelompok Bandit Malam Berbintang.
"Tetap tahan pasukan musuh yang ada di depan pintu gerbang! Bersiap untuk retreat!" Ucap Darsa. Sebelum melakukan gerakan tangan untuk memanggil Demonic Beast kontrak berbentuk Capung miliknya.
Darsa melanjutkan aksinya dengan melompat pada kepala sang Demonic Beast, kemudian bergerak cepat menuju kearah pintu gerbang. Tepat ketika sosok Bianca yang dalam kondisi tubuh penuh luka, telah terlihat.
*Woooshhhh…!!!
"Hmmmm…!!!" Dengan sorot mata memerah, Bianca yang tak lagi memakai penutup wajah, melompat untuk memegang salah satu kaki Capung raksasa Darsa.
*Woooshhhh…!!!
Tanpa menunda, Darsa menggerakkan Capungnya untuk dengan cepat berusaha meninggalkan tempat. Namun ketika Capung raksasa bersama Darsa dan Bianca tampak akan bisa meloloskan diri.
"Jangan pernah berfikir untuk bisa kabur!" Bentak wakil pemimpin berkelas Emperor dari kelompok Bandit Malam Berbintang. Seraya mulai menghimpun aliran Mana Api intens pada kedua lengannya, dengan kekuatan penuh, melempar senjata kapak raksasa.
*Woooshhhh…!!!
Kapak raksasa berselimut aliran Mana Api dahsyat, melaju kencang. Menargetkan Capung raksasa.
"Hmmmm… Ini buruk!" Gumam Darsa, merasa tak akan sempat untuk menghindar sembari tetap menjaga posisi Bianca yang bergelantungan.
*Kiiieeeekkkkkk…!!!
Merasa terdesak dan sudah tak punya waktu, Darsa memutuskan untuk mengorbankan Demonic Beast berbentuk Laba-laba raksasa miliknya yang berada di lokasi paling dekat. Memberi intruksi agar sang Demonic Beast Laba-laba, mengeraskan tubuh menggunakan atribut Tanah bercampur Kegelapan miliknya, menahan serangan langsung dengan tubuh.
*Boooommmm…!!!
"Kiieeekkkkkk…!!!"
Kapak raksasa yang melaju kencang, mendarat dengan telak pada tubuh Demonic Beast Laba-laba. Menyebabkan sang Demonic Beast berteriak liar kesakitan saat kapak tersebut meledak dengan daya hancur yang sangat dahsyat.
Bersama dengan teriakan tersebut, Capung raksasa yang menerima imbas efek kejut dari ledakan dahsyat yang baru saja terjadi, akhirnya ikut terjatuh ketika tak bisa menjaga keseimbangan.
*Baaaammmm…!!!
"Uhuuukkk…!!!"
Darsa segera memuntahkan banyak darah segar tepat ketika tubuhnya menghujam tanah. Bagaimanapun juga, serangan yang di terima oleh Demonic kontrak miliknya, jelas telah mengguncang keras Ranah Jiwa Darsa. Menyebabkan ia terluka cukup parah.
*Taappp…!!!
*Taaapp…!!!
"Hahaha…!!! Bukankah sudah kubilang bahwa tak ada dari kalian yang akan bisa kabur?" Ucap Wakil Pemimpin berkelas Emperor kelompok Bandit Malam Berbintang. Berdiri tepat di hadapan Darsa dan Bianca. Berdampingan dengan Boss Besarnya yang kini sedang menatap lekat tubuh indah Bianca.
"Habisi pria ini! Sementara Bianca, biar aku yang mengurusnya!" Ucap Sang Boss Besar. Mulai memasang ekspresi wajah mengerikan.
"Sesuai intruksi!" Jawab wakil pemimpin. Kemudian mulai mengayunkan kapak raksasa untuk dihujamkan pada kepala Darsa.
Namun…!!!
*Woooshhhh…!!!
Tepat di detik terakhir sebelum kapak akan menyentuh ujung kepala Darsa, aliran hawa berat yang begitu mendominasi, diiringi dengan luapan Mana Kegelapan bergelora, tiba-tiba datang secara tak terduga.
*BOOOOMMMM…!!!
Satu sosok memberi pukulan tangan kanan beratribut kegelapan pekat pada punggung wakil pemimpin Bandit Malam Berbintang. Sebelum menggunakan senjata Golok besar di tangan kiri, melakukan gerakan memutar untuk memberi tebasan pada dada Boss Besar kelompok Bandit Malam Berbintang.
"Aaaarrgghhhhh…!!!"
Aliran Mana Kegelapan dahsyat dengan intensitas tinggi yang marasuk kedalam luka di dada sang Boss Besar, segera membuat pria tersebut berteriak kesakitan.
*Slaaaassshhh…!!
Sosok yang tiba-tiba datang dengan membawa aura penuh dominasi tersebut, menutup aksinya dengan satu tebasan cepat pada leher Boss Besar kelompok Bandit Malam Berbintang.
"Aaahhh… Bianca! Lama tak jumpa!" Ucap sosok tersebut, setelah memenggal kepala lawannya.
Menenteng Golok raksasa di tangan kiri, ditemani oleh Iblis Hell Orb dengan wujud bayangan bertudung yang memanggul sabit raksasa, sosok kekar bertelanjang dada tersebut, menyapa Bianca dengan senyum lebar.
"Cassio sang Penjagal! Apa yang kau lakukan disini? Aku sama sekali tak butuh bantuan Guild! Termasuk juga dirimu!" Dengus Bianca.
Satu kalimat yang disambut oleh Cassio dengan menaikkan salah satu sudut alisnya.
"Siapa bilang aku kesini untuk Guild atau dirimu?" Tanya Cassio. Sebelum ganti mengalihkan pandangan kearah Darsa.
"Beberapa bulan yang lalu, atas ijin langsung dari Lord Santiago, aku telah resmi keluar dari Guild!" Lanjut Cassio.
"Dan tujuanku datang kewilayah Gurun East Region setelah keluar dari Guild, itu adalah…"
"Untuk bergabung dengan kelompok Bandit Serigala!" Tutup Cassio dengan senyum lebar di wajahnya.
***
Tak lama setelah kedatangan Cassio yang membunuh Boss Besar Bandit Malam Berbintang. Rombongan pasukan Divisi Pendobrak yang dipimpin Thomas, sampai di lokasi kemah besar kelompok Bandit Malam Berbintang.
(2 minggu sebelum alur cerita utama, Kelompok Bandit Serigala resmi menaklukan Kelompok Bandit Malam Berbintang)