Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)

Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)
25 - Perhatikan Punggungmu!


Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


"Kelompok Bandit Serigala!" Gumam Dante, begitu melihat gambar Serigala menyalak pada lambung kapal. Tampak mengenali Kelompok Bandit Serigala, hanya dengan melihat simbolnya.


"Jadi ini alasan ia meminta Perompak Angin Barat menjaga wilayah perbatasan, juga alasan kenapa ia memberi intruksi agar aku yang bergerak sendiri untuk memeriksa!" Ucap Dante. Berbicara kepada dirinya sendiri.


"Tapi, tuan, bagaimana bisa kelompok ini menyapu bersih dan tak meninggalkan jejak apapun selain satu kapal yang jelas bertujuan untuk provokasi!"


"Kemana perginya seluruh armada kapal Perompak Angin Barat?" Tanya ahli formasi. Dengan raut wajah bingung.


Bertepatan dengan muncul secara tiba-tibanya kapal induk Perompak Angin Barat dari dalam laut, pria tua ini segera memindai wilayah kedalaman laut di sekitar untuk melacak keberadaan formasi pelacak yang terpasang di tiap-tiap kapal, dan hasilnya adalah nihil. Dimana berarti, kapal-kapal armada Perompak Angin Barat, tak ada di dalam laut, ataupun dasar laut.


"Tuan! Kita harus segera melaporkan situasi ini kepada Kapten!" Ucap ahli formasi, menyampaikan satu saran ketika melihat Dante hanya terdiam untuk beberapa saat, tak segera memberinya tanggapan apapun.


"Tidak! Jangan dulu memberi laporan pada Sinbad! Ia sedang dalam situasi penting yang tak dapat di ganggu! Kita tak boleh membiarkan fokusnya terpecah!" Jawab Dante.


"Biar aku yang memimpin untuk melakukan pengejaran! Kita sisir wilayah sekitar! Seharusnya mereka belum bergerak terlalu jauh!" Tutup Dante. Segera membuat pengaturan agar armada kapal induk yang ia pimpin, untuk bergerak menyebar ke beberapa arah.


Dengan intruksi Dante, Armada kapal induk raksasa, berpisah dan saling menyebar.


***


Sementara itu, tanpa di sadari oleh pasukan armada besar Kelompok Perompak Naga Laut, pada lokasi yang sama, namun jauh diatas langit, Glory Land Warship saat ini sedang melayang, tersembunyi di balik awan-awan tebal.


"Dia adalah Dante! Wakil Kapten Perompak Naga Laut! Jika Sinbad adalah Singa yang menguasai seluruh kelompok, maka Dante adalah Harimau penyendiri! Petarung paling handal Perompak Naga Laut! Tangan kanan sekaligus kru pertama yang di rekrut Sinbad ketika awal membentuk kelompok Perompak Naga Laut!" Ucap Guan Zifei. Yang saat ini berdiri di sebelah Theo. Menatap kearah dimana kapal induk yang dinaiki Dante, perlahan berlayar meninggalkan tempat.


"Ohhhh… Setelah mengasingkan diri untuk beberapa tahun, kau akhirnya menggunakan token anggota eksklusif Gaia Son Paviliun milikmu! Memutuskan untuk memakai jaringan informasi mereka, guna mengetahui lebih banyak tentang wilayah Kepulauan! Khususnya Kelompok Perompak Naga Laut!" Tanggap Theo.


"Hmmmm…. Bagaimanapun juga, aku telah memutuskan untuk berada pada lingkaran yang sama denganmu! Meski tak terikat oleh sesuatu yang di sebut Kontrak Tuan-hamba seperti sebagian besar wakil pemimpin Bandit Serigala yang lain, aku akan tetap memberi semua yang kubisa untuk membantumu! Bagaimanapun juga, Klan Guan adalah orang-orang yang menjunjung tinggi prinsip lama!" Jawab Guan Zifei.


"Walaupun memang, sepertinya informasi yang kuberikan padamu, telah kau ketahui sejak awal! Karena meski kita sama-sama anggota ekskutif, entah kenapa kau seperti memiliki kedudukan lebih tinggi dariku!" Lanjut Guan Zifei. Merasa bahwa ketika berkunjung ke Gaia Mercenaries untuk mencari informasi, setiap petugas yang ia temui, akan memberikan pelayanan agak berbeda. Tak seperti terakhir kali ia berkunjung puluhan tahun yang lalu.


Situasi yang membuat Guan Zifei hanya bisa menarik satu kesimpulan, yakni karena sekarang dirinya adalah bagian dari kelompok Bandit Serigala yang dipimpin oleh Theo.


"Hahhahaa…! Aku tak tahu kondisi macam apa yang dialami Klan Guan di South Region, dimana menyebabkan kau harus hidup mengasingkan diri jauh di sudut wilayah Gurun East Region!" Tanggap Theo.


"Aku juga tak ingin terlalu tahu, karena kau sendiri tampak tak ingin membahasnya! Hanya saja, karena kau telah memutuskan untuk masuk kedalam lingkaran yang sama denganku, maka akan kuusahakan, Gaia Son Paviliun, tak akan pernah menyulitkanmu!" Tutup Theo. Tanpa menoleh kearah Guan Zifei.


Satu kalimat yang segera membuat raut wajah Guan Zifei menjadi tak menentu. Terlihat sedikit terharu sebelum akhirnya melakukan gerakan tangan hormat, seraya sedikit menunduk kepada Theo.


"Boss! Kenapa kau memutuskan untuk menyimpan seluruh armada kapal milik Perompak Angin Barat di saat terakhir?" Tanya Feizel. Memecah keheningan serta mengalihkan topik pembicaraan. Sebenarnya penasaran dengan item penyimpanan yang dimiliki Theo dimana bahkan mampu untuk memasukkan puluhan Kapal Perompak di dalamnya. Satu item penyimpanan yang luar bisa dan jelas tak sembarangan. Namun begitu, ia tak berani bertanya secara langsung.


"Hmmm… Cuma sedikit langkah pengalih untuk menambah kebingungan lawan! Lagipula, bukankah itu hal yang wajar jika kelompok Bandit merampok lawan yang baru saja mereka kalahkan?" Jawab Theo.


"Dari pada sibuk memilah, kenapa tak langsung saja menyimpan semua di satu tempat! Selain harta milik para Perompak yang ada di dalam, kapal-kapal tersebut, mungkin juga akan berguna, karena setelah ini, kita akan bergerak di wilayah laut!"


"Tentu Kelompok kita tak bisa hanya mengandalkan Glory Land Warship!" Lanjut Theo.


Satu kalimat yang segera disambut dengan tatapan mengerti oleh setiap orang diatas dek Glory Land Warship yang mendengarnya.


"Sasi, kita lanjutkan perjalanan, sesuai rute awal! Namun tetap jaga jarak dengan armada Perompak Naga Laut yang ada di depan!"


"Sebelum sampai di lokasi tujuan untuk membuat rencana matang, aku tak ingin langkah kita terdeteksi!" Tutup Theo, menyelesaikan kalimatnya dengan intruksi.


"Baik tuan!" Jawab Sasi singkat, kemudian menurunkan kembali Glory Land Warship kepermukaan laut. Berlayar perlahan sembari menjaga jarak sesuai intruksi Theo.


Seperti seekor Serigala yang sedang mengintai mangsa, Glory Land Warship bergerak melanjutkan perjalanan dengan mengekor lawannya. Sepenuhnya memegang kendali situasi. Menjadikan armada Perompak Naga Laut yang merasa sebagai kelompok yang sedang mengejar mangsa, kini bagaikan sekelompok Hyena konyol.


***


(Satu pulau kecil, di sudut wilayah kepulauan)


"Hmmmmm…. Bisa dibilang bahwa Eleanor Tribe benar-benar serius saat mengatakan tak ingin agar kerjasama yang dilakukan oleh kedua kelompok, di ketahui oleh publik luas!" Ucap Sanir, sembari mengamati lingkungan sekitar.


Merasa pulau kecil yang merupakan satu spot khusus dimana diberikan oleh pihak Eleanor Tribe sebagai pijakan bagi kelompok Bandit Serigala memulai pergerakan di wilayah Kepulauan, benar-benar adalah satu lokasi yang terasing.


"Harap maklum! Karena bagaimanapun juga, kami adalah bagian dari 10 Biggest Knight Group! Jadi, ada beberapa hal yang perlu di lakukan untuk menjaga nama baik!" Jawab Iris, yang menemani Sanir berkeliling.


"Aku paham!" Tanggap Sanir singkat.


*Woooshhhh….!!!


*Tap….!!!


Bersamaan dengan kata-kata Sanir, Tuan Leluhur tiba-tiba melompat dari suatu arah.


"Apa kau sudah selesai memeriksa sekitar? Aku bisa merasakan bahwa Glory Land Warship sudah tak jauh dari sini!" Ucap Tuan Leluhur.


Satu kabar yang dengan segera menyebabkan raut wajah Iris sedikit berubah. Kehilangan ketenangan yang dari tadi ia jaga untuk beberapa detik.


"Gadis muda! Jika boleh memberi saran! Sebaiknya mulai sekarang kau terus waspada dan menjaga diri. Jangan pernah membiarkan punggungmu tanpa penjagaan!" Ucap Tuan Leluhur. Tampak menyadari perubahan ekspresi wajah Iris yang hanya terjadi dalam beberapa detik.


"Tuan, apa maksud kata-katamu itu?" Tanya Iris, tak mengerti.


"Hmmmm… Terima saja saranku barusan! Jika bahkan aku menyadari perubahan ekspresi wajahmu, maka dua gadis berdarah panas itu pasti juga bisa menyadarinya!" Jawab Tuan Leluhur. Sembari memasang satu senyum tipis.