Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)

Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)
149 - Paviliun Harta


Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


"Kita sampai!"


"Paviliun Harta!" Ucap Gugio, memperkenalkan tempat yang ada di hadapan rombongan tiga orang tersebut.


'Paviliun Harta?' Gumam Theo dalam hati. Membaca papan nama megah yang berada pada pintu.


Bangunan Paviliun Harta sendiri, memiliki tiga lantai. Sangat kontras dengan lingkungan sekitar yang hanya bangunan ala kadarnya.


Selain besar, dinding dari Paviliun Harta yang memiliki warna dominan merah, membuat siapapun yang memandang akan merasakan kesan glamor dan ekslusif.


Ditambah dengan plakat besar bertuliskan Paviliun Harta diatas pintu gerbang, dimana ditulis mencolok dengan warna emas. Hal ini menambah kesan mewah bagi mereka yang akan berkunjung melewati pintu gerbang tersebut.


"Hmmmm… Tempat yang cukup menarik! Mengingatkanku pada Gaia Treasure!" Gumam Theo.


Setelah mengatakan hal tersebut, Theo mengikuti Gugio yang telah melangkah masuk kedalam Paviliun Harta. Ditemani dengan Gris yang masih setia mengikuti di belakang punggungnya.


"Selamat datang di Paviliun Harta! Apa ada yang bisa saya bantu?"


Begitu rombongan Theo memasuki ruangan, yang pertama menyambut mereka adalah suara seorang wanita muda.


"Aku ingin menjual beberapa barang!" Ucap Gugio, mendekat kearah sebuah meja stan dimana wanita yang tadi menyambut, sedang berdiri.


Mendengar kata-kata awal Gugio, sang wanita muda mulai memasang senyum menawan.


"Sebelumnya perkenalkan, aku adalah Petugas pintu pertama Paviliun Harta cabang kota Zordan ini!" Ucap sang wanita muda.


"Barang seperti apa kiranya yang ingin anda jual? Paviliun Harta memiliki lima tingkatan dalam menentukan bisnis, tugasku sebagai penjaga pintu pertama adalah untuk memilah bisnis yang dibawa oleh pengunjung Paviliun Harta!"


"Oleh karena itu, saya perlu tau barang yang ingin anda jual, sehingga saya bisa menentukan seberapa berharga barang tersebut, dari sana nanti saya bisa menentukan kelas bisnis yang akan anda terima!" Kata wanita muda. Menjelaskan sistem Paviliun Harta pada kelompok Theo dengan suara renyah dan senyum lebar.


Pembawaan sang gadis, membuat siapapun yang melihat dan mendengar suaranya, akan mendapat dorongan rasa nyaman dalam hati. Terdorong untuk ingin terus mengobrol dengannya.


"Hmmmm… Lima level bisnis? Bisa beri penjelasan lebih detail tentang hal itu?" Tanya Theo penasaran.


Sementara Gugio yang sebenarnya sudah paham dengan sistem bisnis Paviliun Harta, memutuskan hanya diam dan mendengar. Membiarkan sang wanita muda, untuk memberi penjelasan langsung kepada Theo.


Pertanyaan Theo sendiri, justru disambut dengan tatapan sedikit aneh oleh wanita muda penjaga stan penyambut. Gadis tersebut, tampak tak menyangka masih ada manusia di Tartarus Land yang belum memahami sistem bisnis dari Paviliun Harta.


Karena bagaimanapun juga, Paviliun Harta adalah bandar dagang paling tersohor di atas Tartarus Land. Memiliki cabang hampir di setiap kota.


Disisi lain, Theo yang tentu saja menyadari tatapan sang wanita muda, terlihat masih bersikap tenang. Hanya sedikit mengerutkan kening.


Bagaimanapun juga, Ini adalah kunjungan pertama Theo ke Paviliun Harta, ditambah juga dengan fakta bahwa ia adalah orang baru di Tartarus Land, menyebabkan meskipun paviliun Harta adalah organisasi dagang paling tersohor di Realm ini, tetap saja Theo belum memahami apapun tentang sistem Paviliun Harta. Ketidaktahuan yang membuatnya tertarik untuk memahami lebih lanjut.


Sementara itu, Gugio yang menyadari tatapan aneh dari wanita muda penjaga stan kepada Theo, mulai memasang raut wajah tak senang.


"Apa ada yang salah dengan pertanyaannya?" Tanya Gugio, dengan nada tak bersahabat.


Wanita pejaga stan, segera terkejap untuk beberapa detik begitu menyadari nada ketidaksukaan pada kata-kata Gugio. Sadar akan kesalahannya.


"Ahh… Maafkan saya! Tidak ada yang salah sama sekali! Saya hanya sedikit terkejut!" Jawab sang wanita muda. Dengan sedikit memasang wajah malu. Merasa baru saja bersikap tak sopan dan kurang profesional.


Menurut wanita tersebut, Level Bisnis Paviliun Harta dibagi menjadi lima yang ditentukan dengan seberapa penting bisnis yang di bawa oleh pelanggan.


Semakin berharga item yang ingin dijual atau dibeli oleh seorang pelanggan, maka semakin tinggi level bisnis yang akan mereka terima. Dan yang memberi nilai skala seberapa berharga item tersebut, adalah tugas dari penjaga pintu pertama di aula utama Paviliun Harta.


Orang yang menerima level bisnis kelas 4 dan 5, akan diarahkan kelantai paling tinggi, yakni lantai 3. Untuk level bisnis kelas 2 dan 3, mereka akan di layani petugas lantai 2. Sementara yang hanya mendapat level bisnis kelas 1. Cukup dilayani di lantai dasar.


"Jadi seperti itu! Apakah anda sudah memahaminya? Kalau ada yang masih kurang jelas, silahkan di tanyakan terlebih dahulu!" Kata gadis muda penjaga stan, menutup dengan kembali memasang senyum ramah begitu selesai memberi penjelasan.


"Tidak ada! Itu sudah cukup jelas! Harus kuakui, kalian memiliki cara bisnis yang agak menarik!" Jawab Theo singkat.


"Baiklah! Sekarang langsung saja ke bisnis utama!" Ucap Gugio. Kini mengambil alih situasi obrolan.


Gugio, melangkah maju, sebelum akhirnya menaruh beberapa Spacial Ring diatas meja stan.


"Katakan padaku! Bila aku ingin menjual semua sumberdaya yang ada di dalam item ruang penyimpanan ini, kira-kira rombongan kami akan mendapatkan level Bisnis kelas berapa?" Tanya Gugio.


Mendengar kata-kata Gugio, wajah ramah yang sebelumnya selalu di tampilkan oleh gadis penjaga stan, tiba-tiba sedikit berubah.


"Item ruang penyimpanan? Cincin ini?" Tanya sang gadis.


Sang gadis pantas menjadi heran, karena bagaimanapun juga, Spacial Ring belum pernah terlihat di Tartarus Land.


Teknik penempaaan masih begitu rendah di dunia ini. Para penempa hanya bisa menciptakan kantong ruang. Satu item ruang yang di Gaia Land, merupakan barang udik dan ketinggalan jaman. Karena luas ruang penyimpananya, sangatlah terbatas. Terlebih lagi, juga tak terlalu efisien seperti halnya Spacial Ring yang cukup di kenakan pada jari.


"Yah, ini adalah item ruang penyimpanan! Di sebut Spacial Ring!" Jawab Gugio.


"Periksa langsung jika masih ragu!" Tambah Gugio, saat melihat gadis di hadapannya tampak tak percaya.


"Ahhh… Baik! Biar saya periksa dulu tuan!" Jawab wanita muda penjaga stan. Seraya kemudian, dengan gerakan anggun, gadis tersebut menyentuh salah satu Spacial Ring.


"Ahhhh…!"


Dan tepat ketika gadis tersebut akhirnya bisa melihat ruang penyimpanan dengan ukuran tak biasa di dalam Spacial Ring, wajahnya segera berubah terkejut. Cenderung terpukau.


"Ini luar biasa! Bagaimana bisa ada item ruang penyimpanan seluas ini! Terlebih lagi, dalam wujud cincin!" Gumam sang wanita muda. Sebelum dengan gerakan mendongak cepat, ia kembali melihat kearah rombongan Theo.


"Tuan-tuan! Kalian akan mendapat harga fantastis jika berniat menjual Spacial Ring ini!" Ucap sang gadis.


"Menjual Spacial Ring?" Gumam Gugio.


"Nona! Bukankah sudah kukatakan, yang ingin kami jual adalah sumberdaya yang tersimpan di dalam!" Dengus Gugio. Merasa itu akan sangat bodoh jika ada orang berniat menjual item ruang penyimpanan yang sangat berharga. Apalagi item ruang penyimpanan layaknya Spacial Ring pemberian Theo.


"Ahhh… Sayang sekali!" Gumam gadis muda penjaga stan. Seraya kemudian, melanjutkan untuk memeriksa sumberdaya pada Spacial lain yang tergeletak di atas meja.


"Yang kalian jual adalah sumberdaya dari sisa tubuh Demonic Beast Kalajengking Haus Darah!"


"Dimana seharusnya menerima bisnis level 1 dilantai satu ini! Tapi karena jumlah sumberdaya kalian cukup luar biasa banyak, aku akan memberi bisnis level 2! Sehingga kalian akan diterima pada lantai dua!" Tutup gadis penjaga stan.


"Wahhh… Lantai 2? Ini pertama kali untukku!" Tanggap Gugio, memasang raut wajah bersemangat. Kalimat yang disambut oleh sang gadis muda penjaga stan, dengan memasang senyum sederhana.


Gadis tersebut sudah akan mulai memanggil petugas untuk mengantar rombongan. Sampai tiba-tiba, Theo yang dari tadi hanya diam, maju kedepan.


"Aku ingin kalian membawa kami ke lantai 3!" Ucap Theo. Seraya menaruh sebuah Spacial Ring diatas meja stan.


----


Note :


Thomas, menatap kalian!