Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)

Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)
Spin Off : Issabela Alknight - Roh Item (1)


Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.


Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v


_______________________________________


*** Edisi pengisi waktu luang sembari menunggu informasi terbaru SDC Vol 3 hari senin ***


(Mengambil alur waktu pertempuran besar Hutan Pinus Beku. Sudut pandang Issabela)


"Hihihihi….!!!"


Ditengah medan pertempuran yang saat ini sedang riuh, dimana terjadi bentrokan antara pasukan House Alknight melawan kelompok penyerang dari House True Alknight yang mendapat dukungan oleh kelompok elite House Estrabat, Issabela yang baru saja tertusuk jarum es dari gagang busur pemberian Theo, tiba-tiba mendengar suara tawa aneh seorang gadis kecil.


Bersamaan dengan tawa aneh ini, seketika juga lingkungan Issabela mulai berubah, dunia yang awalnya penuh warna, kini berubah menjadi hanya hitam dan putih. Selain perubahan rona dunia yang aneh tersebut, Issabela juga di buat merinding dengan menghilangnya semua suara-suara berisik yang dari tadi ia dengar.


Suasana sekelilingnya secara tiba-tiba berubah hening. Setiap orang yang ada di sekitar, juga dengan aneh berhenti bergerak. Issabela mulai merasa seperti telah memasuki sebuah dimensi yang berbeda. Dimensi yang membuatnya merasa sangat tidak nyaman. Dimana entah kenapa, dimensi ini menginisiasi rasa takut tersembunyi yang ada di sudut hatinya yang terdalam.


"Hihihihi…!!!"


Saat Issabela masih memandang lingkungan aneh disekitarnya dengan seksama, tawa ringkih seorang gadis kecil, mulai terdengar lagi. Tawa ini membuat suasana mencekam yang dari tadi di rasakan Issabela, menjadi lebih mencekam lagi.


"Siapa itu!" Teriak Issabela, memaksakan diri untuk menjadi berani.


"Hihihihi… halo kakak!"


Suara tawa kembali terdengar dari arah belakang saat Issabela selesai berteriak. Kali ini ditambah dengan sebuah sapaan ramah yang justru terdengar menyeramkan karena dikombinasikan dengan tawa ringkih sebelumnya.


Meskipun sebenarnya merasa sangat takut, Issabela segera membalik tubuhnya, untuk melihat siapa yang baru saja menjawab teriakannya.


"Siapa kau!" Tanya Issabela, saat melihat satu makhluk aneh, saat ini melayang ringan diudara, tak jauh dari lokasinya berdiri.


Makhluk ini sendiri, memiliki tubuh yang transparan, dan yang membuat Issabela sedikit takut adalah, bentuk tubuh makhluk ini tak seperti makhluk hidup pada umumnya. Dia seperti seorang anak kecil, namum memiliki bentuk tubuh layaknya sebuah pohon.


Wajahnya bulat sempurna, berwarna coklat khas kulit pohon, sementara diujung kepalanya, terdapat sebuah daun yang menjuntai lentur kearah belakang. Yang paling aneh adalah, kedua pasang tangan dan kakinya, berbentuk akar pohon.


"Gadis pohon!" Gumam Issabela, secara reflek, saat melihat sosok makhluk dihadapanya.


"Hmmm… gadis pohon? Nama yang aneh! Tapi terserah kakak saja! Lagian itu memang wewenang kakak untuk memberiku nama!" Jawab makhluk yang dilanggil Issabela sebagai gadis pohon barusan.


Setelah berkata demikian, sang gadis pohon mulai memasang senyum polos, kemudian melayang terbang mendekati Issabela.


Melihat hal itu, Issabela yang masih merasa takut pada makhluk tersebut, segera ingin melangkah mundur, tapi entah kenapa, kakinya tak mau menuruti keinginannya. Tertancap tetap berada di lokasinya, tak mau di gerakkan sama sekali.


"Hmmm… kenapa kakak takut begitu! Padahal aku adalah roh item dari senjata yang baru saja kau kontrak!" Tanya gadis pohon dengan nada polosnya, sambil terus melayang memutari tubuh Issabela. Memandang setiap lekuk tubuh Issabela dengan sorot mata penuh keingintahuan.


"Roh item? Kontrak?" Issabela yang tak memahami maksud dari perkataan makhluk tersebut, secara reflek langsung bertanya bingung, mengulang kata-kata yang diucapkan gadis pohon.


"Baiklah kujawab pertanyaan pertama!" Lanjut sang gadis pohon dengan nada riang gembira.


"Itu benar, aku adalah roh item! Tapi sebelum menjadi roh item, aku adalah roh yang mendiami Kristal Plant dari bunga Udumbara beku yang sebelumnya kau petik!"


"Lalu pertanyaan kedua, masalah kontrak! Bukankah sudah jelas, dengan menetesnya darahmu pada gagang busur, secara resmi kau telah mengikat kontrak dengan busur tersebut, dan karena aku telah menjadi roh item dari busur, otomatis rohku lah yang terkontrak oleh kakak!"


"Yahhh.. meskipun memang aku sudah bertindak nakal dengan tanpa bertanya dahulu, membuat kakak secara tak sadar menekan kontrak tersebut! Hihihihi….!" Jawab gadis pohon, dengan cepat dan tanpa jeda. Benar-benar khas tingkah laku dari seorang anak kecil.


"Ehhh… sudah kujawab pertanyaannya! Apakah kakak tak mau bertanya lagi? Cepat bertanya! Gadis pohon sangat suka menjawab pertanyaan!" Kata sang gadis, sambil terus terbang dengan cepat memutari tubuh Issabela. Membuat Issabela menjadi sedikit merasa tak nyaman.


"Hmmm…. Lalu dunia apa ini? Kenapa terasa begitu mencekam!" Tanya Issabela. Setelah untuk sesaat berusaha menekan rasa tak nyaman yang ia rasakan.


"Hehhhe bagus! Pertanyaan! Horee….!"


"Dunia apa ini? Tentu saja ini adalah dunia roh! Tempat tinggalku!" Jawab gadis pohon, penuh semangat.


"Tanya lagi! Tanya lagi!" Gadis pohon berseru kegirangan setelah menjawab pertanyaan terakhir. Dengan antusias meminta Issabela kembali bertanya.


Melihat tingkah laku gadis kecil tersebut, perasaan tak nyaman serta takut yang sebelumnya dirasakan Issabela perlahan mulai lenyap. Diganti dengan perasaan gemas.


"Baiklah! Kalau begitu! Aku akan bertanya tentang maksud dari kontrak yang telah kau sebut tadi! Tolong beri penjelasan yang lebih baik lagi! Karena jujur, aku masih belum terlalu paham!" Kata Issabela.


"Ohooo… tenang saja! Akan kujawab dengan sejelas-jelasnya!" Jawab sang gadis kecil. Kemudian mulai menghentikan gerakan berputar mengelilingi Issabela yang dari tadi ia lakukan.


"Kontrak yang tadi kau tekan, adalah sebuah kontrak yang mengikat antara jiwamu, dan jiwa yang ada di dalam senjata Busur! Atau dengan kata lain, karena aku bisa dibilang adalah jiwa dari busur tersebut, maka kau dan aku, telah terikat kontrak jiwa!" Kata gadis pohon, mulai menjelaskan.


"Dan dengan terselesaikannya kontrak tersebut, itu artinya, senjata busur yang sedang kau pegang, sekarang sudah bisa dikatakan merupakan bagian dari jiwamu!"


"Kau akan bisa menggunakan kekuatan busur tersebut secara maksimal! Namun, busur tetap akan mengikuti perkembangan kultivasimu! Jadi semakin kau bertambah kuat, aku juga akan bertambah kuat, dan itu akan membuat busurmu juga bertambah kuat!"


"Selain itu, karena busur tersebut sudah terikat dengan jiwamu, kakak jadi bisa menyimpannya di dalam Element Seed!"


"Tinggal memikirkannya saja, maka busur bisa masuk atau keluar dari dalam Element Seed sesuai dengan kehendak kakak!"


"Hebat bukan!" Seru gadis pohon, menutup semua penjelasanya.


"Itu…! Jadi prinsip nya hampir sama dengan spirit Beast yang dikontrak oleh True Knight?" Tanya Issabela.


"Yahh… Kurang lebih seperti itu! Tapi tolong jangan samakan aku dengan Spirit Beast! Aku adalah roh suci dari bunga Udumbara! Variant bunga yang seharusnya hanya tumbuh di realm besar!" Dengus gadis pohon, tampak tak terima saat dirinya disamakan dengan Spirit Beast.


"Hmmm… Realm besar?" Tanya Issabela penasaran, saat gadis pohon mengucapkan kata tersebut.


"Ahhh… itu…!"


Gadis pohon yang sebelumnya sangat senang mendapat pertanyaan dari Issabela, saat ini tampak tercekat mulutnya ketika Issabela menanyakan tentang Realm besar.