
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
"Demonic Beast Qilin yang legendaris!" Gumam Shadex. Begitu melihat wujud Meridian Knight Dante.
*Bzzzzzttt…!!!
*Bzzzzzttt…!!!
Percikan-percikan derak listrik biru, menggeliat dibeberapa bagian tubuh Dante yang telah berubah bentuk. Menjadi manusia setengah Qilin.
Seperti layaknya perubahan wujud Meridian Knight, tubuh Dante berkembang lebih besar beberapa kali lipat dari ukuran manusia normal. Tanduk Rusa raksasa yang memiliki beberapa cabang tajam, kini juga tampak menjulang diatas kepalanya.
Sementara pada beberapa bagian tubuh, yakni wajah, dada, kedua tangan dan kaki, sekarang terlihat dilapisi oleh sisik-sisik Naga berwarna biru. Lengkap dengan ekor panjang tumbuh di bagian belakang tubuh Dante.
"Wahhh…! Qilin Petir!" Ucap salah satu sosok Theo yang berada di lokasi paling dekat dengan Dante ketika secara tak sengaja melihat perubahan mode Meridian Knightnya.
"Demonic Beast Legendaris yang memiliki kedudukan setara dengan Hydra!" Lanjut salah satu sosok Theo. Menatap dengan pandangan penuh minat.
Bagaimanapun juga, Theo pantas menjadi terkesan. Karena Qilin, adalah satu dari sedikit jenis Demonic Beast yang mampu bertahan sejak jaman purba. Jaman dimana Demonic Beast masih merajalela diatas Gaia Land.
Qilin sendiri, terbagi menjadi empat sub spesies, yakni Qilin Petir seperti yang telah di serap oleh Dante, kemudian Qilin Api, Qilin Es, dan terakhir adalah Qilin Besi.
Jumlah mereka sangatlah terbatas, dan bisa dikatakan sudah hampir punah. Tercatat, hanya pernah terlihat sekitar 1000 tahun sekali Ketika sedang berada pada musim kawin. Periode yang menyebabkan para Qilin bergerak keluar dari tempat kultivasi masing-masing, menjalankan tugas untuk melanjutkan garis keturunan.
"Dante…! Dengan semua takdir spesial yang bergerak di sekitarnya, itu sangat mengherankan kenapa Master tak menulis nama orang ini dalam list yang ia tinggalkan!" Gumam sosok salah satu Theo.
"Apa itu karena ia sudah terikat dengan sosok lain yang memiliki garis takdir lebih besar?"
"Sinbad…!" Lanjut sosok Theo. Sembari memberi lirikan singkat kearah Sinbad.
Salah satu sosok Theo masih mengamati Dante, sementara puluhan yang lain tetap melanjutkan aktivitas pembantaian. Sampai tiba-tiba…
*Takk…!!!
Dante yang telah mengambil wujud Meridian Knight, membuat gerakan menyentuh gagang Katana. Menggenggam erat gagang tersebut seraya mulai memasang kuda-kuda.
"Raizer…!!!" Gumam Dante. Menyebut satu nama dalam gerakan Kuda-kuda serangannya.
*Bzzzzzttt…!!!
*Bzzzzzttt…!!!
*BLAAAAAAAZZZZTTTT…!!!
Aliran liar derak listrik biru yang begitu dahsyat, segera meledak keluar dari dalam Katana Dante begitu ia selesai menyebut nama. Bergelora liar untuk beberapa saat sampai kemudian tertarik kembali menyelimuti seluruh bagian Katana.
*Draaaakkk…!!!
*Draaaakkk…!!!
Katana yang masih tersarung, bergetar hebat dalam selubung aliran Mana Listrik padat. Menyebabkan Dante yang menahan getaran hebat tersebut, segera terperosok masuk kedua kakinya kedalam es yang kini juga mulai pecah.
*BBbzzzzzttt…!!!
*Bzzzzzttt…!!!
Getaran hebat hanya mulai mereda ketika Dante mengeraskan genggaman pada gagang Katana. Sembari memfokuskan seluruh kekuatan fisik yang dilebur dengan aliran Mana listrik biru bercorak hitam milik Qilin Petir, pada tangan kanan yang menggenggam gagang tersebut.
"Oeee…!!! Shadex…!!! Hati-hati! Jangan terima serangan itu secara langsung!" Teriak salah satu sosok Theo. Begitu melihat intensitas tak biasa dari teknik serangan yang sedang disiapkan oleh Dante.
"Aku tau itu…!" Gumam Shadex, kini mulai menyebar luapan Mana Besi bercampur sedikit Mana Kegelapan di sekitar, berniat sedikit menahan serangan yang akan menerjang kearahnya. Mempersiapkan satu celah agar bisa menghindar.
Shadex sudah berada dalam posisi siap. Sampai tiba-tiba…
"SIN…………!!!!"
Seru Dante lantang, justru memanggil nama Sinbad begitu himpunan Mana Listrik padat pada Katana yang ia genggam erat, telah sampai pada puncaknya.
"YAAAHHH…!!!"
Sahut Sinbad, dengan seruan tak kalah lantang. Ternyata, Kapten Perompak Naga Laut tersebut, dari tadi juga ikut menghimpun teknik serangan kuat, tepat ketika Dante memulai.
Sama seperti Dante, Sinbad saat ini menggenggam erat dua gagang pedang yang tersarung pada pinggang kanan dan kirinya dengan kedua tangan. Dalam posisi menyilang.
Mengalirkan Mana Air miliknya kedalam Tremor Sword yang beratribut Tanah, gelombang Mana Lumpur intens, memadat pada pinggang kiri Sinbad. Sementara disisi pinggang kanan, derak listrik kuning nan terang, bergeliat liar imbas dari Sinbad mengalirkan Mana Angin pada Blazing Sword yang beratribut Api.
"THUNDER SLAAAASSSHHH…!!!" Seru Dante.
*BBbzzzzzttt…!!!!
*BLAAAAAAAZZZZTTTT…!!!
Tepat ketika Theo menyelesaikan gumamannya, Dante menarik keluar bilah pedang dari dalam sarungnya. Melepaskan serangan Mana Listrik dahsyat nan tajam. Bukan kearah Shadex, melainkan kearah langit. Melaju lurus pada lokasi Sinbad berada.
Sementara disisi berlawanan…
"MUD SLAP…!!!"
"THUNDER STRIKE…!!!"
Bersama laju serangan Dante, Sinbad ikut melempar teknik serangan dahsyat. Dua sekaligus. Semburat Mana Lumpur bertekanan tinggi pada tangan kiri yang menggenggam Tremor Sword, serta gelombang Mana Listrik berderak liar pada tangan kanan yang menggenggam Blazing Sword.
*BOOOOMMMM…!!!!
Dua serangan dari dua arah berbeda saling bertumbuk pada satu titik lokasi yang sama. Menyebabkan satu hentakan dahsyat yang menggelegar. Menghujam aura pelindung Joy Kecil.
*PYAAARR…!!!
Dua kombinasi serangan, dimana berasal dari Blazing Sword dan Tremor Sword yang merupakan Ancient Thing, dikombinasikan dengan pedang Katana Dante yang memiliki roh item Bunga Udumbara Halilintar, akhirnya mampu memecah aura pelindung milik Joy Kecil, Sang Silver Turtle.
***
(Pertempuran sayap kiri)
*Baaammmm…!!!
*Baaammmm…!!!
*Baaaammmm…!!!
Zota yang telah berubah kedalam mode Meridian Knightnya, menjadi manusia setengah Demonic Beast Kangguru Padang Gersang. Saat ini sedang berada diatas dek salah satu kapal Aliansi 7 Lautan.
Ketika hampir semua Knight yang bertempur di sayap kiri, baik itu dari kelompok Bandit Serigala maupun Aliansi 7 Lautan mengalihkan pandangan kearah ledakan dahsyat di medan tempur utama, imbas benturan teknik Sinbad dan Dante yang berhasil memecah aura pelindung Joy Kecil. Zota sendiri, terlihat masih sangat fokus memberi serangan-serangan berdaya ledak tinggi pada lawan-lawan di depan.
"Bandit Serigala…!!!" Seru Zota lantang.
"Kembali fokus pada pertempuran kalian! Percayakan yang ada disana pada Boss Besar!" Lanjut Zota. Seraya kemudian mulai menghimpun aliran Mana Tanah padat yang bercampur sedikit Mana Kegelapan, pada tangan kanan logamnya.
*Boooommmm…!!!!
Zota mengakhiri aksi, dengan sekali lagi melancarkan serangan ganas. Kali ini menyasar dek kapal musuh yang sedang ia pijak. Dalam sekejap menghancurkan kapal itu menjadi kepingan-kepingan kecil.
"Hoooaaahhhh…!!! Serang…!!!"
Aksi heroik Zota, tentu saja segera meninggikan moral pasukan Kelompok Bandit Serigala. Mereka kembali mendapatkan fokus, melanjutkan pertempuran masing-masing.
"Hmmmm…!!! Orang itu tak bisa dibiarkan terus mengacau!"
"Yahhh… Terlebih dia memiliki kekuatan yang sangat tak biasa! Khususnya pada tangan dan kaki logam aneh itu!"
Dua sosok bergerak cepat menerjang kearah Zota. Dua sosok yang jelas bukan sembarang Knight. Karena memancarkan aura Emeperor dari dalam tubuhnya.
*Boooommmm…!!!
*Boooommmm…!!!
Kedua sosok yang menerjang, dimana telah berubah kedalam mode Meridian Knightnya masing-masing, tanpa memberi peringatan apapun segera melancarkan serangan tinju ganda yang terhujam pada tubuh Zota.
*Braaakkkkk…!!!!
Tubuh Zota terpental. Mendarat keras pada salah satu kapal perang Kelompok Bandit Serigala. Namun, Zota yang tubuhnya terhujam, ternyata masih berdiri tegak. Pada detik terakhir, pria berperawakan gahar tersebut, memakai tangan kanan logamnya untuk menahan serangan pihak lawan.
"Hmmmmm…!!!" Gumam Zota. Menatap teguh kearah dua Naga Aliansi 7 Lautan yang saat ini bergerak secara bersamaan untuk bertarung melawannya.
Sementara itu.
"Ini buruk! Sanir…!!"
Di lokasi agak jauh, Zhou Kang yang melihat situasi Zota, segera melangkah cepat untuk mendekat sembari memanggil Sanir. Berencana memberi bantuan.
*Woooshhhh…!!!
*Baaammmm…!!!
Namun, langkah Zhou Kang terhenti ketika satu serangan menyelinap, mendarat tepat pada dadanya. Melempar tubuh Zhou Kang untuk membentur Sanir yang sebelumnya juga segera bergerak akan membantu Zota begitu mendengar seruan Zhou Kang.
"Kalian cukup melihat dari sini!" Ucap satu naga tersisa dari tiga Naga Aliansi 7 Lautan yang di tempatkan Sinbad pada sayap kiri. Menghadang Sanir dan Zhou Kang.
"King tahap Surga, dan seorang yang sepertinya baru saja menerobos Emperor tahap Awal! Kurasa jika hanya menahan, aku akan cukup mampu!" Lanjut Sang Naga, Wanita berwajah bengis. Sembari mulai membocorkan aura Emperor tahap awal yang begitu mendalam dari tubuhnya.