Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)

Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)
60 - Kekuatan Baru


Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


Zota menerjang maju kedepan, menahan tinju berderak yang penuh dengan pancaran energi kehidupan bercampur tekanan Mana Tanah intens.


*Wuuungg…!!!


Sampai kemudian, ketika posisi Zota yang saat ini juga tengah dalam kondisi berlumuran darah akibat beberapa duri yang menancap pada tubuh, telah berada dekat dengan targetnya, ia segera melakukan gerakan menarik tinju sedikit kebelakang.


*Wunggg…!!!


*Tang…!!! Tang……!!! Tang…!!!


Gerakan menarik tinju Zota, menimbulkan satu suara dengungan tajam, kemudian diiringi dengan beberapa suara derak mekanis aneh yang terdengar lantang.


'Pancaran kekuatan tubuh fisik yang mengerikan!' Gumam Fairley, kini merasa dalam situasi yang berbahaya.


Dengan tatapan tajam yang dipenuhi oleh kewaspadaan pada tangan kanan Zota yang memang terlihat sangat mencolok sejak awal, Fairley kemudian tanpa menunda segera mengeksekusi teknik pertahanan terbaiknya.


Menciptakan tanaman lain berbentuk bunga teratai mekar di bawah kaki, sebelum kuncupnya menutup, sepenuhnya menyelubungi tubuh Fairley.


*Wuuungg…!!!


*Sraaaakkkk…!!!


Bersamaan dengan tertutupnya kelopak bunga teratai, dengungan tak kalah keras yang seperti berasal dari kepalan tinju Zota sebelumnya, terdengar lantang.


Diiringi semerbak harum menyegarkan yang menyebar luas. Dimana kemudian berlanjut dengan sulur-sulur tanaman rambat milik bunga aneh dibelakang punggung Fairley, bergerak cepat merambat pada kuncup bunga. Menyelubungi seluruh kuncup yang telah tertutup. Menambah ketebalan pertahanannya.


Disisi lain, Zota yang sudah terlanjur maju menyerang, memutuskan tak peduli dengan semua fenomena aneh yang terjadi di sekitar tubuh Fairley. Tatapannya tajam mengunci targetnya.


"Makan ini!" Seru Zota lantang. Mengayunkan tinju berderak yang dari tadi di tahannya.


*Tang…!!!


*Tang…!!!


*Tang…!!!


*BOOOOOMMMMMM………………!!!!!!!


Diiringi dengan bunyi menderu berurutan dari suara mekanis aneh, tinju Zota mendarat keras. Menimbulkan daya hancur yang begitu dahsyat.


*Blaaaarrr…!!!


*Draaaakkk…!!!


*Boooommmm…!!!


Imbas dari pukulan Zota, separuh dek dari kapal, segera hancur berantakan. Membuat kapal mulai tenggelam.


Sementara tanaman-tanaman aneh yang menjadi target utama pendaratan pukulan mengerikan Zota, dalam sekejap terpental masuk dengan keras kedalam lautan. Tenggelam bersama Fairley yang masih berselimut di balik dekapan tanaman-tanamannya.


Tak hanya itu, daya hancur mengerikan dari pukulan Zota, bahkan menyebabkan satu efek kejut yang sangat dahsyat, dimana berakhir mementalkan balik tubuh Zota dengan keras.


"Guuuahhh…!!!"


Zota terlempar sembari memuntahkan darah segar. Sementara tangan kanan logamnya, masih terus bergetar dengan sangat hebat.


*Baaaaammmm…!!!


Laju Zota hanya terhenti ketika Razak dengan tanggap segera membuat jaring-jaring raksasa dari serbuk besi. Menangkap tubuh Zota.


Meskipun memang tetap memberi pendaratan yang keras, setidaknya langkah tanggap yang dilakukan oleh Razak, berhasil menghindarkan Zota dari luka yang lebih parah.


"Kau tak apa-apa?" Tanya Razak, begitu sampai di lokasi pendaratan Zota.


"Guaaah…!!!" Zota batuk darah untuk sekali lagi, memegang erat tangan kanan logam dengan tangan kiri. Berusaha meredakan getarannya. sebelum secara tiba-tiba justru menampilkan ekspresi wajah antusias.


"Itu tadi sungguh luar biasa!" Ucap Zota.


Ucapan yang segera disambut oleh Razak dengan kerutan kening.


"Santai sedikit! Kulihat kau masih belum mampu mengontrol dengan baik kekuatan barumu!" Tanggap Razak.


*Byaaarrrr…!!!


Razak dan Zota masih terlibat dalam satu obrolan, sampai secara tiba-tiba, ledakan keras yang berasal dari kedalaman laut, dimana segera membuat air laut melonjak tinggi dengan gelombang besar, seketika terjadi.


"Ohhh…!!! Masih mampu bertahan! Benar-benar tangguh!" Gumam Zota.


"Hmmmm…???" Sementara Razak, hanya mendengus sembari menatap tajam kearah gelombang laut besar tak jauh di hadapannya.


*Woooshhhh…!!!


Tak lama kemudian, dari dalam gelombang besar, tanaman-tanaman rambat berukuran raksasa, menjalar keluar dari kedalamnya laut. Dengan Fairley yang kini berdiri pada puncak tanaman rambat. Masih di selimuti beberapa sisa-sisa kuncup bunga teratai.


Fairley yang berdiri dipuncak, tampak sedang dalam kondisi terluka. Darah segar menghiasi ujung-ujung bibirnya. Sementara kedua kelopak mata, memerah menatap tajam kearah dimana Zota berada. Terlihat jelas sangat amat marah.


"Kalian semua harus mati!" Gumam Fairley. Sembari menggertakkan gigi-giginya.


Aliran Mana kuno berwarna hijau pekat, dengan intens mulai bergetar hebat menyelimuti tubuhnya.


Bersamaan dengan itu, beberapa tanaman aneh berbentuk duri kemerahan, juga mulai mekar pada ujung kepala Fairley. Menghiasi kepalanya bagaikan sebuah mahkota yang tampak mengerikan.


"Oe… Razak! Persiapakan dirimu! Ini akan benar-benar berkembang menjadi pertarungan hidup dan mati!" Ucap Zota, begitu merasakan hawa membunuh pekat, terpancar tajam dari arah pihak lawan.


"Hmmmm…!!!"


Seperti biasa, Razak cuma membalas dengan dengusan singkat. Hanya ekspresi wajah yang menunjukkan bahwa bocah tersebut sedang sangat serius. Bersiap menghadapi pertempuran sengit yang akan segera terjadi.


*Baaammm…!!!


"Iron…!!!"


Seraya kemudian, mulai memukulkan ujung-ujung Gauntlet besi. Memanggil roh bunga Udumbara Serbuk Besi.


"Kakak! Sudah cukup! Hentikan!"


Situasi masih sangat tegang dan mencekam, sampai tiba-tiba, suara Iris kembali terdengar menginterupsi. Gadis tersebut dengan gerakan gesit mendarat pada tanaman sulur raksasa, tepat di hadapan Fairley.


"Iris! Menyingkir!" Gumam Fairley, tanpa melihat kearah adiknya. Masih menatap tajam dimana Zota dan Razak berdiri.


"Teruskan seperti ini! Teruskan mengacuhkanku! Maka setelah ini, aku benar-benar tak akan lagi mau peduli padamu! Kau pikir itu hanya kau yang bisa bersikap acuh?" Bentak Iris. Dengan intonasi nada penuh kemarahan.


Mendengar kata-kata adiknya, serta melihat raut ekspresi marah di wajah Iris, dimana jelas menunjukkan gadis tersebut sedang sangat serius dan tak main-main, Fairley dalam sekejap menarik kembali hawa membunuh pekat yang tadi sempat menyeruak keluar dari dalam tubuhnya.


"Apa yang kau katakan?" Ucap Fairley, sembari mamandang kearah Iris.


"Diam!" Bentak Iris. Sedikit merasa lega saat melihat kakaknya mulai tenang.


"Hei…! Gadis muda!" Teriak Zota tiba-tiba.


Mendengar teriakkan tersebut, Iris segera dengan cepat menatap tajam kearah Zota dan Razak. Dimana masih tetap mempertahankan aura serta sikap siap dalam pertempuran.


"Kalian berdua! Lebih baik juga menahan diri! Sudah cukup!" Bentak Iris.


"Asal kalian tau! Diatas wilayah Thousand Island, hanya orang sembrono ini yang memiliki kemampuan untuk membantu kondisi Boss Besar kalian!" Lanjut Iris. Berteriak lantang sembari menunjuk dengan tekanan keras pada dada Fairley.


"Orang itu?" Gumam Zota.


Kata-kata yang di ucapkan oleh Iris, segera disambut oleh Zota dan Razak dengan cepat menarik kembali auranya.


Sementara Fairley sendiri yang juga mendengar ucapan adiknya, segera memberi lirikan menyelidik.


*Tapp…!!!


Tak lama kemudian, pada puing-puing kapal yang mulai tenggelam, satu sosok tiba-tiba melakukan pendaratan.


"Sebenarnya aku berencana hanya sekedar melihat dan mengamati keseruan yang terjadi, tapi jika memang pemuda ini adalah orang yang sebelumnya kau maksud bisa membantu kondisi aneh bocah tersebut, maka tak ada pilihan lain!"


"Aku akan segera membawanya masuk untuk melakukan perawatan! Meskipun harus menyeret dan memaksanya jika dia berani menolak!" Ucap Tuan Leluhur. Dengan intonasi nada dingin yang sangat mencekam. Seraya membocorkan aura dari dalam tubuhnya.


'Aura Mana Besi yang intens dan sangat tak biasa! Terlebih, ia juga adalah seorang Emperor!' Gumam Fairley, begitu merasakan aura yang keluar dari dalam tubuh sosok aneh berbentuk Serigala metalik yang secara tiba-tiba muncul di hadapannya.


"Tak perlu khawatir! Dia akan membantu!" Ucap Iris cepat. Saat situasi berkembang menjadi hening.


"Hmmmm… Membantu apa?" Tanggap Fairley.


"Diam! Jika kau benar-benar tak ingin aku mengabaikanmu seumur hidup, maka kau harus berjanji untuk mau membantu!" Bentak Iris.


Satu bentakan yang disambut dengan tatapan heran oleh Fairley, tak pernah melihat adiknya bersikap sedemikian memaksa sebelumnnya.


"Baiklah! Baik! Aku berjanji akan membantu! Sekarang katakan, bantuan macam apa yang kau maksud!" Ucap Fairley.