
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
"Mode Sintesis Nature Fruit!"
"Mahkota Berduri!" Ucap Fairley. Diiringi dengan sebuah mahkota dari sulur-sulur tanaman yang penuh duri, kini mulai terbentuk menghiasi kepalanya.
*Wuuungg…!!!!
Aksi Fairley, ditutup dengan kedua kelopak mata, berubah menjadi sepenuhnya hijau.
Bersamaan dengan perubahan warna mata tersebut, gejolak Aliran Mana Tanaman yang berwana hijau pekat, kini juga membekap seluruh tubuh Fairley. Berpadu indah dengan Aliran Mana Air yang merupakan efek dari mode Soul Knight Tuan muda pertama Eleanor Tribe tersebut.
Kesegaran dari intensitas energi kehidupan yang padat, kini semerbak menyebar luas dari arah sosok Fairley yang terlihat bagai seorang peri.
"Hehehe…!!! Master! Jadi kita akan bertarung dengan kakak yang sombong tadi ya!" Ucap Nimfa. Wujud roh dari Nature Fruit ini, menunjukkan diri dengan melayang perlahan dibelakang punggung Fairley.
Perubahan wujud yang ditunjukkan oleh Fairley, segera membuat para penonton yang ada di sekitar tanah lapang, menatap takjub kearahnya.
"Luar biasa! Benar-benar sesuai dengan isu yang beredar! Ia mempunyai kekuatan yang tak biasa!" Komentar salah satu penonton yang merupakan mantan Kapten Perompak.
"Itu benar! Tuan muda pertama Eleanor Tribe ini sungguh memiliki kekuatan di luar akal sehat! Dengan kemampuannya tersebut, ia jelas bisa mengalahkan Emperor dengan tingkat kultivasi yang lebih tinggi darinya!" Tanggap mantan Kapten Perompak lain.
"Hmmmm… Namun begitu, kalian harus ingat! Orang dengan kekuatan tak masuk akal ini, masih belum bisa mengalahkan Sinbad!" Sahut penonton lain lagi.
Diskusi-diskusi kecil yang terjadi diantara para mantan Perompak, di tanggapi oleh para anggota Bandit Serigala lama dengan melebarkan kuping masing-masing. Berusaha mendengar informasi yang belum pernah mereka ketahui.
"Wahhh… Jadi Sinbad, Pemimpin dari Aliansi 7 Lautan, benar-benar sangat kuat ya?" Gumam salah satu anggota Bandit Serigala.
"Hmmm… Tetap saja, aku yakin ia tak akan lebih kuat dari Boss! Lihat saja nanti!" Dengus anggota Bandit Serigala yang secara kebetulan mendengar gumaman kawan di sebelahnya.
"Itu benar! Berlaku juga untuk orang itu! Kita lihat bagaimana setelah ini Boss Besar akan membuatnya bertekuk lutut! Perhatikan saja setiap aksi dan pertunjukan yang akan di suguhkan oleh Boss!" Tanggap anggota Bandit Serigala lainnya.
Satu kalimat tanggapan yang segera disambut dengan tatapan ragu oleh para anggota mantan Perompak yang mendengarnya. Tatapan ragu yang di balas dengan tatapan sengit oleh para anggota kelompok Bandit Serigala lama.
Sementara disisi lain, Theo yang dari tadi terus memperhatikan dengan tatapan cemerlang, justru tampak benar-benar antusias ketika Fairley mulai mengaktifkan mode Sintesis Nature Fruit, akhirnya buka suara memberi komentar tepat ketika proses perubahan mode Sintesis selesai.
"Wahhh… Mode Sintesis! Aku dari dulu sudah sangat penasaran bagaimana bentuk dan prosesnya! Ternyata memang sesuai ekspektasi!"
"Dengan mode itu, kemampuan terhadap kendali akan Mana spesial dari Demon Fruit, sepertinya telah di tingkatkan dalam skala yang benar-benar berbeda! Naik ke level yang lebih tinggi!" Ucap Theo.
"Sayangnya, itu membutuhkan kekuatan Ranah Jiwa serta kualitas Element Seed yang telah mencapai kelas Emperor untuk bisa menahan tekanan dari lonjakan gelombang besar Mana Spesial dalam mode Sintesis!"
"Sehingga aku belum bisa mencoba dengan Gravity Fruit dan Luna!" Tutup Theo.
*Woooshhhh…!!!
*Sraaakkk…!!!
*Sraaakkk…!!!!
*Sraaaakkkk…!!!
Theo baru saja menutup mulut, sampai tiba-tiba, Fairley tanpa memberi tanda peringatan apapun, melancarkan serangan-serangan ganas.
Dengan satu ayunan tangan ringan, Fairley yang melayang indah di udara, menciptakan ratusan sulur berduri lengkap dengan Tanaman bergigi tajam mengerikan untuk memenuhi seluruh area tanah lapang.
Merubah medan pertempuran, menjadi hutan lebat penuh tanaman berduri, hanya dalam beberapa detik.
"Berbahaya! Menghindar!" Teriak salah satu penonton, saat sebaran tanaman berduri, terus melebar sampai pada sisi luar area tanah lapang.
"AAARHHHHGGGG…!!!!"
"Aaaarrgghhhhh…!!!"
"Ini sakit!"
"Aku tak bisa bernafas!"
Suara-suara kesakitan serta permintaan tolong, terdengar membahana saat beberapa penonton yang terlambat menghindar, harus berakhir terjerat oleh sulur-sulur berduri. Beberapa bahkan di gigit dengan liar oleh taring-taring tajam tanamam berbentuk mengerikan ciptaan Fairley.
*Tap…!!!
*Slaaaassshhh…!!!
*Slaaaassshhh…!!!
*Booommmm…!!!
*Booommmmmm…!!!
Melihat kejadian tersebut, Razak dengan tanggap segera turun tangan. Menciptakan pisau sederhana dari aliran serbuk besi, untuk menebas beberapa sulur.
Diakhiri memberi pukulan-pukulan tinju tenaga fisik keras pada beberapa tanaman bertaring. Membebaskan seluruh anggota yang sebelumnya tak sengaja terjebak situasi pertarungan.
"Kalian sebaiknya mengambil jarak lebih jauh lagi! Pertarungan akan berkembang menjadi semakin intens dan berbahaya!" Ucap Razak. Kepada para anggota kelompok Bandit Serigala yang baru saja ia selamatkan.
"Baik! Terimakasih Tuan Razak!" Ucap salah satu anggota.
Meskipun umur anggota ini jelas terlihat lebih tua dari pada Razak, namun karena kekuatan serta dedikasi Razak dalam melakukan pelatihan yang begitu luar biasa, banyak anggota yang akhirnya menghormati Razak. Menjadikan sang bocah sebagai panutan.
"Tapi Tuan, bagaimana dengan Boss Besar?" Tanya anggota lain, menatap cemas kearah hutan mengerikan ciptaan Fairley. Dimana saat ini telah sepenuhnya menutup seluruh area. Bersama Theo di dalamnya.
"Boss Besar? Memang apa yang perlu kau cemaskan? Ia adalah orang yang akan berdiri di puncak! Menjadikan setiap lawan berada di bawah kakinya!" Ucap Razak. Dengan intonasi nada yang begitu tenang.
"Hanya Tanamam-tanaman tak penting seperti ini, tak akan mampu bahkan untuk memberi luka padanya! Aku bahkan bisa menebas beberapa dengan mudah!" Lanjut Razak.
Satu kalimat yang segera membuat raut wajah cemas seluruh anggota, berubah menjadi teguh. Terinspirasi dari ekspresi wajah teguh Razak.
Sementara itu, ketika Razak masih mengatur anggota untuk mengambil jarak, Tuan Leluhur, Zota, serta para anggota penting Bandit Serigala yang lain, masih diam dilokasi semula, menatap kearah lokasi pertempuran.
Sisa dari sulur-sulur serta tanaman bertaring, berserakan di sekitar Kelompok elite ini.
Diatas langit area pertarungan sendiri, Fairley yang juga menatap kearah hutan instan ciptaannya, tiba-tiba mengerutkan kening ketika merasa adanya satu lonjakan aura di lokasi paling rimbun.
"Seperti kecoak saja! Meskipun menjijikkan, tapi sangat sulit disingkirkan!" Gumam Fairley, sebelum akhirnya membuat gerakan menangkupkan kedua tangan.
*Woooshhhh…!!!!
Bersama gerakan Fairley, aliran Mana Tanaman Hijau pekat kembali bergejolak hebat di sekitar lokasi. Fairley tampak sekali lagi menarik aliran Mana Tanaman dalam gelombang besar.
"Meraunglah! Wood Dragon!" Seru Fairley. Mengakhiri aksi dengan menciptakan satu sosok naga raksasa yang terbuat dari kayu.
Dengan gerakan menunjuk kedepan, ia mengarahkan Wood Dragon raksasa ciptaanya, dimana saat ini sudah membuka lebar mulut, memamerkan taring-taring tajam, untuk menerjang kearah lokasi Theo.
*Woooshhhh…!!!!
Wood Dragon menerjang cepat.
"Teknik yang sangat kuat!" Gumam Tuan Leluhur. Tak bisa menyembunyikan ekspresi terkesan di wajahnya.
*Baaaammmm…!!!
Pada detik berikutnya, Wood Dragon akhirnya mendarat dengan sangat keras. Menghancurkan seluruh hutan dengan cara instan, sama seperti bagaimana hutan itu terbentuk.
Kepulan debu tentu saja menjadi pemandangan selanjutnya ketika Wood Dragon selesai mendarat.
Sampai tiba-tiba, ketika setiap orang mulai mencemaskan kondisi Theo…
*Bzzzzzttt…!!!
*Bzzzzzttt…!!!
*Blaaazzz….!!!
Aliran listrik ungu yang begitu menggelora, dengan liar menderu keras.
Debu segera lenyap tersapu oleh aliran listrik ungu, membuat kini setiap orang bisa melihat sosok Theo yang tengah berdiri menahan taring-taring tajam Wood Dragon dengan kedua pedang kembar Asmodeus.
"Ini benar-benar berkembang menjadi sangat menarik! Kau, dan wujud Sintesis Nature Fruitmu, benar-benar berhasil menarik minatku!" Ucap Theo.
"Asmodeus, apa yang akan terjadi jika aku mengaktifkan Teknik ketiga Dosa Nafsu saat masih berada di kelas King?" Tanya Theo tiba-tiba. Kepada Asmodeus.