
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_______________________________________
*Woooshhhh…!!!
*Baaammmm….!!!
Anggota satuan elite penjaga Khan yang memimpin pasukan, masih menatap dengan pandangan tertegun pada lokasi dimana kapal-kapal perang Kelompok Bandit Serigala menerjang masuk kedalam medan pertempuran, sampai tiba-tiba, pandangan tertegun pria tersebut, berubah menjadi buram ketika getaran rasa sakit teramat sangat, menyebar pada seluruh bagian tubuhnya.
"Goooahhh…!!"
Sang anggota satuan elite penjaga Khan Barbarian Tribe, memuntahkan banyak darah segar bersama tubuhnya terhempas jauh. Luka terkoyak berdarah-darah, kini menghiasi area dada pria malang tersebut.
"Hmmmm…!!! Masih sempatnya kau memalingkan wajah saat jelas tengah berada di lokasi medan pertempuran! Sungguh amatir!"
Itu adalah Thomas yang memberi satu hempasan berat menggunakan Gada raksasa pada tubuh anggota satuan elite penjaga Khan Barbarian Tribe begitu melihat orang tersebut, membuka celah lebar pada pertahanannya.
"Kau Ba*bi licik sialan!" Bentak anggota satuan elite penjaga Khan Barbarian Tribe yang baru menerima serangan menyelinap Thomas.
"Sungguh lucu! Memangnya apa yang kau harapkan saat bertarung melawan sekumpulan Bandit? Pertarungan adil penuh hormat antar sesama Knight?" Ucap Thomas. Dengan nada penuh kelicikan yang khas. Mulai memanggul Gada Raksasa pada pundak.
Kalimat Thomas yang seolah membanggakan kelicikannya, segera disambut oleh seluruh anggota kelompok Bandit Serigala, dengan mulai memasang senyum lebar nan licik yang sama. Justru menjadi begitu bersemangat untuk disebut sebagai kumpulan orang licik.
"Lagipula, dengan tubuhku yang sebasar ini, kau jelas buta saat tak menyadari kedatanganku!" Lanjut Thomas.
"Cukup buta karena tak melihat serangan lain kini bergerak dari arah belakang punggungmu!" Tutup Thomas. Dengan raut wajah semakin licik.
Bersama dengan Thomas menyelesaikan kalimat, anggota satuan elite penjaga Khan Barbarian Tribe yang menjadi lawan bicaranya, segera bergerak melihat kebelakang.
"Hmmmm…!!!"
Dan benar saja, seperti yang baru disampaikan oleh si Gendut, dari arah belakang, tiga orang anggota kelompok Bandit Serigala yang terinspirasi oleh kata-kata Thomas tentang kelicikan seorang Bandit, sedang melancarkan serangan menyelinap.
*Trang…!!!
*Baammm…!!!
Hanya saja, karena sempat mendapat peringatan dari Thomas, serangan menyelinap dari tiga anggota kelompok Bandit Serigala, segera berhasil di tahan oleh pihak lawan.
"Konyol! Justru memberi peringatan!" Gumam anggota satuan elite penjaga Khan Barbarian Tribe saat berhasil menghalau setiap serangan.
Sementara tiga anggota kelompok Bandit Serigala yang gagal dalam usaha melancarkan serangan menyelinap, segera menatap dengan tatapan kesal kearah Si Gendut.
Meskipun tak mengeluarkan suara keluhan apapun, tatapan masing-masing dari tiga orang ini seolah memiliki suara sendiri bagi siapapun yang melihatnya.
-Kenapa?-
Itulah satu kata yang terdengar dalam benak setiap orang saat melihat raut wajah kesal ketiga anggota kelompok Bandit Serigala kepada Si Gendut.
Namun, saat setiap orang hendak ganti mengalihkan pandangan pada Thomas…
*Woooshhhh…!!!
Si Gendut dengan cepat membuat gerakan melempar Gada, Gada Raksasa yang kini telah berubah bentuk menjadi lebih ramping mengikuti perubahan raut wajah Roh Naga Bumi yang muncul di belakang punggung Thomas, terlontar cepat untuk kemudian…
*Booooommmm….!!!
Membentur keras punggung anggota satuan elite penjaga Khan Barbarian Tribe.
"Gooaaahhh…!!"
Pria malang tersebut, kembali terhujam dengan luka terkoyak parah pada punggungnya.
"Bahkan seekor keledai tak akan jatuh dalam lubang yang sama dua kali secara berurutan!" Ucap Thomas, seraya membuat gerakan tangan menarik.
Gada raksasa, terbang kembali pada genggaman tangan Si Gendut.
Mendengar kata-kata Thomas. Sekarang bukan hanya seluruh anggota Barbarian Tribe dimana merupakan pihak lawan menjadi tercengang. Bahkan anggota kelompok Bandit Serigala sendiri, menatap Thomas dengan pandangan yang sama. Benar-benar terkesan dengan kelicikan si Gendut yang seperti memiliki level tak terukur.
Dengan sengaja memberi peringatan pada pihak lawan akan datangnya serangan menyelinap, hanya untuk kemudian memberi serangan menyelinap sendiri.
"Hei…! Tiga orang yang disana!" Seru Thomas.
"Selesaikan dengan cepat! Tak perlu lagi melakukan serangan menyelinap!" Lanjut Thomas, memberi intruksi pada tiga anggota kelompok Bandit Serigala yang serangan menyelinapnya sempat gagal, untuk mengakhiri nyawa anggota satuan elite penjaga Khan Barbarian Tribe yang sedang terkapar tak sadarkan diri.
Bersama seruan yang di lontarkan si Gendut, gelombang pasukan Bandit Serigala yang merupakan tim Gurun Purba, mulai merengsek masuk kedalam medan pertempuran. Terbagi menjadi tiga titik sebaran.
Satu bergerak menuju kearah dimana Thomas berada, yakni lokasi sekitar Glory Land Warship. Sementara satu lainnya, bergerak untuk membantu Darsa. Memberi pertolongan pada anggota kelompok Bandit Serigala yang sebelumnya sempat terjebak dalam lautan musuh, jauh dari Glory Land Warship sebagai tempat perlindungan terakhir Kelompok Bandit Serigala.
Gelombang terakhir sendiri, dipimpin langsung oleh Tuan Leluhur, bergerak kearah dimana Sasi dan Cassio sedang berhadapan dengan kekuatan utama pasukan Barbarian Tribe. Yakni Jongha bersama puluhan anggota satuan elite penjaga Khan Barbarian Tribe yang ia pimpin.
Kedatangan tiba-tiba dari tim gurun purba yang mana membawa gelombang besar pasukan tambahan bagi Bandit Serigala, segera mengubah wajah Medan pertempuran utama.
Puluhan Demonic Beast ganas yang merupakan makhluk kontrak divisi Thousand Beast pimpinan Darsa, mengamuk liar di atas medan pertempuran.
Sementara anggota Divisi pendobrak, bergerak menerjang maju dengan menunggangi puluhan Boneka Bernyawa Gajah Metalik. Menggetarkan laut beku medan pertempuran dalam gemuruh hebat bersama arah laju terjangannya.
Medan Pertempuran Utama yang sebelumnya di dominasi pihak Barbarian Tribe dengan serangan dadakanya dari arah belakang, kini menjadi lokasi kacau.
Setiap anggota Barbarian Tribe, mulai menyadari alasan dibalik pihak Dark Guild, secara misterius mengeksekusi teknik kabut kegelapan pekat.
Itu jelas adalah untuk mengaburkan visi dari datangnya gelombang pasukan tambahan Kelompok Bandit Serigala.
Meskipun pihak Dark Guild tak ikut campur dalam jalannya pertempuran karena aksi mereka bahkan tak menyentuh area medan pertempuran, namun tentu saja itu secara tak langsung merupakan bentuk uluran tangan bagi kelompok Bandit Serigala.
Uluran tangan yang bisa dengan mudah di sanggah jika ada yang mempertanyakan di kemudian hari.
Kabut kegelapan, lenyap tepat setelah armada kapal perang tambahan Bandit Serigala, telah memasuki medan pertempuran.
Kapal perang berbendera Dark Guild sendiri, mulai berlayar menjauh dari lokasi Medan Pertempuran.
****
(Sayap Kanan)
Sama halnya dengan lokasi medan pertempuran utama yang berkembang menjadi lebih intens setelah runtuhnya dominasi Barbarian Tribe, pada sayap kanan, jalannya pertempuran juga berubah semakin panas saat Gelombang pasukan Bandit Serigala pimpinan San Juan, bergerak memasuki wilayah medan pertempuran dari arah Laut Nila.
Kedatangan Kelompok San Juan, hampir bersamaan dengan datangnya sisa-sisa armada kapal perang Aliansi 7 Lautan yang sebelumnya bergerak menghadang pihak Eleanor Tribe di Laut Nila.
Naga Pertama Aliansi 7 Lautan, dengan tubuh penuh luka, memimpin sisa-sisa pasukan penghadang untuk bergerak memberi bantuan bagi kelompoknya dalam pertempuran Laut Ungu.
Dua gelombang tambahan yang menerjang dari arah Laut Nila, membuat situasi medan pertempuran menjadi semakin panas. Meskipun memang itu jelas masih belum cukup untuk memutus dominasi Eleanor Tribe, namun tetap memberi warna baru bagi jalannya pertempuran yang sedang berlangsung.
*Baaammmm…!!!
*Baaammmm…!!!
*Baaammmm…!!!
Beberapa sisi lokasi Medan Pertempuran tampak berderak dalam aura pertarungan intens saat sosok-sosok penting Bandit Serigala dan Aliansi 7 Lautan, kini harus menghadapi lawan-lawan tangguh.
Sinbad, berada dalam situasi pertarungan ketat saat dirinya harus menerima terjangan 6 Tetua Eleanor Tribe sekaligus.
Sementara Dante, disibukkan dalam pertarungan satu lawan satu dengan orang yang menyebut dirinya sebagai Tetua ketiga Eleanor Tribe.
Razak dan Hella, di hadang oleh Tetua Pertama dan Tetua Kedua yang sebelumnya sempat mendapat luka tebasan dari Theo.
Situasi sepenuhnya kacau, hanya saja, satu keanehan terjadi di pusat medan pertempuran, dimana merupakan lokasi Theo dan Khan Eleanor Tribe sedang bertarung.
Didalam ruang khusus yang tercipta dari para Boneka Bernyawa membentuk garis-garis formasi, ternyata sedang berada dalam suasana hening. Situasi bertolak belakang dari wilayah medan pertempuran luar dimana sangat bising.
Theo, berdiri dengan tatapan tajam memandang kedepan, hal yang sama, juga dilakukan oleh pihak lawan, Khan Eleanor Tribe. Keduanya hanya dalam diam memandang satu sosok yang beberapa saat lalu tiba-tiba muncul untuk mengganggu duel.
Itu adalah Iris yang berdiri pada lokasi jarak antara Theo dan ibunya. Sudah mengaktifkan Mode Murka Aqua Sword, Iris menghadang untuk dengan paksa menghentikan duel.