
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_______________________________________
Menyadari yang menyambut adalah sang Manajer Paviliun Harta secara pribadi, Theo segera turun dari tungganganya. Memberi salam balik.
"Salam Tuan Manajer!" Ucap Theo.
Disisi lain, melihat sikap hangat yang ditunjukkan oleh Theo, sang Manajer semakin melebarkan senyumnya. Mencoba untuk memasang raut wajah se-ramah mungkin yang bisa ia buat.
"Tuan muda, mari lanjutkan mengobrol di dalam saja!" Jawab Manajer Paviliun Harta. Sebelum tatapan matanya, tiba-tiba menyadari sesuatu.
"Mereka?" Tanya sang Manajer, seraya menunjuk kearah Pion Pertama dan Pion kedua.
Bagaimanapun juga, dua orang ini adalah Hunter kelas tinggi Paviliun Harta cabang kota Zordan, tempat dimana ia memiliki wewenang penuh. Oleh sebab itu, sang Manajer tentu sangat mengenali wajah keduanya.
Disisi lain, Pion pertama dan Pion kedua yang mendengar Manajer bertanya, seketika mulai menundukkan wajah, memasang raut wajah tertekan. Beberapa kali keduanya juga menyempatkan untuk memberi lirikan singkat pada punggung Theo.
Lagi-lagi, nasib dua orang ini berakhir sepenuhnya ada di tangan Theo. Karena jika Theo menyampaikan peristiwa sebenarnya tentang apa yang terjadi sampai Pion pertama dan Pion kedua kini berada di kelompoknya, maka bisa dipastikan bahwa dua orang ini akan kehilangan segala nama besar serta reputasi yang selama ini telah mereka bangun.
Seorang Hunter kelas tinggi Paviliun Harta yang terhormat, dimana justru mencoba untuk merampok pelanggan sendiri, pelanggan dari tempat mereka bernaung. Sebuah tindakan tercela yang sungguh tak bisa ditolerir.
Tindakan tersebut, jika sampai di ketahui oleh khalayak luas, terutama pihak Paviliun Harta, itu bukan hanya akan mencoreng nama baik Pion pertama dan Pion kedua, tapi juga sama saja dengan putusan akhir hukuman mati.
Paviliun Harta yang jelas berusaha menjaga nama baik dimata jaringan pelanggan serta masyarakat umum, bisa dipastikan akan menempatkan nama Pion pertama dan Pion kedua, sebagai buronan kelas tinggi.
Akan ada harga untuk masing-masing kepala dua orang tersebut, akhir hidup Pion pertama dan Pion kedua, hanya memiliki dua opsi. Mati ditangan para Hunter Paviliun Harta lain, atau tertangkap oleh para Hunter, sebelum di serahkan secara hidup-hidup kepada Paviliun Harta. Diserahkan hanya untuk kemudian menerima eksekusi hukuman mati di depan publik. Menjadi contoh bagi Hunter-Hunter lain agar berfikir ulang jika berniat melakukan tindakan yang sama.
"Sejujurnya, aku secara tak sengaja bertemu dengan dua tikus ini! Dalam situasi yang cukup tak bagus untuk bisnis!" Ucap Theo. Memecah keheningan yang sempat terjadi dengan memberi jawaban retoris kepada sang Manajer.
Mendengar jawaban Theo, sorot mata sang Manajer segera berkembang semakin tajam menatap Pion pertama dan Pion kedua. Sementara dua orang tersebut yang mendapat tatapan tajam dari sang Manajer, kini semakin menundukkan wajah. Tak berani memandang kearah manapun selain hanya pada ujung-ujung kakinya masing-masing.
"Tuan muda, jika anda berkenan, biar kami yang mengurus masalah ini!" Ucap sang Manajer pada akhirnya. Seraya mengalihkan pandangan untuk kembali melihat kearah Theo.
"Ohhh… Tuan Manajer, itu sama sekali tak perlu! Justru aku yang ingin meminta agar kau berkenan untuk menyerahkan masalah dua orang ini kepadaku! Biar aku yang memberi didikan pada mereka!" Balas Theo.
"Dan tenang saja, akan kupastikan keduanya menerima ganjaran yang layak! Paling tidak, dapat berguna untuk suatu kebutuhan!" Lanjut Theo, tak memberi kesempatan pada sang Manajer, untuk menanggapi.
Kata-kata Theo, hanya disambut anggukan singkat oleh Manajer Paviliun Harta. Tampak jelas pria ini memasang raut wajah tak nyaman. Namun ia juga tak punya kuasa dan merasa tak enak hati pada Theo. Pria ini ternyata cukup cerdas dimana mampu menangkap maksud dari kalimat retoris yang sempat disampaikan Theo sebelumnya.
Situasi di depan gerbang Paviliun Harta, berakhir dengan Theo bersama Gugio dan Gris, mengikuti Manajer Paviliun Harta untuk berjalan masuk kedalam gedung. Langsung menuju lantai tiga, mendapat prioritas bisnis level 5.
*****
(Lantai 3)
Tepat ketika rombongan Theo sampai di lantai 3, Gugio dan Gris segera menuju ke stan bisnis level 5 yang dijaga oleh Madam Es. Gugio berniat ingin segera menjual seluruh sumberdaya yang ada di dalam Spacial Ring. Tumpukan sisa tubuh Demonic Beast kelas tinggi.
Sementara Theo, kali ini di temani oleh sang Manajer secara pribadi, berjalan ke salah satu ruangan lantai 3.
"Tuan muda, daging Chimera yang sempat anda pesan, telah kami siapkan! Seluruhnya berjumlah tiga potong!" Ucap sang Manajer, begitu memimpin Theo memasuki ruangan.
"Hmmmm… Hanya tiga?" Tanya Theo, tampak sedikit kecewa dengan jumlah yang ditawarkan pihak Paviliun Harta.
Mendengar nada kecewa dari kalimat Theo, sang Manajer segera berinisiatif memberi penjelasan.
"Tuan muda, sejujurnya kami hanya sebuah cabang kecil, dan itu juga termasuk seluruh cabang Paviliun Harta lain yang ada di benua Azure ini!" Ucap sang Manajer.
"Cabang-cabang Paviliun Harta Benua Azure, seluruhnya merupakan Paviliun Harta berkelas rendah! Karena memang kebutuhan Hunter di Benua Azure, tidaklah terlalu tinggi jika dibandingkan dengan Benua Leluhur!"
"Oleh karena itu, stok sumberdaya kami, juga tak terlalu melimpah, pihak pusat jelas tak terlalu melirik cabang-cabang di Benua Azure yang masih tertinggal, karena memang sumberdaya manusia disini, hanya memiliki daya beli rendah!"
"Jadi, mohon maaf jika sedikit mengecewakan dalam jumlah daging Chimera yang bisa kami siapkan, tiga daging tersebut sudah merupakan total yang ada di seluruh cabang Paviliun Harta Benua Azure!" Tutup Manajer, seraya memasang raut wajah tak enak hati.
"Hmmmm… Begitu rupanya!" Gumam Theo. Lagi-lagi sedikit merasa tak beruntung karena lokasi tantangan dari Kastil Raja Dewa Air, ada di Benua Azure. Seandainya itu adalah Benua Leluhur, Theo tentu bisa mendapat lebih banyak manfaat. Merampok sumberdaya berharga dalam jumlah lebih banyak.
"Baiklah, aku akan mengambil 3 daging ini! Katakan padaku harga yang harus di bayar!" Lanjut Theo. Langsung ke tujuan utama tanpa basa-basi lagi.
"Tuan muda, Madam Es sempat menyampaikan tentang pertukaran!" Jawab Manajer.
"Jadi, jika berkenan, kau bisa mulai mempresentasikan item-item yang hendak ditawarkan sebagai bahan pertukaran!" Tutup sang Manajer, sembari memasang raut wajah antusias.
"Tentu!" Balas Theo singkat, seraya mengeluarkan beberapa botol obat yang berisi Foundation Pill.
Kesepakatan antara Theo dan Manajer Paviliun Harta, berlangsung cukup singkat. Karena bagaimanapun juga, Foundation Pill memang adalah item yang dari awal sudah menjadi target organisasi dagang tersebut.
Dan begitu tiga potong daging Chimera telah berada di tangan Theo, ia segera bertanya apakah Paviliun Harta memiliki ruang kultivasi khusus yang di sewakan.
Pihak Paviliun Harta sendiri, sebenarnya tak memiliki ruang khusus seperti yang diminta oleh Theo, karena hal macam itu, merupakan fasilitas yang hanya akan tersedia pada cabang berkelas besar. Tidak untuk cabang kecil Benua Azure. Cabang kecil, cuma memiliki satu ruang kultivasi khusus dimana merupakan lokasi terbatas. Tempat yang cuma bisa digunakan oleh Hunter kelas tinggi Paviliun Harta melakukan proses kultivasi.
Namun, karena Theo menawarkan tambahan Foundation Pill, sang Manajer akhirnya menjadi tak kuasa untuk menolak. Secara pribadi mengantar Theo ke ruang kultivasi tersebut.
Theo menghabiskan beberapa hari di dalam ruang kultivasi. Fokus melakukan pengolahan pada tiga potong daging Chimera yang telah ia beli. Memakan daging-daging tersebut, dimana berkhasiat untuk terus menempa garis-garis Meridian dalam tubuh, meningkatkan ke level lebih tinggi.