
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
(Ruang Display sumberdaya sisa tubuh Demonic Beast)
Udara sejuk segera menyambut Theo begitu ia mengikuti Madam Es memasuki ruang display selanjutnya.
Dengan pandangan sekilas, Theo bisa melihat pada sisi-sisi dinding ruang, terpasang beberapa mekanisme formasi sederhana yang memiliki atribut Es. Hawa sejuk ruang display, berasal dari formasi-formasi segel tersebut.
"Daging Demonic Beast, pada dasarnya memiliki ketahanan yang luar biasa! Terutama bila merupakan daging dari Demonic Beast kelas tinggi. Itu akan bertahan sangat lama, cenderung susah untuk membusuk!" Ucap Madam Es. Saat menyadari tatapan tertarik Theo pada mekanisme formasi ruang display.
"Namun, fakta bahwa untuk mencari pembeli daging Demonic Beast kelas tinggi cukup susah, dimana para Hunter lebih terbiasa menggunakan uang yang mereka miliki untuk membeli sumberdaya lain yang sekiranya bisa digunakan secara langsung seperti senjata, armor, ataupun pill obat, kami akhirnya melakukan langkah pencegahan, memasang formasi segel atribut Es yang berguna untuk menyejukkan ruang display!"
"Menambah ketahanan daging-daging berkualitas tinggi yang ada di sini! Menunggu pembeli yang tepat!" Tutup Madam Es. Seraya memasang senyum sederhana pada Theo, tepat ketika langkah kakinya berhenti dihadapan sebuah kotak kaca.
Disisi lain, perhatian Theo yang awalnya tersita pada formasi segel dinding ruang display, ternyata sudah berganti menatap kearah kotak kaca bahkan saat Madam Es masih berjalan mendekat.
Kotak kaca di hadapan Theo sendiri, tak memiliki ukuran yang terlalu besar, hanya seukuran mangkuk makan normal. Berdiri diatas sebuah tatakan display setinggi dada pria dewasa. Sementara didalam kotak kaca, itu hanyalah segumpal potongan daging yang berukuran tak lebih besar dari jari telunjuk.
Namun, dari dalam gumpalan daging kecil tersebut, memancar satu aura yang sungguh tak biasa. Aura yang bahkan masih bisa dirasakan oleh Theo dari luar. Meski formasi segel penahan tambahan, jelas terpasang pada dasar kotak kaca.
"Kau jelas punya mata yang tajam!" Ucap Madam Es. Menyadari tatapan Theo yang jelas sangat tertarik pada gumpalan daging di dalam kotak kaca.
"Apa kau sedang bercanda? Itu bahkan tak perlu memiliki mata yang tajam untuk merasakan aura ini! Aura dari Chi Kegelapan Purba yang bercampur atribut Api!" Tanggap Theo.
"Hmmmm… Kau salah! Tak semua Hunter akan bisa merasakan aura ini!" Balas Madam Es.
Kalimat balasan yang segera disambut oleh Theo dengan kerutan kening.
"Dapat merasakan Chi Kegelapan memang adalah hal yang normal! Bisa dilakukan oleh setiap Hunter!" Ucap Madam Es.
"Namun, untuk bisa merasakan Chi Kegelapan Purba, maka itu adalah hal yang jelas tak biasa dan tak normal! Tidak banyak Hunter bisa melakukannya!"
"Hanya Hunter dengan bakat luar biasa akan memiliki mata dan sense tajam, bisa merasakan aura dari Chi Kegelapan Purba milik Demonic Beast jaman purba!" Lanjut Madam Es.
"Kau jelas adalah tipe Hunter terakhir! Bakat muda dari entah Kelompok besar mana! Bukan begitu…"
"Tuan muda…" Madam Es, menutup kalimatnya dengan menduga jati diri Theo.
"Hmmmm… Katakan saja, ini daging Demonic Beast dari jenis apa?" Tanya Theo. Menolak untuk menanggapi kalimat-kalimat menyelidik dari Madam Es. Yang memang seluruhnya adalah salah total. Karena bagaimanapun juga, Theo pada dasarnya bukan penduduk Tartarus Land.
"Chimera!" Jawab Madam Es singkat.
"Chimera? Demonic Beast purba yang memiliki kekuatan dan garis darah setara dengan Hydra dan Qilin!" Gumam Theo. Tak bisa menyembunyikan raut wajahnya yang agak terpana.
"Tak hanya memiliki mata tajam! Kau juga memiliki pengetahuan luas!" Ucap Madam Es.
"Gumpalan kecil daging Chimera ini, berhasil di dapatkan oleh salah satu Hunter kelas tinggi Paviliun Harta ketika sedang melakukan penjelajahan di salah satu reruntuhan kuno!" Ucap Madam Es.
"Dan karena kualitasnya terlalu tinggi, dimana menyebabkan harganya juga melambung keangkasa, meski daging ini adalah sumberdaya yang sangat berharga, itu cukup sulit bagi Paviliun Harta menemukan pembeli yang cocok!"
"Dengan harga yang sangat mahal, para Hunter dari kelompok-kelompok besar yang seharusnya menjadi mangsa pasar dari daging Chimera, kebanyakan memilih untuk mengabaikan."
"Karena bagaimanapun juga, daging Demonic Beast kelas tinggi, terutama yang memiliki garis darah purba, sangatlah beresiko jika dikonsumsi secara sembarangan! Perlu metode khusus untuk mengolahnya! Selain itu, juga perlu tubuh kuat yang cocok untuk dapat menyerap manfaatnya!"
"Ada beberapa kasus dimana Hunter yang mengkonsumsi secara sembarangan daging Demonic Beast jenis purba, berakhir meledak Meridien-nya!" Lanjut Madam Es. Tampak mengambil nafas barang sejenak untuk kemudian kembali meneruskan penjelasannya.
Sementara Theo, dari tadi masih menatap kearah gumpalan daging Chimera sembari mendengar penjelasan Madam Es.
"Problem dari sulitnya menemukan pembeli yang tepat, dimana mau membeli dengan harga yang pantas, karena bagaimanapun juga daging Chimera adalah sumberdaya berharga yang di dapat dengan mengorbankan banyak nyawa dan juga biaya ekspedisi yang tak sedikit, akhirnya membuat para petinggi Paviliun Harta, memutuskan untuk membagi daging Chimera menjadi beberapa kepingan kecil!"
"Beberapa keping kecil ini kemudian disebar keseluruh cabang Paviliun Harta! Salah satunya, kini ada di hadapanmu!" Tutup Madam Es.
"Hmmmm… Sepertinya penantian panjang kalian akan segera berakhir!" Ucap Theo.
"Katakan padaku, berapa harga dari daging Chimera ini? Apakah Spacial Ring ketiga yang kutawarkan, akan cukup untuk yang satu ini?" Tanya Theo.
Madam Es, memasang senyum tipis.
"Sepertinya, itu masih perlu sedikit tambahan lagi tuan muda!" Ucap Madam Es. Kini mulai memanggil Theo dengan sebutan Tuan muda.
"Baiklah! Tambahkan ini sebagai item barter kalau begitu!" Tanggap Theo. Seraya mengeluarkan sebuah pill dari dalam gelang ruang-waktu.
"Ohhh… Pill jenis apa itu?" Tanya Madam Es. Dengan raut wajah bersemangat yang tak bisa disembunyikan tepat ketika hidungnya mencium semerbak aroma obat pekat dari Pill di tangan Theo.
Dari aroma-nya saja, Madam Es bisa menduga bahwa Pill yang dikeluarkan Theo, bukanlah Pill obat sembarangan. Jelas memiliki kualitas kelas tinggi.
"Ini adalah Pill buatanku sendiri! Disebut Foundation Pill!" Ucap Theo.
"Untuk khasiatnya, anggap ini adalah Pill yang mampu menciptakan generasi muda berbakat!" Tambah Theo.
"Menciptakan?" Tanya Madam Es. Memasang wajah kurang mengerti, namun juga heran di saat bersamaan.
"Yah, kau tak salah dengar! Dengan rutin memakan Pill ini untuk periode tertentu, setiap calon Hunter, atau generasi muda yang baru akan memulai jalan kultivasi, bisa menaikkan kualitas Meridian, dan juga ranah jiwanya!" Ucap Theo.
Penjelasan Theo mengenai khasiat Foundation Pill, seketika membuat raut wajah Madam Es berubah termenung.
Sampai kemudian, setelah beberapa detik…
"Hmmmm… Spacial Ring bisa di periksa secara langsung, sedangkan Pill ditanganmu itu, apa jaminan dan juga landasan aku harus mempercayai-nya?" Ucap Madam Es.
"Menaikkan kualitas Meridian dan Ranah Jiwa, adalah dua hal yang mustahil dilakukan! Oleh karena itu kita mengenal apa yang dinamakan bakat!" Lanjut Madam Es.
"Hmmmm… Jika kalian belum bisa menemukan metodenya, bukan berarti itu adalah hal yang mustahil!" Jawab Theo cepat.
"Didunia ini, tak ada yang namanya berbakat atau tidak berbakat! Semua hanya akan ditentukan dari bagaimana landasan awal merawat budidaya calon Hunter!"
"Untuk masalah pembuktian, aku bersedia memberi Pill pertama ini secara gratis! Silahkan kau coba makan sendiri! Dan rasakan bagaimana itu bekerja dalam tubuhmu!"
"Meskipun memang tak akan ada efek khusus karena kau bukanlah calon Hunter, sudah terbentuk sepenuhnya kualitas Meridian dan Ranah Jiwa, tapi kau akan tetap bisa merasakan khasiat dan cara kerja Pill ini!" Tutup Theo. Seraya melempar Foundation Pill, kearah Madam Es.
Madam Es sendiri, tampak ragu untuk beberapa detik begitu menangkap Foundation Pill. Sampai kemudian, didorong oleh rasa penasaran, nenek tua tersebut akhirnya memutuskan untuk menelan Foundation Pill.
"Hmmmm…!!!"
"Apa-apaan…!" Gumam Madam Es. Dengan raut wajah tercekat.
---
Note :
Thomas berdiri di pojokan.