Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)

Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)
204 - Dua Tebasan


Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.


Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v


_______________________________________


*Tapp…!!!


*Bzzzzzttt…!!!


Dalam kecepatan yang bahkan tak bisa dilihat dengan mata telanjang, Theo bergerak dalam langkah menderu. Hanya bercak-bercak kilatan listrik ungu yang akan menjadi pertanda keberadaan Theo.


'Hei bocah! Jangan terlalu jatuh dalam emosi! Apa kau yakin ingin mengurus Tuan Muda Sampah itu terlebih dahulu?' Tanya Ernesto tiba-tiba.


Pertanyaan, yang tak mendapat tanggapan apapun dari Theo. Masih menatap tajam kearah dimana Fairley berada. Tatapan mata Theo, bagai seekor hewan buas kelaparan yang menemukan mangsa.


'Hei…! Tuan Muda sampah itu bisa diurus nanti atau kapan saja! Lihatlah kearah lain! Pasukanmu di sayap kanan mungkin bisa bertahan dengan bantuan Aliansi 7 Lautan, tapi itu jelas tidak dengan pasukan medan pertempuran utama! Jika kau tak segera bertindak, mereka akan disapu habis oleh Barbarian Tribe!' Lanjut Ernesto. Menyampaikan pendapat. Entah kenapa tiba-tiba menjadi begitu peduli kepada pasukan medan pertempuran utama Kelompok Bandit Serigala.


Sejak pertama keluar dari Kastil Raja Dewa Air, ternyata bukan hanya Theo yang segera memandang dalam tatapan menyapu seluruh wilayah medan pertempuran. Ernesto, juga ikut melakukan pengamatan cepat dan menyeluruh. Memahami seluruh situasi medan pertempuran Laut Ungu.


"Ernesto!"


Theo yang sedari tadi bergerak dalam diam, tiba-tiba bergumam.


"Yang harus kau tahu, aku sangat paham bahwa semua yang kau lakukan, selalu memiliki motif tersembunyi!" Lanjut Theo. Dengan intonasi nada yang sepenuhnya ditekan.


"Aku tak tau apa yang kau inginkan dari situasi medan pertempuran utama, tapi satu yang jelas, mulai detik ini, berhenti mencoba untuk main-main denganku!"


"Sekali lagi kau berniat memanipulasi apa yang ingin kulakukan, itu akan menjadi momen dimana Sarung Tangan Kilat hancur!" Gumam Theo dingin. Melontarkan kalimat ancaman nan tajam.


"Medan pertempuran utama, sudah akan ada yang mengurus!" Tutup Theo.


*Bzzzzzttt…!!!


Theo menambah kecepatan geraknya, dalam hitungan detik, sudah berada pada posisi yang memberinya jangkauan untuk melancarkan serangan pada Fairley.


*Bzzzzzttt…!!!


*Slaaaassshhh…!!!


Masih memasang tatapan mata penuh nafsu membunuh, Theo melakukan gerakan menebas. Melepas satu teknik tebasan pedang kembar yang berderak intens aliran Mana Listrik Ungu Asmodeus.


Begitu dahsyat dan menderu teknik serangan yang di eksekusi Theo, itu bahkan menyebabkan dua Tetua utama Eleanor Tribe yang bertugas melindungi Fairley, sudah bisa merasakan tekanan nyata dari laju tebasan bahkan ketika tebasan tersebut masih cukup jauh dari lokasi keduanya.


*Woooshhhh…!!!


*Woooshhhh…!!!


Merasa sebuah ancaman datang mendekat, Tetua Pertama dan Tetua Kedua yang sebenarnya bahkan belum bisa melihat dari mana datangnya serangan, secara insting berubah ke wujud Knight masing-masing. Memasang sikap bertahan.


Sementara Fairley yang bahkan tidak merasakan datangnya ancaman apapun, hanya mulai mengerutkan kening saat melihat tindakan cepat serta raut wajah penuh kewaspadaan yang ditunjukkan oleh dua Tetua-nya.


"Ada apa?" Tanya Fairley.


*Booooommmm….!!!


Namun, yang menyambut pertanyaan Fairley, bukanlah jawaban dari dua Tetua. Melainkan satu suara ledakan keras yang membawa deru sisa sebaran Mana intens menyebar luas kesegala arah.


Tebasan berderak Mana Listrik Theo, di halau oleh sebuah tebasan lain dimana membawa aliran Mana Air yang begitu intens dan terasa sangat kuno.


"Kumohon, jangan di teruskan, biar aku yang memberi hukuman padanya!"


Satu sosok, muncul untuk menghadang pada posisi jarak antara Theo dan Fairley. Sosok tersebut, adalah Iris. Dimana kini menatap tajam kearah Theo sembari mengacungkan Aqua Sword.


Iris yang sedari awal terlontar keluar dari Kastil Raja Dewa Air dalam posisi lebih dekat dengan lokasi Fairley, berhasil memanfaatkan kelebihan jarak untuk akhirnya mampu bergerak cepat mendahului Theo, kemudian menghadang.


Kemunculan tiba-tiba Iris yang dengan segera memecah teknik serangan Theo. Tentu saja nenyebabkan Tetua Pertama dan Tetua Kedua Eleanor Tribe, bersama dengan Fairley, akhirnya bisa melihat apa yang sebenarnya terjadi.


"Nona muda!"


"Iris?"


Sosok yang segera membuat Fairley tiba-tiba merasakan rasa takut mendalam di lubuk hatinya. Meskipun memang Fairley menyimpan dendam dan kemarahan tak terhingga kepada Theo. Namun sosok Theo yang telah dalam mode Iblis Petir, seketika membangunkan rasa trauma di hati Fairley. Bagaimana tidak, dalam wujud Iblis Petir tersebut, Theo dulu sempat hampir mencabut nyawanya.


Fairley, Tuan Muda terhormat Eleanor Tribe, secara tak sadar mengambil satu langkah mundur kebelakang.


"Menyingkir!" Gumam Theo. Dalam suara aneh yang mengandung derak aliran Listrik. Sementara sorot mata Theo yang juga dipenuhi derak Listrik Ungu, menatap Iris seolah gadis tersebut sudah tak memiliki nyawa.


Menyadari tatapan mata Theo, Iris segera tenggelam hatinya. Nona muda Eleanor Tribe tersebut, hanya diam untuk terus memandang lekat mata Theo beberapa saat. Sebelum akhirnya mulai menunduk ketika satu getaran rasa sakit, terasa dalam dadanya.


*Bzzzzzttt…!!!


Tepat ketika Iris menunduk, Theo kembali membuat langkah menghentak air laut. Menerjang cepat untuk melewati Iris. Sementara Iris sendiri, hanya membiarkan. Gadis itu terus menunduk, sama sekali tak bergerak dan tak melakukan langkah menghadang apapun saat Theo melewatinya.


'Keputusan yang tepat, meskipun memang menyakitkan! Inilah alasan aku memilihmu sebagai Master Aqua Sword!' Suara Kung-Peng, terdengar menggema di dalam benak Iris.


*Tappp…!!


*Tappp…!!!


*Tappp….!!!!


*Bzzzzzttt….!!!


Langkah laju terjangan Theo, bertambah kian cepat saat posisinya semakin mendekati Fairley. Sebaran aura hawa membunuh intens, dalam sekejap juga segera menyelimuti area lingkungan sekitar. Memberi tekanan mendalam pada hati setiap orang yang berada dalam wilayah sebarannya.


"Orang ini berbahaya!" Gumam Tetua Pertama Eleanor Tribe. Menambah intensitas aliran Mana dalam tubuhnya. Seraya memperkokoh Kuda-kuda teknik pertahanan yang ia buat.


"Tuan Muda! Kau harus bersiap, kita jelas tak bisa menghindari situasi pertempuran sengit!" Ucap Tetua Kedua. Memberi arahan pada Fairley.


Hanya saja, Fairley, Tuan Muda mereka, ternyata sudah tak berada di lokasi tempat sebelumnya ia berdiri. Bertepatan dengan Theo menyebar hawa membunuh intens, Fairley yang menjadi sangat ketakutan, memilih untuk bergerak kabur.


"Tuan Muda!"


Tindakan Fairley yang kabur dari lokasi, dimana jelas merupakan tindakan bodoh karena sama saja keluar dari penjagaan dua Tetua, menyebabkan baik itu Tetua Pertama maupun Tetua Kedua Eleanor Tribe, menjadi begitu terkejut. Memasang raut wajah benar-benar tak percaya dengan apa yang sedang mereka lihat saat ini.


Kedua Tetua hanya memandang kosong dengan sedikit bercak kejijikan dari sorot matanya pada punggung Fairley. Tuan Muda Eleanor Tribe yang terhormat, lari ketakutan saat musuh datang mendekat.


"Menyingkir!"


Sampai kemudian, Dua Tetua kembali tersadar saat mendengar suara mengerikan berderak Listrik dari mulut Theo yang kini telah berada di hadapan keduanya.


Meskipun Tetua Pertama dan Tetua Kedua Eleanor Tribe merasa bahwa tindakan pengecut Fairley merupakan sebuah penghinaan besar bagi statusnya yang merupakan Tuan Muda Eleanor Tribe, satu dari 10 Biggest Knight Group, Dua Tetua, masih tetap mempertahankan sikap bertahan. Berusaha tak membiarkan Theo lewat. Karena bagaimanapun juga, melindungi Fairley adalah intruksi langsung dari sang Khan.


"Kumpulan sampah!" Dengus Theo, saat melihat aksi Dua Tetua Eleanor Tribe.


*Bzzzzzttt…!!!


*Slaaaassshhh…!!!


*Slaaaassshhh…!!!


Dengan tanpa keraguan, Theo melakukan gerakan cepat menebas yang penuh dominasi. Dalam sekejap menebas area dada kedua Tetua.


"Gooaaahhh…!!!"


Dua Tetua yang benar-benar tak menyangka bahwa bobot serangan Theo akan sedemikian berat, segera memuntahkan darah segar saat luka tebasan yang sangat dalam dan menganga, terukir pada dada masing-masing. Mengucurkan begitu banyak darah segar.


*Tapp…!!!


*Bzzzzzttt…!!!


Terjangan Theo, sama sekali tak terhenti, melewati dua Tetua, ia akhirnya berhasil menyusul Fairley.


*Slaaaassshhh…!!!


Theo melewati Fairley sembari memberi satu tebasan menggunakan pedang kembar Asmodeus yang ada di tangan kirinya.


Dan tepat ketika sosok Theo telah berdiri tepat di hadapannya, Fairley hanya bisa membelalakkan mata. Ia bahkan tak sempat menyadari bahwa tubuhnya, telah terpisah menjadi dua bagian. Terpotong rapi di area perut.


Tatapan ngeri Fairley, hanya disambut oleh Theo dengan mengayun pedang kembar Asmodeus yang ada di tangan kanan. Melanjutkan untuk memotong Tuan Muda Pertama Eleanor Tribe, dari ujung kepala, sampai tembus terus kebawah.


Fairley Khan, Tuan Muda terhormat Eleanor Tribe, mati dengan tubuh terpotong menjadi empat bagian.