Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)

Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)
224 - Dua Organisasi Netral


Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.


Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v


_______________________________________


(South Region, Tang Empire. Markas pusat Gaia Son Paviliun)


Pada sebuah meja panjang yang berhias ukiran glamor bercorak emas, sekelompok sosok sedang berkumpul. Mengambil posisi duduk berderet melingkar pada meja pertemuan.


Di ujung tiap meja sendiri, terdapat dua kursi lain yang berposisi lebih tinggi. Dua sosok penting Gaia Son Paviliun, menempati kursi tinggi tersebut. Dua orang ini tak lain adalah sepasang suami istri, pemilik utama dari salah satu organisasi netral paling besar di Gaia Land itu.


Identitas dari dua orang pemilik utama Gaia Son Paviliun, sepenuhnya dirahasiakan. Keduanya akan selalu memakau topeng tiap kali mengurus organisasi. Setiap orang cuma akan mengenal keduanya sebagai sepasang suami istri. Sang suami memiliki panggilan Tuan Besar, sementara sang istri, Nyona Besar.


Hanya Tetua pertama sampai Tetua Ketiga yang mengetahui identitas asli dua sosok terpenting Gaia Son Paviliun tersebut.


Sementara yang sedang duduk pada deretan kursi di tiap sisi meja, adalah para Tetua utama Gaia Son Paviliun. Tetua Pertama sampai Tetua Keduapuluh. Hampir semua Tetua utama hadir dalam pertemuan, menyisakan kursi Tetua Kedua dan Ketiga yang saat ini kosong.


Situasi ruang pertemuan markas pusat Gaia Son Paviliun yang telah penuh, berkembang hening karena tak ada satupun Tetua yang hadir, berani bersuara.


Seluruhnya dalam diam hanya menatap lurus kedepan, menunggu untuk salah satu dari dua sosok yang sedang duduk di kursi tinggi, membuka pertemuan. Sedangkan dua orang pemimpin utama, saat ini masih diam, saling tatap satu sama lain.


Keheningan baru terpecah ketika Tuan Besar Gaia Son Paviliun, akhirnya mulai membuka suara.


"Tetua Pertama, sebaiknya kita mulai saja pertemuan kali ini! Buka pertemuan dengan pembahasan utama, mengenai Simposium!" Ucap Tuan Besar.


"Baik!"


Mendengar intruksi dari Tuan Besarnya, Tetua Pertama segera melaksanakan. Sang Tetua dengan gerakan teliti, mengambil salah satu dari tumpukan gulungan kertas yang berada diatas meja tempat ia duduk.


"Tuan dan Nyonya Besar! Dari laporan yang dikirim oleh Xiao Shiu, manajer Gaia Inn cabang Dragon City Mid Region, pihak Dragon Knight Alliance masih sepenuhnya percaya bahwa menjadikan pihak kita sebagai penyelenggara teknis lapangan Simposium periode tahun ini, merupakan terobosan yang tepat!"


"Semua persiapan telah berjalan dengan baik! Xiao Shiu yang memimpin kelompok penanggung jawab tugas, telah menjalankan peran dengan maksimal!"


"Bahkan lemparan terobosan yang menjadi salah satu agenda utama kita, juga sepenuhnya sukses! Bandit Serigala, akan menjadi Kelompok netral pertama yang mendapat undangan Simposium!"


"Sementara untuk usaha menghadirkan Endless Heavens Sect yang selama ini selalu menolak hadir dalam agenda Simposium, juga mendapat titik positif!"


"Semua tinggal bagaimana usaha Tetua Kedua yang menjadi utusan ke Endless Heavens Sect, menjaga agar suasana tetap positif sampai hari agenda berlangsung!"


"Juga bagaimana Tetua Ketiga yang ditugaskan untuk menyampaikan undangan pada Kelompok Bandit Serigala, bisa meyakinkan Tuan Muda Theo agar bersedia ikut dalam agenda Simposium!"


"Jika berjalan sesuai rencana, dan dua kelompok ini berhasil kita hadirkan dalam agenda Simposium, maka jelas nama serta gengsi Gaia Son Paviliun, akan naik ke tingkat yang lebih tinggi! Karena dua kelompok tersebut, akan menjadi terobosan yang tak pernah terjadi pada agenda-agenda Simposium periode sebelumnya!"


"Kita akan semakin dekat menjadikan Gaia Son Paviliun sebagai organisasi yang tak lagi setara dengan 10 Biggest Knight Group. Naik ke tahap selanjutnya, sejajar dengan para kerajaan besar!" Tutup Tetua Pertama. Menyampaikan seluruh laporan dan opininya.


"Hmmmm… Tetap saja! Kita sekarang sedang bermain api!"


Tepat setelah Tetua Pertama menyelesaikan kalimat, Nyonya Besar, membuka suara.


"Kita jelas tahu hubungan antara pemuda bernama Theodoric Alknight dengan Endless Heavens Sect, tak terlalu baik! Imbas dari kemunculan mendadak Kelompok tersebut dalam perang Hutan Pinus Beku!"


"Ini seperti menyimpan api dalam sekam! Sekali terbuka dengan cara yang salah, api akan membesar seketika!" Lanjut Nyonya Besar.


"Istriku, kita sudah pernah membahas masalah ini sebelumnya bukan?" Tanggap Tuan Besar.


"Perjudian memang harus diambil! Semua kemungkinan yang terjadi, tetap akan memberi keuntungan pada pihak kita!" Lanjut Tuan Besar.


"Jika memang tak berjalan lancar dan timbul konflik, kita tetap bisa menjadikan konflik tersebut sebagai anak tangga!" Tutup Tuan Besar. Menatap dengan pandangan penuh maksud pada sang istri.


"Kuharap begitu! Karena melihat perkembangan terakhir dari kelompok Bandit Serigala, dimana pemuda Theodoric Alknight dengan tak terduga dan entah bagaimana caranya berhasil meyakinkan Sinbad, pemimpin utama Aliansi 7 Lautan untuk membentuk Aliansi dengan Kelompoknya, kurasa semua tak akan lagi menjadi sederhana!"


**** 


(North Region, Glaire Empire. Nameless Market. Markas besar Dark Guild)


*Tappp…!!!


Seorang Assassin kelas tinggi, tampak melakukan pendaratan dalam posisi berlutut. Menghadap sebuah singgasana. Santiago Black, Lord dari Dark Guild, duduk diatas singgasana tersebut.


"Tuanku, semua persiapan telah selesai! Dalam beberapa waktu kedepan, seluruh Assassin yang tersebar di segala penjuru Gaia Land, akan kembali ke markas pusat!" Ucap sosok yang sedang berlutut dihadapan Santiago.


Santiago tak segera, menjawab, diam untuk beberapa saat.


"Dalam agenda Simposium, prioritas utama kita akan tetap pada Kelompok Bandit Serigala!" Ucap Santiago.


"Bahkan sebelum agenda tersebut dimulai, aku sudah bisa mencium aroma kekacauan! Brother Theo pasti akan melakukan sesuatu pada perwakilan Endless Heavens Sect!"


"Kita akan menjalankan peran sebagai pengaman agenda! Namun jika situasi berkembang menjadi liar, kalian tau prioritas utama-nya!" Tutup Santiago.


"Baik…!!!"


Bersama kalimat terakhir Santiago, bukan hanya jawaban satu orang Assassin yang menyahut. Ratusan suara terdengar dari balik bayangan ruang bawah tanah Nameless Market.


"Jadi, apa ada kabar dari Cassio?" Tanya Santiago kemudian, melirik pada sudut gelap ruang yang ada di sebelah singgasana-nya.


**** 


(Laut Putih, wilayah kekuasaan Eleanor Tribe)


Pada salah satu pulau yang tak berpenghuni, dimana memiliki hutan yang sangat lebat. Satu sosok wanita yang menaiki sebuah perahu kecil, mendekat pada bibir pantai.


Sosok tersebut, segera melakukan lompatan untuk bergerak cepat memasuki wilayah pedalaman hutan.


Pedang berwarna dominan biru langit, terpasang pada pinggang sosok wanita ini. Dimana tak lain adalah Iris.


Iris, bergerak semakin dalam menuju satu arah tertentu. Dan semakin ia bergerak masuk, lingkungan juga menjadi semakin terjal.


*Slaaaassshhh…!!!


*Slaaaassshhh…!!!


Iris harus menarik Aqua Sword, melakukan tebasan-tebasan pada beberapa makhluk yang menghalangi jalannya.


Meskipun memang tak ada Spirit Beast maupun Demonic Beast yang tinggal di pulau misterius ini, namun tanaman yang tumbuh lebat pada bagian dalam hutan, mampu bergerak layaknya predator liar yang mencari mangsa. Segera menerjang dengan sulur-sulur berduri nan tajam untuk mencoba memangsa Iris.


Hanya saja, Iris mampu melewati semua rintangan. Memasang wajah datar nan dingin, ia terus melaju. Tampak sangat lihai memainkan Aqua Sword. Mengeksekusi teknik-teknik tebasan beratribut Air.


Perjalanan Iris berlangsung cukup lama, sampai kemudian, setelah menghabiskan lebih dari 5 jam tanpa istirahat. Iris akhirnya sampai pada lokasi yang berada tepat di bagian paling tengah pulau.


Pada lokasi tersebut, terdapat sebuah pohon raksasa nan rindang, menjulang tinggi menembus awan.


Iris meneruskan perjalanan dengan mendaki pohon raksasa. Sorot matanya tajam menatap keatas, kearah puncak pohon. Dimana terdapat sebuah sulur panjang.


Buah berwarna hijau pekat, menjuntai pada puncak sulur.


-----


Note :


Berhubung hari sabtu besok putri saya merayakan ulang tahun pertama, jadi saya cuma bisa up 1 bab saja. Update siang untuk sementara tidak ada.


Sekian, mohon pengertian kawan-kawan sekalian.