Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)

Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)
107 - Provokasi


Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


*Boooommmm…!!!!


Sinbad menendang tubuh membeku Raja Naga Hitam. Menghancurkan gumpalan es yang menyelimuti tubuh Sang Raja Langit. Bersama dengan itu pula, tubuh raksasa Raja Naga Hitam, terpental jauh. Dikembalikan Sinbad kepada tuannya. Theo.


Aksi Sinbad, kemudian ditutup dengan ia tersenyum lebar. Menatap kearah Theo sembari membuat gerakan tangan provokasi.


Disisi berlawanan Theo yang melihat gerakan provokasi Sinbad, justru semakin melebar seringainya.


"Sangat kuat! Hanya dengan dua gerakan, mampu memukul mundur Raja Naga Hitam! Terlebih lagi, ia bahkan belum mengambil wujud Knightnya!" Gumam Theo. Kemudian mulai membuat gerakan tangan, mengintruksikan Raja Naga Hitam yang sempat terhempas, untuk kembali terbang tinggi keangkasa.


*BBbzzzzzttt…!!!


*Bzzzzzttt…!!!


*Bzzzzzttt…!!!!


Theo masih mengatur ulang posisi Raja Naga Hitam, sampai tiba-tiba, dari arah sayap kanan armada kapal Aliansi 7 Lautan, aliran Mana Listrik berwarna biru, menderu dengan sangat keras.


Dante yang sedang menghadapi Boneka Bernyawa Panglima Cinta-Kasih, bertarung dengan sangat serius, mengeluarkan seluruh kemampuan dengan mengeksekusi teknik pedang beratribut Mana Listrik miliknya.


Aksi Dante, diakhiri dengan ia melancarkan satu sabetan pedang bergelora Mana Listrik dahsyat, mendarat tepat pada leher Boneka Bernyawa Panglima Cinta-Kasih.


*BLAAAAAAAZZZZTTTT…!!!


*Woooshhhh…!!!


Leher Boneka Bernyawa Panglima Cinta-Kasih yang mendapat serangan telak, memang masih tetap utuh. Namun, ia menerima imbas lain dengan terpental keras jauh kebelakang, bersama dengan itu pula, derak aliran Listrik Biru, juga menyebar untuk menyelimuti seluruh tubuh Boneka Bernyawa yang merupakan bentuk imitasi dari Panglima Cinta-Kasih tersebut.


*Boooommmm…!!!


Tubuh terpental Boneka Bernyawa Panglima Cinta-Kasih, hanya berhenti ketika menghujam keras lambung dari salah satu kapal perang Kelompok Bandit Serigala di sisi berlawanan.


Bersama dengan terhujamnya Boneka Bernyawa Panglima Cinta-Kasih, aliran Listrik Biru yang sebelumnya menyelimuti seluruh tubuh sosok tersebut, tiba-tiba meledak. Menyebar kesekitar dengan semburat kacau. Segera melukai anggota kelompok Bandit Serigala yang kebetulan kapal tumpangannya, menjadi lokasi dari tubuh Boneka Bernyawa Panglima Cinta-Kasih terhujam.


"Hmmmmm…!!!"


Dante yang baru saja berhasil mengusir keluar Boneka Bernyawa Panglima Cinta-Kasih dari sayap kanan pasukan armada Aliansi 7 Lautan, segera mendengus pelan untuk sesaat.


Sebelum melakukan gerakan menyarungkan pedang berjenis katana-nya, untuk kembali masuk kedalam sarung pedang pada pinggang kanan. Mengakhiri aksi dengan menggumamkan satu nama tepat ketika Katana-nya, telah tersarung kembali.


"Wahhh… Pada akhirnya, itu tetap saja Sinbad dan Dante yang turun tangan langsung untuk unjuk kebolehan!" Ucap Theo. Dengan intonasi nada santai. Tampak jelas bahwa Boss Besar kelompok Bandit Serigala ini, sama sekali tak merasa tertekan saat melihat dua Boneka Bernyawa paling kuat miliknya, berakhir dilempar balik dengan keras oleh pihak lawan.


"Guan Zifei! Zhou Kang! Lakukan manuver Kelompok seperti rencana awal yang telah kusampaikan!" Seru Theo lantang. Secara tiba-tiba memberi intruksi kepada Guan Zifei dan Zhou Kang.


"Baik…!"


"Siap…!"


Jawab Guan Zifei dan Zhou Kang hampir secara serentak. Sebelum mulai melakukan gerakan melompat untuk meninggalkan Glory Land Warship.


Guan Zifei menuju kearah sayap kanan pasukan, mendarat pada kapal perang Grade Superior yang ditumpangi oleh Feizel.


Sementara Zhou Kang, mengambil posisi di sayap kiri. Menumpang pada kapal perang Grade Superior lain yang dipimpin oleh Zota.


Dan tepat ketika Guan Zifei serta Zhou Kang telah berada pada posisi masing-masing, armada besar kapal perang Kelompok Bandit Serigala, mulai begerak secara terpisah menjadi tiga titik.


Pada sayap kanan yang dipimpin oleh Guan Zifei, Wakil Pemimpin Divisi berkelas Emperor yang menjadi tulang punggung kekuatan utama adalah Feizel dan Meria.


Untuk sayap kiri Kelompok Bandit Serigala komando Zhou Kang, Wakil Pemimpin berkelas Emperor yang akan diandalkan adalah Zota dan Sanir.


Sementara sisa yang lain, ikut bersama Theo di atas dek Glory Land Warship. Hella, Gerel, Shadex, Isaa, dan Meirin, akan menjadi kumpulan Serigala liar yang bergerak pada pusat badai.


Disisi berlawanan, Sinbad bersama Dante yang telah kembali berada diatas dek kapal induk Kelompok Aliansi 7 Lautan, segera memberi intruksi yang hampir sama.


Sinbad membagi para Naga yang kini tersisa 9 orang karena satu diantaranya mengambil misi kewilayah Laut Nila, untuk di tempatkan pada tiga titik.


Masing-masing tiga orang Naga, bergerak ke sayap kanan dan kiri armada kapal Aliansi 7 Lautan. Sementara tiga lain yang tersisa, tetap berada di pusat komando utama kapal induk.


Bersama Sinbad dan Dante, tiga orang Naga tersisa ini, akan menjadi kekuatan inti yang menyambut langsung pasukan utama Kelompok Bandit Serigala. Pasukan utama yang juga dipimpin langsung oleh Boss Besar mereka. Theo.


"Maju…!!!"


*Boooommmm…!!!


*Boooommmm…!!!!


*Boooommmm…!!!!


Rentetan serangan bola meriam kembali terdengar. Kini bukan menghujam air laut seperti sebelumnya, melainkan mengenai beberapa kapal perang Kelompok Bandit Serigala. Karena memang jarak antar kedua kelompok, kini sudah berdekatan satu sama lain.


Sementara itu, Theo yang melihat pihak lawan telah memulai serangan, segera menaikkan salah satu sudut alisnya.


'Hmmmm… Sasi, tunjukkan pada para Perompak ini, apa itu serangan meriam yang sesungguhnya!' Gumam Theo.


'Baik Tuan!' Jawab Sasi. Singkat.


*Dentang…!!!


*Dantang…!!!


Bersama dengan jawaban Sasi, suara-suara mekanis yang berdentang aneh, tiba-tiba terdengar keras. Diiringi ujung dua buah meriam raksasa, mencuat keluar dari lokasi samping kanan dan kiri lambung bagian depan Glory Land Warship.


*Wuuungg…!!!


*Wuuungg…!!!


Kemunculan dua ujung meriam raksasa tersebut, dilanjutkan dengan suara dengungan mulai terdengar menggema ketika aliran Mana Tanah intens, dimana bergerak dalam kecepatan tinggi, terus berputar dan memadat pada ujung dua meriam raksasa.


*BOOOOMMMM…!!!!


*BOOOOMMMM…!!!!


Suara dengungan bertahan untuk beberapa saat, sampai kemudian diganti dengan suara ledakan keras. Dua meriam Glory Land Warship, menembakkan dua serangan dahsyat yang membawa aliran atribut Tanah padat nan liar, bercampur dengan Mana Cahaya.


Disisi berlawanan, tepatnya armada kapal induk utama Aliansi 7 Lautan, Sinbad sebagai orang yang memimpin, ternyata memiliki mata tajam. Bergerak tanggap bahkan sebelum meriam Glory Land Warship ditembakkan, tepat ketika dua meriam tersebut masih mengeluarkan suara dengungan keras, Kapten Perompak Naga Laut tersebut sudah menciptakan beberapa dinding Es raksasa yang di tempatkan pada laut di depan lokasi armada kapal Aliansi 7 Lautan berada.


*Boooommmm…!!!


*Boooommmm…!!!


Namun, aksi Sinbad yang segera menciptakan dinging-dinding Es raskasa sebagai pertahanan kelompoknya, teryata masih belum cukup untuk meredam kedahsyatan dari tembakan meriam Glory Land Warship.


Dua tembakan meriam menghancurkan dinding Es raksasa Sinbad, sebelum terus melaju untuk kemudian memberi dampak kehancuran cukup parah pada puluhan armada kapal Aliansi 7 Lautan.


*Tapp…!!!


Lautan masih bergejolak dengan hebat, efek dari daya ledak dahsyat tembakan meriam Glory Land Warship. Sampai tiba-tiba, sosok Theo melakukan gerakan tak terduga.


Dari ujung dek Glory Land Warship, tempat sebelumnya ia berdiri, Theo melompat kedepan untuk menembus kepulan asap debu yang masih begitu tebal menutup area sekitar.


*Woooshhhh…!!!


Dalam lompatannya, Theo juga mengeluarkan aliran Mana Es pekat dari dalam tubuhnya.


*Kraaakkk…!!!


Theo, menutup aksi tiba-tibanya dengan melancarkan teknik Es yang segera menyebar luas. Membekukan wilayah laut di sekitar lokasi pendaratannya.


Tak hanya menyebabkan air laut membeku, sebaran Mana Es sisa dari teknik yang di eksekusi Theo, dalam sekejap juga menghempaskan seluruh asap dan debu. Menjadikan visi di lokasi sekitar, kembali jelas.


"Kalian tau, Kelompok Bandit agak tak terlalu cocok bertarung diatas laut! Jadi, kuciptakan medan pertempuran sendiri!" Gumam Theo. Menatap dengan tatapan penuh ketajaman kearah lautan musuh yang berada tepat di hadapannya, sembari memasang seringai lebar.


*Bammmm…!!!


*Baaammmm…!!!


Tepat ketika Theo menyelesaikan kalimat, Raja Naga Hitam dan Boneka Bernyawa Panglima Cinta-Kasih, mendarat tepat di belakang punggungnya. Diiringi dengan puluhan Serigala metalik yang dipimpin oleh Raja Serigala Hitam, melompat keluar dari dalam Gelang Ruang-Waktu.


Masih memasang seringai lebar, Theo membuat gerakan tangan provokasi kearah Sinbad. Gerakan tangan yang sama persis dimana beberapa waktu lalu, diarahkan Sinbad kepada Theo.


-----


Note :


Seperti biasa, hari minggu satu chapter.


Jangan lupa absen.


Btw sekalian mau ngasih tau, sama kayak Vol 1, SDC Vol 2 juga terpilih untuk dibuatkan versi audiobook oleh Mangatoon.


Jadi, silahkan kawan-kawan coba dengarkan versi audiobook-nya. Saya pastikan tak akan kecewa dengan bagaimana bang Lans selaku Dubber, menarasikan cerita. 😁