Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)

Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)
117 - Pertarungan Emperor


Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


"White Fang! Gelombang Beku!" Ucap Hella, memberi intruksi seraya memainkan Tombak Es dengan kedua tangan. Mulai memasang kuda-kuda serangan.


"Roooaaarrr…!!!"


White Fang yang mendengar intruksi dari Masternya, segera meraung liar untuk beberapa saat. Sebelum dengan intens menyebar aliran Mana Es kesegala arah.


Dan bertepatan dengan menyebarnya Mana Es dari tubuh White Fang, Hella yang tengah mengambil posisi tepat di belakang sang Sabertooth Salju, segera melakukan gerakan mengayunkan Tombak Es.


Menggunakan Element Seednya sebagai perantara, Hella menyerap seluruh gelombang beku yang di keluarkan oleh White Fang, untuk kemudian dialirkan sepenuhnya terfokus pada ujung tajam tombak.


*Wuuungg…!!!!


Dengungan keras segera terdengar membahana saat Hella menyelesaikan aksinya. Ujung tajam dari Tombak Es yang sedang ia genggam, kini berderak liar dengan balutan Mana Es intens nan padat.


Disisi berlawanan, Naga Ketiga Aliansi 7 Lautan yang menjadi lawan dari Hella, mulai memasang ekspresi wajah sedikit waspada saat melihat teknik yang tengah disiapkan oleh Nona muda House of Asgard tersebut.


"Wuaahhhh… Kau benar-benar True Knight kelas tinggi!" Ucap Naga Ketiga, seorang wanita berkulit kecoklatan nan eksotis. Bersenjata dua pedang kembar dengan satu set lengkap armor kualitas terbaik. Memuji keseimbangan pihak lawan dalam menyalurkan aliran Mana milik Beast kontrak, pada senjata yang ia gunakan.


Sementara itu, Hella yang mendengar pujian dari Naga Ketiga, membalas dengan tatapan sengit.


"Berhenti mengucapkan basa-basi tak penting ketika kau sendiri, bahkan mungkin memiliki kemampuan diatasku!" Ucap Hella.


"True Knight yang telah menemukan jalan sempurna, tidaklah banyak! Karena itu memang sebuah ujian berat menggantungkan takdir menuntun kita dalam menemukan Senjata Kelas S yang sesuai dengan atribut dalam Element Seed! Terlebih, kita juga harus bisa menemukan Spirit Beast atau Demonic Beast dengan tingkatan serta atribut yang sesuai pula!" Lanjut Hella.


"Jadi, ketika saat ini aku di beri kesempatan untuk berhadapan langsung dengan True Knight lain yang juga telah menemukan jalan sempurnanya, tentu saja tak akan pernah kusia-siakan?" Tutup Hella. Tanpa menunda lagi, segera melakukan langkah menerjang kedepan. Di temani dengan White Fang yang berlari tepat di sebelahnya.


"Waahhhh… Asal kau tahu, itu bukan hanya kau yang merasa antusias, disini aku juga merasakan hal yang sama!" Gumam Naga Ketiga, seraya kemudian memberi intruksi pada Spirit Beast kontrak berbentuk Gurita raksasa miliknya, untuk menyebar aliran Mana Besi padat.


*Wuuungg…!!!


Suara dengungan keras yang terdengar sama seperti milik Hella sebelumnnya, kini menggema lantang saat Naga Ketiga, menghimpun aliran Mana Besi padat pada kedua bilah pedang kembarnya.


*Taappp…!!!


Naga Ketiga, menutup aksi dengan melakukan lompatan tinggi. Mendarat pada ujung kepala Gurita raksasa. Sementara Sang Gurita yang merupakan Spirit Beast bergaris darah Ancient, sama seperti White Fang, mulai membuat gerakan mengangkat delapan tentakelnya yang memiliki sisi tajam bak pedang-pedang raksasa.


Hella maju menerjang, sementara Naga Ketiga mengambil posisi bertahan.


*Woooshhhh…!!!


*Draaakkk…!!!


Dan tepat ketika Hella sudah berada dalam jarak tertentu, ia melakukan manuver gerakan sedikit melompat keatas, mendarat dengan hujaman keras pada dua kaki, dimana segera meretakkan daratan es yang dipijaknya.


Aksi Hella, kemudian dilanjutkan dengan ia membuat satu Kuda-kuda kokoh. Menarik mundur Tombak Es dalam gerakan lurus menyusur dada.


Sementara White Fang, dengan tanggap mengambil posisi tepat di depan Hella, menundukkan kepala sembari untuk sekali lagi menghimpun aliran Mana Es padat untuk terfokus pada mulutnya.


"Menuju Neraka paling dalam!" Gumam Hella. Mengeraskan genggamannya pada Tombak Es. Menambah kekokohan kuda-kuda.


*Draakk…!!!


Laut membeku pijakan Hella semakin hancur. Menyebabkan kedua kakinya sedikit tenggelam.


"Neraka Beku Yang Menusuk!"


*Wuuungg…!!!


*Swooosssshhhh…!!!


Hella melakukan gerakan menusuk kedepan dengan Tombak Es. Menyusur ujung-ujung kepala White Fang. Dimana menyebabkan ujung tombak Hella, bertemu aliran Mana Es padat yang telah dihimpun oleh Sang Sabertooth Salju.


*Wuuungg…!!!


Dengungan keras kembali terdengar untuk beberapa waktu saat himpunan Mana padat pada ujung tombak, bertemu Mana padat lain milik White Fang.


*Baaammmm…!!!


Disisi lain, Naga Ketiga yang jelas melihat teknik Hella telah di lepaskan, tentu tak tinggal diam begitu saja. Dengan tanggap ia memberi perintah pada Gurita raksasa, untuk membentuk teknik pertahanan.


*Traaanggg…!!!


*Traaanggg…!!!


*Traaanggg…!!!


Gurita raksasa mulai saling membenturkan tentakel-tentakelnya. Menyebabkan suara-suara berisik seperti layaknya pedang-pedang yang saling bentrok satu sama lain dalam sebuah situasi duel antar ahli pedang.


Namun, bersama suara berisik tersebut, aliran Mana Besi padat, mulai terhimpun. Bergerak liar tak beraturan membawa ketajaman yang bahkan bisa dilihat dengan mata saat aliran Mana Besi intens, mulai memotong udara.


"Pertahankan terbaik, adalah serangan! Seribu bilah tajam!" Seru Naga Ketiga. melakukan gerakan menebas kedepan, melempar himpunan Mana yang dari tadi tertahan pada kedua bilah pedang kembarnya.


Gerakan menebas Naga Ketiga sendiri, segera diikuti oleh Spirit Beast miliknya. Gurita raksasa mengayunkan delapan tentakel. Melempar Mana Besi liar nan tajam yang telah ia himpun.


*BOOOOMMMM…!!!


***


(Lokasi Gerel)


*Baaammmm…!!!


*Baaammmm…!!!


*Baaammmm…!!!


"Tssaaaaaahhhhh…!!!"


Tak seperti Hella yang tampak mendapat lawan cukup berimbang atau bahkan lebih kuat darinya, pertempuran antara Gerel melawan Naga Kedua Aliansi 7 Lautan, terlihat berat di satu sisi. Yakni condong kearah Gerel.


"Hmmmmm…!!! Spirit Beast jenis apa itu sebenarnya! Benar-benar memiliki luapan Aliran Mana Lumpur seperti tanpa batas!" Ucap Naga Kedua. Setelah terdorong cukup jauh akibat mendapat serangan-serangan bertubi dari Nagini.


*Tapp…!!!


*Slaaaassshhh…!!!


Naga Kedua yang memiliki ukuran tubuh raksasa dalam mode Meridian Knightnya, baru selesai bergumam sampai dari arah belakang, sebuah serangan menyelinap berupa tebasan cepat, mendarat tepat pada punggungnya.


*Slaaaassshhh…!!!


Gerel hendak melancarkan tebasan kedua begitu serangan pertama sukses. Namun…


*Baaammmm…!!!


Tinju keras dari Naga Kedua, mendahului. Memberi Gerel pukulan telak pada wajah.


*Sraaaakkkk…!!!


Gerel terdorong mundur cukup jauh kebelakang. Dengan setitik darah, menetes pada keningnya.


*Baaammmm…!!!


Naga Kedua bahkan belum sempat mengambil nafas, masih sedikit menikmati tinjunya yang dengan sukses mendarat telak, sampai tiba-tiba ekor raksasa Nagini, menghujam punggungnya yang baru mendapat serangan tebasan dari Gerel.


"Gooaaahhh…!!!"


Naga Kedua segera batuk darah segar begitu tubuhnya yang sempat terlempar, mendarat pada lautan beku.


"Kau, dan Ular sialanmu! Benar-benar pasangan picik!" Dengus Naga Kedua, benar-benar merasa tertekan dengan cara bertarung Gerel dan Nagini yang secara bergantian terus melancarkan serangan-serangan menyelinap.


"Uhuuukkk…!!!"


Naga Kedua kembali batuk darah, kali ini dengan darah yang keluar dari dalam mulutnya, berwarna kehitaman.


"Bahkan memakai racun juga!" Dengus Sang Naga Ketiga, mulai menyadari bahwa setiap tebasan Cakram kembar Gerel yang mendarat pada tubuhnya, dialiri racun ganas.


Tubuh raksasa Meridian Knight Naga Ketiga yang merupakan manusia setengah Spirit Beast Paus Berotot Baja, bergetar untuk beberapa saat ketika ia dengan paksa mengeluarkan racun dalam tubuhnya.


"Pyaaakkk…!!!"


Darah kehijauan semburat keluar dari dalam luka tebasan panjang di punggungnya. Bersama dengan keluarnya racun tersebut, rona wajah pria tersebut mulai sedikit membaik.


Namun, baru sebentar ia bisa mengambil nafas panjang. Kejadian menyeramkan, tersaji di hadapannya.


Sosok Gerel kembali menghilang, sementara Nagini, mendesis dengan suara menyeramkan. Menyebarkan Mana Lumpur ke berbagai arah, sang Grey Snake, mulai menciptakan ratusan versi mini dari dirinya.