Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)

Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)
32 - Api Ganas


Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


(House Alknight, Hutan Pinus Beku)


*Woooshhhh….!!!


*Blaaaarrr….!!!!


*Blaaaarrr…..!!!


*Blaaaarrr…..!!!


"Sebenarnya, apa yang sedang terjadi?" Ucap Bosweric, sembari menatap dengan pandangan tajam kearah pintu masuk rahasia menuju wilayah pedalaman Jurang Misterius.


Tepat di hadapan Bosweric saat ini, aliran Mana Api yang begitu ganas dan intens, tak henti terus terlontar keluar dari dalam pintu rahasia dimana telah sepenuhnya terbuka lebar.


"Perintahkan untuk membuat barikade! Jangan biarkan ada orang lain, selain dari kita yang ada disini, untuk bergerak mendekat!" Ucap Bosweric, memberi intruksi kepada satu, dari puluhan Knight berpakaian serba putih, yang sekarang sedang berdiri tepat di belakangnya.


"Siap tuan!" Jawab sang Knight, segera mengkoordinasi beberapa anggota yang lain, untuk bergerak cepat meninggalkan tempat.


"Tuan, Lord meminta laporan terkini!" Ucap anggota berpakaian serba putih lainnya, sedikit mendekat kearah Bosweric sembari menyodorkan sebuah alat yang terlihat seperti token dengan ukiran formasi rumit pada permukaannya.


Mendengar itu, Bosweric tanpa banyak bicara meraih token tersebut. Kemudian mulai memfokuskan aliran Mana Air di dalam Element Seednya, hanya pada kedua mata. Tak lama kemudian, setelah menghabiskan beberapa detik, Bosweric meneruskan aksinya dengan mengalirkan Mana dikedua mata, pada token yang sedang ia genngam.


Token misterius penuh dengan ukiran formasi segel yang sedang di genggam Bosweric sendiri, tak lain adalah alat komunikasi khusus yang saat ini sedang di kembangkan dan dalam status uji coba milik Gaia Son Paviliun.


House Alknight yang selama beberapa tahun terakhir telah menjadi mitra dagang rutin bagi Gaia Son Paviliun, diberi kesempatan berharga sebagai pihak yang melakukan uji coba pertama penggunaan token tersebut. Dimana kedepannya, Gaia Son Paviliun juga akan melakukan riset lebih lanjut dengan menggunakan data lapangan milik House Alknight selama memakai token khusus milik mereka. Mencari kelemahan dan kelebihan token secara rinci, sebelum melemparnya ke pasar umum Gaia Land.


Alat komunikasi dua arah ini, memungkinkan untuk dua orang yang memegang masing-masing token yang telah terkoneksi satu sama lain, untuk dapat saling mengirim informasi. Entah itu sebuah pesan tulisan, ataupun obyek yang sedang dilihat oleh pemegangnya.


Satu hal yang tadi di praktekkan oleh Lord Arduric, dimana mengirim pesan kepada Bosweric, untuk menyampaikan informasi terkini tentang peristiwa aneh yang terjadi di sekitar pintu masuk rahasia Jurang Misterius.


Sementara Bosweric, menjawab dengan menunjukkan langsung apa yang saat ini sedang ia lihat. Melakukan mekanisme transfer visi kepada kakaknya, Lord Arduric.


Bosweric baru saja selesai mengirim visi menggunakan token khusus, sampai sebuah peristiwa yang menggoncang area sekitar, kembali terjadi. Kali ini benar-benar dahsyat.


*Blaaaarrr….!!!!


*Boooommmm….!!!


*Boooooommmmm….!!!


Beberapa ledakan aliran Mana Api, terus membahana secara berturut-turut. Sebelum akhirnya berhenti hanya ketika satu hembusan hawa panas yang sangat menyengat, melompat keluar dari dalam pintu masuk rahasia Jurang Misterius.


*Woooshhhh….!!!!


"Kiieeekkkkkk…..!!!!"


Hembusan hawa panas yang menyeruak keluar, ternyata juga membawa suatu makhluk berbentuk aneh. Dimana saat ini sedang berteriak lantang. Sembari menyemburkan api ganas yang sangat liar, kesegala arah.


"Berbahaya! Menghindar!" Teriak Bosweric, segera berubah kedalam mode Soul Knight, membentuk kuda-kuda bertahan. Mengeksekusi teknik pertahanan terbaik miliknya.


Aliran Mana Air yang berbentuk layaknya sebuah air terjun yang bergerak terbalik, dari bawah keatas, tercipta saat Bosweric mengaktifkan tekniknya.


*Woooshhhh…..!!!!


Sementara itu, aliran Mana api ganas yang di semburkan makhluk aneh dimana terbang keluar dari dalam pintu rahasia, segera membentur air terjun terbalik ciptaan Bosweric, menyebabkan area sekitar yang menjadi lokasi tempat terjadinya benturan antar dua atribut yang saling berlawanan, Api dan Air, kini di penuhi dengan uap-uap berhawa panas.


"Uhuuukkkk….!!!"


Hembusan api liar yang begitu ganas, menyebabkan Bosweric batuk darah saat teknik air miliknya, secara perlahan mulai di lahap oleh keganasan api.


Bosweric sendiri, memilih membuat teknik pertahanan, dan tak mengambil langkah menghindar seperti anggota yang lain, karena tahu bahwa jika ia ikut menghindar, maka kelompok anak buahnya tak akan memiliki waktu untuk mundur. Mati seketika di lahap oleh api ganas yang sedang menyeruak ke seluruh area.


Bosweric cukup bijak dengan melakukan langkah bertahan untuk memberi sedikit tambahan waktu bagi para anggotanya.


Disisi lain, para anggota yang sebelumnya telah berhasil melakukan langkah mundur, kini menatap dengan tatapan bergetar saat melihat Tetua mereka, Bosweric Alknight, sedang berjuang dengan tubuh penuh luka bakar. Sementara lokasi sekitar dimana Bosweric sedang berdiri, kini sepenuhnya di lahap oleh api. Menjadi lautan api bagai neraka. Beberapa pohon pinus raksasa, juga mulai tumbang. Menambah kengerian di lokasi kejadian.


"Kita tak bisa hanya melihat saja! Tetua melakukan apapun yang ia bisa untuk memberi kesempatan bagi kita lolos dari maut!" Seru salah satu anggota. Dengan ekspresi wajah penuh tekad.


"Bergerak sekarang juga! House Alknight bukanlah kumpulan orang pengecut! Jika harus mati, maka itu layak mati di sisi Tetua Bosweric!" Teriak anggota lainnya.


"Tak perlu berkata-kata!" Tanggap anggota lainnya lagi, dimana segera berubah kedalam mode Knight, menyelimuti seluruh tubuh dengan aliran Mana Air. Kemudian tanpa mengatakan apapun, menerjang masuk kedalam lautan api.


Inisiatif pertama yang diambil anggota tersebut, memicu langkah-langkah menerjang lain dari anggota yang ada di lokasi. Setiap orang dengan ekpsresi wajah teguh, maju menerjang masuk. Tak menyisahkan satu orangpun bertahan di tempat.


*Booommmm….!!!


*Woooshhhh….!!!


*Byaaarrrr…..!!!


Berbagai teknik yang berasal dari dua atribut dasar House Alknight, yakni Air dan Angin, segera meledak di berbagai tempat pada lokasi yang telah menjadi lautan api. Setiap anggota House Alknight, melempar teknik andalan masing-masing untuk mencoba menghalau keganasan api liar.


"Apa yang kalian lakukan? Itu akan sia-sia aku memberi kesempatan jika pada akhirnya malah kembali lagi kesini!" Bentak Bosweric, dengan nada marah saat melihat anggotanya justru bergerak memasuki lautan api.


Mendengar bentakan Bosweric, raut wajah setiap orang, justru berubah semakin teguh.


"Hanya lautan api! Tak seberapa jika dibanding saat pertempuran besar Hutan Pinus Beku!" Jawab salah satu anggota, yang berada di posisi paling dekat dengan Bosweric. Sebelum mulai menembakkan aliran Mana air kedalam Air terjun terbalik. Menambah intensitas air terjun yang sebelumnya sudah mulai memudar.


"Tuan, jika aku mati disini, dan kau bisa bertahan hidup, tolong sampaikan salamku pada Tuan muda Theo! Katakan padanya, bahwa anggota kelas rendahan ini, sangat mengidolakan dan terinspirasi oleh setiap kabar dan aksi yang ia lakukan di luar sana!" Seru anggota lain. Kemudian melompat tepat kedepan air terjun terbalik. Memasukkan kedua lengannya kedalam deru air terjun, membiarkan aliran Mana yang ada di dalam tubuhnya, untuk terlepas langsung memasuki teknik Bosweric. Semakin menambah intensitasnya.


*Woooshhhh….!!!


*Woooshhhh….!!!


*Woooshhhh….!!!


Mengikuti aksi dua rekannya, para anggota yang lain melakukan hal yang sama, beberapa menembakkan aliran Mana ke air terjun, sementara para Meridian Knight memasukkan kedua lengan kedalam deru air terjun.


"Kalian….!" Gumam Bosweric, kehabisan kata-kata dengan aksi heroik yang di lakukan oleh para anggotanya.


*Woooshhhh….!!!


*Boooommmmm….!!!


Sampai kemudian, satu hawa keberadaan berat yang begitu menekan, tiba-tiba terasa dari arah belakang. Bosweric yang bisa tau bahwa hawa keberadaan ini tidak asing, segera menoleh kebelakang.


"Kakak…!!" Seru Bosweric. Saat melihat Lord Arduric yang kini tengah menggenggam pedang kuno, menerjang masuk kedalam lautan api. Di selimuti oleh hawa beku intens pada sekujur tubuhnya.