Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)

Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)
80 - Satu Banding Sembilan


Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


"Kapten…!!! Apa yang harus kita lakukan?" Ucap anggota Kelompok Perompak Hiu Pembunuh. Bertanya pada San Juan dengan nada panik.


"Sialan! Kita tak akan sempat melakukan persiapan apapun! Bagaimana mungkin mereka menyerang saat ini juga! Dan kenapa tak ada yang memberi laporan dari Pulau Lotus Merah?" Dengus San Juan. Menatap tajam kearah salah satu Kapten Perompak yang seharusnya memiliki anggota di tempatkan pada Pulau Lotus Merah. Bertugas untuk mengamati situasi terkini.


"Aku juga tak tahu! Jika memang ada pergerakan besar semacam ini, itu sudah seharusnya anggotaku memberi tanda darurat! Sementara selain laporan terakhir berkenaan dengan berkumpulnya armada kapal perang Gaia Mercenaries, sama sekali tak ada laporan atau tanda yang masuk!" Tanggap Kapten Perompak yang mendapat tatapan tajam San Juan.


Jawaban yang membuat San Juan kembali mulai menggertakkan gigi-giginya. Terlihat sangat kesal.


"Bahkan jika kita melakukan persiapan dan mengumpulkan seluruh pasukan gabungan Perompak Laut Hijau, itu masih akan membuat jalannya pertempuran berat sebelah karena perbedaan jumlah yang mencolok!" Gumam San Juan.


Fakta bahwa dari total seluruh Kapten Perompak yang sedang melakukan pertemuan di lokasi saat ini berjumlah 11 orang terhitung dengan San Juan sendiri, maka jumlah seluruh pasukan Kelompok Gabungan Perompak Laut Hijau hanya berkisar di angka 1000 orang. Karena rata-rata tiap Kelompok Perompak, memiliki jumlah 100an anggota.


Sementara Kelompok Bandit Serigala yang saat ini sedang bergerak mendekat dengan kekuatan penuh, memiliki jumlah anggota di kisaran angka 9000 orang. 1 banding 9. Itulah kenyataan pahit yang harus di hadapi para Perompak Laut Hijau yang ingin mempertahankan wilayah kekuasaan mereka.


"Aku sebelumnnya ingin membuat barikade pertahanan dengan memanfaatkan keunggulan geografis lokasi kita! Bagaimanapun juga, gugusan pulau kecil yang kita tempati adalah sebuah benteng alami yang bagus!"


"Tahan, pukul, mundur, kemudian tahan lagi! Perlahan-lahan mengurangi jumlah pasukan musuh! Itu adalah strategi paling logis yang bisa kita gunakan untuk mengatasi perbedaan besar jumlah pasukan antar kedua kelompok!"


"Namun, melihat situasi saat ini, bagaimana kita bisa mengatur strategi saat seluruh pasukan bahkan masih tercerai berai!" Gumam San Juan. Dengan ekspresi wajah tertekan. Sudah kehabisan ide.


Satu ekspresi wajah tertekan yang sama, juga menghiasi raut muka setiap Kapten Perompak yang ada di lokasi.


San Juan dan para Kepten Perompak Laut Hijau lain masih terlihat frustasi, sampai dari arah lepas pantai, beberapa armada kapal perang Gaia Mercenaries sewaan Kelompok Bandit Serigala yang bergerak pada posisi paling depan, sudah mulai terlihat.


"Kapten…!!!" Seru anggota kelompok Perompak Hiu Pembunuh.


"Diam…! Aku juga bisa melihatnya!" Bentak San Juan.


"Hmmmm…??"


Dalam kebingungannya, San Juan yang menatap tajam kearah barisan paling depan armada kapal perang Kelompok Bandit Serigala, tiba-tiba bergumam heran sembari mengerutkan kening ketika melihat satu kejadian yang cukup ganjil.


Beberapa orang yang awalnya terlihat berdiri di ujung dek masing-masing kapal perang, mendadak melakukan lompatan tinggi. Meninggalkan kapal perang.


"Siap bertarung kapan saja!" Ucap San Juan. Seraya mulai menghimpun aliran Mana dalam tubuhnya.


*Tapp…!!!


*Tapp…!!!


*Tapp…!!!


*Tapp…!!!


"Ohhh…!!! Para Perompak! Salam!" Ucap seorang pemuda yang memimpin paling depan. Memasang senyum sederhana di wajahnya.


Mendengar sapaan ringan tersebut, terlebih melihat raut wajah santai pemuda dihadapannya, San Juan jelas merasa diremehkan.


"Apakah Kelompok Bandit Serigala benar-benar menganggap kami remeh? Sampai-sampai hanya mengirim 4 orang Knight berkelas King untuk datang terlebih dahulu kemarkas musuh!" Dengus San Juan. Kini mulai membocorkan aura kelas Emperor tahap awal miliknya.


Kata-kata San Juan, segera disambut kerutan kening oleh pemuda yang tadi melontarkan sapaan ringan.


"Bagaimana bisa kau mengatakan bahwa Kelompok Bandit Serigala meremehkan lawan, sedangkan saat ini, Boss Besar mereka mengambil inisiatif untuk datang langsung di hadapanmu, tepat sebelum pertempuran di mulai!" Ucap pemuda tersebut, yang tak lain adalah Theo.


Sementara tiga orang lain yang mengikuti tepat di belakang Theo sendiri, ialah Guan Zifei, Zhou Kang, serta Razak. Ketiganya tampak hanya diam mengamati para Kapten Perompak yang ada di hadapan mereka begitu melakukan pendaratan.


"Boss Besar Bandit Serigala?" Ucap San Juan, memandang bergantian pada keempat orang, sebelum tatapannya berhenti ketika melihat sosok Guan Zifei.


"Jangan bilang padaku bahwa orang berkelas King tahap Surga itu adalah Boss Besar kelompok Bandit Serigala yang tersohor!" Ucap San Juan, menduga bahwa Guan Zifei yang terlihat memiliki perawakan paling senior diantara keempat orang di hadapannya, adalah Boss Besar Bandit Serigala.


"Hmmmm… Apa yang kau katakan? Itu bukan aku! Kau dari tadi sedang berbicara dengannya!" Jawab Guan Zifei singkat. Sembari melihat kearah Theo.


Mendengar kata-kata Guan Zifei, baik itu San Juan, maupun seluruh Kapten Perompak Laut Hijau yang ada dilokasi, segera menatap dengan pandangan tak percaya kearah Theo.


"Pemuda ini? Omong kosong! Berhenti memandang kami rendah sialan!" Bentak San Juan. Dengan intonasi nada marah. Merasa sedang di permainkan.


*Wuunggg…!!!


Namun, tepat ketika San Juan baru selesai melontarkan kalimat makiannya, satu medan tak kasat mata, bersumber dari kedua ujung kaki Theo yang memijak tanah, secara tiba-tiba menyebar luas.


Bersama dengan menyebarnya medan tak kasat mata tersebut, tekanan gravitasi yang ada di seluruh pulau kecil, seketika bertambah berat beberapa kali lipat.


Memanfaatkan Luna untuk mengontrol Aliran Mana Gravitasi, Theo mengeksekusi teknik Medan Gravitasi. Salah satu teknik yang di kuasai oleh pemakan Gravity Fruit.


"Apa ini!" Gumam San Juan, segera mengambil beberapa langkah mundur kebelakang ketika merasakan satu tekanan aneh, kini membekap seluruh tubuhnya.


Hal yang sama, juga dilakukan oleh para Kapten Perompak Laut Hijau lain. Segera mengambil langkah mundur kebelakang untuk menjauh dari Theo.


"Hmmmm… Aku tak peduli kalian percaya atau tidak bahwa aku adalah Boss Besar kelompok Bandit Serigala! Namun, ini akan semakin membuang waktu jika meneruskan perdebatan tak penting hanya untuk aku membuktikan diri!" Ucap Theo. Dengan eskpresi wajah tak peduli, mengabaikan tatapan mata waspada para Kapten Perompak Laut Hijau di hadapannya.


"Yang jelas, aku datang kesini, untuk memberi satu penawaran. Penawaran yang pasti akan menarik minat kalian!" Lanjut Theo. Seraya kemudian melakukan gerakan mengibas tangan ringan. Dan bersama dengan itu, sebuah kepala terlempar keluar dari dalam Gelang ruang-waktu.


"Salah satu dari para Kapten yang ada disini pasti mengenali wajah dari kepala itu! Karena orang ini, adalah mata-mata yang sebelumnya kalian tempatkan di Pulau Lotus Merah."


"Pada saat-saat terakhirnya, ia telah membocorkan semua informasi berkenaan dengan situasi yang ada di gugusan pulau kecil ini!" Lanjut Theo.


"Dan mengambil kesimpulan dari informasi yang mata-mata kalian bocorkan kepadaku, dilihat dari sudut pandang manapun, jika kedua kelompok melanjutkan untuk bertempur satu sama lain, maka pemenangnya sudah akan jelas!"


"Kalian jelas tak memiliki kesempatan sama sekali dalam pertempuran yang akan berlangsung!" Tutup Theo. Sembari menatap dengan tatapan penuh ketajaman kearah San Juan yang merupakan orang dengan tingkat kultivasi paling tinggi.


"Hmmmm… Memangnya kenapa jika kami tak memiliki kesempatan! Kami, Kelompok Perompak di wilayah Laut Hijau, adalah orang-orang dengan prinsip kuat! Tak akan menyerah sampai titik darah penghabisan! Jika memang harus, maka itu bukan masalah bila seluruh Kelompok Perompak Laut Hijau musnah dalam suatu pertempuran!" Jawab San Juan, menatap balik kearah Theo tanpa ketakutan.


"Ohhh… Itulah salah satu poin penting dari penawaran yang hendak kuberikan!" Tanggap Theo. Sembari mulai kembali memasang senyum sederhana.