Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)

Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)
127 - Semi Berserk


Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


*Baaammmm…!!!


Razak menutup kata-katanya, dengan memukul kedua ujung tinju Gauntlet besi.


"Iron!"


*Woooshhhh…!!!


Aliran Serbuk Besi liar, segera menerobos keluar dari kedua ujung tinju Gauntlet besi milik Razak yang masih saling himpit satu sama lain. Bergerak untuk sepenuhnya memenuhi dek Glory Land Warship.


Kemunculan sosok Razak, serta aksi yang ia lakukan tepat begitu keluar dari ruang bagian dalam Glory Land Warship, kembali membuat Dante memasang ekspresi wajah waspada. Bercampur heran.


"Seorang Emperor? Berapa usia anak ini?" Gumam Dante. Sebelum tatapan mata Wakil Kapten Perompak Naga Laut tersebut, terfokus kearah Gauntlet kembar yang dikenakan oleh Razak.


"Seorang bocah berkelas Emperor yang memiliki perangkat item dengan roh Bunga Udumbara bersemayam di dalamnya!" Lanjut Dante.


"Kelompok Bandit Serigala, berisi orang-orang yang tak sederhana!"


Dante masih mengamati dengan raut wajah heran, sampai kemudian, tatapan mata heran yang ia tunjukkan, nyatanya disambut oleh Razak dengan mulai berubah kedalam mode Meridian Knight.


Dilanjutkan dengan memasang satu Kuda-kuda yang terlihat sangat kokoh.


"Teknik Menempa Tubuh Surgawi!" Gumam Razak.


*Woooshhhh…!!!


Luapan aliran Mana Besi murni, segera bergerak dalam sinkronisasi sempurna. Membekap tubuh Razak begitu bocah tersebut mulai mengeksekusi teknik Menempa Tubuh Surgawi.


Satu teknik kelas tinggi yang berasal dari realm utama. Dimana menjadi konduktor sempurna dari Mana Besi murni milik Razak yang merupakan keturunan Suku Osiris.


Terlebih lagi, Mana Besi yang sekarang meluap dan sedang membekap tubuh Razak seolah sedang menari riang, terasa memiliki aura begitu mendalam. Imbas dari kenaikan kultivasi bocah tersebut. Seorang Emperor tahap awal dari Suku Osiris. Suku yang di cintai oleh Mana Besi murni.


*Woooshhhh…!!!


*Wuuungg…!!!


Bersama Razak terlihat mengaktifkan teknik Menempa Tubuh Surgawi, aliran Serbuk Besi Bunga Udumbara yang telah memenuhi seluruh dek Glory Land Warship, secara tiba-tiba bergerak dalam gelombang besar terbang keatas langit. Dengan cepat bergabung untuk membentuk satu kepalan tinju besi raksasa.


*Wuuungg…!!!


Dengunan keras membahana yang membawa tekanan berat dari aliran Mana Besi, terdengar lantang begitu tinju besi raksasa selesai terbentuk.


Disisi lain, Dante yang melihat kepalan tinju raksasa tiba-tiba terbentuk diatas langit, lebih lagi membawa intensitas tak biasa dari luapan Mana Besi murni yang begitu menekan, segera menanggapi dengan mulai menggenggam erat gagang Katana-nya.


"Raizer!" Gumam Dante.


*Bzzzzzttt…!!!


Derak Mana Listrik biru, menyala terang dari Katana Dante ketika ia mulai mencoba untuk menghimpun kekuatan Bunga Udumbara Halilintar. Jelas merasa akan segera memasuki situasi pertempuran berat.


"Tinju Dewa Besi Raksasa!" Seru Razak. Melakukan gerakan memukul kedepan.


*Wuuungg…!!!


Dengunan keras kembali terdengar lantang untuk beberapa saat dari arah tinju besi raksasa diatas langit, sebelum kemudian, tinju besi raksasa, mulai bergerak menerjang turun dengan suara menderu.


*WUUNGGG…!!!


*Woooshhhh…!!!


Bersama dengan tinju besi raksasa mulai bergerak turun, Dante yang menjadi target serangan, seketika mendapati tekanan berat yang menimpa tubuhnya, tiba-tiba bertambah berlipat ganda.


Tekanan berat yang berasal dari aura teknik Menempa Tubuh Surgawi yang secara brilian di gabung oleh Razak dengan Serbuk Besi Bunga Udumbara.


Bertambahnya intensitas tekanan, akhirnya membuat Dante hanya bisa memasang sikap bertahan. Menyebar seluruh derak listrik biru hanya untuk menyelimuti seluruh tubuh. Merasa tak punya tempat atau kesempatan untuk menghindar.


*BOOOOMMMM…!!!


Tinju Dewa Besi Raksasa, mendarat telak. Mendorong tubuh Dante jatuh dari sisi dek Glory Land Warship. Terhempas keras menghujam kedalam lautan.


***


(Lokasi lain. Pertarungan antar True Knight sempurna berkelas Emeperor. Hella V.S Naga Ketiga Aliansi 7 Lautan)


*Traangg…!!!


*Traangg…!!!


*Traangg…!!!


Sementara di sisi lain, Naga Ketiga Aliansi 7 Lautan yang menjadi lawan Hella, berdiri di balik dekapan delapan tentakel raksasa Spirit Beast Gurita kontraknya. Delapan tentakel bersisi tajam layaknya bilah pedang milik sang Gurita, sedang bergerak cepat menghalau setiap serangan yang dilancarkan oleh Hella.


"Ini sungguh percuma!" Gumam Naga Ketiga. Menatap remeh kearah Hella.


"Kita memang adalah True Knight yang telah sama-sama menemukan jalan sempurna!" Lanjut Naga Ketiga. Sebelum mulai menghimpun aura dalam tubuhnya.


"Namun, jelas sekali perbedaan tingkat kultivasi, tetap akan memberi satu pembeda dalam jalannya pertempuran!" Tutup Naga Ketiga, seraya dengan letupan keras, menyebar aura kelas Emperor tahap Bumi miliknya. Menambah intensitas luapan Mana Besi yang dikeluarkan oleh Gurita raksasa.


*Woooshhhh…!!!


*Slaaaassshhh…!!!


*Slaaaassshhh…!!!


*Slaaaassshhh…!!!


Spirit Beast kontrak Gurita raksasa milik Naga Ketiga, menambah kecepatan gerak delapan tentakelnya. Memberi serangan balik berupa tebasan-tebasan keras kepada Hella.


Bertambahnya intensitas Mana Besi milik sang Gurita, menyebabkan Hella mulai berada dalam situasi tertekan. Beberapa tebasan dari pihak lawan, berhasil mendarat pada tubuhnya. Memberi kerusakan berat pada setiap armor yang menjadi penahan serangan.


Sampai akhirnya…


*Traaanggg…!!!


Suara benturan keras antar logam, terdengar nyaring saat satu tebasan berbobot dari Gurita raksasa, ditahan oleh Hella menggunakan badan Tombak Es miliknya.


*Draaakk…!!!


Bobot berat yang terhujam bersama tebasan tersebut, membuat kedua kaki Hella yang memijak laut beku, tenggelam begitu dalam hingga menyentuh lutut.


*Kraakkkk…


Kedua tangan Hella yang menahan tombak, masih bergetar hebat, sampai kemudian, sebuah suara retakan terdengar untuk beberapa saat. Diiringi pula setetes darah segar, mengalir keluar dari sela sudut bibir gadis itu.


*Praaangggg…!!!


Armor di kedua tangan Hella hancur berantakan. Tak mampu lagi menahan tekanan kuat dari pihak lawan. Diakhiri dengan genggaman tangan Hella juga mulai melemah. Jelas sekali Nona muda dari House Asgard ini, mendapat luka dalam pada Element Seednya imbas dari menahan serangan berat pihak lawan.


*Baaammmm…!!!


Hella masih berusaha keras kembali menguatkan genggaman pada Tombaknya, sampai tiba-tiba, sebuah serangan lain mendarat telak pada perut.


Naga Ketiga keluar dari lokasi nyaman dekapan Gurita raksasa. Memberi satu hujaman lutut pada perut pihak lawan.


"Goooaaahhh…!!!"


Serangan menyelinap dari Naga Ketiga, benar-benar dilancarkan dalam waktu yang sangat tepat. Membuyarkan semua usaha Hella untuk dapat kembali menghimpun kekuatan.


Hella batuk banyak sekali darah segar, sementara tubuhnya, terpental sangat jauh.


*Baaammmm…!!!


Tubuh terpental Hella, hanya berhenti saat White Fang melakukan lompatan. Menggunakan tubuhnya untuk menjadi bantal penahan bagi Masternya.


"Grrrrr…!!!"


White Fang mengerang lirih begitu selesai menangkap tubuh Hella. Sementara darah segar, mengucur dari dalam mulutnya. Luka pada Element Seed Hella, juga di rasakan oleh Sang Sabertooth Salju.


"Uhuuukkk…!!"


Hella batuk darah untuk sekali lagi. Menekan erat perutnya yang terasa sangat sakit. Namun begitu, pandangan matanya teguh menatap pihak lawan.


"White Fang! Semi-Berserk!" Gumam Hella. Tiba-tiba memberi suatu intruksi pada Spirit Beast kontraknya.


*Boooommmm…!!!


Bersama intruksi Hella, luapan Mana Es dahsyat, meledak keluar dari tubuh White Fang.


"Grrrrrr….!!!!"


"GROOOOOAAAAHHH…!!!"


Sang Sabertooth Salju meraung keras, diiringi juga dengan sosoknya mulai berubah membesar. Sementara bulu-bulu putih di sekujur tubuhnya, juga bertambah semakin lebat. Perubahan paling mencolok sendiri, ada pada dua taring raksasa milik White Fang. Itu bertambah besar dan memanjang sampai hampir menyentuh laut beku yang sedang ia pijak.


Sosok White Fang. Kini terlihat begitu garang.


Disisi berlawanan, Naga Ketiga yang melihat kejadian tersebut, mulai mengerutkan kening untuk beberapa saat. Sebelum senyum tipis menghiasi wajahnya.


"Hmmmmmm… Semi-Berserk. Teknik yang hanya bisa di aktifkan oleh Spirit Beast bergaris darah Ancient dengan kelas puncak!" Gumam Naga Ketiga.


"Kau pikir, dengan ini akan bisa merubah situasi?"


"Semi-Berserk!" Tutup Naga Ketiga. Mengeksekusi teknik yang sama dengan Hella.