
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
"Aku adalah Kung-Peng! Master dari Kastil Raja Dewa Air!" Ucap sosok misterius. Memperkenalkan diri.
Sebelum kemudian, suasana kembali hening saat Kung-Peng tiba-tiba menundukkan kepala. Hanya diam. Sementara wujud tubuhnya yang solid, terlihat berubah agak transparan.
"Kung-Peng? Makhluk kuno legendaris?" Gumam Theo. Memecah keheningan.
"Yahh, mereka menyebut diri sebagai ras Nefilim! Dan sepertinya tiap dari Mighty Sword, memiliki ras tersebut bersemayam di dalamnya!" Tanggap Sinbad.
"Dalam Tremor Sword ada Gryphon! Blazing Sword Vermilion Bird, dan Aqua Sword, Kung-Peng!" Lanjut Sinbad.
"Sungguh menarik! Sejujurnya aku baru mendengar tentang ras Nefilim! Namun, semua makhluk yang kau sebut barusan, termasuk Kung-Peng ini, adalah eksistensi yang cuma ada di abad kekosongan!" Ucap Theo. Seraya mulai mengerutkan kening. Berusaha mengingat beberapa informasi dalam catatan peninggalan Tiankong yang menyebut tentang Kung-Peng.
"Abad kekosongan ya? Periode yang penuh misteri! Namun meninggalkan banyak sekali item dan sumberdaya luar biasa!" Gumam Sinbad. Terlihat memasang raut wajah antusias.
"Sin…!"
Theo dan Sinbad masih terlihat jatuh pada pemikiran masing-masing. Sampai Dante bersuara. Menatap kearah Kung-Peng yang sebelumnya terdiam. Dimana kini mulai kembali mengangkat wajah. Telah kembali solid penampakan tubuhnya.
"Aku adalah Kung-Peng! Master dari Kastil Raja Dewa Air!" Ucap Kung-Peng. Secara aneh mengulang perkenalannya.
Satu hal yang segera disambut oleh Theo dengan menaikkan salah satu sudut alis. Terlihat seperti menangkap sesuatu.
Namun begitu, pada akhirnya Theo hanya diam. Memutuskan untuk mengamati lebih lanjut.
"Seperti telah kusampaikan diawal ketika pertama menyambut kalian, enam orang yang terpilih oleh takdir, akan mendapat kesempatan untuk menerima beberapa sumberdaya berharga yang tersimpan di dalam Kastil Raja Dewa Air!"
"Sumberdaya yang sangat jarang kalian temukan di masa ini! Karena berasal dari abad sebelumnya!"
"Abad kejayaan ras Nefilim! Ras yang dianugerahi oleh cinta dari aliran Mana murni! Salah satunya adalah suku Kung-Peng! Kami dianugerahi cinta dari Mana Air! Dengan hanya satu kepakan sayap, gelombang tsunami besar akan menerjang daratan!" Ucap Kung-Peng. Menunjukkan raut wajah penuh kebanggaan saat memperkenalkan suku-nya.
"Namun, seperti abad-abad sebelumnya, kekuatan kami, ternyata masih juga belum cukup untuk menghadang satu sosok maha kuasa! Sage Lord Salomon!"
"Semesta kami disapu habis, bernasib sama dengan lima semesta sebelumnya!" Lanjut Kung-Peng. Sampai tiba-tiba, ia kembali terdiam bersama wujudnya berubah transparan.
"Lagi-lagi Sage Lord Salomon!" Gumam Sinbad.
"Hmmmm… Kau tau tentang Sage Lord Salomon?" Tanya Theo. Sedikit terkejut.
"Yah, semua Nefilim yang menjadi Master Kastil Raja Dewa, akan selalu membuka dengan kisah ini meskipun dengan narasi yang agak berbeda! Namun intinya sama!"
"Aku mendengar pertama kali dari Vermilion Bird ketika menaklukan Kastil Raja Dewa Api! Sebelum kemudian Gryphon pada Kastil Raja Dewa Tanah, mengulang kisah tersebut! Kini seperti kau dengar, Kung-Peng juga!" Lanjut Sinbad.
"Sage Lord Salomon! Benar-benar membuat penasaran!" Tutup Sinbad.
"Biar saja berjalan layaknya air mengalir! Mungkin suatu saat, kau berkesempatan untuk berhadapan langsung dengan sosok tersebut!" Tanggap Theo. Memasang satu senyum tipis.
"Hmmmm… Kuharap begitu! Karena bagaimanapun juga, sebagai penerima Mighty Sword, baik itu Vermilion atau Gryphon. Menegaskan tentang hal tersebut dalam kontrak jiwanya masing-masing!!" Tanggap Sinbad.
"Ohh… Fakta menarik lainnya!" Gumam Theo. Seraya kembali jatuh dalam pemikiran mendalam.
Menggabungkan fakta lain dari kisah sang Master, Tiankong. Dimana Sage Lord Salomon kelak juga akan muncul untuk melenyapkan semesta yang sekarang eksis, Theo kini memiliki beberapa spekulasi tentang sosok bernama Sage Lord Salomon.
'Sage Lord Salomon akan menghancurkan semesta di tiap periode kemunculannya. Kung-Peng menyebut, selain semestanya, sudah ada lima semesta lain sebelum mereka yang hancur! Jadi total ada 6 abad kekosongan?' Gumam Theo dalam hati.
'Enam abad kekosongan! Enam Ancient Thing? Apakah mungkin berhubungan?' Lanjut Theo.
"Kami, ras Nefilim yang menjadi Master dari tiap-tiap Kastil Raja Dewa, pada periode tertentu, akan muncul untuk menarik enam orang dengan garis takdir tak biasa!"
Theo masih dalam situasi merenung, sampai Kung-Peng, kembali berbicara.
"Menyelesaikan tantangan untuk kemudian di nilai apakah layak menjadi pemegang tekad ras Nefilim! Tiap orang yang berhasil menyelesaikan tantangan, selain mendapatkan hadiah berupa Sumberdaya berharga, juga berkesempatan untuk membuat kontrak dengan Mighty Sword!"
"Sementara Mighty Sword yang ada di dalam Kastil Raja Dewa Air ini, disebut Aqua Sword, dengan aku sebagai roh item-nya!" Lanjut Kung-Peng.
"Namun, jika aku merasa diantara kalian ternyata belum ada yang cukup layak, maka hanya sumberdaya berharga yang bisa kalian dapatkan! Kastil Raja Dewa Air, akan kembali tertidur bersama Aqua Sword! Menunggu periode tantangan selanjutnya!"
"Dan sejauh ini, bisa kurasakan bahwa diantara enam Kastil Raja Dewa, empat sudah menemukan pemegang tekadnya! Dihadapanku bahkan seorang berhasil menarik dua tekad sekaligus!" Gumam Kung-Peng. Tatapan matanya, tertuju kearah Sinbad.
*Wuuungg…!!!
Tepat ketika Kung-Peng menyelesaikan kalimat terakhir. Dengungan keras menggema dalam ruangan. Diakhiri enam portal ruang, tercipta pada dinding di belakang punggungnya.
"Tiap orang, akan memiliki tantangan yang berbeda! Menyesuaikan takdir masing-masing!" Ucap Kung-Peng. Melanjutkan narasi penjelasan panjang lebarnya.
"Setelah ini, silahkan pilih portal tantangan kalian! Biarkan takdir yang sepenuhnya membimbing, karena kalian tak akan tahu apa yang menanti di balik tiap portal!"
Kung-Peng kembali terdiam.
"Hmmmm… Jadi kita bergerak sendiri-sendiri dalam usaha menyelesaikan tantangan?" Tanya Theo.
"Mungkin! Sejujurnya ini juga baru untukku! Karena dalam dua Kastil Raja Dewa sebelumnya, meski memang tiap orang akan punya tantangannya sendiri, tapi enam orang yang masuk, masih bergerak secara bersamaan dalam tim! Saling mendukung tantangan masing-masing!" Jawab Sinbad.
"Kastil Raja Dewa Api, sampai akhir tim tetap bergerak bersama! Sementara Kastil Raja Dewa Tanah, pada ujung, kami dipisah untuk menyelesaikan tantangan utama! Hanya aku dan Dante yang berhasil keluar dari Kastil Raja Dewa Tanah!" Lanjut Sinbad.
"Jadi begitu!" Tanggap Theo.
"Boss…! Kita hanya harus masuk kesana sekarang?" Tanya Razak tiba-tiba.
Saat setiap orang sedang memiliki raut wajah dengan pemikiran mendalam. Razak, justru memasang raut wajah antusias. Tampak sudah tak sabar untuk memulai tantangan.
Dalam benak bocah ini, tantangan dianggap sebagai sarana latihan baru. Terlebih saat mendengar hadiah berupa Sumberdaya berharga, Razak menjadi semakin tak sabar. Sesekali melirik sengit kearah Dante. Jelas sekali Razak masih berniat melanjutkan duel tertunda antara dirinya dengan Dante setelah nanti sudah bertambah kuat.
"Seharusnya tunggu intruksi lebih lanjut dari sang Master Kastil! Karena sepertinya ia masih belum selesai!" Tanggap Theo.
"Yah, Kung-Peng belum menjelaskan tentang aturan!" Sahut Sinbad.
"Ohhh… Ada aturan?" Ucap Theo.
"Cukup berat!" Jawab Sinbad.
*Wuuungg…!!!
Dengunan kembali terdengar. Bersama dengan itu pula, enam portal ruang bergetar hebat. Memancarkan cahaya biru terang pada rune formasi yang tersusun pada dinding tempat enam portal berada.
"Aturan tantangan pada Kastil Raja Dewa Air cukup sederhana! Itu cuma setiap senjata atau item yang berasal dari abad kekosongan, akan di segel untuk sementara waktu! Tidak bisa di pakai selama menjalani tantangan!" Ucap Kung-Peng.
"Hanya itu aturannya! Tak ada pembatasan apapun! Termasuk waktu!"
"Sekarang, silahkan pilih takdir masing-masing!" Tutup Kung-Peng. Sebelum sosoknya seketika lenyap.