
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_______________________________________
"Ahhh… itu….!"
"Realm besar ya realm besar!" Dengus Gadis pohon, secara tiba-tiba sikap nya yang dari tadi terlihat riang gembira, berubah menjadi kesal.
Mendengar jawaban serta perubahan sikap tiba-tiba Gadis Pohon, Issabela segera mengerutkan keningnya.
"Kenapa jadi kesal begitu? Dasar aneh!" Dengus Issabela.
"Hmmm… salah kakak sendiri menanyakan itu! Pertanyaan tadi entah kenapa membuat kepalaku pusing!" Dengus Gadis Pohon balik.
"Kenapa bisa begitu?" Tanya Issabela. Merasa semakin bingung karena jawaban roh aneh di hadapannya ini barusan.
"Kenapa? Kenapa begitu? Kenapa begitu ya? Kenapa aku menjadi pusing saat mencoba mengingat tentang Realm besar? Kenapa aku merasa tahu tapi ternyata tak tahu?"
"Kenapa? Arrrrggghhhhh…..!!!! Berhenti bertanya tentang itu! Kakak semakin membuatku pusing!" Teriak Gadis Pohon tiba-tiba, dan bersamaan dengan teriakannya barusan, warna kulit coklat nya juga mulai berubah menjadi seputih salju, yang kemudian diakhiri dengan hembusan udara dingin intens, menyeruak keluar dari dalam tubuhnya.
Melihat kejadian aneh yang terjadi pada Gadis Pohon di hadapannya tersebut, ekspresi wajah Issabela segera menjadi waspada. Dengan cepat ia mengambil beberapa langkah mundur kebelakang.
"Ada apa dengan mu?" Teriak Issabela kemudian. Setelah merasa mengambil jarak yang cukup jauh.
"Hmmm… ada apa denganku?"
Mendengar pertanyaan ini, Gadis Pohon dalam sekejap kembali bersikap normal. Warna kulit tubuhnya juga mulai menjadi coklat lagi.
"Maksud kakak adalah yang terjadi pada tubuhku barusan?"
"Nahhh… ini baru pertanyaan yang menyenangkan!" Kata Gadis Pohon. Kemudian mulai terbang mendekati Issabela dengan ekspresi wajah riang gembira.
"Itu tadi adalah perubahan bentuk asliku dalam kondisi puncak, saat kekuatanku yang sebenarnya belum tersegel oleh aturan dunia kecil ini. Jadi, dengan kata lain, itu adalah bentuk tubuhku saat masih tinggal dengan nyaman di Realm besar!" Kata Gadis Pohon, menjelaskan dengan sangat cepat pada Issabela.
'Hmmm… dia menyebut Realm besar lagi?' Gumam Issabela dalam hati, mengambil pelajaran dari peristiwa sebelumnnya, ia memutuskan tak mengejar untuk menanyakan tentang Realm besar pada Gadis Pohon di hadapannya.
"Baiklah, bila dapat kusimpulkan, intinya kau dan aku sudah terikat kontrak jiwa, dengan begitu, aku bisa menggunakan senjata yang di berikan Theo padaku dengan lebih maksimal lagi?" Tanya Issabela.
"Yup, benar begitu!" Jawab Gadis Pohon, cepat dan singkat.
"Lalu, kenapa kau memilih membuat kontrak dengan ku?" Tanya Issabela.
"Ahhh… pertanyaan bagus lagi!" Seru Gadis Pohon antusias begitu mendengar pertanyaan terakhir yang dilontarkan Issabela.
"Sejujurnya, diawal bukan kakak yang ingin kukontrak!"
"Melainkan, itu adalah kakak satunya lagi! Orang yang telah berhasil menempa senjata kelas A ini menjadi senjata kelas S!"
"Orang yang dengan luar biasanya berhasil meleburkan Kristal Plantku kedalam senjata ini!"
"Orang yang memiliki garis takdir yang jauh lebih besar dari punya kakak!" Jawab Gadis Pohon, polos dan jujur.
"Ohhh… jadi maksudmu kau sebenarnya ingin membuat kontrak dengan adikku Theo?" Tanya Issabela.
"Yap! Itu benar!" Jawab Gadis pohon singkat.
"Hmmm… lalu kenapa tak kau lakukan membuat kontrak dengannya?" Tanya Issabela lagi.
Mendengar pertanyaan itu, ekspresi wajah riang gembira Gadis Pohon segera berubah menjadi ekspresi wajah kesal. Bersamaan dengan perubahan ekspresi wajahnya ini, warna kulit tubuhnya kembali mulai berubah sekali lagi, menjadi seputih salju.
Melihat hal itu, Issabela dengan cepat, melompat mundur beberapa langkah kebelakang sekali lagi. Tampak sangat waspada.
"Tak tanggung-tanggung, aku bahkan merasakan ada sekitar 10 roh!" Kata Gadis Pohon. Masih dengan nada cepatnya.
"Dan yang sangat menyebalkan adalah, ketika aku hendak membuat kontrak, para senior roh itu, dengan jahatnya menolakku! Menendangku keluar begitu saja!"
"Sungguh menyebalkan bukan!" Dengus Gadis Pohon, udara hawa dingin intens kembali menyeruak dari dalam tubuhnya.
"Roh? Di dalam tubuh Theo ada kumpulan roh?" Tanya Issabela kaget.
"Yah kumpulan roh! Terlebih para senior roh ini memiliki aura yang sangat kuno, sungguh menyeramkan!" Kata Gadis Pohon.
"Hmmmmm…. Theo memang menjadi sangat tak terduga setelah kembali dari dalam Jurang Misterius!" Gumam Issabela.
Setelah bergumam dengan dirinya sendiri untuk beberapa saat, Issabela kemudian kembali fokus pada Gadis Pohon yang ada di hadapannya.
"Aku ada pertanyaan lain, jadi sekarang lebih baik lupakan tentang roh-roh atau apalah itu!" Kata Issabela.
"Ohh… pertanyaan apa lagi? Kelihatannya serius?" Tanya Gadis pohon. Yang dalam sekejap melupakan semua rasa kesalnya, kembali menjadi riang gembira.
"Pertanyaan nya cukup sederhana, apakah dengan kontrak antara aku dan dirimu ini, akan bisa membuatku menjadi jauh lebih kuat lagi?" Tanya Issabela.
"Hihihihihi… tentu saja! Senjata yang kakak pegang itu, pada dasarnya adalah senjata kelas S yang sudah sangat luar biasa!"
"Ditambah dengan aku, roh dari bunga Udumbara beku yang sekarang menjadi roh item dari senjata kelas S itu, sudah jelas bahwa busur ini akan naik ketingkat yang jauh lebih tinggi lagi, melampaui senjata kelas S pada umumnya!"
"Jadi, dengan semua fakta itu, apa kakak masih perlu bertanya tentang akan menjadi lebih kuat lagi?" Tanya Gadis Pohon balik.
Mendengar jawaban itu, sorot mata Issabela segera berubah menjadi lebih teguh, menatap kearah busur yang ada ditangannya.
"Baiklah kalau begitu!" Gumam Issabela.
"Hmmm… kakak, sebenarnya, tujuanku memanggilmu kesini adalah untuk melakukan proses terakhir dari kontrak jiwa diantara kita!"
"Ohhh… masih ada proses lain?" Tanya Issabela.
"Benar, masih ada, yakni kau harus memberiku nama!" Jawab Gadis Pohon.
"Jadi, nama apa yang akan kau berikan padaku? Apakah tetap Gadis pohon?" Tanya Gadis Pohon lagi.
Mendengar itu, Issabela segera menggelengkan kepalanya.
"Tentu saja tidak! Itu tadi hanya nama acak yang keluar dari otakku saat pertama kali melihat sosokmu!" Jawab Issabela.
"Hmmm… Namamu adalah Winter!" Kata Issabela kemudian.
"Hihihihi….!!!" Gadis pohon mulai tertawa ringkih lagi saat ia secara resmi memiliki nama.
"Winter memberi salam pada Master!" Kata Winter. Sambil melayang ringan menjauh dengan ekspresi riang gembira.
Bersamaan dengan itu, semua informasi asing mengenai bagaimana cara kerja busur, secara bertahap mulai memasuki kepala Issabela.
Dan ketika semua proses secara resmi telah selesai, pandangan mata Issabela mulai kembali normal, dimensi berbeda yang baru saja ia kunjungi, kini perlahan mulai menghilang. Hiruk pikuk dari berbagai seruan yang menggema di medan pertempuran, juga kembali terdengar di telinga Issabela.
"Hmmmm….!" Issabela berdeham ringan sambil menggenggam erat busur musim dingin ditanganya untuk beberapa saat. Sebelum mulai mengangkat busur tersebut.
Sambil mengalirkan Mana atribut Es miliknya, Issabela mengambil posisi menarik busur. Dan dalam sekejap, aliran Mana es mulai membentuk anak panah terbuat dari Es raksasa.
Anak panah es raksasa ini, tampak tak singkron dengan busur serta tubuh langsing Issabela, menyajikan pemandangan yang sangat mengerikan. Terlebih hawa dingin yang sangat intens, juga mulai menyerebak keluar kesegala arah.
"Musim dingin telah tiba!" Gumam Issabela lirih, seraya kemudian melepaskan anak panah yang dari tadi ia tahan.
*Wooooshhhh….!!!!
Anak panah segera menerjang cepat kearah kelompok House Estrabat yang ada di depan, dan bagaikan perpanjangan tangan dari iblis Es, anak panah yang telah di lepas ini, membawa badai musim dingin yang sangat mematikan, bergerak cepat membekukan setiap kehidupan dilokasi yang dilewatinya.