
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_______________________________________
"Urrgghhh….!!"
"Goooahhh…!!!"
Theo kali ini tak sekedar meneteskan darah, ia memuntahkan banyak darah segar begitu Element Seednya justru mulai tertekan.
Situasi tersebut, jelas berada di luar dugaan Theo. Ia benar-benar tak menyangka bahwa Apel Ranah Jiwa yang sedang ia serap, ternyata memiliki energi kehidupan yang di luar nalar.
Meskipun Theo tahu bahwa Sumberdaya yang berasal dari realm lebih tinggi jelas tak biasa saja, namun sebelumnya Theo masih cukup percaya diri dengan kemampuan kendali akan Mana Cahaya dan Mana Air yang ia miliki. Merasa dengan panduan buku pengolahan Sumberdaya perpustakaan gelang ruang-waktu, itu akan cukup membuat Theo bisa menyerap secara perlahan energi kehidupan Apel Ranah Jiwa.
Dugaan Theo, ternyata sepenuhnya meleset. Ia kini mulai menyadari bahwa ada beberapa hal di dunia ini yang ternyata berada di luar jangkauan. Khususnya hal-hal yang menyangkut realm lebih tinggi.
"Sialan!" Gumam Theo. Kini mulai memasang raut wajah tertekan, frustasi.
Theo mulai jatuh pada pemikiran mendalam, merasa dirinya sungguh bodoh dan cukup naif berfikir bisa mengendalikan kekuatan dari realm lebih tinggi saat masih merupakan penduduk realm kelas rendah.
Pilihan normal bagi Theo saat ini, jelas adalah tak melanjutkan menyerap, segera menyebar gelombang besar energi kehidupan. Mencegah ranah jiwanya yang mulai kelebihan beban, agar tak sampai rusak dan hancur.
Namun, pilihan tersebut jelas adalah sebuah kegagalan, karena itu sama saja dengan Theo membuang Sumberdaya berharga yang telah dengan susah payah ia dapat.
"Hmmmm…!"
Di bawah situasi yang berkembang menjadi liar dan menekan, Theo yang awalnya tampak frustasi, secara tiba-tiba menajamkan sorot matanya. Justru ganti memasang raut wajah serius. Menjurus teguh.
"Tidak…! Aku tak akan menyia-nyiakan setetes pun energi kehidupan murni nan melimpah ini!" Gumam Theo. Menolak untuk menyebar keluar aliran energi kehidupan. Menolak untuk membuang sumberdaya yang baru ia dapat.
"Aku masih memiliki itu!" Gumam Theo. Menemukan satu hal yang patut untuk di coba.
Masih mempertahankan aliran Mana Cahaya dan Mana Air yang menjadi jalur penghubung antara inti Apel Ranah Jiwa dengan garis-garis Meridiannya, Theo tiba-tiba menambah aliran atribut Mana lain untuk kini menyelubungi garis-garis Meridian.
Hanya saja, atribut tambahan yang ia alirkan, itu justru adalah Mana Kegelapan. Satu atribut paling destruktif yang jelas memiliki sifat bertolak belakang dengan energi kehidupan.
*Woooshhhh…!!!
Mana Kegelapan mengalir cepat menyelimuti permukaan garis-garis Meridian. Segera membuat gejolak hebat dalam tubuh Theo karena bersama Mana Kegelapan bergerak menyelimuti permukaan garis-garis Meridian, energi kehidupan yang sedang mengalir di dalam garis Meridan, secara alami melakukan perlawanan. Menolak keberadaan atribut Kegelapan.
Meskipun dua atribut ini tak saling bersentuhan satu sama lain, Mana Kegelapan berada diluar, tepatnya permukaan garis Meridian, sedangkan energi kehidupan mengalir di bagian dalam Meridian, itu tetap memberi efek gejolak hebat. Seluruh garis Meridian Theo mulai bergetar hebat. Memberi rasa sakit yang teramat sangat.
Jika saja Meridiannya masih merupakan Meridian sebelum Theo memasuki Kastil Raja Dewa Air, Meridian yang belum mencapai kelas Emperor tahap awal, itu pasti garis-garis Meridian tersebut sudah putus dan hancur saat ini.
Hanya saja, bersama gejolak yang menggetarkan seluruh garis Meridian, dimana juga membawa rasa sakit mendera di setiap inci tubuh Theo, gejolak yang terjadi, ternyata juga memberi efek lain. Yakni gelombang terjangan Energi kehidupan, mengalami sedikit hambatan.
"Sekarang!"
Sembari menggertakkan gigi-giginya, menahan rasa sakit, Theo bergumam lirih begitu deru aliran energi kehidupan sedikit melambat.
*Woooshhhh…!!!
Memanfaatkan laju energi kehidupan yang sedikit melambat, Theo melanjutkan aksi dengan tiba-tiba menyebar derak Api Surgawi.
Theo menyebar Api Surgawi, untuk menyelimuti Mana Kegelapan sebagai medan hantar. Terus bergerak menyusuri garis-garis Meridian, sampai akhirnya pada Ranah Jiwa, sepenuhnya membekap permukaan Ranah Jiwa Theo.
Bagaimanapun juga, Api Surgawi adalah obyek eksternal yang bukan bersumber dari Element Seed Theo sendiri, oleh karena itu, ia memerlukan Mana Kegelapan miliknya, untuk sementara menahan laju energi kehidupan, menggunakan Mana Kegelapan untuk menjadi katalisator penghantar Api Surgawi agar tak sampai merusak Meridian dan Ranah Jiwa Theo.
*Woooshhhh…!!!
Derak Api Surgawi, membara dalam intensitas tinggi, memberi tekanan tambahan pada laju aliran gelombang besar energi kehidupan Apel Ranah Jiwa.
Tak seperti atribut Mana Kegelapan yang hanya berhasil sedikit menahan laju energi kehidupan, derak Api Surgawi, ternnyata sepenuhnya mampu mengontrol pergerakan aliran energi kehidupan. Menjadi pintu yang mengatur volume energi kehidupan yang memasuki ranah jiwa.
"Baguslah, itu berjalan sesuai harapan!" Gumam Theo. Mulai memasang raut wajah tenang kembali.
Bagaimanapun juga, yang baru di lakukan Theo memang adalah sepenuhnya perjudian. Menahan gelombang energi kehidupan Apel Ranah Jiwa yang berasal dari realm lebih tinggi, menggunakan derak Api Surgawi yang juga merupakan obyek dari realm lebih tinggi.
Kenapa dikatakan sebuah perjudian? Karena jika derak Api Surgawi yang coba dipakai Theo sebagai penahan tak mampu menjalankan perannya, maka jelas saat ini ranah jiwanya sudah akan meledak. Pecah karena tak mampu lagi menampung gelombang deras energi kehidupan.
Kemungkinan lain juga bisa terjadi, bahkan lebih buruk, bisa saja itu justru Api Surgawi menjadi liar dan tak terkendali setelah bersentuhan dengan energi kehidupan di ranah jiwa Theo, berubah menjadi obyek yang ganti membakar segalanya.
Namun, percobaan penuh resiko Theo dimana menyebar Mana Kegelapan dahulu sebelum Api Surgawi, ternyata berjalan cukup sukses. Situasi berakhir seperti yang ia harapkan. Untuk sekali lagi, Theo merasa mendapat berkah dari dewa keberuntungan.
"Baik! Sekarang saatnya fokus memanen hasil!" Gumam Theo. Sebelum kembali jatuh pada kondisi kultivasi mendalam.
Menggunakan derak Api Surgawi, Theo terus mengatur aliran energi kehidupan yang memasuki ranah jiwanya.
Tiap kali ranah jiwa Theo telah dalam kondisi penuh, ia menahan deru laju energi kehidupan Apel Ranah Jiwa untuk beberapa saat. Memberi kesempatan pada ranah jiwanya terus menyerap dan memupuk energi kehidupan yang telah memenuhi seluruh ruang.
Luas ranah jiwa Theo akan sedikit bertambah tiap kali selesai menyerap energi kehidupan pada periode waktu tertentu. Meluasnya ukuran, menjadi pertanda bahwa kualitas ranah jiwa telah naik ketingkat yang lebih tinggi.
Theo meneruskan metode yang ia jalankan untuk waktu yang relatif lama. Mengalirkan energi kehidupan kedalam ranah jiwa sampai pada kapasitas maksimal, sebelum menahan laju aliran energi kehidupan. Memberi kesempatan ranah jiwa untuk menyerap energi kehidupan.
Pada prosesnya, ranah jiwa Theo yang sebelumnya sempat mengalami penurunan kualitas imbas aktifasi teknik Rage buatan Absolute, perlahan terus tumbuh. Terus naik kualitasnya. Secara bertahap, mulai mendekati kelas kultivasi Element Seed Theo saat ini, yakni King tahap Surga.
Jatuh pada kondisi kultivasi mendalam, raut wajah Theo berkembang menjadi semakin tenang dan damai. Pancaran energi kehidupan pekat, mendayu semerbak dari tubuhnya.
Theo dan Razak masih dalam situasi menyerap hadiah tantangan Kastil Raja Dewa Air masing-masing. Sampai setelah lewat periode waktu tertentu, portal-portal ruang lain mulai terbuka.
Satu persatu sosok yang memasuki Kastil Raja Dewa Air bersama Theo dan Razak, melangkah keluar dari dalam portal. Orang-orang yang baru menyelesaikan tantangan tersebut, memandang lokasi ruang sekitar untuk sesaat. Sebelum sama seperti Theo dan Razak, mencari tempat kosong untuk menyerap atau menstabilkan hadiah tantangan masing-masing.