
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_______________________________________
"Tuan, ada satu kapal mencurigakan yang mendekat dari arah belakang!"
Jongha masih diselimuti perasaan marah pada Dante, sampai tiba-tiba, salah satu anggota Barbarian Tribe, mendekat untuk memberi informasi.
"Hmmmm…!" Mendengar itu, Jongha segera melihat kearah yang dimaksud oleh sang anggota.
Benar saja, dari arah tersebut, sebuah kapal perang yang berukuran tak terlalu besar, dimana memiliki bendera dengan lambang Dark Guild, tengah berlayar mendekat. Hanya berhenti setelah mencapai jarak tertentu dengan lokasi medan pertempuran.
"Dark Guild!" Gumam Jongha. Segera menambah kerutan keningnya.
"Apa yang sedang coba mereka lakukan disini?" Lanjut Jongha. Dengan nada curiga.
Bagaimanapun juga, itu adalah Jongha sendiri yang memimpin misi dari Khan Barbarian Tribe, untuk mencari informasi hubungan khusus antara Boss Besar Bandit Serigala dengan dua organisasi netral.
Jadi, Jongha cukup tau bahwa terdapat hubungan tersembunyi yang terjalin antara dua organisasi netral terkuat di atas Gaia Land tersebut, dengan sang Boss Besar Bandit Serigala.
Fakta tersebut, tentu saja membuat Jongha menjadi curiga, cenderung waspada saat melihat kapal perang berlambang Dark Guild, salah satu dari dua organisasi netral, tiba-tiba muncul di wilayah medan pertempuran.
*Wuoooosssshhhhh…!!!
Jongha masih berusaha menebak motif kedatangan satu kapal perang Dark Guild, sampai tiba-tiba, aura pekat atribut Mana Kegelapan, terhempas dari dek Kapal Perang Dark Guild.
Dengan tatapan mata yang semakin tajam, Jongha bisa melihat satu sosok yang berdiri di sudut geladak Kapal Perang Dark Guild, tengah melakukan ritual memanggil Iblis kontrak.
Dan begitu iblis kontrak telah muncul, sang iblis segera mengeksekusi satu teknik beratribut Kegelapan pekat.
Sosok tersebut, melepaskan luapan Mana Kegelapan yang berubah menjadi kabut hitam pekat. Sepenuhnya menutup seluruh area jarak antara medan pertempuran, dengan perbatasan antar laut.
Teknik yang di eksekusi oleh Iblis kontrak salah satu Assassin Dark Guild tersebut, terus menyebar dalam garis lurus, tidak menuju kearah medan pertempuran. Hanya terus memanjang hingga sepenuhnya menutup jalur dari Laut Ungu, menuju ke perbatasan Laut Hijau.
Luapan kabut kegelapan, hanya berhenti saat telah sampai pada jarak tertentu yang mencakup wilayah luas pada jalur antar dua Laut. Tak memungkinkan ada pihak yang bergerak masuk dari wilayah Laut Ungu ke wilayah Laut Hijau. Begitu juga sebaliknya, yang sudah berada di wilayah Laut Ungu, tak akan bisa bergerak ke wilayah Laut Hijau. Kecuali mereka harus bergerak memutar cukup jauh untuk menghindari kabut kegelapan.
Dua wilayah Laut, kini bisa dikatakan telah sepenuhnya terputus. Bahkan untuk melihat pada sisi lain yang berlawanan, itu sudah tak memungkinkan. Hanya kabut hitam bergelayut Mana Kegelapan nan mengerikan yang bisa di lihat setiap orang.
Kabut hitam yang akan segera melahap siapapun yang bergerak masuk kedalamnya. Bagaimanapun juga, kabut tersebut tercipta dari aliran Mana Kegelapan liar yang begitu korosif.
"Hmmmm…!!"
Melihat peristiwa tersebut, Jongha kembali bergumam lirih.
"Untuk sekarang, abaikan saja mereka! Asal tak bergerak mengganggu medan pertempuran, itu sudah cukup! Bagaimanapun juga, mereka tetap adalah organisasi netral! Seperti halnya Gaia Son Paviliun, Dark Guild tak akan berani secara terang-terangan menyinggung kita!" Ucap Jongha. Sebelum tatapannya, kembali terarah pada sosok Sasi.
Jongha cukup percaya diri bahwa Dark Guild, tak akan berani menyinggung Barbarian Tribe. Sebuah tindakan yang hanya akan merusak reputasi mereka sebagai organisasi netral. Ditambah fakta bahwa yang muncul hanya satu buah kapal perang, semakin membuat Jongha tak terlalu khawatir.
"Fokus untuk melenyapkan makhluk aneh itu! Juga terus bantai seluruh anggota kelompok Bandit Serigala! Atur juga beberapa anggota untuk melancarkan serangan tanpa jeda pada formasi pertahanan Kapal Perang yang menjadi tempat perlindungan para anggota kelompok Bandit Serigala!"
"Kita lihat, berapa lama makhluk aneh dan juga formasi pertahanan tersebut dapat bertahan!"
"Hanya masalah waktu sampai seluruh anggota kelompok Bandit Serigala yang ada di wilayah ini, sepenuhnya kita bantai habis!" Tutup Jongha, membagi beberapa intruksi khusus pada anggotanya.
Jongha berniat untuk meneruskan usaha pembantaian Kelompok Bandit Serigala, sebelum kemudian memimpin pasukan bergerak meninggalkan lokasi Medan Pertempuran. Meskipun memang harus cukup merepotkan mencari jalan memutar untuk melewati kabut kegelapan aneh yang diciptakan oleh anggota Dark Guild, ia merasa itu akan cukup sepadan dengan hasil yang di capai.
Mengingat perubahan situasi drastis antara Kelompok Bandit Serigala dan Aliansi 7 Lautan, Jongha sebagai pemimpin kelompok Barbarian Tribe yang memang hanya berniat memancing di air keruh dalam Medan Pertempuran yang terjadi, bisa dikatakan mendapat hasil bagus dalam misinya kali ini jika berhasil memusnahkan sebagian besar anggota kelompok Bandit Serigala.
Untuk hasil akhir pertempuran di sisi lain yang berkembang menjadi aliansi Perompak-Bandit melawan armada besar Eleanor Tribe, Jongha tak lagi terlalu peduli.
Jongha, kembali bergerak untuk memimpin kelompok satuan elite yang bertarung melawan Sasi.
*Booooommmm…!!!
*Booooommmm…!!!
*Booooommmm….!!!
Dengan kombinasi serangan terstruktur, satuan elite penjaga Khan yang kembali mendapat intruksi langsung dari Jongha pada tiap pergerakannya, tampak mulai unggul. Meskipun memang harus mengorbankan nyawa beberapa anggota yang kepalanya di tebas oleh Sasi, mereka sedikit demi sedikit menyudutkan sang Goblin.
Sasi, berakhir mendapat berbagai luka parah pada tubuhnya ketika tak henti harus menerima puluhan serangan kombinasi secara beruntun.
Sampai kemudian, ketika Jongha melihat satu celah dalam pergerakan yang di buat oleh Sasi, ia tanpa menahan sama sekali, segera menerjang maju. Melepas satu teknik pukulan berderak Mana Besi padat yang dengan sukses menghujam telak wajah Sasi.
"Gooaaahhh…!!"
Untuk pertama kalinya, tubuh Sasi terhempas jauh sembari memuntahkan seteguk darah segar.
*Tapp…!!
Sama sekali tak melepas momentum yang berhasil ia dapat, Jongha mengejar cepat tubuh terpental Sasi.
*Booooommmm…!!!
Melancarkan serangan lanjutan yang kembali mengujam kepala sang Goblin.
Sasi, untuk kedua kalinya memuntahkan darah segar. Terlempar ke sisi lain.
"Sekarang! Lanjutkan! Jangan biarkan ia mendapat momentum! Habisi!" Seru Jongha. Memberi intruksi pada satuan elite penjaga Khan Barbarian Tribe yang mengepung Sasi.
*Baaammmm…!!!
*Baaammmm…!!
*Baaammmm…!!!
Tubuh mungil Sasi, segera berubah layaknya samsak hidup, terhempas kesana-kemari tanpa henti. Terus disambut oleh serangan-serangan pada setiap sudut.
Sang Goblin, berakhir hanya bisa memfokuskan seluruh simpanan aliran Mana Besi pada Element Seed, untuk sepenuhnya pada teknik pertahanan. Mencoba mengeraskan tubuh sekuatnya dalam usaha menahan gempuran teknik yang menghujam.
"Bagus…!" Gumam Jongha. Melaju cepat sembari menyiapkan teknik terkuatnya saat melihat Sasi telah berada di ambang batas. Tampak berniat menyelesaikan pertarungan saat itu juga.
*Woooshhhh…!!!
*Booooommmm….!!!
Hanya saja, saat kepalan tinju Jongha sudah tinggal sepersekian detik mencapai wajah Sasi, satu aliran Mana Kegelapan pekat yang sangat intens, bergerak mendahului untuk menghujam punggungnya dalam tebasan berat.
"Goooahhh….!!!"
Kini, ganti Jongha yang memuntahkan darah segar saat tubuhnya terhempas dengan satu luka sayatan parah pada punggung.
"Wahhh… Wahhh…! Aku selalu mendengar bahwa Barbarian Tribe adalah Kelompok berdarah panas yang menyukai tantangan, terlebih dalam situasi pertempuran! Tak kusangka kini dengan mata kepala sendiri, aku justru menyaksikan pemandangan yang sebaliknya, sangat menjijikkan!"
Satu sosok bertubuh perkasa, berdiri tegak sembari memandang rendah seluruh anggota satuan elite penjaga Khan Barbarian Tribe yang ada di sekitar.
"Kau…! Apa yang kau lakukan disini! Dan apa maksudmu ikut campur!" Bentak Jongha, saat melihat siapa yang baru saja menyerangnya.
"Cassio Sang Penjagal dari Dark Guild!" Gumam Jongha. Menatap tajam pada sosok Cassio yang tengah memanggul senjata Golok raksasa di pundak.