
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
(Gurun Purba. Wilayah Kemah Besar Kelompok Bandit Malam Berbintang)
*Taappp…!!!
*Tappp…!!!
*Tapp…!!
Dengan langkah ringan khas Assasin, anggota tim penyusup Kelompok Bandit Menara Langit yang dipimpin langsung oleh Boss Besar mereka, Bianca Black, melakukan pergerakan di sekitar lereng perbukitan yang memiliki banyak sekali cabang.
Sebuah wilayah alam dimana menjadi benteng alami bagi Kelompok Bandit Malam Berbintang. Karena kemah besar mereka, berdiri tepat dibalik wilayah bak labirin tersebut.
Kelompok Bandit Serigala pimpinan Darsa sendiri, yang juga tergabung dalam tim penyusup yang akan melakukan serangan mendadak di kemah besar kelompok Bandit Malam Berbintang, terdiri dari beberapa orang saja.
Tepatnya hanya 10 orang yang seluruhnya adalah seorang True Knight. Darsa sengaja memilih anggota terbaiknya dari divisi Thousand Beast yang ia pimpin, untuk ikut serta menemani dalam misi berbahaya kali ini.
10 anggota divisi Thousand Beast yang menemani Darsa, tampak memiliki teknik gerakan yang tak kalah dari para Assassin anak buah Bianca. Baik itu dalam kecepatan, maupun kehalusan gerakan.
"Kemampuan orang-orangmu cukup mengesankan!" Ucap Bianca. Tiba-tiba memecah keheningan karena merasa bosan.
"Kalau yang kau maksud adalah teknik gerakan, maka itu adalah hal yang cukup wajar!" Jawab Darsa.
"Bagaimanapun juga, kami adalah kumpulan True Knight! Teknik Martial Art dan juga teknik gerakan, adalah satu hal yang wajib dikuasai!"
"Oleh karena itu, sebagai wakil pemimpin yang bertugas mengurus divisi Thousand Beast dimana seluruh anggotanya adalah seorang True Knight, aku wajib memoles anggotaku dengan beberapa teknik kelas tinggi!"
"Dengan aku menjabat sebagai wakil pemimpin divisi Thousand Beast, tentu saja anggota yang kubawahi tak boleh hanya menjadi True Knight yang biasa-biasa saja!"
"Termasuk dengan teknik gerakan! Aku sengaja membagi teknik-teknik dari Manual teknik terbaik milik sukuku, kepada para anggota divisi Thousand Beast!"
"Aku tak akan pernah mengabaikan kepercayaan yang telah Boss Besar berikan!" Tutup Darsa.
"Ohhh… Seperti itu!" Tanggap Bianca. Sembari dengan gerakan kode tangan. Memberi beberapa intruksi rahasia kepada anggota Bandit Menara Langit yang bertugas menyisir wilayah depan. Bergerak terlebih dahulu.
"Lalu, selain teknik gerakan dan Martial Art khusus, apa orang-orangmu ini juga memiliki kemampuan memanggil lebih dari dua Spirit Beast seperti yang bisa kau lakukan?" Ucap Bianca, melanjutkan pertanyaan.
Bianca sengaja langsung menagih kemampuan memanggil lebih dari dua Spirit Beast dalam pertanyaannya. Karena memang di muka Gaia Land, meski cukup jarang, itu sudah biasa ada seorang True Knight dengan kualitas Element Seed tinggi, khususnya pemilik Dual Element Seed yang memutuskan untuk mengambil jalan sebagai seorang True Knight, bisa memanggil dua Spirit Beast dalam satu waktu sekaligus.
Yang tak umum dan tak biasa terlihat adalah, kemampuan untuk mengontrak lebih dari dua Spirit Beast yang sempat diperlihatkan oleh Darsa pada pertemuan pertama keduanya.
Waktu itu, bukan hanya dua atau tiga, Darsa langsung memanggil empat sekaligus. Terlebih keempat Beast yang di panggil Darsa, memiliki empat atribut Mana yang berbeda pula. Satu hal yang bisa dikatakan cukup mustahil dilakukan oleh seorang True Knight.
Karena selain memerlukan Element Seed dengan kedalaman simpanan Mana sangat besar untuk mempertahankan pengendalian, dalam kasus Darsa, itu juga memerlukan kesinambungan empat atribut berbeda dari Element Seed sang tuan pemilik kontrak Beast.
Hal inilah yang membuat Bianca begitu heran. Karena menurutnya, tak mungkin ada seorang yang mampu memiliki kesinambungan seperti itu. Paling banyak hanya dua atribut Mana bagi pemilik Dual Element Seed.
"Hmmmm… Bukankah lebih baik kita fokus pada misi? Suara percakapan hanya akan menyebabkan lokasi kita rawan terlacak musuh!" Jawab Darsa. Sadar bahwa lawan bicaranya tersebut, hanya berniat untuk mengorek informasi.
"Ohhh…! Aku suka orang sepertimu! Memiliki dedikasi tinggi pada misi!" Sahut Bianca. Mengenakan topeng penutup wajah, terlihat jelas dari kedua sorot mata bahwa gadis tersebut, sedang menatap dengan tatapan menyelidik.
"Orang dengan kemampuan luar biasa sepertimu, harusnya memilih untuk membentuk kelompok Bandit sendiri! Kenapa justru malah tunduk pada pemuda Boss Besar Bandit Serigala?" Lanjut Bianca.
"Itu bukan urusanmu!" Jawab Darsa singkat. Sebelum ikut melakukan kode tangan pada 10 orang anggota divisi Thousand Beast yang bergerak di belakang.
Bagaimanapun juga, Darsa telah lama hidup dalam penyamaran. Menyembunyikan diri dengan bergabung dalam Kelompok Bandit Langit Hitam sebagai wakil pemimpin divisi penjelajah selama bertahun-tahun.
Darsa saat ini terlihat cukup lihai mengatur anggotanya. Dimana benar-benar tak tertinggal dari kelompok pimpinan Bianca yang sepertinya memang merupakan kumpulan Assassin asli Dark Guild yang entah bagaimana memilih ikut bersama gadis tersebut keluar dari organisasi, membantu dalam pembentukan kelompok Bandit Menara Langit.
Disisi lain, ketika melihat salah satu kode tangan yang di tampilkan Darsa, 2 dari 10 orang anggota divisi Thousand Beast segera melakukan gerakan membuka segel Kontrak.
Bersamaan dengan selesainya segel tangan yang di buat oleh dua anggota ini. Dari tatto segel yang berada pada leher keduanya, melompat keluar masing-masing seekor Spirit Beast berbentuk serangga.
Spirit Beast Lalat dan Nyamuk dengan ukuran sebesar tubuh manusia dewasa, terbang tanpa mengeluarkan suara, sebelum dengan cepat mengecilnya tubuh masing-masing. Bergerak tanpa suara melaju ke wilayah bagian depan.
Melihat hal tersebut, Bianca tak memberi tanggapan apapun, hanya terus memandang dengan tatapan penuh minat.
Hingga beberapa saat kemudian, dua anggota divisi Thousand Beast yang tadi mengeluarkan Spirit Beast, bergerak mendekat kepada Darsa. Membisikkan satu informasi ketelinganya.
Satu bisikan informasi yang membuat Darsa mengerutkan kening.
"Hmmmm…! Kutebak, dua orang anggotamu tadi telah mendahului orang-orangku untuk melakukan pemantauan lebih jauh!" Ucap Bianca, Begitu melihat perubahan ekspresi pada wajah Darsa.
"Tapi seperti yang kau tahu, bahwa untuk saat ini, kita sedang bergerak dalam satu tim! Jadi, segera sampaikan apa yang telah di dapat oleh orang-orangmu!" Tutup Bianca. Secara mendadak melakukan kode tangan untuk menghentikan gerakan seluruh anggotanya.
"Hmmmm…!!!" Kata-kata Bianca, disambut oleh dengusan ringan oleh Darsa. Ia telah lebih awal membuat kode tangan agar anggota Divisi Thousand Beast menghentikan pergerakan.
"Sepertinya ada suatu kejadian yang di luar dugaan kita!" Ucap Darsa. Setelah tadi sempat diam untuk beberapa saat.
"Apa maksudmu? Langsung saja! Aku tak suka menghadapi sesuatu yang tak sesuai rencana!" Sergah Bianca.
"Meskipun kau bilang begitu, tetap saja kita harus sedikit mengubah rencana!" Jawab Darsa.
"Pada lokasi sekitar Kemah Besar Kelompok Bandit Malam Berbintang, saat ini sedang di kerahkan satu penjagaan sangat ketat! Mereka dalam skala besar, meningkatkan pertahanan!" Lanjut Darsa.
Satu informasi yang segera membuat sorot mata Bianca menjadi sedikit memerah. Tampak kesal.
"Bagaimana bisa? Apa mereka telah menyadari pergerakan kita?" Tanya Bianca.
"Kurasa bukan begitu! Jika yang kau katakan benar, maka saat ini kita sudah akan di sergap oleh pasukan musuh!" Jawab Darsa.
"Paling logis adalah, sepertinya kita terlalu meremehkan si Gendut!" Lanjut Darsa.
"Hmmmm…! Tidak mungkin! Jangan bilang bahwa dia…!" Sahut Bianca.
"Yah! Dia telah menyelesaikan misi lebih cepat dari perkiraan semula! Membuat segel hidup mati yang jelas terpasang di tubuh salah satu Emperor Bandit Malam Berbintang yang menjadi target si Gendut, kini telah padam!"
"Situasi yang membuat Boss Besar kelompok Bandit Malam Berbintang, menjadi siaga. Merasa terancam dengan kematian salah satu wakil pemimpinnya!" Tutup Darsa.
-----
*Wooosssshhhh....!!!
Satu aliran Mana yang terasa misterius dan sangat ganas, tiba-tiba menyeruak dari suatu arah. Menyebabkan seseorang yang sedang duduk di pojok ruangan, segera memuntahkan seteguk kopi-susu yang baru saja ia minum.
"Aura yang begitu ganas!" Gumam Author Heri Kiswanto Alknight, sembari menatap ngeri kearah sang Istri yang kembali mempertanyakan fungsi dari menulis tiap hari.
Masih dengan ekspresi wajah ngeri, ia segera menatap kearah kalian, kawan-kawan pembaca yang budiman
"Sssttt...! Segel mistis dalam bentuk lain. Bagi kawan-kawan yang ingin memberi sumbangsi langsung bagi SDC, bisa melemparkan tambahan Mutiara Mana!"
"Mutiara Mana dari kalian akan sangat berharga untuk menahan tekanan aura ganas dari satu sosok makhluk bernama 'Istri'!"
-K a r y a k a r s a.com : Heri Kiswanto SDC-
Mutiara Mana Perunggu. (5K)
Mutiara Mana Perak. (7k)
Mutiara Mana Emas. (10k)
(Note : Ingat, sama sekali tidak memaksa, bagi yang berkenan saja. Salam hangat! Big Love...!)