
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
"Sesuatu yang lebih besar dari Gaia Land?" Gumam Sinbad. Seketika menghentikan tawanya.
"Yahhh… Sesuatu yang lebih besar! Gaia Land hanyalah satu dari 10.000 realm kelas rendah! Satu dari ribuan debu tak penting alam semesta maha luas!" Ucap Theo. Memandang dengan sorot mata penuh ketajaman kearah Sinbad.
"Sebagai seorang penakluk dengan ambisi besar, apa kau tak pernah penasaran dengan yang ada di atas sana? Monster-monster macam apa yang hidup diatas sana?"
"Realm yang lebih tinggi!" Lanjut Theo.
"Realm lebih tinggi? Itu hanya mitos!" Gumam Sinbad.
Namun, meskipun ia mengatakan hal tersebut, dada Kapten Perompak Naga Laut tersebut, saat ini mulai berdebar kencang. Gelombang perasaan penuh dengan ambisi serta petualangan besar, menerpa jiwa Sinbad.
"Ohhh… Kau jelas tahu itu bukan sekedar mitos! Jangan mencoba menipu diri sendiri seperti kebanyakan orang lain yang tinggal di realm kelas rendah ini!" Jawab Theo.
"Sebagai seorang pemilik Ancient Thing, kau pasti juga merasakan energi tak biasa dimana seharusnya tak berada di tempat kecil ini! Luapan energi besar yang terikat dengan sesuatu tak terlihat! Siap meledak kapan saja saat sampai di dunia yang semestinya!"
"Seluruh Ancient Thing, tercipta tidak untuk realm kelas rendah ini! Mereka di takdirkan untuk dibawah ke realm yang lebih tinggi! Bersinar terang dengan dominasi seharusnya di tempat tersebut!" Lanjut Theo.
"Ancient Thing?" Untuk kesekian kalinya, Sinbad bergumam.
"White Condor! Dan dua Mighty Sword milikmu! Adalah jenis Ancient Thing yang kumaksud!" Ucap Theo.
"Termasuk juga Silver Turtle, keempat senjata dosa, kemampuan pengendalian Gravitasi, kontrak jiwa ras Iblis Hell Orb, serta Kapal Perang Raksasa yang kupakai! Semua juga adalah Ancient Thing!"
"Begitu pula kemampuan pengendalian atas Mana Tumbuhan milik Tuan Muda sampah yang ada disana! Itu berasal dari Nature Fruit! Jenis Kelima Ancient Thing!" Lanjut Theo. Sedikit melirik kearah tubuh tak sadarkan diri Fairley.
Penjelasan Theo tentang realm lebih tinggi dan juga Ancient Thing, membuat Sinbad kini sedikit termenung. Kehilangan ketenangan di wajahnya untuk sementara waktu. Sebelum kemudian, setelah beberapa saat. Ekspresi antusias kembali menyala pada Sinbad.
"Kuanggap kau paham betul dengan semua yang baru kau sampaikan! Jadi, seharusnya kau juga paham bagaimana cara untuk bisa naik ke realm yang lebih tinggi!" Ucap Sinbad. Berdebar kencang dadanya. Sudah membayangkan petualangan tanpa ujung yang akan menanti jika ia bisa naik ke realm yang lebih tinggi.
"Tentu saja!" Jawab Theo singkat.
"Bandit! Katakan padaku! Apa tawaranmu!" Ucap Sinbad.
"Sederhana! Kau dan aku! Bahu membahu menaklukan realm kelas rendah ini! Untuk kemudian bersama-sama mengacaukan apapun yang menanti diatas sana!" Jawab Theo. Semakin melebarkan seringainya.
"Dan ketika sudah sampai di puncak tertinggi, kita lanjutkan duel! Menentukan siapa orang terakhir yang paling layak berdiri sendiri di puncak segalanya!" Tutup Theo. Dengan sorot mata penuh ketajaman yang mendominasi.
"Hahahhahaha…!!!!"
"Hahahhahaha….!!!!"
"Hahhahahah…!!!"
Tawaran Theo. Seketika disambut Sinbad dengan tertawa sangat lantang.
"Menawarkan kepada musuh untuk menaklukkan segala, sebelum kemudian hanya untuk kembali bertarung di akhir! Kau sungguh pria yang menarik!" Ucap Sinbad.
"Bandit! Katakan namamu!" Lanjut Sinbad. Dengan senyum lebar.
"Theodoric Alknight! Dari House of Alknight!" Jawab Theo singkat. Tanpa ragu sedikitpun.
Perkenalan Theo. Disambut oleh Sinbad dengan semakin melebarkan senyumnya.
"Theodoric Alknight? Sebuah nama yang paling di cari oleh Endless Heavens Sect! Nama yang dibisikkan dari telinga ke telinga di seluruh West Region!" Gumam Sinbad.
Disisi lain, mendengar Sinbad tiba-tiba menyebut Endless Heavens Sect, Theo segera memasang ekspresi wajah waspada.
Namun…
"Theodoric Alknight! Aku menerima tawaranmu!" Ucap Sinbad. Entah kenapa mendadak menerima tawaran Theo tanpa mengedipkan mata sekalipun. Terlihat tak memiliki keraguan.
"Tapi, jangan harap aku akan memanggilmu dengan sebutan Boss!" Lanjut Sinbad cepat. Sebelum bahkan Theo memberi tanggapan.
"Ohhhh… Bukankah aku menawarkan tentang bahu membahu! Jadi, siapa penakluk tertinggi, diputuskan pada duel akhir dipuncak!" Jawab Theo.
"Baik…! Sepakat!" Tanggap Sinbad.
"Namun, pertanyaan terakhir!" Lanjut Sinbad. Memasang ekspresi wajah penuh minat.
"Kau jelas tahu bahwa seperti kebanyakan teknik menaikkan seluruh potensi tubuh, itu akan membawa efek buruk! Termasuk Mode Murka Blazing Sword yang baru kupakai!"
"Sebagai imbalan atas kekuatan besar, Vermilion Bird memakan satu tingkat kultivasiku untuk di jadikan energi kehidupannya sendiri!" Ucap Sinbad. Yang sekarang memang turun tingkat kultivasinya. Dari Emperor tahap Bumi, menjadi Emperor tahap awal.
"Jadi, apa rahasia teknikmu! Kulihat, kau bahkan tak kehilangan kultivasi!" Tanya Sinbad.
"Hahhahahah…!!!"
Theo tertawa lantang untuk sesaat setelah mendengar pertanyaan tersebut.
"Apa ini semacam tes?" Lanjut Theo.
Pertanyaan balik dari Theo, tak mendapat jawaban apapun dari Sinbad. Kapten Kelompok Perompak Naga Laut tersebut hanya mempertahankan senyum antusias-nya yang khas.
"Hmmmm… Kau benar-benar serius?" Ucap Theo.
"Sebenarnya, meski terlihat tak menerima kerugian, namun metode yang kugunakan, juga tak bisa di bilang menguntungkan!" Jawab Theo pada akhirnya.
"Aku memang tak mengalami penurunan kultivasi! Tapi, cara khusus yang kupakai, menyebabkan efek lain yang sama buruk!"
"Untuk naik ke tingkatan kelas kultivasi lebih tinggi, itu akan menjadi semakin sulit 2-3 kali lipat setiap aku memakai cara ini!" Tutup Theo. Sembari memasang senyum sederhana.
"Sungguh beresiko! Bukankah pada akhirnya itu sama saja!" Tanggap Sinbad.
"Yah… Memberimu telinga kanan, hanya untuk kemudian meminta telinga kiri! Itulah perjanjian dengan iblis!" Gumam Theo lirih.
*Blaaaarrrr…!!
*Blaaaarrrr…!!
*Blaaaarrrr…!!
Theo dan Sinbad baru saja menyelesaikan obrolan, sampai tiba-tiba, deru sambaran halilintar pada langit gelap nan mengerikan diatas medan pertempuran, mendadak menjadi semakin liar. Deru hujan juga semakin lebat bersama angin topan mulai terbentuk pada satu sudut arah wilayah laut.
Cuaca buruk, berubah menjadi badai dahsyat.
"Sekarang giliranmu memberi penjelasan!" Ucap Theo. Menatap tajam langit gelap.
"Aku tak perlu menjelaskan apapun! Karena setelah ini, kau akan bisa melihat sendiri apa yang akan keluar!" Jawab Sinbad.
"Hmmmm… Apapun itu, kurasa tak akan baik jika muncul saat kondisi kita seperti ini!" Tanggap Theo. Seraya kemudian, mulai membuat gerakan mengayunkan tangan. Mengeluarkan dua pill obat.
*Tapp…!
Theo melempar satu kearah mulut Sinbad. Sementara Sinbad, dengan tanggap menangkap pill dengan ujung-ujung gigi.
"Itu normal untuk kau curiga!" Ucap Theo. Sembari menelan satu Pill tersisa di tangannya.
Melihat Theo menelan pill terlebih dahulu, Sinbad tanpa ragu menggigit keras pill di mulutnya.
*Baaaaammmm…!!!
Dan, tepat ketika pill mulai memasuki tenggorokan, Sinbad bisa merasakan gelombang besar aliran Mana Air bercampur Cahaya seketika menyentak keras. Bergerak liar memasuki Element Seednya. Meregenerasi kerusakan-kerusakan pada Element Seed, dengan cara yang begitu cepat.
"Setelah semua, kau masih menyimpan sumberdaya seperti ini! Jelas sekali itu hal menyebalkan mengingat beberapa saat yang lalu, aku masih menjadi lawanmu!" Gumam Sinbad. Seraya mengeluarkan sumberdaya berupa ginseng dengan bentuk aneh dari dalam Spacial Ring.
*Kraauuukkk…!!!
Sinbad menggigit gingseng, menelan tanpa mengunyah terlebih dahulu. Kemudian melempar sisa ginseng kepada Theo.
Theo sendiri, tanpa ragu memasukkan semua sisa ginseng kedalam mulutnya. Sama seperti Sinbad, menelan langsung.
*Woooshhhh…!!!
Luapan energi Mana menyebar luas. Mengisi ruang kosong dalam Element Seed Theo. Meskipun memang terlihat tak terlalu banyak jika dibandingkan dengan luas ruang penyimpanan Mana dalam Element Seednya, namun itu mengisi hampir separuh simpanan Mana Theo yang sebelumnya telah kering. Imbas memakai teknik Rage buatan Absolute serta melancarkan Sikap Pertama Dosa Keserakahan.
Gelegar halilintar semakin menjadi diatas langit, badai dahsyat menggila. Sampai kemudian, sudut area laut yang sebelumnya muncul angin topan, tiba-tiba melonjak. Sesuatu seperti sedang terdorong keluar dari kedalaman laut.
*Boooommmm…!!!
*Wuuungg…!!!
Ledakan dahsyat terdengar, diiringi dengungan keras membahana. Sebuah Kastil raksasa nan megah, memiliki warna dominan biru, menerobos keluar dari pusat badai.
"Kastil Raja Dewa Air!" Gumam Theo.
"Benar! Dengan kata lain, Mighty Sword beratribut Air, tersimpan di dalam sana!" Tanggap Sinbad.
"Mari kita lihat, siapa gerangan 6 orang beruntung yang akan di pilih untuk memasuki ujian!"
"Enam orang yang akan keluar dengan membawa kekuatan besar jika berhasil melewati ujian!" Lanjut Sinbad.
*Wuuungg…!!!
Tepat ketika Sinbad menyelesaikan kalimatnya, Kastil Raja Dewa Air kembali mengeluarkan bunyi dengungan keras. Sebelum enam cahaya biru, semburat keluar dari dalam Kastil tersebut.
Dua cahaya dengan cepat menyinari tubuh Theo dan Sinbad. Menarik keduanya untuk memasuki Kastil.
Cahaya Ketiga menyinari tubuh Iris yang baru saja siuman. Sementara tiga lain yang tersisa, bergerak agak jauh.
Cahaya keempat dan kelima, menuju kesatu lokasi yang sama. Yakni wilayah duel Dante dan Razak. Menarik dua orang tersebut, memasuki Kastil.
Sementara cahaya terakhir, yakni cahaya keenam, melesat untuk menyinari tubuh Hella yang penuh luka. Menarik gadis tersebut yang sebenarnya masih berada dalam situasi pertarungan sengit.
Enam orang ditarik paksa memasuki Kastil raksasa. Dilanjutkan dengan Kastil itu kembali bergerak dalam hujaman keras memasuki kedalam laut.
(Arc 2 : The Legend Of The Wild Wolf. Berakhir)