
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_______________________________________
Theo tersenyum lebar bagai seorang iblis setelah berhasil menangkap beberapa Demonic Beast yang sekarat, memandang jauh kearah lain, dimana dua gelombang ratusan Demonic Beast yang sebelumnya sempat menyerangnya, saat ini berada.
"Hahahhahahha…!!! Makan malam untuk kalian!" Seru Theo. Melanjutkan aksinya, dengan membuat langkah yang cukup mengejutkan.
Theo malakukan gerakan menghentak tangan kedepan, melempar tubuh-tubuh tak berdaya para Demonic Beast yang telah ia tangkap dengan rantai Emas, untuk terhujam kearah lain, tepatnya jauh keposisi gelombang 2 Kelompok Demonic Beast yang sedang dalam kondisi tubuh masih cukup baik.
*Woooshhhh…!!!
*Woooshhhh…!!!
*Woooshhhh…!!!
Beberapa tubuh Demonic Beast kelas tinggi yang telah kehilangan senjata aneh, dimana berjumlah lebih dari lima, terlempar kencang.
Disisi lain, para Demonic Beast yang melihat aksi nekat Theo, segera berubah semakin marah ekspresi wajahnya. Berteriak liar saling sahut menyahut untuk beberapa saat, seolah sedang mengutuk Theo, sebelum digerakkan oleh intsing, lautan Demonic Beast tersebut mulai berusaha kabur dari lokasi.
Hanya saja, gerakan mereka bisa dikatakan cukup terlambat, bagaimanapun juga, para Demonic Beast tersebut sebelumnya sudah sempat melakukan gerakan menerjang kedepan, berusaha kembali mengejar dan menargetkan Theo tepat ketika melihat sosoknya muncul di lokasi yang cukup jauh.
Situasi tersebut, menyebabkan para Demonic Beast kesulitan mengubah arah laju terjangan masing-masing yang sangat kencang, karena bagaimanapun juga, mereka memang seluruhnya adalah Demonic Beast tipe terbang, memiliki teknik gerakan sebagai andalan dan kemampuan utama masing-masing.
Kemampuan utama yang untuk saat ini, justru menjadi momok bagi diri mereka sendiri.
Beberapa Demonic Beast tampak baru bisa menahan laju terjangan untuk kemudian bergerak mengepakkan sayap sedikit kearah lain, sementara beberapa yang lain, justru masih belum bergerak sama sekali, baru selesai menghentikan langkah menerjang cepat secara mendadak dengan susah payah.
Sampai kemudian, dalam situasi kacau yang terjadi, tubuh-tubuh Demonic Beast yang dilempar Theo, akhirnya mencapai lokasi, membentur keras beberapa sosok Demonic Beast yang berusaha kabur.
Detik berikutnya…
*BOOOOOMMMM….!!!
*BOOOOOMMMM….!!!
*BOOOOOMMMM….!!!
Rentetan ledakan ranah jiwa maha dahsyat, kembali menggema. Menghancurkan serta meluluh-lantakkan lingkungan sekitar bersama dengan lautan Demonic Beast yang berada di lokasi tersebut.
Puluhan Demonic Beast kelas tinggi, kembali mati menjadi debu ketika gelombang maha dahsyat ledakan Ranah Jiwa beratribut Mana Kegelapan, menyebar luas.
Situasi, segera berkembang menjadi kacau.
Sementara disisi berlawanan, jauh dari lokasi sumber ledakan terjadi, Theo yang hanya menerima hembusan sebaran sisa ledakan, menanggapi dengan sekedar membentuk teknik pelindung Mana Besi.
Theo bertahan untuk beberapa saat dalam lindungan teknik Mana Besi, menyempatkan untuk menelan beberapa Pill pemulih yang telah ia siapkan sebelumnya, mengisi ulang simpanan Mana serta memulihkan luka-luka pada tubuh ataupun ranah jiwanya.
Getaran keras masih di rasakan Theo di dalam kubah pelindung untuk beberapa waktu, sampai kemudian, ketika getaran belum benar-benar mereda, Theo yang merasa kondisi tubuhnya sudah agak baik, secara tiba-tiba menarik teknik kubah pelindung, kembali ganti memfokuskan aliran Mana Besi, untuk sepenuhnya membekap tubuh, mengaktifkan teknik Iron Body.
*Woooshhhh…!!!
Sebaran sisa ledakan yang membawa hembusan atribut kegelapan, segera menerpa tubuh fisik Theo, namun dengan kondisi yang sudah sepenuhnya pulih, ditambah dengan aplikasi teknik Iron Body, Theo mampu bertahan dan berdiri tegak, mulai memandang dengan lirikan mata menyapu lokasi sekitar.
"Baiklah, saatnya memanen!" Gumam Theo. Dimana telah berhasil menciptakan momentum yang sepenuhnya berbalik menguntungkan dirinya.
*Wuuungg… !!
Tepat ketika Theo selesai bergumam, sebuah dengungan keras terdengar nyaring saat dari kedua kepalan tangannya, aliran Mana Es pekat, memadat cepat dengan intensitas tinggi.
Suara-suara dengungan keras semakin menjadi saat Theo silih berganti dalam periode yang teratur, memadatkan satu persatu jenis atribut dual Element Seed pada dua kepalan tangannya.
Aksi yang sedang dilakukan oleh Theo, menyebabkan sosoknya kini tampak bagai seorang dewa surgawi dan raja iblis di waktu yang bersamaan.
Selimut empat atribut dual Element Seed Es, Besi, Listrik, dan Lumpur, silih berganti menyala dalam intensitas tinggi pada dua kepalan tangan, memberi penampakan indah nan berkelas, namun begitu mendominasi, seorang dewa surgawi sedang turun dari istana surga, menitis pada tubuh anak manusia penghuni dunia fana.
Hanya saja, dalam pemandangan indah tersebut, Theo justru memasang raut wajah begitu menyeramkan. Menyeringai lebar bak seorang iblis yang baru merangkak dari dalam neraka paling dasar. Seorang iblis yang membawa list daftar nama milik dewa kematian. Siap menagih nyawa dari setiap makhluk yang berada dekat dengannya.
*WUUUNGG….!!!
Dengunan keras untuk sekali lagi terdengar begitu nyaring, kali ini diiringi Theo mulai membuat gerakan menangkup kedua tangan.
*Woooshhhh….!!!!
Hembusan hawa dingin intens, segera menyebar luas saat aliran Mana Es pekat pada masing-masing kepalan tangan Theo, bertumbuk menjadi satu.
Hawa dingin ini menyebar hanya kearah satu arah mata angin, yakni utara. Sampai ketika telah berada pada jangkauan tertentu…
*Booooommmm….!!!
*KRAAAKKK….!!!
Hembusan hawa dingin meledak, memberi efek mengerikan dalam bentuk kebekuan total wilayah sebarannya. Seluruh lokasi membeku bersama Demonic Beast yang berada di tempat.
*WUUUNGG…!!!
Seperti tak ingin sepenuhnya menyia-nyiakan momentum yang berhasil ia ciptakan, Theo tanpa jeda sama sekali kembali membuat gerakan menangkup dua kepalan tangan. Aksi yang diiringi dengan suara dengunan keras, untuk kesekian kalinya terdengar nyaring.
*Bzzzzzttt…!!!
*BLAAAAAAAZZZZTTTT…!!!
Gelombang hembusan Mana, kembali yang menyebar, kali ini beratribut Mana Listrik, meluas kearah selatan, berubah menjadi hujan badai halilintar yang menderu, merusak apapun itu pada arah sebarannya.
*WUUUNGG…!!!
*WUUUNGG…!!!
Masih tanpa jeda, secara berurutan, Theo menyebar dua atribut dual Element Seed terisa yang sempat ia siapkan, Mana Besi kearah Barat, sementara Mana Lumpur kearah Timur. Juga meledak dalam gejolak dahsyat. Meluluh-lantakkan lokasi sebaran masing-masing.
"Hmmmm…!!!"
Theo bergumam pelan begitu deru empat atribut dual Element Seed yang sempat begitu intens menyelimuti seluruh tubuhnya, kini mulai mereda bersama terlepasnya empat teknik. Dimana menyebar kearah empat penjuru mata angin.
Aksi yang baru dilancarkan Theo, dimana memanfaatkan kondisi Rage buatan Absolute yang digabung dengan aplikasi teknik tiruan Absolute Zero milik Sinbad, berhasil menambah kerusakan yang terjadi pasca ledakan ranah jiwa beberapa Demonic Beast.
Meskipun memang tak sedahsyat ledakan ranah jiwa, namun teknik yang dilancarkan Theo, bisa dikatakan adalah satu teknik dengan daya hancur terkuat yang saat ini ia miliki, hampir setara dengan dahsyat-nya daya hancur Sikap Menginginkan Segala Bentuk Tubuh Dosa Keserakahan Mammon.
"Mari kita namakan teknik baru ini dengan sebutan Absolute Emptiness!" Gumam Theo, seraya mulai melebarkan seringainya yang mereda.
Theo sempat kembali memandang menyapu sekitar untuk melihat lebih teliti daya rusak teknik baru yang ia ciptakan, sampai kemudian, dengan seringai yang telah sepenuhnya melebar….
*Baaammmmm…!!!
Boss Besar kelompok Bandit Serigala ini membuat gerakan menghentak kaki. Menerjang ke salah satu sudut arah yang mana memiliki kondisi kelompok Demonic Beast dengan luka-luka paling parah.
Theo meneruskan usaha dalam membantai lautan Demonic Beast berkelas Boss, hanya dengan kekuatan tubuh fisik. Bergerak dalam langkah berderak yang terdengar begitu berat, untuk menghujamkan pukulan-pukulan keji. Mulai membunuh satu persatu lawan yang berada di hadapannya.