Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)

Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)
56 - Langkah Sanghis


Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


(Gurun Purba, Kemah Besar Barbarian Tribe)


"Kelompok Bandit Serigala ada di wilayah Thousand Island?" Ucap Sanghis, dengan nada sedikit terkejut saat mendengar laporan dari tetua kelimabelas Barbarian Tribe yang juga menjabat sebagai ketua tim penjaga perbatasan Desert Tribe United, tentang situasi terkini di wilayah perbatasan.


"Tuanku, bukan hanya itu! Selain kehadiran tiba-tiba Kelompok Bandit Serigala di wilayah Thousand Island, beberapa minggu yang lalu, pihak Eleanor Tribe juga melakukan satu langkah ganjil! Mereka secara tiba-tiba, tanpa pemberitahuan apapun, menarik mundur seluruh anggota tim penjaga perbatasannya!" Lanjut Tetua kelimabelas.


"Apa kau bilang? Kenapa informasi sepenting itu tak segera dilaporkan!" Bentak Sanghis. Begitu mendengar informasi tambahan yang disampaikan oleh Tetua kelimabelas. Tampak sangat marah. Sedikit membocorkan aura dari dalam tubuhnya.


Merasakan aura dari sang Khan, Tetua kelimabelas segera merasa sedikit panik.


"I-itu…! Sebenarnya aku segera memberi perintah pada salah satu anggota untuk bergerak ke Kemah Besar! Namun entah kenapa, anggota yang mendapat perintah, ternyata tak berhasil sampai disini! Terlebih, juga tak memberi kabar apapun! Ia menghilang!" Ucap Tetua kelimabelas. Dengan intonasi nada sedikit bergetar karena takut.


Bagaimanapun juga, Sanghis Khan terkenal karena kekejamannya. Tak ragu menghajar atau bahkan membunuh anggota yang lalai maupun membuatnya marah. Tak terkecuali seorang Tetua sekalipun. Oleh karena itu, wajar bila saat ini Tetua kelimabelas menjadi begitu takut.


"Hmmmm…!!! Lalu bagaimana situasi di wilayah perbatasan untuk saat ini? Apakah para Perompak melakukan pergerakan masuk ke wilayah Gurun kita? Dan Kelompok Bandit mana lagi yang berhasil melewati perbatasan selain Bandit Serigala?" Tanya Sanghis. Masih dengan ekpsresi wajah marah.


Sanghis bisa menduga, bahwa langkah Eleanor Tribe menarik mundur pasukan penjaga perbatasan, pasti memiliki kaitan dengan situasi terdesak yang sedang mereka hadapi. Karena beberapa waktu lalu, perwakilan Eleanor Tribe, memang sempat datang kehadapannya untuk meminta bantuan dalam masalah tersebut.


Meminta agar pihak Barbarian Tribe mau mengurus wilayah perbatasan untuk sementara waktu dengan menambah jumlah pasukan, sementara pihak Eleanor Tribe menarik mundur pasukannya untuk fokus menghadapi Aliansi 7 Lautan.


Satu permintaan yang ditolak mentah-mentah oleh Sanghis. Dimana merasa situasi yang dihadapi oleh Eleanor Tribe, bukanlah urusannya.


Namun, yang membuat Sanghis tak habis pikir adalah, kenapa pihak Eleanor Tribe masih saja menarik mundur pasukan penjaga perbatasan, padahal ia telah menolak untuk membantu.


Satu tindakan egois yang tentu saja selain membahayakan wilayah Desert Tribe United dari serangan para Perompak, juga malah semakin menambah rumit situasi yang harus di hadapi oleh pihak Eleanor Tribe sendiri.


Karena dengan kealphaan mereka menjaga wilayah perbatasan, kini bukan hanya Aliansi 7 Lautan yang harus mereka hadapi, melainkan juga ancaman dari para Bandit Gurun yang pastinya memanfaatkan situasi untuk melakukan pergerakan ke wilayah Thousand Island.


"Tuanku, sebenarnya wilayah perbatasan, bisa di bilang masih dalam situasi aman dan cukup stabil!" Jawab Tetua kelimabelas. Satu jawaban yang segera di balas Sanghis dengan kerutan kening tak mengerti.


"Apa maksudmu? Jelaskan dengan benar! Tak perlu basa-basi kosong! Langsung saja!" Bentak Sanghis.


"Itu… Tepat ketika pihak Eleanor Tribe menarik mundur pasukan penjaga perbatasan mereka, secara tiba-tiba dari arah berlawanan, datang Kelompok armada kapal dalam jumlah besar dengan lambang Gaia Mercenaries!" Jawab Tetua kelimabelas. Langsung pada poin utama.


"Armada Gaia Mercenaries yang datang secara tiba-tiba ini, dengan tanggap segera menempati pulau-pulau kecil tempat pos penjaga perbatasan pihak Eleanor Tribe berada. Menggantikan mereka untuk menjaga wilayah perbatasan!"


"Tidak mungkin! Bagaimana bisa? Dalam situasi bentrok antar dua kelompok besar seperti Eleanor Tribe dan Aliansi 7 Lautan, pihak Gaia Son Paviliun jelas tak akan membuat langkah memihak!"


"Itu tak baik untuk bisnis mereka!" Tanggap Sanghis. Masih tampak tak percaya. Sebelum pada detik berikutnya, kerutan di dahinya sedikit melonggar. Seperti sedang menemukan satu jawaban.


'Hmmmm…! Bandit Serigala!' Gumam Sanghis dalam hati.


"Katakan padaku, apakah pihak Dark Guild juga melakukan pergerakan?" Tanya Sanghis tiba-tiba.


"Ahhh… Bagaimana anda bisa tahu?" Jawab Tetua kelimabelas. Sedikit tertegun.


"Itu benar! Yang membuat situasi menjadi semakin aneh, adalah kedatangan mendadak para Assassin Dark Guild. Mereka bergerak untuk menargetkan kepala para Kapten Perompak!" Lanjut Tetua kelimabelas.


Mendengar jawaban Tetua kelimabelas, Sanghis hanya memberi anggukan singkat. Sebelum mulai duduk pada singgasananya.


"Selain pergerakan ganjil yang dilakukan oleh dua organisasi netral, seperti yang saya laporkan diawal, beberapa hari lalu saya juga melihat Kelompok Bandit Serigala…"


"Cukup!"


Belum sempat Tetua kelimabelas menyelesaikan kalimatnya, Sanghis tiba-tiba memotong. Memberi intruksi agar Tetua kelimabelas tak melanjutkan.


"Aku sudah paham situasinya sekarang! Kau boleh kembali ke wilayah perbatasan!" Lanjut Sanghis.


"Tuan?"


Mendengar intruksi Sanghis, Tetua kelimabelas jelas menjadi bingung.


"Apa kau tuli? Jangan sampai aku mengulangi intruksiku!" Jawab Sanghis. Dengan intonasi nada yang sangat dingin.


"B-baik!" Jawab Tetua kelimabelas. Segera tergugup. Sebelum dengan cepat akhirnya meninggalkan tempat.


Kini, yang tersisa di ruangan Sanghis, hanya beberapa orang saja. Dimana seluruhnya adalah kelompok orang yang paling bisa ia percaya. Terdiri dari beberapa Tetua, dan sekelompok Knight berpakaian khusus yang merupakan satuan elite pelindung Khan.


"Tuan, sepertinya dugaan bahwa pemuda Boss Besar kelompok Bandit Serigala memiliki hubungan khusus dengan dua organisasi netral, bukanlah isapan jempol belaka!" Ucap seorang Knight yang berdiri pada posisi paling depan dari satuan pelindung Khan.


"Yah, melihat situasi yang terjadi di wilayah perbatasan saat ini, itu sudah bisa dipastikan!" Tanggap Sanghis.


"Yang membuatku heran adalah, tampaknya Eleanor Tribe sudah benar-benar frustasi dalam mencari jalan keluar untuk mengatasi situasi mereka, sampai rela melakukan kesepakatan dengan Kelompok Bandit!" Tambah Sanghis.


"Jadi, apa langkah kita selanjutnya?" Tanya salah satu Tetua.


"Hmmmm…! Aku punya satu ide!" Gumam Sanghis.


"Kita akan memancing di air keruh!"


"Jongha! Kau bawa seluruh satuan elite yang masih tersisa, untuk pergi ke wilayah Thousand Island! Tepatnya kesatu lokasi tertentu di Laut Ungu! Pulau Api Getaran!" Ucap Sanghis, secara tiba-tiba memberi misi pada ketua satuan elite penjaga Khan. Jongha.


"Pulau Api Getaran? Bukankah itu lokasi dari markas besar Aliansi 7 Lautan?" Tanya Jongha.


"Benar! Ini adalah misi khusus yang harus berhasil! Bagaimanapun caranya, kalian harus bisa sampai di pulau tersebut, dan menyampaikan pesanku kepada Kapten Perompak Naga Laut, Sinbad!" Tutup Sanghis. Seraya mulai menuliskan sesuatu pada sebuah gulungan kertas.


"Tuan, apakah itu langkah yang bijak? Sebenarnya aku tak memiliki masalah apapun untuk melakukan misi berbahaya ini! Namun, bukankah Kelompok satuan elite penjaga Khan sudah terbagi untuk melaksanakan beberapa misi?" Ucap Jongha, saat Sanghis masih sibuk menulis.


"Anda sempat mengirim sebagian dari satuan untuk melakukan misi ke North Region! Sebelum mengirim lagi untuk melakukan pengamatan ke sekitar wilayah kemah besar kelompok Bandit Malam Berbintang!"


"Kini, jika aku dan satuan yang tersisa juga menjalankan misi, maka tak akan ada yang tinggal untuk melindungimu!" Lanjut Jongha. Merasa bahwa pemberian misi kali ini memiliki waktu yang kurang tepat.


"Hmmmm…! Kau seolah berkata aku tak cukup kuat untuk melindungi diriku sendiri!" Ucap Sanghis. Sebelum dengan gerakan cepat, melempar gulungan kertas kepada Jongha.


"Maksud saya bukan seperti itu!" Jawab Jongha. Dengan sigap menangkap gulungan kertas.


"Aku tak suka ada anggota yang mempertanyakan perintahku! Tak terkecuali dirimu!" Ucap Sanghis, dengan intonasi serta tatapan tajam. Menyebabkan Jongha segera menutup mulut.


"Segera pergi!"


"Baik…!" Jawab Jongha singkat.


---


Note :


Yang belum follow, yuk interaksi bersama.. ^^