Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)

Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)
59 - Fairley Khan


Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


"Halo kawanan Bandit Serigala! Katakan padaku, siapa yang memegang kendali diatas kapal ini?" Tanya Fairley, setelah melakukan satu pendaratan yang dramatis nan indah.


Ditambah dengan posisinya yang masih duduk santai diatas sulur-sulur tanaman rambat dimana membentuk satu kursi layaknya sebuah singgasana, membuat penampilan Fairley saat ini terlihat begitu elegan.


Disisi lain, Razak dan Zota yang sekarang sedang berhadapan langsung dengan Fairley, hanya menatap dalam diam untuk beberapa saat. Sebelum akhirnya Zota menoleh untuk melihat kearah Razak.


Meskipun memang bisa merasakan ada satu aliran Mana aneh yang terasa sangat kuno terus memancar keluar dari dalam tubuh Fairley, namun jelas terlihat bahwa Razak dan Zota, sama sekali tak menampilkan ekspresi wajah takut sama sekali.


Bagaimanapun juga, semenjak bergabung dalam Kelompok Bandit Serigala, baik Razak ataupun Zota, sudah sangat terbiasa merasakan aliran Mana kuno, bahkan bisa dikatakan hal macam itu, sudah menjadi makanan sehari-hari bagi keduanya.


Boss Besar mereka, Theo. Dalam beberapa kesempatan sangat sering memancarkan aliran Mana kuno. Ditambah Sasi, Tuan Leluhur, Darsa, Gada Naga Bumi Thomas, serta Razak sendiri dengan Serbuk besinya, juga memiliki aliran Mana yang terasa kuno.


Itu semua belum termasuk Glory Land Warship yang setiap melakukan penerbangan, akan memancarkan aura kuno yang sangat amat pekat. Bahkan ketika kapal perang tersebut sedang tak beroperasi, secara samar masih terus memancarkan aura tersebut.


"Hmmmm… Siapa pria cantik ini?" Tanya Zota, dengan intonasi nada polos kepada Razak.


"Pria cantik? Aku juga tak tahu!" Jawab Razak singkat. Menampilkan intonasi nada serta ekspresi lebih polos dari Zota.


Sementara itu, begitu mendengar dua orang yang berdiri pada posisi paling depan diantara anggota kelompok Bandit lain dihadapannya tak segera menjawab pertanyaan yang ia lontarkan, dimana justru malah terlibat satu obrolan yang jelas terdengar menghinanya, Fairley segera memasang ekspresi wajah marah.


"Pria cantik?" Gumam Fairley. Dengan intonasi nada yang sangat di tekan.


*Woooshhhh…!!!!


Bersamaan dengan gumaman marah yang diucapkan oleh Fairley, aliran Mana kuno berwarna hijau, dimana memiliki aroma harum menyegarkan yang sedari tadi bergerak menyelubungi seluruh tubuhnya, secara tiba-tiba meledak keluar.


Memberi tekanan pada siapapun yang ada diatas dek kapal Kelompok Bandit Serigala.


"Wahh…! Dia marah!" Ucap Zota, seraya menggunakan tangan kanan logamnya untuk membuat gerakan melindungi wajah. Menahan agar angin kencang imbas dari lonjakan aura yang sedang terjadi, tak terlalu mengganggu visinya.


"Hmmmm… Jika sudah begini, bisa kita simpulkan bahwa ia adalah musuh!" Tanggap Razak, membuat kuda-kuda menahan tubuh dengan kedua Gauntlet kembar yang dibenamkan menembus dek kapal. Seraya mulai berubah kedalam mode Meridian Knight.


"Jadi kita akan bertarung? Kebetulan aku juga ingin mencoba kemampuan dari tangan dan kaki baruku!" Ucap Zota. Ikut berubah kedalam mode Meridian Knightnya.


*Woooshhhh…!!!!


Tepat ketika Razak dan Zota baru menutup mulut, menyelesaikan obrolannya, intensitas dari lonjakan aliran Mana kuno berwarna hijau menyegarkan yang keluar dari tubuh Fairley, bertambah semakin kuat.


*Sraaaakkkk…!!!


*Sraaaakkkk…!!!


*Sraaakkkk…!!!


Bertambahnya intensitas lonjakan Mana tersebut, diakhiri dengan puluhan sulur-sulur tanaman rambat aneh yang dibungkus oleh duri-duri tajam, secara tiba-tiba terbentuk instan dari aliran Mana Hijau yang bergejolak. Menerjang cepat dan menyebar liar kesegala arah.


"Itu berbahaya! Semuanya, cepat menghindar!" Teriak Zota. Memberi intruksi cepat pada anggota Kelompok Bandit Serigala yang lain.


Mendengar teriakkan Zota tersebut, tanpa banyak bicara, seluruh anggota yang ada diatas dek kapal, segera melompat mundur jauh kebelakang. Hanya menyisakan Zota dan Razak yang masih tak bergeming dari posisinya. Mengeksekusi teknik pertahanan terbaik masing-masing.


*Baaaammmm…!!!


*Baaaammmm…!!!


*Baaaammmmm…!!!


Dan benar saja, seperti peringatan yang disampaikan Zota, sulur-sulur tanaman rambat yang menerjang, ternyata memang sangat berbahaya. Mendarat dengan benturan keras yang mana segera menghancurkan apapun itu dilokasi terjangannya.


"Bukan hanya kuat! Juga berbahaya!" Tambah Zota. Menggunakan tangan logamnya, saat ini terlihat sedang meremas erat sampai hancur salah satu sulur tanaman rambat yang tadi menargetkan dirinya.


Ekspresi wajah Zota menunjukkan bahwa ia sedang sangat marah. Bagaimana tidak, sedikit saja tadi terlambat untuk menangkap terjangan sulur digenggaman tangannya tersebut, maka sekarang dia pasti sudah akan mati dengan dada berlubang.


"Semuanya! Tolong tenangkan diri kalian!"


Situasi masih sangat panas ketika secara tiba-tiba, suara Iris terdengar.


Gadis tersebut mendarat pada lokasi tepat ditengah jarak antara Fairley dan duo Razak-Zota. Terlihat akan mencoba untuk menengahi situasi kacau yang mendadak terjadi.


"Tutup mulutmu! Bagaimana aku bisa tenang saat satu orang asing yang secara tiba-tiba muncul, tanpa alasan yang jelas, mendadak melakukan serangan yang bertujuan untuk membunuh!" Gumam Zota. Aliran Mana tanah kini mulai berderak di sekujur tubuhnya.


*Baaaammmm…!!!


Bersamaan dengan Zota menyelesaikan kalimatnya, Razak yang sebelumnya hanya diam mendengarkan sembari memasang ekspresi wajah serius, tiba-tiba melakukan gerakan saling memukulkan ujung tinju Gauntlet kembar. Mulai memproduksi Serbuk Besi berkualitas tinggi.


"Ohhh…! Sekarang kalian malah dengan berani membentak adikku?" Ucap Fairley. Kini bukan hanya sulur tanaman rambat yang keluar dari dalam tubuhnya. Melainkan satu sosok tanaman raksasa yang memiliki kepala aneh lengkap dengan gigi-gigi tajam pada mulut, mulai terbentuk di belakang punggungnya.


"Sebenarnya, apa masalahmu!" Dengus Zota. Merasakan satu hawa menekan dari sosok tanaman aneh yang terbentuk perlahan di belakang punggung lawannya.


"Masalahku? Masih bertanya?" Gumam Fairley, tatapan matanya semakin tajam kearah Zota. Sebelum tanaman aneh yang ada di belakang punggungnya, mulai memproduksi ratusan duri tajam pada setiap bagian batang tubuhnya.


"Kelompok Bandit rendahan seperti kalian, dengan sangat lancang dan kurang ajar berani menyebut aku, Fairley Khan, Tuan muda pertama Eleanor Tribe, sebagai pria cantik!" Bentak Fairley. Dengan intonasi nada dingin yang sangat mencekam. Tanpa memberi peringatan apapun, melakukan gerakan tangan mengibas kedepan.


*Woooshhhh…!!!


Bersamaan dengan gerakan tangan tersebut, ratusan duri tajam yang ada di batang tubuh tanaman aneh, segera terlepas. Bagaikan anak panah yang di lepaskan dari busurnya, duri-duri tersebut terlontar cepat kedepan.


"Ba*jingan! Hanya karena memanggilmu pria cantik, kau berniat membunuhku?" Bentak Zota. Bukannya merasa terancam oleh serangan Fairley, justru berteriak keras memaki, sembari menerjang maju kedepan.


*Woooshhhh…!!!


Aliran Mana Tanah intens, kini terfokus menyelimuti ujung tinju tangan logam Zota.


Disisi lain, Iris yang masih berada di posisi antara kakaknya dan Zota, segera melakukan lompatan tinggi untuk menghindari bentrokan. Memasang ekspresi wajah bercampur antara kesal dan khawatir. Benar-benar tak menyangka situasi justru akan berkembang menjadi sekacau ini.


"Hmmmm…!!!"


Sementara itu, Razak yang melihat Zota mengambil langkah menyerang, tanpa banyak bicara merubah serbuk besi yang sedari tadi telah ia siapkan.


"Coba untuk menjadi lebih kreatif lagi!" Gumam Razak. Terinspirasi oleh nasehat Theo, kini tak lagi hanya membuat tinju-tinju logam dari serbuk besinya. Melainkan mulai membentuk bilah-bilah pisau tajam.


Diakhiri dengan bocah tersebut yang masih memasang ekspresi wajah serius nan teguh, melakukan kuda-kuda meninju kedepan.


*Woooshhhh…!!!


*Woooshhhh…!!!


Bilah-bilah pisau tajam buatan Razak, bergerak cepat mendahului Zota.


*Slasshh…!!!


*Slaaaassshhh…!!!


*Slaaaassshhh…!!!


Memotong beberapa duri teknik serangan Fairley, dimana membuka jalan bagi Zota untuk bisa bergerak menerjang lebih leluasa. Hanya beberapa duri yang berhasil mendarat pada bagian tubuhnya.


---


Note :


Terimakasih buat yang sudah melemparkan Mutiara Mana tambahan lagi untuk author. Besok malam akan kembali rilis 3 chapter. Sekaligus pelempar mutiara Mana akan saya mention di note.


Big Love...!!