
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
"Razak, sudah cukup! Kau bisa mengambil istirahat sekarang!" Ucap Theo.
"Boss! Aku masih bisa lanjut!" Jawab Razak singkat.
"Zhou Kang!"
Mendengar jawaban Razak, Theo tanpa basa-basi memberi tanda isyarat pada Zhou Kang.
"Ya..!!" Tanggap Zhou Kang.
*Tap…!!!
Dalam satu loncatan, Zhou Kang mendarat tepat di belakang punggung Razak. Tanpa mengatakan apapun, kemudian memberi satu pukulan singkat dileher belakang sang Bocah, membuat Razak yang telah mendapat banyak luka parah, jatuh tak sadarkan diri.
Dengan tanggap, Zhou Kang memapah tubuh tak sadarkan diri bocah tersebut. Memandang wajah Razak untuk beberapa saat, kagum dengan semangat dan keteguhan sang bocah. Sebelum akhirnya membawanya untuk keluar dari area duel.
*Tapp…!!!
Bersama Zhou Kang membawa Razak mundur, Theo melakukan lompatan memasuki area duel.
"Baiklah! Sepertinya duel selanjutnya adalah antara kau dan aku!" Ucap Theo, setelah melompat ketengah area duel. Menatap kearah San Juan. Kapten Kelompok Perompak wilayah Laut Hijau terkahir yang masih tersisa.
"Hmmmm…!!!"
Mendengar kata-kata Theo, ekspresi San Juan kembali berubah tegas.
*Tapp…!!!
"Sejujurnya, aku benar-benar kagum dengan bocah itu! Kau sangat beruntung memilikinya dalam kelompokmu!" Ucap San Juan.
Kalimat yang disambut Theo dengan menaikkan salah satu ujung alisnya.
"Yahh… Kalau membahas masalah keberuntungan, ini bukanlah yang pertama, seseorang bahkan pernah menyebutku sebagai putra dari dewa keberuntungan!" Jawab Theo.
"Baiklah! Kurasa tak perlu perkenalan formal! Setelah 10 Kapten Perompak yang lain di kalahkan oleh anggotaku, itu berarti aku hanya tinggal mengalahkanmu dalam duel selanjutnya!"
"Dengan begitu, secara resmi Kelompok Bandit Serigala menaklukan Laut Hijau!" Lanjut Theo. Sembari memasang senyum sederhana.
"Kesepakatan telah di buat, yang kau katakan sepenuhnya benar!" Jawab San Juan. Seraya mulai membocorkan aura dari dalam tubuhnya.
"Tapi, apa kau pikir aku adalah Knight yang sama dengan para Kapten Perompak yang baru saja di kalahkan oleh bocah anggotamu itu?" Lanjut San Juan.
"Memang mengejutkan saat ia ternyata bisa mengalahkan secara berturut-turut para Kapten yang lain! Namun meskipun itu sulit, masih memungkinkan terjadi! Karena pertarungan berada di kelas yang sama!"
"Sedangkan aku, bukanlah seorang King!"
*Woooshhhh…!!!
Bersama kalimat terakhir yang diucapkan oleh San Juan, ia tanpa menahan sama sekali, mulai menyebarkan seluruh aura Knight kelas Emperor tahap awal miliknya.
"Bagaimana kau yang hanya seorang King, akan menghadapi Emeperor!" Tutup San Juan.
"Bicara nanti saja setelah duel selesai!" Gumam Theo.
*Tukk…!!!
Detik berikutnya, Theo melakukan gerakan mengetuk ujung sepatu kilat pada permukaan tanah.
Melihat gerakan biasa yang seperti sebuah pemanasan dilakukan oleh Theo, San Juan masih terlihat santai. Sampai tiba-tiba, derak listrik merah aneh muncul di ujung sepatu Theo.
*Bzzzzzttt…!!!
Sosok Theo menghilang.
*Bzzzzzttt…!!!
Derak listrik merah kembali muncul, namun kali ini tepat di hadapan San Juan. Bersama dengan munculnya derak listrik tersebut, sosok Theo juga kembali tampak.
Hanya berjarak satu langkah dari San Juan, Theo yang kembali muncul, melakukan gerakan menarik dua ujung tinjunya kebelakang.
*Bzzzzzttt…!!!
*Bzzzzzttt…!!!
Gerakan menarik tinju yang dilakukan Theo, diiringi dengan derak listrik merah menyala terang pada dua sarung tangan kilat yang sedang ia kenakan.
San Juan membelalakkan mata lebar saat merasakan intensitas tak biasa dari aliran Mana Listrik berwarna merah di kedua ujung tinju Theo.
Namun, hanya itu reaksi yang sempat di buat oleh San juan, sebelum Theo melanjutkan aksinya dengan gerakan memukul dua tinju kearah depan. Terlihat akan mengarahkan dua tinju berderak Listrik merah di kepalan tangannya, tepat kearah wajah San Juan.
*WOOOSHHHH…!!!
*BBBLLAAAAAZZZ…!!!
*BLAAAAZZZTTT…!!!!
Diiringi luapan hawa menekan yang begitu berat, dua aliran Listrik Merah yang begitu menggelora, meledak dengan dahsyat dari sarung tangan kilat.
*BOOOOMMMMM…!!!
Dua derak dahsyat listrik merah, menyerempet dua sisi telinga San Juan, saat Theo ternyata dengan sengaja tak menargetkan wajah pria tersebut, hanya mengarahkan dua kepalan tinju, pada sisi-sisi kepalanya.
Berakhir kini San Juan menjadi pucat pasih, bergetar ketakutan dengan ujung bibirnya mulai meneteskan darah segar saat imbas dari serempetan Listrik Merah yang sempat mengenai sedikit dua daun telinganya, mulai berderak cepat menyusuri seluruh tubuhnya. Hanya berhenti ketika sampai di dalam Ranah Jiwa untuk memberi satu hentakan kuat.
"Lalu kenapa kalau kau seorang Emperor?" Tanya Theo, dengan intonasi nada dingin yang sangat menusuk. Sembari memasang seringai lebar menyeramkan. Tepat di depan wajah San Juan.
"I-Iblis!" Gumam San Juan pelan, dengan intonasi nada bergetar saat melihat sosok Theo dan seringai lebarnya.
"Aku mengaku kalah!" Lanjut San Juan. Berusaha sekuat tenaga menahan kedua kakinya yang bergetar hebat, agar tak jatuh dalam kondisi berlutut.
"Oke!"
Satu kalimat yang segera disambut oleh Theo dengan kembali menarik semua aura menekan yang dari tadi keluar tak tertahankan dari dalam tubuhnya.
Sementara San Juan, hanya mengambil nafas panjang nan berat. Merasa sedikit lega meskipun memang masih agak kesulitan mengatur nafas.
Kemudian, dengan gerakan menoleh, San Juan melihat kebelakang. Sekedar penasaran ingin memeriksa kondisi sekitar. Bagaimanapun juga, hanya dengan sedikit terkena aliran Listrik Merah, itu sudah cukup membuat Ranah Jiwa San Juan terguncang.
Namun, tindakan San Juan, ternyata justru dalam sekejap membuatnya kembali kesulitan bernafas. memasang ekspresi wajah tercengang menjurus ngeri.
Bagaimana San Juan tak merasa ngeri, tepat ketika ia menoleh untuk memeriksa lingkungan, yang menyambutnya adalah tanah lapang nan gersang. Deretan pepohonan cukup rimbun yang sebelumnya melingkupi seluruh pulau kecil, kini telah musnah. Lebih tepatnya hangus terbakar.
'Jika bocah yang tadi adalah monster kecil, maka pemuda Boss Besar Bandit Serigala ini adalah monster yang sesungguhnya!' Gumam San Juan dalam hati. Kemudian kembali melirik kearah Theo yang saat ini dalam posisi memunggunginya.
"Nahhh…! Dengan ini Kelompok Bandit Serigala telah berhasil menaklukkan Laut Hijau!" Ucap Theo. Seringai lebar di wajahnya menghilang. Diganti dengan senyum sederhana.
'Sebagai bonus, aku juga mendapatkan beberapa anggota baru yang lumayan kuat! Terlebih tambahan seorang Emperor!' Lanjut Theo. Dalam hati. Merasa puas dengan trik duel yang ia lemparkan.
Theo yang dari awal mengetahui bahwa menaklukan Laut Hijau tak akan terlalu sulit setelah mendapat informasi bahwa Aliansi 7 Lautan ternyata lepas tangan, akhirnya memutuskan untuk melakukan pendekatan berbeda dalam usaha menaklukan wilayah Laut Hijau.
Berfikir dari pada harus menumpas seluruh Perompak, kenapa tak menjadikan mereka sebagai tambahan pasukan.
Dengan rencana duel, Theo berhasil menambah anggota dalam jumlah cukup banyak, dari pada harus melakukan pertempuran terbuka terlebih dahulu sebelum memasang segel Kontrak Tuan-hamba.
Tawaran duel yang jelas tak akan di tolak oleh pihak lawan, membuat Theo bisa mencegah berkurangnya anggota Perompak calon rekrutan baru Kelompok Bandit Serigala. Karena trik ini, menghindarkan situasi pertempuran di awal.
"Hmmmm… Dengan begini, kita mendapatkan 1000 pasukan tambahan! Membuat total seluruh pasukan, menjadi kurang lebih sekitar 10.000 orang!" Ucap Guan Zifei. Melakukan perhitungan singkat.
Tak berapa lama kemudian, ketika Theo yang di bantu oleh San Juan mulai mengatur para anggota Perompak rekrutan baru, kapal-kapal perang milik Kelompok Bandit Serigala, dipandu Guan Zifei dan Zhou Kang yang memberi tanda isyarat, akhirnya mendarat di bibir-bibir pantai beberapa gugusan pulau kecil.
---
Note :
Yuk, yang belum follow, bisa follow akun Instagram SDC @sevendeadlychild. Kita berinteraksi sama-sama. Saya sebagai Author, dengan kalian sesama pembaca. Saya rutin up postingan tiap hari, informasi menarik seputar SDC.