
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_______________________________________
(Beberapa Minggu kemudian)
Dengan langkah gontai serta tubuh penuh luka berlumuran darah, Theo berjalan keluar dari dalam Lembah Demonic Beast.
Tak seperti Lembah Pertama yang mampu di selesaikan Theo hanya dalam waktu beberapa hari, di Lembah Kedua ini, dimana ternyata memiliki ukuran lebih luas dua kali lipat, berpenghuni Demonic Beast kelas tinggi dengan jumlah lebih banyak 2 kali lipat juga, ditambah Boss yang berada di tempat ini juga berjumlah 5, Theo cukup kesulitan dalam proses membersihkan Lembah. Beberapa kali juga menghadapi situasi genting yang hampir merenggut nyawa.
Sampai akhirnya, Theo baru bisa mengubah Lembah yang berpenghuni Demonic Beast kelas tinggi berjumlah padat, untuk menjadi Kuburan masal Demonic Beast, dengan menghabiskan waktu lebih dari 2 minggu. Sebelum dilanjutkan membunuh kelima Boss Lembah untuk menyelesaikan tantangan.
Strategi yang dipakai Theo sendiri sebenarnya masih tetap sama, yakni bantai sebanyak mungkin, ambil mayat sebanyak mungkin, sebelum akhirnya mundur beberapa waktu ketika sudah dalam kondisi tubuh kritis.
Theo memulihkan diri sembari terus memakan daging para Demonic Beast kelas tinggi. Terus menempa garis-garis Meridiannya agar semakin naik ke level yang ia targetkan.
Dalam proses menyelesaikan tantangan di Lembah Demonic Beast kedua ini, Meridian Theo yang awalnya berada di level General tahap Langit awal, kini telah naik menjadi General tahap Surga awal.
Kemajuan yang memang terlihat tak terlalu signifikan, namun bagi Theo, itu adalah perkembangan yang benar-benar dicapai dengan usaha keras. Bagaimanapun juga, menaikkan level dari garis-garis Meridian-nya, bukanlah hal yang mudah. Bahkan menurut Theo, itu lebih sulit dari pada proses kultivasi biasa.
Memiliki Element Seed tipe Netral, ternyata memang adalah sebuah tantangan tersendiri. Karena meski memang memberi begitu banyak manfaat, namun itu sebanding dengan kesulitan dalam proses budidaya-nya.
Selain harus menumbuhkan keenam jenis atribut Mana dalam tiap-tiap batang Element Seed dengan seimbang, Theo juga perlu merawat secara khusus Meridian dan Ranah Jiwanya agar tak tertinggal cukup jauh, mampu mengimbangi perkembangan Element Seed tipe Netral-nya.
Situasi-situasi tersebut, membuat Theo harus melewati jalan begitu terjal hanya untuk bisa naik tingkat kultivasi. Karena jalan Knight yang harus ia tapaki, memiliki kesulitan hingga delapan sampai sepuluh kali lipat lebih berat dari Knight-Knight lain pada umumnya.
*Buuuuggg…!!!
Tubuh Theo tumbang setelah melangkah sedikit keluar dari dalam Lembah Demonic Beast.
"Haahhh…!!! Hahhh…!!!"
Dalam posisi terlentang menatap langit, Theo mengambil nafas berat dalam setiap tarikan nafasnya.
"Oe roh mesum gentayangan, apa kau punya sedikit pengetahuan tentang Demonic Beast kelas puncak seperti yang selalu muncul dibalik portal menara aneh tiap kali aku selesai menghabisi para Boss Demonic Beast dalam Lembah untuk menyelesaikan tantangan?" Tanya Theo tiba-tiba, kepada Ernesto.
'Hmmmm… Kau sepertinya menangkap beberapa nada tak biasa dari mulutku tiap kali melihat kemunculan sosok di balik portal tersebut!' Ucap Ernesto.
"Oe, bukannya kau memang sengaja membuat nada seperti itu? Secara tak langsung ingin menyampaikan bahwa kau memiliki informasi, namun tak mau membagi sampai aku bertanya terlebih dahulu?" Jawab Theo. Memahami bahwa Ernesto hanya ingin membalas semua sikap tak menyenangkan Theo selama ini dengan tak mau membagi informasi secara cuma-cuma. Paling tidak, sampai Theo bertanya dan merasa butuh.
'Hmmm…. Aku pernah berjumpa sekali dengan Demonic Beast berkelas puncak seperti yang ada di balik portal. Bagaimanapun juga, aku hidup di masa yang bisa dikatakan cukup primitif dengan beberapa Demonic Beast luar biasa kuat, masih tinggal di muka Gaia Land!' Ucap Ernesto. Mulai menjelaskan.
'Pada masa itu, Demonic Beast berkelas puncak, merupakan musuh utama para manusia! Segala konflik maupun situasi peperangan yang terjadi diantara para manusia, segera akan berhenti untuk beberapa saat ketika Demonic Beast berkelas puncak yang telah memiliki kecerdasan, muncul di suatu wilayah!'
'Kami, ras manusia, akan bahu membahu melenyapkan makhluk tersebut. Karena tiap kali ada Demonic Beast yang berhasil mencapai puncak kultivasi dan mendapat kecerdasan, mereka akan menghimpun serta memimpin Demonic Beast lain yang masih liar. Menciptakan Kelompok besar sejenis suku atau bahkan kerajaan tersendiri, dimana pada akhirnya, akan selalu memiliki misi utama untuk melenyapkan keberadaan manusia diatas Gaia Land!'
'Oleh karena itu, bersyukurlah kalian manusia penghuni Gaia Land generasi ini, karena tak harus berhadapan dengan makhluk-makhluk tersebut, kami generasi lama, telah hampir menyapu bersih para Demonic Beast, membuat keberadaan mereka menjadi langka di muka Gaia Land!'
'Namun, perbedaan jelas ada di Tartarus Land ini, dengan kondisi alam yang sepenuhnya menguntungkan para Demonic Beast, entah sampai kapan para manusia penghuni Tartarus Land, bisa terus bertahan hidup di dunia macam ini!'
'Tinggal menunggu waktu saja hingga puluhan, bahkan ratusan Demonic Beast, berhasil mencapai puncak kultivasi, memiliki kecerdasan. Membayangkan tentang apa yang bisa dilakukan oleh ratusan Demonic Beast puncak, sudah memberi rasa ngeri dalam hatiku! Karena kami yang menghadapi beberapa saja, benar-benar harus berjuang begitu keras!' Tutup Ernesto. Menyelesaikan penjelasan panjangnya, dengan melirik kearah wajah Theo dari dalam sarung tangan kilat.
'Kau… Bedeb*ah…!!!' Maki Ernesto keras. Saat melihat Theo ternyata telah kehilangan kesadaran. Tampak sedang tertidur nyenyak.
'Sejak kapan kau kehilangan kesadaran? Jangan bilang dari tadi aku hanya berbicara pada udara kosong!' Bentak Ernesto.
'Makan ini bocah tengik!'
*BBBZZZZZTTT….!!!
Dalam kekesalannya, Ernesto segera menghimpun aliran Mana Mutasi Listrik Merah. Menyengat keras tubuh Theo.
"Goooaaahhh….!!!"
Seketika Theo kembali tersadar begitu sengatan Listrik Merah, menyentuh sedikit Ranah Jiwanya.
"Baji*ngan! Apa yang kau lakukan!" Bentak Theo. Benar-benar kesal dengan tindakan Ernesto yang menurutnya, sungguh telah mengganggu waktu istirahat bagi tubuh fisik penuh luka.
'Apa yang kulakukan? Apa kau to*lol mengambil waktu tak sadarkan diri di tempat terbuka macam ini!' Bentak Ernesto balik.
"Hmmmm… Aku sudah membersihkan seluruh Lembah Demonic Beast, kini menjadi Kuburan Demonic Beast kedua! Dengan aura intens yang masih menyebar imbas pertempuran dahsyat sebelumnya, jelas tak akan ada Demonic Beast lain yang berani mendekat untuk beberapa waktu kedepan!" Dengus Theo. Merasa tindakan Ernesto yang mengkhawatirkan wilayah sekitar, benar-benar konyol.
Theo yang telah terlanjur sadar kembali, akhirnya memutuskan untuk mengambil posisi duduk bersila. Akan mulai melakukan proses kultivasi dan memulihkan kondisi tubuh.
Situasi berkembang hening untuk beberapa saat ketika baik itu Theo ataupun Ernesto, tak lagi saling berbicara.
Sampai kemudian, Theo sedikit membuka mata.
"Hmmmm… Ngomong-ngomong, kau tadi sempat bilang bahwa pernah berjumpa sekali dengan Demonic Beast puncak seperti yang muncul di balik portal, kelanjutannya seperti apa?" Tanya Theo.
'Bocah Ba*jingan! Jadi hanya penjelasan awalku itu yang kau dengar!' Bentak Ernesto. Kembali marah saat mendengar pertanyaan Theo.
*Bzzzzzttt….!!!
Derak listrik merah kembali mulai menyala pada sarung tangan kilat, sampai dengan tanggap, Theo meredamnya.
"Oe, jangan main-main dengan simpanan Listrik Merah! Kita tak tahu kapan akan membutuhkannya!" Dengus Theo.
'Diam kau bocah tengik!' Bentak Ernesto.
"Hmmmm… Jika tak mau memberi penjelasan juga tak masalah! Kenapa selalu merasa kesal atau marah dengan tak jelas!" Gumam Theo. Sebelum akhirnya memutuskan untuk fokus dalam pemulihan kondisi tubuh. Kembali menutup mata.