
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
(Sebuah reruntuhan kuno, Gurun Purba)
*Woooshhhh….!!!
*Tap….!!!
Tak jauh dari lokasi salah satu reruntuhan kuno wilayah Gurun Purba, seorang Knight berkelas Emperor tahap awal, tampak melakukan sebuah pendaratan.
Knight berkelas Emperor tahap awal ini, dimana merupakan seorang pria yang memiliki perawakan kulit gelap serta beberapa bekas luka terbakar di area wajahnya, terlihat berdiri diatas sebuah bukit. Memandang kearah reruntuhan yang berada tak jauh di hadapannya.
*Woooshhhh….!!!
*Tap…!!!
*Tap…!!!
*Tap….!!!
Dan tak lama setelah pendaratan sang Emperor, puluhan Knight lain berkelas King, ikut menyusul di belakang. Berdiri sembari sedikit menundukkan wajah pada punggung sang Emperor.
"Wakil pemimpin… Sepertinya kelompok kita adalah yang pertama mendapatkan informasi! Belum terlihat kehadiran Kelompok Bandit lain atau Tribe di sekitar lokasi!" Ucap salah satu Knight berkelas King.
"Hmmmmm… Itu wajar! Kau pikir tinggal berapa dari Kelompok Bandit yang tersisa di wilayah Gurun ini!" Ucap Pria berkelas Emperor. Yang tak lain adalah salah satu dari wakil pemimpin Kelompok Bandit Malam Berbintang.
"Dengan pergerakan masif yang di lakukan oleh kelompok Bandit Serigala, dimana telah berhasil menaklukkan hampir seluruh kelompok Bandit Besar, untuk saat ini yang tersisa hanyalah dua aliansi besar! Kelompok Bandit Malam Berbintang kita, dan Kelompok Bandit Menara Langit!"
"Jadi, berhenti mengoceh tentang hal yang sudah jelas! Sebelum tim penjelajah dari Bandit Menara Langit, ataupun Barbarian Tribe, mulai ikut bergerak!" Tutup Sang wakil pemimpin.
"Anda benar! Maafkan saya!" Jawab anggota kelompok Bandit Malam Berbintang yang tadi sempat memberi pendapat.
*Woooshhhh…!!!
Mendengar jawaban anggotanya, dimana segera meminta maaf begitu merasa membuat kesalahan, wakil pemimpin Kelompok Bandit Malam Berbintang bukannya tampak puas, justru terlihat memasang ekspresi wajah tak sedap. Sembari kemudian mulai membocorkan auranya.
"Bukankah baru saja kukatakan untuk berhenti mengoceh tak penting?" Gumam sang wakil pemimpin, dengan nada dingin. Tanpa menoleh kebelakang.
Namun, meskipun pria ini tak membuat gerakan menoleh kebelakang, anggota yang sedang ia ajak bicara, tetap saja merasakan satu tatapan tajam memancar dari aura yang di keluarkan sang wakil pemimpin. Satu aura tatapan tajam yang segera membuat punggung sang anggota, seketika menjadi dingin.
"Wakil pemimpin, menurut anggota tim penjelajah Kelompok Bandit Menara Langit yang berhasil kami sergap satu hari lalu, dimana terlihat melalukan gerakan mencurigakan yang terkesan buru-buru untuk kembali ke kemah besarnya, kami mendapat informasi bahwa pada reruntuhan kuno yang ada di depan, telah ditemukan tanda-tanda adanya tumpakan harta berharga! Harta berharga yang di perkirakan berasal dari jaman purba!" Ucap sang anggota, tanpa berani basa-basi lagi, segera memberi penjelasan rinci kepada wakil pemimpin Kelompok Bandit Malam Berbintang yang saat ini memimpin tim penjelajah.
"Harta dari jaman purba! Yang membuatku heran adalah, aku sempat berfikir harta-harta tersebut di temukan pada lokasi mana, tapi ternyata pada reruntuhan ini!" Tanggap sang wakil pemimpin. Sedikit menarik aura menekan yang dari tadi sengaja ia bocorkan.
"Bukankah itu sudah beberapa tahun lalu reruntuhan yang ada di depan ditemukan pertama kali oleh kelompok kita? Dan jelas setelah perburuan berulang-ulang yang di lakukan oleh banyak kelompok Bandit serta Kelompok Tribe semenjak lokasinya tersebar luas, reruntuhan ini telah lama kosong! Seluruh harta yang tersimpan di dalamnya telah di kuras habis oleh berbagai kelompok!" Tambah wakil pemimpin Bandit Malam Berbintang, sedikit memasang ekspresi wajah heran.
"Itu… Mungkin ada satu mekanisme formasi rahasia khusus yang terlewat dan tak berhasil di lacak oleh kelompok-kelompok yang melakukan penjelajahan!" Jawab anggota Bandit Malam Berbintang.
"Bagaimanapun juga, anggota tim penjelajah dari Kelompok Bandit Menara Langit yang berhasil kami tangkap, jelas tak akan memberi informasi palsu! Karena baru buka mulut setelah mendapat siksaan satu malam penuh!" Lanjut sang anggota.
"Hmmmm… Semua akan jelas saat kita sudah memeriksa secara langsung! Tunjukkan padaku lokasi tepat yang dimaksud oleh orang tersebut!" Ucap wakil pemimpin Bandit Malam Berbintang.
"Baik…!" Jawab anggota kelompok Bandit Malam Berbintang, begitu mendengar wakil pemimpinnya telah memberi intruksi. Tanpa menunda bergerak memimpin jalan memasuki wilayah reruntuhan kuno.
***
(Salah satu sudut reruntuhan kuno)
"Seharusnya di sekitar sini!" Gumam anggota kelompok Bandit Malam Berbintang. Tampak memeriksa deretan dinding pada reruntuhan kuno.
"Ketemu!" Ucap sang anggota sekali lagi, dengan ekpsresi wajah cerah saat telah berhasil menemukan satu mekanisme formasi rahasia pada salah satu sisi dinding.
Disisi lain, wakil pemimpin Kelompok Bandit Malam Berbintang yang juga melihat mekanisme formasi rahasia pada dinding yang di maksud oleh anggotanya, saat ini justru memasang ekspresi wajah ragu. Sedikit mengerutkan kening. Karena dari pengamatan pria tersebut, formasi segel rahasia yang terukir pada dinding, terlihat seperti masih cukup baru.
Namun, meskipun merasa curiga, wakil pemimpin Bandit Malam Berbintang, terlihat membiarkan saat anggotanya mulai berusaha membuka segel formasi rahasia untuk mencari pintu tersembunyi pada dinding. Pria ini hanya diam mengamati sembari melirik sekitar.
Sampai kemudian, setelah beberapa saat….
*Baaaammmmm….!
Sang anggota akhirnya berhasil memecah segel formasi. Berakhir membuka satu pintu rahasia yang berada pada sisi ujung lain dinding.
"Wakil pemimpin! Sudah berhasil dibuka!" Ucap sang anggota, memberi laporan. Meski tampak antusias, ia tak berani lancang untuk masuk lebih dahulu.
"Hmmm… Lalu tunggu apa lagi? Segera periksa kedalam!" Jawab Sang wakil pemimpin, secara tak terduga justru memberi intruksi agar anak buahnya masuk terlebih dahulu.
"Ahhh… Baik!" Tanggap anggota kelompok Bandit Malam Berbintang. Sedikit merasa terkejut, sebelum ekspresi wajahnya kembali antusias.
Tanpa menunda, bersama beberapa anggota yang lain, orang tersebut memimpin untuk masuk terlebih dahulu memeriksa ruangan yang berada di balik pintu rahasia.
Hening beberapa saat ketika beberapa anggota kelompok Bandit Malam Berbintang, telah memasuki ruangan.
"Bagaimana? Apa yang tersimpan di dalam?" Ucap wakil pemimpin Bandit Malam Berbintang, tampak sedikit mulai tak sabar.
"Wakil pemimpin, sebaiknya anda segera ikut masuk kedalam! Ini benar-benar luar biasa! Harta yang tersimpan di dalam, terlihat sangat tak biasa!" Seru anggota kelompok Bandit Malam Berbintang, dari dalam ruang rahasia.
"Jadi benar-benar ada harta!" Gumam wakil pemimpin Bandit Malam Berbintang, sebelum tanpa menunda, ikut memasuki ruangan.
***
(Ruang rahasia dibalik dinding)
Dengan tatapan mata bergetar, seluruh anggota tim penjelajah Kelompok Bandit Malam Berbintang, saat ini menatap takjub pada hal yang terpampang di hadapan mereka.
Bukan hanya anggota biasa, bahkan sang wakil pemimpin, saat ini tak bisa menyembunyikan ekspresi serakah yang mulai tampak pada rona wajahnya. Tatapan pria tersebut mulai tajam menatap para anggota yang ada di sekitar, seperti sedang memikirkan satu rencana keji.
"Wakil pemimpin! Ini jelas adalah harta dari jaman purba! Kita panen besar!" Ucap salah satu anggota. Sebelum secara tiba-tiba, kepala anggota yang baru saja berbicara, terlepas dari lehernya.
Dipenggal oleh Wakil pemimpin kelompok Bandit Malam Berbintang.
"Apa? Wakil pemimpin, apa yang anda lakukan?" Ucap anggota lain, dengan ekspresi wajah ngeri, bagitu melihat sang wakil pemimpin, tiba-tiba menebas leher salah satu kawannya.
"Sederhana saja! Tak ada satupun dari kalian yang boleh keluar dari tempat ini dalam keadaan hidup!" Jawab sang wakil pemimpin, mulai berubah kedalam mode Knightnya. Sembari memasang satu senyum licik menyeramkan.
"Semua harta, adalah milikku!" Tutup sang wakil pemimpin, kemudian mulai bergerak cepat melakukan pembantaian pada anggotanya sendiri.
---
Note :
Oe, jangan pelit sama jempolnya. Pencet like! Uda gt aja!