Pengawal Cantik

Pengawal Cantik
Terpesona


Orang orang nampak sibuk berlalu lalang menyiapkan berbagai macam hidangan di atas meja makan yang berukuran 1,5 meter persegi panjang dengan kursi berjajar rapi mengelilingi meja tersebut.


"Aduh na... udah belum sih? Lama banget, aku pengen bantu bantu di luar," keluh Milea risih saat Nala merias wajahnya dengan make up tipis.


"Udah kamu diam aja! Di luar itu ada banyak orang yang nyiapin segalanya. Sekarang kamu diam karna aku bakal buat bibir kamu tambah cantik," Nala mengambil lipstik berwarna dusty pink dan perlahan memoleskannya kebibir Milea.


Milea menghela nafas pasrah dan membiarkan Nala berbuat sesukanya. Selama ini dia jarang sekali menyentuh yang namanya make up, makanya agak risih saat Nala mendandaninya untuk acara malam ini.


"Siap! Coba lihat, kamu cantik banget Le!" Nala memutar kursi Milea menghadap kedepan cermin untuk melihat hasil riasan darinya.


Mata lentik yang tertutup itu perlahan membuka matanya. Dari alis, mata, sampai bibir tidak luput dari penglihatannya. Milea akui, malam ini dia merasa wajahnya memang sangat cantik. Riasan yang di berikan Nala tidak terlalu menor, jadi kecantikan alaminya semakin terpancar indah.


"Gimana? Cantik 'kan? Aku yakin pak Zaky pasti bakal terpesona lihat kecantikan kamu malam ini. Dia pasti merasa kamu adalah wanita tercantik malam ini," dengan bangganya Nala berkata sambil tersenyum senang.


"Apaan sih, lebay tahu gak!" Cibir Milea memutar bola mata malas lalu bangkit mengambil ponselnya yang terletak di atas nakas.


Jujur saja, saat ini dia merasa gugup. Bagaimana reaksi Zaky saat melihatnya nanti? Kagetkah? Terpesonakah? Atau apakah nanti dia akan memujinya cantik? Ah. Ini gara gara Nala, sehingga pemikirannya jadi tak karuan memikirkan apa reaksi Bosnya itu saat melihatnya nanti.


Tok tok tok


"Nala, Milea. Udah belum? Acaranya sebentar lagi bakal dimulai. Tamu tamu juga udah pada dateng!" Seru Haikal di balik pintu.


"Sebentar lagi kami keluar!" Balas Nala.


"Ya udah, aku tunggu di bawah!"


Nala menghampiri Milea yang masih sibuk berkutat pada layar ponselnya untuk menghilangkan rasa gugup.


"Le, ayo turun. Acara sebentar lagi dimulai," ajak Nala berdiri di hadapan Milea.


"Ya udah ayo!" Milea bangkit berjalan beriringan keluar dari kamar dan menuruni satu persatu anak tangga menuju halaman belakang yang sudah disulam secantik mungkin.


Tidak banyak yang datang. Maulida dan Bagas hanya mengundang kerabat, dan teman teman sekolah Suci. Sedang 'kan besok, mereka akan mengundang anak anak panti untuk acara selamatan.


"Oh akhirnya mereka turun juga!" Seru Haikal membuat Zaky memutar balik tubuhnya untuk melihat siapa yang datang.


Zaky terpaku diam saat tahu orang itu adalah pengawalnya, Milea. Malam ini gadis itu memakai drees lengan panjang berwarna putih di bawah lutut. Rambutnya tergerai indah dengan penjepit rambut motif bunga aster pemberiannya.


Deg deg deg


Irama jantung keduanya tanpa sadar sama sama berdegup sangat kencang saat bertemu tatap.


"Cantik?" Beo Milea.


Tersadar. "Langitnya yang cantik maksudnya!" Elak Zaky nampak salah tingkah dengan pandangan di buang kesembarang arah agar tidak menatap wajah cantik Milea.


"Oh..." mengangguk lalu mendongkak menatap langit gelap. "Iya. Langitnya cerah, bintangnya banyak, bulanpun malam ini bersinar sangat terang. Benar benar cantik." Milea tersenyum senang memandangi langit yang memang saat itu sangat cantik.


"Langitnya memang cantik," *t*api bagiku kamu jauh lebih cantik. Lanjutnya dalam hati sambil tersenyum kecil memandangi wajah cantik Milea yang menatap langit langit.


Milea mengalihkan pandangannya kearah Zaky sehingga pandangan mereka bertemu. Keduanya sama sama mengunci pandangan masing masing dengan penuh arti. Sayangnya, itu harus berakhir saat wajah Haikal melengok di tengah tengah menghalangi pandangan masing masing.


Pria itu cengengesan. "Udah dulu tatap tatapannya, acaranya udah dimulai itu!" Tunjuk Haikal kearah panggung saat MC mulai menyuakan suaranya.


"Siapa yang tatap tatapan?! Orang cuma lihat lihatan doang kok!" Memang ya, orang kaku itu sering kali lupa kata kalo lagi salah tingkah.


Menatap datar plus malas. "Oh. Ya udah kalo gitu, sekarang kalian kesana gabung sama yang lain!" Haikal mendorong tubuh keduanya menuju kursi dengan meja bulat untuk para tamu undangan.


Milea melirik Haikal heran saat pria itu menyuruhnya untuk di kursi bersisian dengan Zaky, lalu dia ikut menarik kursi di samping Nala yang sedari tadi sudah lebih dulu duduk di sana.


"Oke, sebelum memulai acara puncaknya. Kita sudah menyiapkan permainan menarik untuk muda mudi jomblo yang mungkin ingin segera mendapatkan pendamping ya..."


"Permainan ini kita sebut saja tali jodoh! Untuk muda mudi yang berumur di atas 14 tahun boleh mencobanya ya.. yang udah nikah juga boleh kalo mau nyari sensasi baru bertukar pasangan. Ya... itu juga kalo diizinin. Takutnya entar kedinginan tidur di luar,"


"Huuu!!" Semua orang menyoraki MC yang suka sekali menggoda pasangan tua yang sudah menikah itu.


"Oke, nama namanya sudah kami tulis di sini ya. Silahkan ambil kertasnya dan naik kepanggung bersama pasangan." Instruksi dari MC. Tak lama, teman MC itupun turun memberikan sebuah stoples kaca berisikan beberapa kertas nama pria di dalamnya dan akan para gadis yang buka.


"Silahkan ambil." Milea melirik MC itu lalu memasukkan tangan kedalamnya untuk mengambil secarik kertas yang digulung dan diikat menggunakan pita kecil.


"Jangan dibuka dulu ya!" Zaky yang hendak bertanya seketika mengurungkan niatnya untuk bertanya saat MC itu melarang untuk membuka.


"Semuanya sudah dapat bukan? Jika sudah dapat, silahkan naik keatas panggung untuk membukanya bersama sama!"


Sekitar 5 orang pria dan 5 orang wanita naik keatas panggung sesuai instruksi dari MC-nya. Dari kubu pria ada Zaky, Haikal, Wilqy, Reynand, dan Firat. Sedangkan dari kubu wanita ada Milea, Nala, Winda, Fira, dan Santi.


Kesepuluh pemuda itu memiliki umur di atas 14 tahun dan sudah MC cari tahu namanya masing masing. Semuanya nampak menunggu instruksi dari MC dengan gugup, mencoba menerka siapa yang akan menjadi pasangan mereka.


"Oke.. dalam hitungan ketiga buka kertasnya bersamaan. Satu... Dua... TIGA!!"