Pengawal Cantik

Pengawal Cantik
Tragedi pesta


Lusa sesuai rencana, Zaky dan Milea akan pergi memenuhi undangan pernikahan dari salah satu rekan bisnis Zaky. Di luar Zaky sedang menunggu pengawalnya itu selesai berdandan, karna tidak mungkin ke pesta wajah malah pucat. Meski tidak dipoles make up-pun, wajah Milea sudah sangat cantik.


Cklek


"Tuan..." Panggil Milea pelan berjalan mendekati tuannya. Zaky terdiam dengan mata tak luput dari gadis itu, bahkan matanya sampai tidak berkedip.


Malam ini Milea benar benar bagai 'kan seorang putri yang begitu cantik dan anggun. Di manakah Pengawalnya yang tomboy itu? Milea menggunakan gaun yang dia beli 'kan, dengan rambut yang dibiarkan terurai, serta wajahnya yang terpolos make up tipis. Pandangannya kini beralih pada penjepit rambut yang dia berikan waktu itu. Tanpa sadar senyum tipis mengembang di wajahnya.


"Kedip tuan kedip! Kemasukan debu entar!" Seru Milea membuyarkan lamunan Zaky. Nampak pria itu salah tingkah karna melihat Milea yang tampil cantik malam ini.


"A-ah... ki-kita berangkat sekarang?" Tanya Zaky salah tingkah. "Subuh entar, ya sekaranglah tuan!" Gemes sendiri Milea jadinya.


"Ya sudah ayo!" Milea berjalan di belakang Zaky mencoba menetral 'kan degup jantungnya yang berpacu cukup kencang. Tak dapat dipungkiri, Milea juga cukup terpanah melihat Zaky yang begitu tampan dengan balutan jas coksu pilihannya. Sama dengan Zaky, dia juga sebenarnya merasa gugup dan salah tingkah saat melihat tuannya menatap dirinya tanpa berkedip.


Saat sampai di parkiran, Milea yang mungkin terbiasa membukakan pintu untuk tuannya kini terdiam karna justru tuannya yang berinisiatif untuk membukakan pintu untuknya.


"Emm sa-saya bisa membukanya sendiri tuan.." gumam Milea merasa tidak enak.


"Sudahlah, Ayo masuk. Kali aku yang menyetir!" Jawab Zaky.


"Tapi tuan---"


"Tidak ada penolakan!!" Milea hanya mampu menghela nafas lalu masuk kedalam mobil saat mendengar keputusan mutlak tuannya yang tidak akan bisa diubah meskipun dirinya memaksa sekalipun.


Tak butuh waktu lama, merekapun sampai di hotel milik keluarga Alexander. Di sana semua orang pegawai menunduk hormat melihat kedatangan Zaky.


"Selamat atas pernikahannya."


"Terima kasih Pak Zaky."


"Selamat, semoga kalian selalu bahagia." Ucap Milea menyalami kedua mempelai yang nampak cantik malam itu.


"Terima kasih."


Setelah menyapa kedua mempelai sebentar, Zaky dan Milea segera turun menghampiri para kolega bisnis yang lain untuk memperat hubungan pekerjaan mereka.


Milea sebenarnya bosan mendengar orang orang itu yang dibicarakannya hanya tentang bisnis dan pekerjaan. Apakah mereka tidak bosan setiap hari selalu menyangkut pekerjaan, bahkan di luar pekerjaanpun masih membahasnya.


"Milea?" Gadis itu menoleh saat ada seseorang yang memangilnya. "Hai Milea, tak kusangka kau akan datang juga. Dengan siapa kau kesini?" Tanya orang itu yang tak lain adalah Brian. Pria itu memberikan secangkir anggur yang dia ambil tadi.


"Terima kasih pak. Saya datang kesini bersama dengan tuan Zaky," jawab Milea menggoyang goyangkan cangkir berisikan anggur itu lalu perlahan meminumnya.


"Oh... Benarkah?" Milea tidak menjawab. Matanya sedari tadi sibuk melihat sekitar hingga fokusnya beralih pada sebuah titik yang menurutnya ganjal di balik sebuah pintu yang letaknya tak terlalu jauh dari posisinya saat ini.


"Ada apa Milea?" Gadis itu menghiraukan pertanyaan Brian. Matanya menyipit memperjelas penglihatannya. Seketika dia membulatkan matanya sempurna dan berlari kearah Zaky.


"Tuan Zaky awas!!!"


DORR


Zaky yang sedari tadi sibuk berbincang dengan rekan bisnisnya terkejut saat mendengar teriakan Milea yang tiba tiba saja menariknya dan memeluknya.


"AKHHH" Zaky terdiam. Ditatapnya bahu Milea yang bercucuran darah. Para tamu undangan semuanya terdiam menyaksikan aksi heroik yang dilakukan Milea pada atasannya.


Brukh


"Mi-Milea... Milea bangun.. hei ku bilang bangun!!" Teriak Zaky ikut terjatuh saat menopang tubuh Milea yang tak sadarkan diri di tubuhnya.


"MILEA BANGUNNN!! APA YANG KALIAN LIHAT!! CEPAT PANGGIL AMBULANC SEKARANG JUGA!!" Teriak Zaky benar benar panik.


Salah satu petugas hotel segera menelfon ambulan dan sedang dalam perjalanan menuju kesini. Tangan Zaky terulur untuk menyentuh pundak Milea yang sedari tadi terus mengucurkan darah segar.


Ditatapnya kearah peluru itu melesat. Dan pandangannya langsung tertuju pada Brian yang berdiri kaku dengan pandangan tidak percaya.


"BRIAN LAKSMANA KAMU DIPECAT!" Semua orang terdiam mendengar penuturan keras dari mulut seorang pengusaha muda Zaky Alexander. Sungguh, betapa malangnya nasib Brian yang dipecat secara tidak hormat.


"Apa salahku?" Gumam Brian semakin bingung pada keadaan.


Tak lama kemudian, beberapa orang tim medis masuk membawa tandu untuk mengangkat tubuh Milea yang tak sadarkan diri.


"Tidak perlu! Aku bisa mengangkatnya sendiri!" Tolak Zaky dengan cepat menggendong tubuh tak sadarkan Milea ala brindal style, membuat beberapa para tamu undangan memekik baper melihat aksi Zaky yang menurut mereka sangat romantis.


"Milea kau harus bertahan!!"