Pengawal Cantik

Pengawal Cantik
Sidang Pt .1


Biasakan Like bab-nya😉...


Masukin list Fav juga ya🥰


Komentar positifnya biar Author


makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰


So... I Hope Enjoy The Story


⚠Disarankan untuk membaca dari awal takutnya, tidak paham!!!


...****************...



Serin duduk di balkon kamar dengan satu laptop yang ada di hadapannya, sepulang dari kampus ia langsung pulang kerumah


"Kau yakin!" ucap Serin yang tengah terhubung pada sebuah panggilan Vidio dengan Geralt dan yang lain, bahkan Zeon, Luke dan Edward juga ada di sana


Entah dari jam berapa mereka memulai panggilan Vidio itu, tapi yang pasti mereka sedang membicarakan kasus pembunuhan berantai yang dilakukan oleh Arka selama ini


"Hmm. kami sudah mengecek satu persatu, teman sekelas dan teman dari Sherly sendiri, dan mereka mengatakan hal yang sama, jika dia hanya wanita biasa yang tidak neko-neko dan terlibat hal buruk semasa sekolah, makanya dia bisa berteman dengan ibumu, yang notabennya wanita cerdas" ~ Geralt


"Ibu! maksudnya ibuku adalah teman Sherly?!" ~ Serin


"Ibumu ada di daftar alumni, disekolah yang sama dengan Sherly, bahkan teman sekelasnya yang lain, mengatakan jika Sherly memang berteman baik dengan nyonya Marisa" ~ Geralt


"Jadi maksudmu, alasan Arka mengincar ku dan Darin karena ibu! Tapi untuk apa? kau tahu betul ibuku" ucap Serin tidak percaya, di tambah ia masih tidak tahu apa keterkaitan Marisa dengan Arka dan kasus Darin


"jadi wanita yang dimaksud Arka waktu itu, adalah Mamah??" gumamnya dalam hati


"Serin!" panggil Geralt ketika wanita itu tiba-tiba melamun


"Lanjutkan" ujarnya, namun otaknya masih berpikir kemana-mana


"Aku tidak tahu pasti keterkaitan apa yang membuat Nyonya Marisa terlibat, tapi lebih baik kau tanyakan langsung mungkin kita akan mendapatkan jawaban dari pernyataan ibumu" ~ Geralt


"Serin!" tegur Zeon, karena mereka sekali lagi mendapati jika Serin kembali melamun


"Apa menurut kalian ibuku terkait dengan kasus kematian Sherly?!" ~ Serin


"Tidak menutup kemungkinan, ibumu juga terlibat!" ~ Luke


"Aku akan menanyakan itu setelah sidang besok, sekarang kita akhiri disini!" ucapnya lalu langsung menutup panggilan tersebut


Serin diam dengan pandangan lurus kedepan dan banyak pertanyaan di kepalanya, dia bisa saja menelpon ibunya, tapi menurutnya akan lebih enak jika bertemu langsung


...****************...


Serin mengesampingkan dulu tentang ibunya, yang mungkin terkait akan kasus bunuh diri Sherly


Ia duduk bersama Reyhan di sofa ruang tamu setelah selesai makan malam


Glen belum pulang karena mungkin pekerjaan-nya masih banyak


Baru saja Serin ingin meraih ponselnya untuk menelpon Glen, yang ingin di telpon sudah datang lebih dulu, bersama seorang wanita yang berjalan di belakangnya


Serin langsung menatap bingung siapa wanita yang di bawa suaminya itu


"Siapa?!" tanya Serin datar


"Oh. dia pelamar yang ingin mengasuh Reyhan" jawab Glen dan hanya mendapat anggukan dari Serin


"Yasudah! kau bisa duduk di sana, istriku yang akan meng interview mu" ucap Glen, lalu pergi untuk ke kamar setelah mempersilakan wanita itu untuk duduk


"Silahkan duduk!" ucap Serin


"Apa kalian akan pergi bu! kenapa Ayah mencarikan pengasuh?!" tanya pria kecil yang sedang merebahkan kepalanya di atas paha Serin


"Tidak sayang! kami tidak pergi, ibu hanya ingin kamu ada yang menjaga, jika ibu dan Ayah sedang di luar" jawab Serin lembut "Lalu bibi Sella?" sahutnya


"Bibi Sella tetap di dirumah, tapi, kan kasian kalau bibi Sella harus mengurus kamu lagi, setelah mengurus rumah! apa kamu tidak kasian dengan bibi Sella?" tanyanya dengan nada yang begitu halus dan lembut


Pria kecil itu lantas mengangguk paham atas penjelasan ibunya


"Apa kamu tidak masalah sayang! kalau di urus sama tante itu?!" tanya Serin sambil mengelus lembut kepala putranya


"Tidak bu!" sahutnya menggeleng gemas


Setelah bicara dengan putranya itu, Serin beralih pada wanita yang dari tadi duduk di sana juga


"Apa aku bisa melihat berkasmu?!" tanya Serin, sontak wanita itu mencari berkasnya, lalu memberikannya pada Serin


"Ini" ucapnya sopan


Serin membuka amplop coklat itu, lalu mengeluarkan beberapa berkas yang ada di dalamnya


"Kamu mantan pengasuh?!" ~ Serin


"Iyaa" ~ Pelamar


Serin mengangguk paham, lalu melanjutkan pertanyaan-nya


"Kenapa berhenti?!" ~ Serin


"Waktu itu orang tua saya di kampung sakit, jadi saya memutuskan untuk pulang dan berhenti dari pekerjaan Nyonya" ~ Pelamar


"Panggil saja saya Nona, tidak perlu Nyonya" ucap Serin


"Baik Nyonya,, ah Nona!" sahutnya agak gugup


"Santai saja tidak perlu gugup" ~ Serin


"Iyaa" ~ Pelamar


"Apa orang tuamu sudah sembuh?!" ~ Serin


"Sudah tenang nona" ~ Pelamar


"Ah. maafkan saya" ~ Serin


"Tidak papa" ~ Pelamar


Serin mengangguk pelan, lalu meraih ponselnya


📨Message


Serin> "Aku mengirimkan sebuah foto padamu, cek seluruh identitas-nya"


Tidak butuh waktu lama untuknya mendapat pesan balasan dari Leo


Serin melihat seluruh isi data dari pelamarnya itu


Sedangkan wanita yang merupakan pelamar itu sedikit bingung, kenapa Serin mem foto berkasnya


"Ah. kau pasti bingung, aku hanya tidak ingin kecolongan jika masalah putraku, sekarang banyak diluar sana kasus pengasuh dan anak kecil" ucap Serin seakan paham dengan wajah bingung dari wanita itu


"Iyaa, saya paham.. tapi anda bisa percaya pada saya, saya sudah mengurus beberapa anak dengan baik, dan saya juga sukarelawan di panti asuhan" ucapnya menonjolkan kemampuannya


"Saya tahu itu, kamu saya terima dan bisa bekerja mulai besok, nanti sopir akan menjemputmu untuk tinggal di sini" jelas Serin


"Benarkah Nona?!" tanyanya tidak percaya dan di balas anggukan oleh Serin serta senyum ramahnya


"Terimakasih Nona, terimakasih! saya akan bekerja sebaik mungkin" ujarnya lalu pergi dari sana, setelah tadi Serin menyuruh sopir untuk mengantarnya pulang


Serin bisa menerimanya karena data yang di dapatnya dari Leo


Setelah kepulangan wanita tadi Serin masuk ke kamarnya setelah mengantar Reyhan ke kamar dan memastikan anaknya itu tidur



"Bagaimana?!" tanya Glen ketika melihat istrinya itu masuk kedalam kamar


"Selesai" sahutnya seraya mendudukkan dirinya di atas kasur


"Apa dia sesuai kriteriamu?!" tanya Glen lagi dan hanya di angguki oleh Serin


"Besok kamu ke pengadilan?" tanya Serin seraya menghadapkan dirinya pada Glen


"Tentu!' sahut Glen seraya meletakkan ponselnya di atas nakas, setelah puas memainkannya


"Lalu kantor? bukankah kamu sedang proses pembukaan bisnis baru?!" tanya Serin, karena ia tahu suaminya akhir-akhir ini,. kadang pulang terlambat karena harus bertemu para investor


"sidang dimulai jam 14.30, kan! jadi aku bisa mengerjakan lebih dulu sebelum pergi ke persidangan" jawab Glen dan di angguki oleh istrinya


"Oh iya, aku ingin mengajakmu besok menginap di rumahku" ucap Serin


"Tiba-tiba?" sahut Glen heran


"nanti kamu juga akan tahu" jawabnya


Glen hanya mengangguk paham, dan mengiyakan permintaan istrinya


Serin mengangguk paham, lalu merebahkan dirinya dan masuk kedalam pelukan suaminya untuk segera tidur


...****************...


Pukul 14.20.. Kejaksaan ... 10 menit sebelum sidang dimulai



"Semuanya beres!" tanya Serin pada Geralt, "beres" sahutnya


"Mari kita lihat pertunjukan seru apa kali ini?!" gumamnya dalam hati


Serin, Glen beserta yang lain duduk di kursi sebelah kiri, sedangkan Arka yang juga hadir, duduk di sebelah Kanan


"Kamu lihat itu, wajahnya seperti tidak punya beban dan rasa bersalah sedikitpun" bisiknya pada Glen


"Rasanya aku ingin memukul wajahnya itu, dan mendudukkannya di kursi terdakwa sekarang" tambah Serin melirik tajam ke arah Arka dan tanpa sengaja pria itu juga menatap kearah Serin, lalu tersenyum tipis


Glen yang kala itu juga melirik kearah Arka, langsung melayangkan tatapan tajamnya pada pria itu


"Berhenti menatapnya" ucap Glen pelan, sontak Serin langsung mengalihkan pandangannya yang penuh kebencian dari Arka


"......"


"Tuan hanya perlu mengakuinya, sisanya saya yang akan urus untuk mengurangi hukuman" ucap pengacara Willy


"Baiklah" sahut Willy paham


"Bagaimana dengan jaksa penuntut? bukankah itu di ganti, apa akan baik-baik saja?!" tanya Willy sedikit cemas karena Andrew benar-benar mundur dari kasus ini dan di gantikan oleh Gery


"Tuan tenang saja, dia bahkan sering kalah dariku, jadi ini bukan masalah besar" sahutnya dan di angguki oleh Willy


"Hakim Hans memasuki pengadilan, semuanya berdiri" ~ petugas


Semua orang berdiri, lalu duduk kembali karena sidang akan di mulai


"Jaksa penuntut silahkan di mulai" ~ Hakim


Gery mengangguk paham, lalu berjalan ke arah kursi terdakwa dengan sebuah berkas yang ada di tangannya


"Terdakwa, apakah anda mengakui jika Vsc.Lab berada di bawah yurisdiksi anda, dari tahun 22 Maret 2015?" ~ Gery


"Ya, saya mengakuinya" ~ Willy


"Apa tujuan Lab ini beroperasi, hingga tidak mengajukan surat perijinan pada petugas pemerintahan?!" ~ Gery


"Saya mengakui jika pihak kami memang salah karena tidak mengajukan surat ijin, dan Lab ini hanya digunakan untuk meneliti seluruh bahan yang akan di gunakan untuk proyek" ~ Willy


"Lalu apakah anda tahu jika Lab ini ternyata di gunakan untuk melakukan hal yang menyimpang?" ~ Gery


"Saya tidak tahu" ~ Willy


"Anda yakin tentang itu?" ~ Gery


"Ya, yakin" ~ Willy


"Lalu bagaimana dengan bukti transaksi yang dikirimkan kepada terdakwa Dwyne?" ~ Gery


"Benar jika NVC yang mengirimkannya, tapi pihak kami tidak tahu jika ternyata uang itu di gunakan untuk hal lain" jawab Willy dengan tenangnya, seolah tahu jika hasil persidangan akan berpihak padanya


"Benarkah, lalu bagaimana dengan dana untuk membeli alat medis, bukankah itu membutuhkan dana yang besar, saya juga punya bukti jika pihak anda mengirimkan dana menggunakan no. rekening lain! dan anda mengatakan jika anda tidak tahu itu, bukankah itu harus mendapat ijin dari anda --


"Yang Mulia, jaksa penuntut menekan Terdakwa" sanggah Edwin pengacara


Willy


"Jaksa penuntut, lakukan sesuai peraturan" ~ Hakim


"Mohon maaf yang mulia" sahut Gery lalu kembali duduk ke kursinya


"Saya ingin memanggil terdakwa Dwyne sebagai saksi" ~ Edwin


"Disetujui" ~ Hakim


Dwyne masuk keruang pengadilan, di ikuti oleh 2 petugas kepolisian yang mengawalnya


Setelah Dwyne duduk, pengacara berjalan ke arahnya untuk menanyakan pertanyaan-nya


"saya langsung saja, apakah anda mengakui jika semua yang terjadi di Lab, adalah perbuatan anda?" ~ Edwin


"Saya mengakuinya" ~ Dwyne


"Yang mulia, saksi sekaligus terdakwa mengakui perbuatannya, disini terdakwa Willy hanya melakukan kesalahan karena tidak mengurus surat ijin... Hanya itu saja" ucap Edwin lalu kembali duduk ke kursinya


"Jaksa penuntut apa anda punya pertanyaan terhadap saksi?" ~ Hakim


"Saya punya pertanyaan yang mulia" ~ Gery


"Lanjutkan" ~ Hakim


Gery bangun dari duduk-nya berjalan ke arah kursi saksi


"Apakah anda di ancam oleh pengacara Edwin?--


"Yang mulia" ~ Edwin


"Apakah anda di beri kompensasi karena mengakui semuanya--


"Yang mulia" ~ Edwin


"Atau keduanya--


"Keberatan, sekarang jaksa penuntut menodai reputasi pembela dan terdakwa" ~ Edwin


"Saya setuju! jaksa saya peringatkan untuk berhati-hati" ~ Hakim


"mohon maaf yang mulia" ~ Gery


"Yang mulia, saya ingin menyajikan catatan pengakuan yang ditulis oleh terdakwa Dwyne" ~ Gery


"Lanjutkan" ~ Hakim


Gery berjalan menuju meja hakim, dan memberikan sebuah catatan di mana Dwyne sebelumnya sudah mencatat pengakuannya di kertas tersebut


"Saya ingin bertanya sekali lagi, apakah anda menerima ancaman atau kompensasi--


"Yang mulia" ~ Edwin


"Mengapa anda memberikan pernyataan yang berbeda dengan pernyataan tertulis anda?" tanya Hakim setelah melihat bukti yang di berikan Gery sebelumnya


"saya berbohong waktu itu! dan sekarang saya mengatakan yang sebenarnya, jika semuanya dilakukan atas dasar diri saya sendiri tanpa di ketahui sedikitpun oleh pak Willy selaku pemilik Lab" ~ Dwyne


"Bagaimana bisa kami mempercayai seseorang yang sudah memberikan pernyataan palsu?" ~ Hakim


"Kami punya bukti rekaman jika semuanya memang di rencanakan oleh Dwyne" ~ Edwin


"Bukti tidak diterima sebelum persidangan yang mulia" ~ Gery


"Kami baru saja mendapatkan rekamannya 30 menit sebelum sidang yang mulia, saya minta maaf karena tidak memberi tahu sebelumnya" Edwin


"Yang mulia, ini tidak bisa di terima" ~ Gery


"Kenapa tidak mendengar rekamannya lebih dulu" ~ Edwin


"Yang mulia" ~ Gery


"Baiklah, bukti akan kami terima" ucap Hakim lalu memeriksa apa isi rekaman tersebut


Semua orang duduk di tempat-nya masing-masing dengan suasana begitu tenang sebelum hakim selesai memeriksa buktinya


"Setelah memeriksa keabsahan rekaman, kami memutuskan untuk tidak menerima bukti ini" ~ Hakim


"Dan pengacara apa anda mengejek pengadilan dengan memberikan rekaman yang berisi lagu anak-anak, saya peringatkan untuk tidak mengulangi-nya" tambah Hakim


Seketika pengacara Willy berdiri tidak percaya, sedangkan Serin duduk dengan santai di kursinya, dengan tangan yang ia lipat ke dada tidak lupa senyum tipis yang ia tarik dari sudut bibirnya


Ingat anak buah Serin tidak sedikit, butuh waktu singkat untuknya mengetahui seluruh gerak-gerik pihak willy, dan ia menyuruh Geralt dan yang lain untuk menukar rekamannya dengan lagu anak-anak, karena ia sudah bisa memastikan jika rekaman itu sudah di setting sedemikian rupa


...****************...


.


.


.


Mohon bantuannya untuk like, share, komen, vote, masukin list fav biar tau kelanjutan ceritanya, agar Author semangat Up episode barunya😊


.


.


.