
Biasakan Like bab-nya😉...
Masukin list Fav juga ya🥰
Komentar positifnya biar Author
makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰
So... I Hope Enjoy The Story
⚠Disarankan untuk membaca dari awal takutnya, tidak paham!!!
...****************...
Terlihat 4 orang pria di sebuah ruangan sedang membicarakan hal penting
"aku ingin kau merangcang-nya sedemikian rupa, tanpa ada yang akan curiga" perintah seorang pria, pada pria berjubah putih, yang duduk bersamanya di ruangan itu
"Tuan tenang saja, aku akan mengurus itu" sahutnya dan di angguki oleh Arka
"Tapi kita harus mendapatkan kesepakatan dengan jaksa penuntut" ucapnya, karena mereka tahu jika Jaksa penuntut berada di pihak yang benar
"Jika melukainya maka kita akan dapat masalah" tambahnya
"Kau urus saja dulu agar Ayahku terlihat seperti orang yang bisa dikeluarkan dari sini, sisanya aku yang akan urus" ucapnya, dan hanya di angguki oleh pria berjubah putih tersebut
"aku akan segera memberikan rancangan rencananya, tapi ini akan berpengaruh pada Tuan Willy, apa itu tidak masalah?" tanyanya
"Apapun itu, lakukan saja dan katakan saat kau sudah merancang rencananya" jawab Arka dan kembali mendapat anggukan dari pria itu
Setelah pembicaraan mereka selesai, Arka keluar dari ruangan itu, diikuti tangan kanan Willy dan Edwin
"sekarang lakukan tugasmu" titahnya, lalu masuk kedalam mobil, sedangkan Edwin, pria itu hanya mengangguk paham sambil menatap kepergian mobil Arka dari hadapannya
...****************...
Glen berdiri di depan para wartawan, dan staf penting dari perusahaannya
Dalam hitungan menit, perusahaan atau anak perusahaan yang di rencanakannya beberapa tahun ini, akhirnya bisa di realisasikan
Pria tampan dengan sejuta pesona dan kharisma itu, bersiap untuk memotong pita peresmian, sebenarnya jika Serin tidak kuliah, maka dia pasti akan berdiri tepat di samping suaminya sekarang
"Pak! silahkan potong pita-nya untuk meresmikan pembukaannya" ucap Vina dan hanya di angguki oleh Glen
Dengan gunting yang berada di tangan kanannya, Glen memotong pita tersebut dan mendapat sorak sorai dari tepuk tangan tamu, dan wartawan yang hadir
Setelah acara peresmian itu, Glen langsung pulang dan bersiap untuk pergi, melakukan perjalanan bisnis selama satu hari
Walau sebenarnya tidak ingin meninggalkan istri dan anaknya. tapi itu tidak bisa, karena ia punya hal mendesak yang juga harus di urus disana
...****************...
Glen menarik koper yang sudah di siapkan istrinya, sebelum berangkat ke kampus
"Tolong pastikan keamanan Reyhan dan Serin, di jaga dengan ketat selama aku pergi" titahnya pada Jack, dan tentunya di angguki oleh bawahannya
Glen menghela panjang nafasnya, sebelum akhirnya masuk kedalam mobil untuk segera pergi ke bandara
"......"
Sebelum ia melakukan penerbangan, Glen sempat menelpon Serin untuk sekedar pamit dengannya
...****************...
Serin melangkah masuk kedalam rumah, dimana suasana rumah terlihat sunyi, hanya ada para pelayan yang lewat untuk mengerjakan pekerjaannya
"Jam berapa Tuan pergi dari rumah?" tanyanya pada Jack yang baru saja masuk
"Sekitar jam 11.00 Nona" sahutnya, Serin hanya mengangguk pelan, lalu pergi untuk masuk ke kamarnya
Serin meraih ponsel-nya untuk menelpon Glen, sekedar ingin menanyakan apakah dia sudah sampai dengan selamat, atau masih dalam penerbangan
Tapi itu berakhir dengan helaan napas, karena ponsel Glen tidak aktif, dimana ada dua kemungkinan, ia masih dalam penerbangan atau sibuk dengan pekerjaannya
Serin meletakkan ponselnya di atas nakas, dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya
"......"
Baru saja ia keluar dari kamar mandi, ponselnya berdering tanda ada panggilan masuk, dari ponselnya
📞In Call-
"Ada apa?"
"Anak buah yang mengikuti Arka, mengatakan jika tadi Arka pergi ke penjara, dimana Ayahnya di tahan"
"Apa ada info untuk apa dia ke sana?"
"mereka berdua tidak bisa mengetahui apa yang di lakukannya, tapi dari sepengetahuan mereka, Arka keluar dari sebuah ruangan bersama Edwin, Roy dan seorang pria berjubah putih"
"Berjubah putih, maksudmu dokter?"
"mereka tidak bisa melihat dengan jelas, apakah itu jas dokter atau jas lab"
"Yasudah! terus saja awasi gerak-gerik mereka, dan jangan lupa gerak-gerik Willy mungkin ada petunjuk dari sana, kita belum bisa bernapas lega, sampai mengetahui apa rencana Arka"
"Lalu! bagaimana dengan yang ku minta kemarin, apa ada info baru?"
"Aiden dan Doni sedang menyelidikinya"
"Baiklah! pastikan kita bergerak cepat agar mengetahui inti dari tindakan dan perubahan sifat Arka, agar kita bisa menyusun rencana membongkar seluruh kejahatannya"
"Oke."
📞End Call-
Ia meletakkan kembali ponselnya, lalu pergi menuju lemari untuk mengambil pakainnya
Selesai mengganti pakaian, Serin keluar dari kamar untuk menemui putranya
"Reyhan!" panggilnya, seraya masuk ke kamar anaknya, dimana di sana terdapat Reyhan bersama Lili yang sedang mengerjakan tugas sekolahnya
"Ibu!" serunya, ketika melihat Serin masuk dan duduk di tepi ranjang
"Apa mengurus Reyhan sulit?!" tanya Serin basa-basi, agar suasana tidak begitu canggung
"Tidak, Nona! Tuan muda pintar dan penurut, dia juga sangat sopan pada orang yang lebih tua" jawabnya dan hanya mendapat anggukan paham dari Serin
"Setelah selesai mengerjakan tugas, tolong siapkan dia, kita akan keluar malam ini" ujarnya, lalu keluar dari kamar Reyhan untuk melakukan hal lain
Serin turun ke lantai satu, untuk sekedar pergi ke dapur sebentar
Walau akhir-akhir ini ia jarang pergi ke dapur, tapi ia tidak segan untuk bercengkrama dengan para pelayan yang mengurus dapur terutama bibi Sella
Mereka bicara satu sama lain, sambil Serin memeriksa bahan persediaan di dapur, dengan di bantu pelayan yang ada di sana
"Hmm. sejak kapan ada yang mengkonsumsi Zinc di rumah ini" gumamnya saat tidak sengaja melihat botol suplemen Zinc di bak sampah
"Sejak kapan kalian mengonsumsi ini, apa ada yang sakit?" tanyanya
"Tidak Nona! tidak ada yang sakit, saya juga baru lihat" sahut pelayan
"Mungkin punya bodyguard Nona" sahut yang lain, "Mungkin" gumam Serin, lalu membuang kembali botol tersebut ke bak sampah
"Nanti letakkan catatannya di atas meja, aku akan pergi setengah jam lagi" titahnya dan di angguki oleh para pelayan
"......"
Serin turun dengan menggenggam tangan Reyhan, diikuti Lili yang akan ikut bersamanya, tidak lupa ia mengambil catatan yang sudah di siapkan pelayan, karena sekalian keluar ia memutuskan untuk sekalian membeli beberapa keperluan rumah
Tidak butuh waktu lama, mereka sampai di sebuah pusat perbelanjaan, yang sedang ramai di kunjungi banyak orang yang juga ingin berbelanja, sebenarnya mereka tidak pergi bertiga saja, melainkan ber lima, karena Jack memerintahkan dua orang untuk mengikuti Serin pergi
Selesai memarkirkan mobilnya, mereka turun dan bersiap untuk masuk ke kawasan Mall
"Awas!!!" seru Serin menarik tangan Lili, karena ada mobil yang melintas
"Kau baik-baik saja?" tanyanya, ketika melihat Lili terdiam
"Saya baik-baik saja Nona! terimakasih" ujarnya, tersadar dari lamunannya
"Hmm. lain kali berhati-hatilah" balasnya, dan di angguki paham oleh Lili
Mereka masuk ke pusat perbelanjaan, dengan Reyhan yang sedang berjalan di antara dirinya dan Lili, tidak lupa ganggaman tangan yang ia pastikan tidak lepas dari putranya
...****************...
Serin mendudukkan dirinya di sofa ruang tamu, bersama putranya setelah puas mengitari isi Mall
📳Drrttt...
Serin langsung meraih ponselnya yang ada di atas meja, untuk mengangkat panggilan telpon
📞In Call-
"apa kamu sudah sampai?"
"Aku sudah sampai 2 jam yang lalu, maaf karena baru saja mengabari, tadi ada meeting dengan klien penting"
"Hmm. aku mengerti, yang penting kamu sudah sampai dengan selamat, lalu sekarang dimana? apa masih di pertemuan?!"
"Sudah selesai, sekarang ada di hotel"
"Apa kamu tidak merindukanku?"
"Tidak"
"Jahatnya..."
"Iyaa, iyaa... aku dan Reyhan merindukanmu, kamu puas sekarang Hmm..."
"Apa Reyhan ada di sana juga?"
"dia ada di samping ku"
"Reyhan! kau ingin apa? Ayah akan membelikannya saat pulang nanti"
"Apa aku bisa minta action figure Kaws?"
"Tentu! Ayah akan membelikan-nya nanti"
"Terimakasih Ayah"
"Hmm. malam ini tidurlah dengan ibumu, dia nanti ketakutan tidur sendiri"
"Oke"
"Yasudah! aku dan Reyhan ingin istirahat, kamu istirahatlah"
"Iyaa! Good Night"
"Hmm. Night"
📞End Call-
Lili yang juga ada di sana, hanya menarik tipis senyumnya, saat melihat atraksi keluarga kecil Serin, yang terlihat bahagia dan harmonis
Serin pergi ke kamarnya, bersama Reyhan yang di suruh suaminya untuk menemaninya tidur, padahal dia tidur sendiri juga berani, Glen saja sengaja mengejeknya
...****************...
"Ah. maaf, saya tidak sengaja" ucap seorang pria, karena tidak sengaja menabrak pria yang merupakan presdir DC itu
Glen hanya menangguk sekilas, memperhatikan pria yang sedang membereskan barangnya yang jatuh, bukannya membantu, Glen malah tidak menghiraukannya, dan pergi begitu saja, sebab penerbangannya akan segera take off
"......"
Menghabiskan waktu sekitar 8 jam, akhirnya Glen sampai di bandara internasional distrik A
Dengan cool-nya, Glen berjalan dengan kacamata hitamnya yang bertengger di atas kepala, melewati deretan fans, karena berbarengan dengannya, ada beberapa artis juga yang baru saja kembali dari tour mereka
Tapi tidak sedikit juga, para wartawan yang mengambil fotonya, yang baru saja pulang dari perjalanan bisnis
Di depan bandara sudah ada sopir, yang menunggu kedatangan-nya
Masuk kedalam mobil, sopir melajukan mobilnya untuk pulang
...****************...
Sampai di rumah, Glen sudah di sambut oleh anak dan istrinya, yang tersenyum manis saat pria yang merupakan suami, serta Ayah dari Reyhan itu datang
"Huh... rasanya aku sangat merindukan kalian, padahal hanya pergi satu hari" ujarnya seraya duduk di sofa untuk menghilangkan penatnya, selama penerbangan
Begitu juga dengan Serin dan Reyhan yang duduk disampingnya
"Apa berjalan dengan lancar?" tanya Serin membuka pembicaraan, seraya meraih sebuah apel yang ada di atas meja
"Hmm. untungnya berjalan lancar, sebelumnya aku sempat khawatir jika akan sampai terlambat, tapi untungnya kemarin hujan, jadi aku punya waktu untuk sampai lebih dulu" jelasnya, seraya menyandarkan tubuhnya pada punggung sofa
"Lalu kerjasama-nya?" tanyanya lagi, seraya memberikan potongan apel, pada Reyhan dan Glen
"Berjalan lancar" jawab Glen, sambil mengunyah apelnya
"Kamu sudah makan?"
"Aku sudah makan di pesawat" jawabnya dan hanya di angguki oleh istrinya, karena sebelum Glen datang Serin dan Reyhan sudah makan malam lebih dulu
Mereka terus melanjutkan pembicaraan itu hingga pukul 22.48, tat kala suara tawa terdengar dari mereka bertiga mengisi suara di ruang tamu
"......"
Serin menutup pintu, setelah memastikan Reyhan tidur dengan baik di kamarnya
"Kemarilah" ucap Glen menepuk kasur di sampingnya
Sesuai dengan permintaan-nya, Serin duduk di kasur tepat di samping suaminya
"Apa?" tanyanya, seraya meletakkan ponselnya di atas nakas, lalu beralih menatap suaminya
"Ini" ujarnya, seraya memberikan sebuah paperbag berukuran sedang pada istrinya
Serin mengerutkan dahinya, lalu mengintip kedalam paperbag
Serin mengeluarkan sesuatu dari dalam paper bag tersebut
"Apa ini Glen?" ucapnya, menjepit sebuah pakaian dengan jari jempul dan telunjuknya
"Untukmu" sahutnya santai
"Kau gila! sampai kapanpun aku tidak akan pernah memakainya" ucapnya, melempar sebuah lingerie berwarna hitam itu ke ujung ranjang
"Kenapa? bukankah itu bagus" sahut Glen santai sambil menaikkan kedua alisnya sekilas, semakin ia melihat ekspresi tidak suka Serin, maka semakin suka ia menggoda istrinya itu
"Dimana kamu membeli itu?" tanyanya tanpa mengalihkan pandangannya dari sang suami
"Di toko lah, memangnya di mana lagi" sahut Glen, seraya melipat tangannya untuk di jadikan bantal
"Apa tidak malu?" tanya Serin, penasaran
Glen hanya menggendikkan kedua bahunya untuk menjawab pertanyaan istrinya, "Lain kali jangan membeli hal seperti itu" ucap Serin
"Seharusnya kamu menghargai pemberian suamimu, dengan memakainya" ucap Glen
"tidak untuk yang satu itu, membayangkan memakainya saja aku sudah tidak sanggup, apalagi memakainya" sahut Serin
Glen terkekeh kecil, saat melihat ekspresi wajah Serin yang benar-benar tidak bisa di definisi, kan
"Ya! berhenti tertawa, apa kamu tidak punya hal lain, apa hanya itu yang kamu beli?" ujarnya
"Tenanglah! itu hanya sovenir, ini hadiah aslinya" ucap Glen seraya mengambil satu paperbag lagi dari bawah ranjang, lalu memberikannya pada sang istri
Dengan senyum sumringah wanita itu melihat isi paperbag-nya
Senyum manis tertarik di bibirnya, saat melihat sebuah benda yang sudah ia cari selama ini, sebuah tas keluaran baru dari sebuah brand, tapi karena waktu itu ia sempat koma di rumah sakit, alhasil Serin melewatkan tanggal perilisan-nya
Sebuah tas dengan ukuran kecil namun elegan, berhasil membuat senyum merekah di bibirnya, "Bagaimana kamu bisa mendapatkan-nya?" tanya Serin tidak percaya
"Rahasia" jawab Glen, mendaratkan satu kec*pan manis di bibir istrinya, lalu memposisikan dirinya untuk rebahan dengan benar
"Thanks" ucapnya membalas kec*an manis suaminya, lalu menyusul Glen untuk segera istirahat dan tidur
...****************...
Seminggu setelah sidang putusan di jatuhkan oleh hakim, kini Serin mendengar kabar dari Gery, jika adanya kemungkinan Arka akan mengajukan penangguhan masa tahanan untuk Ayahnya
Dari awal Serin sudah menduga, jika ada hal yang tidak beres sedang di rencanakan oleh Arka
"Jadi ini rencananya?" gumam Serin setelah tadi mendapat kabar dari Gery
"Apa yang akan kita lakukan?" tanya Geralt
"Kita tidak bisa bertindak sekarang, aku harus mengetahui, apa alasan yang digunakannya! untuk mendapat masa penangguhan" jawab Serin dan di angguki paham oleh yang lain
Serin menghela panjang napasnya, lalu meraih sebuah kertas, tentang penyelidikan Zeon dan yang lain tentang Sherly
...****************...
.
.
.
Walau cerita-nya ringan, tapi ada Clue di episode ini, untuk menebak episode berikutnya
"Ingat pria berjubah putih, untuk episode selanjutnya?!"
Mohon bantuannya untuk like, share, komen, vote, masukin list fav biar tau kelanjutan ceritanya, agar Author semangat Up episode barunya😊
.
.
.