Pengawal Cantik

Pengawal Cantik
Jejak


Biasakan Like bab-nya😉...


Masukin list Fav juga ya🥰


Komentar positifnya biar Author


makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰


⚠Disarankan untuk membaca dari awal takutnya, tidak paham!!!


So... I Hope Enjoy The Story


...****************...


"Kalian tidak perlu mencariku lagi" ucap Mike seraya mendudukkan dirinya di atas meja yang ada di sana


"kenapa kau tiba-tiba mengajakku untuk bertemu?" tanya Serin, seraya melipat tangannya ke dada


"jika aku mengatakannya, apa kau akan menjamin keselamatanku" tanyanya kembali


Serin menatap Geralt lalu berganti menatap Mike


"Apa yang kau inginkan?" tanya Serin


"Aku akan mengatakan bagaimana aku bisa lolos, tapi kau harus menjamin keamananku sebagai saksi" jawabnya


"Aku bisa akan menjamin keamananmu, tergantung apakah info yang kau berikan bermanfaat atau tidak" ucap Serin


"Ku jamin, infoku bermanfaat" sahutnya


"katakan?" ~ Serin


"Aku lolos karena di bantu seseorang" ucapnya


"Aku sudah tahu itu" sahut Serin


"Tapi apa kau tahu alasan dia membebaskanku?" tanya Mike


"jangan berbelit katakanlah" balas Serin


"Ah. aku ingin bertanya sebelum itu... kau peniru yang meniru cara pembunuhan Arka bukan?" tambahnya, dan hanya mendapat anggukan dari Mike, tanda memang ia yang melakukan itu


"Tapi apa alasanmu sampai muncul di hadapanku sendiri dan tiba-tiba memberi penawaran?" tanyanya lagi


"Sudah ku bilang aku bisa lolos karena dibantu seseorang, dan sekarang aku ingin kau menjamin keamananku darinya... dia berniat untuk membunuhku, dan dia membebaskan kami karena sebuah alasan gila" jawabnya


"Dia yang kau maksud itu siapa?" tanya Serin


Dorrr


Serin dan Geralt langsung terperanjat kaget ketika sebuah peluru menembus tepat di kepala Mike, hingga membuat pria itu tumbang dan tewas seketika


Mereka langsung melihat ke sekitar, untuk mencari siapa yang menembak Mike dari kejauhan


"Geralt disana" ucap Serin, yang langsung berlari diikuti Geralt


"......"


Serin berlari sekencang dia bisa tapi mereka terlambat, karena pria itu berhasil masuk kedalam mobil


"Apa yang terjadi?" tanya Zeon dengan nafas tersengal, karena ternyata tadi ia ikut mengejar


"dan kenapa aku mendengar suara tembakan dari gedung seberang?" tambahnya


"Mike tewas" sahut Serin yang juga menormalkan deru nafasnya


"Tidak mungkin untuk kita mengejarnya, dia sudah terlalu jauh" ucap Geralt yang baru saja kembali, karena tadi mengejar lebih jauh dari pada Serin


"Bagaimana bisa?" sambung Zeon


"Kami masih tidak tau, tapi sebelum itu dia mengatakan jika dia memang sedang di incar" jawab Serin


"Yasudah! kita ke TKP saja dulu" ajak Zeon dan di angguki oleh keduanya


"......"


Baru saja mereka sampai, Mike sudah tidak ada bahkan darahnya sudah bersih tidak berjejak


"kemana jasadnya?" ucap Zeon, menatap Serin dan Geralt yang kala itu juga saling menatap satu sama lain


"kurang lebih 10 menit kita pergi dari sini, tapi semuanya sudah bersih" ucap Serin melihat jam tangannya


"Kalian yakin Mike tewas?" tanya Zeon dan di angguki yakin oleh Serin dan Geralt


"Tapi disini sama sekali tidak ada Jasad ataupun bercak darah, jika tadi dia di tembak, mustahil membersihkan semuanya hanya dalam waktu se singkat itu" tambahnya


Serin hanya menggelengkan kepalanya, dengan pandangan yang menatap ketempat dimana tadi Mike terjatuh


"Tapi kau mendengar sendiri, kan suara tembakannya?" sahut Geralt dan di angguki oleh Zeon


"Mereka pasti sudah menyusun semuanya, setelah kita teralih pada penembak tadi, mereka langsung membersihkan semuanya tanpa meninggalkan jejak" tukas Serin tanpa mengalihkan pandangannya sama sekali


"Jejak?!" gumamnya lagi, lalu melihat ke sekeliling tempat


Pandangan Serin menangkap sesuatu yang mengganggu pandangannya


Ia perlahan melangkah menuju sebuah tiang beton, dengan nanar mata yang fokus menatap sesuatu di sana


"Zeon kau punya ziplock plastik" tanyanya


"Ini" ucap Zeon memberikan apa yang di pinta Serin


"berikan sarung tanganmu juga" pintanya lagi


Serin mengambil sebuah peluru yang menancap di beton sedalam 1,5cm, lalu memasukkan-nya kedalam plastik tersebut


Ia memberikannya pada Geralt, untuk di pegang sebentar, lalu merogoh ponselnya yang ada di saku jaket


📞In Call-


"kenapa?"


"aku akan mengirimkan foto, dan lihatlah?"


"Sebentar"


"......"


"Dimana kau mendapatkannya?"


"kau tau itu peluru apa?"


"Ini amunisi 300 Winchester magnum.. kaliber 7,62×67mm, biasanya di pakai oleh senjata S*ko TRG-42(Finl*ndia) untuk pasukan pertahanan Finl*ndia"


"Baiklah"


📞End Call-


Setelah bertanya dengan anak buahnya, lantas ia memberikannya lagi pada Geralt


"sepertinya mereka melupakan yang satu ini" ucap Serin, lalu mereka bertiga pergi dari sana


...****************...


"Minta Leo untuk mencari lebih jauh siapa pemilik dari peluru ini, dan tracking seluruh data penjualan senj*ta ilegal" pesannya, lalu turun dari mobil, sedangkan mobilnya sudah di kembalikan oleh Doni kerumahnya


"Kami pergi" ucap Geralt ketika Doni sudah masuk kedalam mobil


Serin mengangguk, lalu melangkah masuk melewati gerbang utama


"......"



"Kau ke supermarket atau kemana! kenapa lama sekali?" tanya Glen menatap curiga istrinya


"Antriannya panjang" jawabnya, seraya meletakkan kembali dompet dan kunci mobilnya di atas nakas


"Sampai harus di antar Geralt?" sahut Glen


Serin menghela pelan napasnya, lantas menceritakan semuanya pada pria kepo yang satu ini


...****************...


"Bagaimana? kau membereskannya?" tanyanya pada sang bawahan


"kami sudah membereskan semuanya Tuan, tapi sepertinya Mike sempat bicara dengan Serin dan kami tidak tau itu apa" jelasnya


"Apa!!! kalian ini bod*h atau bagaimana, kenapa bisa yang mengawasi Serin tidak memberikan kabar, kemana dia?" tanyanya dengan nada yang mulai meninggi


"S-saya akan menelponnya Tuan" gugupnya, lalu menelpon rekannya tapi sayangnya tidak ada jawaban


"Tidak di angkat Tuan" jawabnya menunduk


"dasar tidak berguna, cari dia.. jika sampai dia tertangkap oleh wanita licik itu, maka dia akan punya celah untuk masuk" titahnya dan langsung di angguki oleh bawahannya


"Tenang, wanita itu tidak akan mungkin bisa masuk lebih jauh" ucapnya pada diri sendiri


...****************...


"Ikat dia dengan kuat, dan pastikan ruangannya terkunci" titahnya


"bagaimana kalian bisa menangkapnya?" tanya Geralt pada Doni dan yang lain


Doni, Jordan dan Aiden saling menatap satu sama lain termasuk Leo yang juga duduk disofa


"......"


5 menit setelah Doni dan Serin bertukar tempat


"Mari kita lihat, seberapa cepat kau bisa mengejarku" ucapnya, seraya meraih sebuah apel dari plastik belanjaan Serin


Merasa orang yang mengikutinya tidak curiga, Doni langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan rata-rata 100-140km/jam, hingga membuat orang yang mengikutinya sedikit kewalahan


"Yak! pelankan mobilmu, kami tidak bisa mengejar" ucap Jordan dari earphone nya, karena ia dan Aiden juga mengejar mobil Serin


"Oke-oke" jawab Doni, yang mulai menurunkan kecepatan mobilnya


"Aku akan menggiringnya sekarang" ucap Doni, lalu mengambil jalan ke kanan dimana arah itu, adalah jalan menuju Gudang dan tentunya adalah jalan yang sunyi


Baru sekitar 500m Doni melewati jalan tersebut, ia semakin memperlahan laju mobilnya menjadi 20-40km/jam


"Kalian siap!" tanyanya


"Siap" jawab Jordan, lalu membuka kaca mobil dan mengeluarkan sisi kanan tangannya dengan sebuah senjata di tangannya


"Beres" ucapnya, lalu Aiden dengan perlahan menyalip mobil tersebut dan berhenti di dekat mobil Doni, yang sudah berhenti lebih dulu


"Ya. Ya.. dia mau memutar balik mobilnya" ucap Doni


"Tidak akan bisa" sahut Jordan tersenyum tipis


Tapi Jordan sudah lebih dulu menembak ban mobilnya, dengan senjata yang berisi paku.. sebagai amunisinya


"Dia akan keluar" ucap Jordan


"Bersiap" ~ Aiden


"Nah hayo lo mau kemana?" ucap Doni mencegat langkah pria itu, agar tidak kabur


"Hishh... kurang ajar" gumamnya, lalu masuk kembali kedalam mobil dan kabur dari pintu sebelahnya


"Eitsss.. tidak semudah itu ferguso" ucap Jordan yang sudah menghadang di sana


Bughhh


"Hmm.. kena kau" ujar Aiden, ketika berhasil memukul punggung pria itu hingga pingsan


"kita angkat atau kita seret saja, ini berat lo" Tukas Doni


"Doni kakinya, aku kepalanya kau tengah" sahut Aiden


Lalu mereka bertiga mulai mengambil posisi masing-masing


"1... 2... 3..." ~ bersamaan


"G*la ni orang berat banget, dia makan nasi apa makan batu sih!" gerutu Doni seraya meregangkan tubuhnya, setelah tadi mereka memasukkan pria itu kedalam bagasi mobil Aiden


"Sudahlah, ayo kita kembali" ajak Aiden, dan di angguki oleh keduanya


Aiden dan Jordan pergi membawa pria tadi, sedangkan Doni ia pergi kerumah Serin untuk mengantarkan mobilnya


"......"


"begitu ceritanya" jelas Doni


"baguslah kalian ada kemajuan, kalau kalian bisa menyelesaikan satu kasus, ku jamin Serin akan membelikan kalian, masing-masing satu mobil" bohongnya


"Eyy...kau berbohong kan?!" sahut Jordan sambil memicingkan matanya


"Tidak percaya... tanya Ardan! bukan begitu Ardan?!" ucap Geralt


"Tapi kenapa bertanya dengannya?" sahut Doni


"Ya, karena dia yang mengelola semua uangnya. termasuk komisi kalian" jawab Geralt seraya menyandarkan tubuhnya pada punggung sofa


"Tapi aku penasaran dengan beberapa hal, bisa kau menjawab pertanyaanku?" tanya Aiden


"Apa?" sahut Geralt yang kala itu sedang memeriksa ponselnya


"kenapa Serin bisa menikah dengan Glen, bukannya dia dulu hanya pengawalnya?" tanyanya menatap Geralt


"kenapa kau menanyakan itu, jangan bilang... kau menyukai Serin" tembak Jordan


"Hushh... diamlah bukan itu" sahut Aiden, tapi tetap saja Doni dan Jordan menatapnya curiga


"Dia menikah karena Glen membantunya agar bisa bebas dari kekangan Tuan David, yang ingin mengirimnya keluar negeri" jawab Geralt yang masih fokus pada ponselnya


"dia bekerja untuk uang,,, tapi bukannya dia punya saham di perusahaan lain?" tanyanya lagi


"benar juga? bukannya dia sudah jadi kepala tim saat kuliah, tapi kenapa bisa bekerja dengan Glen untuk mencari uang! memangnya dia tidak punya uang?" tambah Jordan


Geralt menghela napasnya atas pertanyaan dari pria-pria ini


"Waktu itu kami sempat di berhentikan, karena pergantian presiden dimana pencetus organisasi ini, adalah presiden terdahulu, jadi perlu waktu untuk meyakinkan presiden baru tentang organisasi ini... yang namanya di berhentikan tentu saja tidak ada dana yang masuk dari pemerintahan... ditambah kami punya banyak anak buah yang juga harus mendapatkan hak mereka, Serin membayar mereka dengan hasil dari keuntungan saham yang hanya cukup untuk itu, dan alhasil dia tidak bisa menggunakan untuk dirinya sendiri, makanya dia bekerja" jelas Geralt dan di angguki paham oleh yang lain


"padahal Ayahnya kaya, pastinya dia punya banyak tabungan dong!" tanya Aiden sekali lagi


"yang namanya kabur, dia hanya membawa diri, uang yang di pegang dan pakaian, walau Ayahnya kaya bukan berarti itu kekayaan Serin,,, kecuali Tuan David sudah mewariskan seluruh kekayaannya" jelasnya sekali lagi


"kalau bawa aset itu namanya bukan kabur" tambahnya


"Berhenti! Sttt... jangan bertanya lagi" ucap Geralt, ketika melihat Jordan ingin buka mulut


"Aku ingin bersin bukan berta... Huuatcimmm~"


"Hishh jorok!!!" kesal Doni, karena Jordan bersin di hadapannya


"Sengaja" sahut Jordan, sambil meraih tisu yang ada di atas meja


"Nih makan nih tisu!" kesalnya, menyumpalkan tisu kedalam mulut Jordan


"Lama-lama ku jodohkan kalian ya, mau!!!" ucap Geralt tidak habis pikir, pasalnya kadang dua pria itu bertengkar hanya karena masalah kecil


"Hih tidak sudi aku" sahut Doni yang langsung membuang wajah dan membelakangi Jordan, begitu juga dengan Jordan, hingga kini mereka saling membelakangi


Melihat keduanya membuat Aiden, Leo, dan Ardan menggelengkan kepalanya


...****************...



"Sayang kerumah sakit ya" ajak Serin, karena kondisi Glen masih belum pulih, dan itu membuatnya khawatir


Glen hanya menggeleng pelan, "sebentar lagi juga bakalan sembuh" sahutnya


Tanpa menghiraukan Glen, Serin keluar dari kamar untuk menelpon dokter


"Ya ampun Serin, kenapa tidak dari kemarin-kemarin" rutuknya, lalu kembali lagi ke kamar setelah menelpon dokter


"Sejak kapan mereka berpelukan seperti itu" gumam Serin tersenyum, saat melihat dua pria kesayangannya sedang berpelukan, walau terlihat jika Reyhan sedikit risih


"Ayah lepas!" ucap Reyhan, karena Glen terus mendekapnya


"Bu! Ayah tidak mau melepaskanku... tubuhnya panas sekali" rengeknya pada sang ibu


"demamnya tidak berhenti dari kemarin?!" gumamnya, saat sedang melepaskan Reyhan dari suaminya


"Kemarilah, kamu dengan Ibu saja" ucapnya, menyuruh Reyhan untuk bergeser ke arahnya


"......"


"Nona, Dokter sudah datang" ucap bibi Sella dari luar kamar


"Kamu manggil dokter?" tanya Glen, dengan mata yang tertutup


"Masuk saja bi" jawabnya


Bibi Sella mempersilakan Dokter untuk masuk kedalam, lalu setelah itu ia keluar


Dokter langsung memeriksa Glen, agar mengetahui apa masalahnya


"......"


"Apa akhir-akhir ini pak Glen sering muntah? atau ***** makannya bertambah?" tanya Dokter


"Dia sering muntah tiga hari terkahir dok, tapi ***** makannya tidak tinggi melainkan turun" jawab Serin


"Hmm.. lalu apa anda sudah datang bulan?" tanyanya lagi


"Belum... dok!" sahutnya bingung sambil menggeleng


"Kenapa tidak di cek dulu!" ucap wanita yang berprofesi sebagai dokter itu


"Tes pack!" gumamnya, ketika melihat dokter menyodorkan sebuah tespack padanya


"Tapi saya tidak hamil dok, untuk apa?" tanyanya heran


"Tidak ada salahnya mencoba" jawab dokter


Serin menghela napasnya, lalu meraih benda tersebut dari dokter dan Pergi ke kamar mandi


"Apa istri saya hamil dok?" tanya Glen, yang langsung bangkit dari rebahannya


"Ah. kita lihat hasilnya saja nanti" jawab Dokter


Tidak beberapa lama Serin keluar dengan wajah santainya


"Ini dok" ucapnya, memperlihatkan hasilnya pada dokter


Dokter hanya mengangguk pelan, ketika melihat hasilnya negatif


"Lalu apa yang terjadi dengan suami saya?" tanyanya


"Menurut diagnosa saya, pak Glen sedang terkena sindrom couvade/morning sickness, yang biasa di alami oleh ibu hamil... hasil tespack tidak sepenuhnya akurat, saya sarankan untuk kalian memeriksa ulang dengan dokter kandungan" jelasnya


"morning sickness" perjelasnya, dan di angguki oleh dokter


"Saya akan memberikan pereda pusingnya saja, untuk sisanya itu akan sembuh sendiri seiring berjalannya waktu" ucap Dokter


"Tapi saya tidak pernah merasakan jika saya hamil Dok?!" sahut Serin


"Itu wajar, kadang memang ada yang tidak menyadari bahwa mereka sedang hamil, bahkan hingga usia 7 minggu... jadi saya sarankan sekali lagi, untuk kalian cek saja dulu" jawab Dokter dan hanya di angguki oleh Serin


"mari saya antar dok" ucapnya, lalu pergi untuk mengantar dokter, meninggalkan Glen dan Reyhan yang masih ada di kamar


"......"


"Apa aku benar-benar hamil?!" gumamnya dalam hati, sambil melangkah masuk ke kamarnya


"Kita ke rumah sakit sekarang!" ajak Glen yang tadinya masih di kasur, kini sudah berdiri sambil memasang jaketnya


"kan, masih ada besok Glen!" jawab Serin


"Tidak ada besok" sahutnya, lalu meraih dompet serta kunci mobilnya


"Iyaa iyaa... sebentar" ucap Serin, lalu mengambil tasnya dilemari


"Ayo!" ajak Glen, yang sudah rapi dan wangi, tidak lupa kaca mata hitam yang di pakainya untuk menambah ketampanan-nya


Mereka bertiga pergi kerumah sakit, untuk mengecek apakah Serin benar-benar hamil atau tidak


"Kurasa usahaku akhir-akhir ini berhasil" gumam Glen dalam hatinya, tidak lupa senyum sumringah tergambar di wajahnya


...****************...


.


.


.


Mohon bantuannya untuk like, share, komen, vote, masukin list fav biar tau kelanjutan ceritanya, agar Author semangat Up episode barunya😊


.


.


.