Pengawal Cantik

Pengawal Cantik
Panti Asuhan [konspirasi 2]


Biasakan Like bab-nya😉...


Masukin list Fav juga ya🥰


Komentar positifnya biar Author


makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰


So... I Hope Enjoy The Story


⚠Disarankan untuk membaca dari awal takutnya, tidak paham!!!


...****************...


Geralt dan Aiden langsung mencari keseluruh ruangan, karena waktu mereka tidak banyak


Berselang 3 menit, akhirnya mereka berhasil menemukan kuncinya, yang terletak di laci yang sama dengan letak password masuk keruangan itu


Keduanya langsung masuk kembali keruangan itu dan mengambil semua dokument yang ada di dalam laci


Setelah mendapatkan apa yang mereka inginkan, keduanya langsung keluar dari sana sebelum Mela kembali


Tapi sebelum itu, keduanya sudah mengganti password asli dengan password baru yang mereka karang


"Kami sudah keluar" ucap Geralt lewat earphone-nya, sontak Doni dan Jordan juga menyudahi akting mereka


Pukul 18.07, ... Gudang



Geralt meletakkan semua berkas yang mereka berdua dapatkan, tidak beberapa lama setelah kedatangan Geralt dan Aiden, Doni dan Jordan juga datang


Serin, Zeon, Luke, dan Edward langsung memeriksa semua berkas yang ada di atas meja


Suasana kembali hening, Serin dan yang lain hanya bisa saling menatap bergantian, sambil menggelengkan kepala mereka, tidak habis pikir dengan apa yang mereka lihat dalam berkas itu


"Jika seandainya 10 anak di kirim pertahun, maka sudah 50 anak kecil yang menjadi Objek mereka, belum lagi para imgran itu" pungkas Serin sukses mendapat anggukan dari semua orang yang ada di sana


"Kita tidak bisa bersantai lagi, mereka benar-benar biadab, hanya untuk kepuasan dan tujuan mereka, banyak anak kecil yang harus menderita... mereka bukan manusia lagi Serin" Tutur Edward


Semua orang di sana menghela panjang napas mereka masing-masing


"Aku juga tidak habis pikir, ada orang seperti mereka..." jawab Serin dengan pandangan kosongnya


Dalam data yang di dapat oleh Geralt dari panti asuhan, adalah data adobsi anak-anak per setiap tahunnya, dari 5 tahun yang lalu, seandainya 5 anak saja yang dikirim per 6 bulan sekali, maka sekitar 10 anak yang dikirim setiap 1 tahun, dan ini sudah berjalan selama 5 tahun


Awalnya mereka tidak mengetahui kemana anak-anak yang di duga di adobsi tinggal, yang di perlihatkan oleh Panti hanyalah data adobsi, tapi tidak data lain... di mana data itu memuat, hasil dari Vsc.Lab yang menyatakan jika anak-anak yang mereka sebut sebagai objek itu, sudah tidak bernyawa alias tewas


Dan semua data itu di simpan oleh Mela, entah apa maksudnya, tapi itulah kenyataan yang ada.. dimana anak-anak panti yang di katakan di adobsi, sebenarnya di kirim ke Vsc.lab sebagai Objek percobaan para orang gila itu


Serin memijat pelipisnya sebentar, rasanya kepalanya ingin pecah sekarang, karena semakin ia masuk lebih jauh, maka semakin banyak pula kebusukan Willy yang terungkap satu persatu


Bukan hanya memijat pelipisnya, wanita itu juga menghela kasar napasnya


Baru saja ia akan membuka mulutnya untuk bicara, perhatiannya sudah teralih pada notifikasi pesan dari ponselnya


📨Message


Glen> "Buka berita sekarang!"


Itulah pesan yang dikirimkan suaminya, sontak Serin langsung menyuruh Leo untuk menampilkan siaran itu, di layar monitor agar yang lain bisa melihat


"Golden City akan segera terealisasikan, disana semua masyarakat bisa hidup tenang tanpa adanya kejahatan, kota pintar ini akan mendukung hidup yang lebih baik dan berkualitas untuk kalian semua" itulah pidato yang di berikan Arka dalam siaran itu, bahkan Willy dan anak keduanya juga ada di sana, termasuk tokoh-tokoh penting yang juga hadir


Serin yang kala itu sedang memegang sebuah botol kaleng, meremasnya sampai penyok lalu melemparnya dengan kasar kearah layar monitor


"BRENGS*K!!!" umpatnya


Deru napasnya tidak beraturan, amarah bahkan mulai menyelimuti dirinya


Melihat itu Geralt langsung memegang pundak Serin, guna menetralkan emosinya, karena ia tau jika Serin dalam keadaan seperti itu, maka ia akan lari ke minuman, dan menenggak satu botol tanpa sisa... walau padahal dia tidak kuat minum


Tidak ada yang membuka mulut, semua orang di sana juga geram akan Willy dan Arka, serta proyek Golden City mereka, pasalnya dalam proses perealisasian proyek itu, banyak nyawa tidak bersalah yang melayang


"Tenangkan dulu dirimu, kita bahas ini besok, sekarang pulang! ayo ku antar" ucap Geralt seraya membereskan tas Serin


Tapi wanita itu sama sekali tidak bergeming, bahkan ia masih berada di tempat duduknya


"Kita balas mereka dengan hadiah spesial dariku!" pungkas Serin dan di angguki oleh semuanya, tidak ada yang angkat bicara karena mereka tau suasana hati Serin sedang tidak bersahabat sekarang


Serin menampakkan smirk andalannya, sebelum membuka mulutnya


"Bawa Mela kehadapanku besok, dalam keadaan utuh dan tanpa membuat keributan" titah Serin dan di iyakan oleh Geralt dan yang lain


"Mari kita bertemu besok, kita akan mulai dari Mela untuk memancing ikan lain" ucapnya lalu berdiri dari duduknya


"Geralt antar aku pulang" ujarnya seraya meraih tasnya, dan pergi dari sana dengan di ikuti Geralt


"menurut kalian, apa rencananya Serin selanjutnya?" pungkas Zeon yang masih memperhatikan Serin dan Geralt yang baru saja keluar dari gudang


"Tidak ada yang bisa menembak pikirannya" sahut Aiden dan di angguki oleh yang lain


Selama bekerja dengan Serin... Doni, Leo, Aiden bahkan Jordan sudah mulai akrab dengan sifat dan pikiran Serin yang tidak bisa di tebak, karena wanita itu punya banyak akal agar mendapatkan apapun yang dia inginkan


Bahkan hadiah spesial yang Serin ucapkan tadi, masih tidak di pahami oleh mereka


...****************...



Sampai dirumah Serin melihat kelayar ponselnya, dimana jam juga sudah menunjukkan pukul 20.18 malam


Baru saja ia melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah, tangan kekar terlihat bertengger di pinggangnya


Wanita itu lantas menoleh kesamping dimana suaminya yang juga baru pulang dari kantor


"Kamu melihat siaran tadi?" itulah pertanyaan pertama yang dilontarkan Serin pada suaminya


Glen mengangguk karena ia juga menyaksikan acara itu


"Jika membunuh mereka sekarang bisa membuatku puas, maka aku akan melakukannya" ucap Serin pada suaminya


"Aku juga akan melakukan hal yang sama denganmu, kamu tau.. banyak sekali yang kami dapatkan ketika mengulik tentang Golden City lebih dalam" balas Glen yang tidak melepaskan rangkulannya sampai ke kamar



"Maksudmu" sahut Serin seraya meletakkan Jas dan tas kantor Glen ketempat-nya


"dalam proses pembangunan, bukan hanya berdiri di atas tanah Nexfilt apart, tapi juga mengeksploitasi para pekerja agar kota itu segera selesai" jawab Glen sambil melepaskan dasi serta jam tangannya


"sudah tidak di ragukan lagi" sahut Serin, sukses mendapat anggukan setuju dari suaminya


"Aku mandi dulu" ujar Glen lalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, sedangkan Serin ia masih ada di dekat lemari untuk menyiapkan pakaian suaminya


Butuh waktu 30 menit akhirnya pria itu keluar dari kamar mandi dengan balutan handuk yang melingkar di pinggangnya


Tapi saat ia keluar, ia tidak melihat adanya kehadiran istrinya itu


"apa dia mandi kamarnya" gumam Glen seraya memakai pakaian yang sudah di siapkan istrinya di atas ranjang


"......"


Hampir 1 jam Glen duduk di ranjangnya, sambil memainkan ponselnya, sembari menunggu istrinya itu keluar dari kamarnya


"Serin!!!" panggilnya


"Dia dikamar mandi ngapain?" gumamnya lalu menekan password kamar Serin untuk masuk



Pria itu diam sebentar, sambil memperhatikan Serin yang tengah asik memainkan laptopnya


"Sedang apa?" tanya Glen seraya memberikan sebuah kain tebal untuk menutup bahu istrinya, karena hawa di luar dingin


Sontak wanita itu terperanjat kaget, sembari menoleh kearah suaminya


"Ah. ini sedang mengerjakan tugas" jawabnya, sedangkan Glen ia hanya mengangguk dan menarik kursi untuk duduk di samping kursi Serin


"apa banyak?" tanya Glen lagi dengan pandangan yang menatap kelayar laptop


"Sedikit lagi" sahutnya, lalu kembali fokus pada tugasnya


Glen hanya memperhatikannya sambil membentangkan tangannya ke kursi Serin, sedangkan tangan satunya ia gunakan untuk memainkan ponselnya


"Apa kamu tidak ingin makan malam, ini sudah hampir jam 09.00 malam?" tanya Serin


"Nanti saja, setelah kamu selesai" ujarnya tanpa mengalihkan pandangannya pada layar ponsel


Serin hanya mengangguk dan kembali fokus pada tugasnya, agar bisa cepat selesai dan menyiapkan makan untuk suaminya itu


Berselang 30 menit, Serin selesai dengan tugasnya, ia meregangkan lehernya karena penat


"Ayo!" ajaknya, karena ia masih melihat Glen yang betah mendudukkan dirinya di kursi


"Kemana?" tanyanya tanpa menatap wajah istrinya


"makan, kamu tidak ingin makan malam" jawabnya tanpa mengalihkan pandangannya dari Glen


Tanpa bicara pria itu berdiri lalu meraih laptop dan buku yang di pegang Serin, bermaksud untuk membawakannya kedalam


Setelah meletakkan-nya di tempat seharusnya, bukannya mengikuti istrinya pria itu malah menarik tangan Serin dengan sekali tarik, hingga membuat wanita itu tertabrak tubuhnya


Lantas ia langsung mengalungkan tangannya dengan nanar mata yang fokus menatap wajah Serin, sesekali ia menyisir lembut rambut istrinya yang menutup surai pipinya


Tidak ada pembicaraan di antara keduanya, mereka hanya saling fokus menatap satu sama lain


"aku tidak butuh makan malam" tukas Glen tanpa melepaskan kalungan tangannya


Sontak wanita itu menyipitkan matanya, "Lalu..." sahutnya


Pria itu hanya tersenyum penuh makna, dan bersiap mendaratkan satu kecu*an di bibir ranum istrinya


Belum sampai pada tempat tujuan, jari telunjuk Serin sudah lebih dulu menghentikannya


"Why" lirihnya dengan wajah memelas


"aku sedang datang bulan! jangan sekarang" ucap Serin sambil menggelengkan kepalanya, tanda tidak


"Hisshh..." pria itu hanya bisa mendesah kesal atas jawaban istrinya


"Lain kali ya sayang" ujarnya terkekeh sambil menepuk pelan pipi suaminya


Serin hanya bisa menahan tawanya, ketika melihat wajah Glen yang ditekuk karena tidak mendapat apa yang dia inginkan


"Sudahlah, kita turun saja" ucap Serin sambil menepuk pelan lengan Glen, agar pria itu melepaskan kalungan tangannya


Mau tidak mau, pria itu hanya bisa mengikuti ucapan istrinya untuk makan malam, walau jam makan malam sebenarnya sudah lewat


...****************...


Gudang... pukul 16.23



"Kalian siapa? lepaskan aku sekarang!!" teriaknya, tapi tidak akan ada hasilnya karena tidak akan ada yang bisa menolongnya


"Sudah hentikan saja teriakanmu itu, tidak ada gunanya" ucap salah seorang pria


Sebuah ruangan yang hanya di isi dengan kursi kosong serta alat lab, di sanalah seorang wanita sedang meronta agar di lepaskan, pasalnya tangan dan kaki serta tubuhnya di ikat dengan begitu kuat


"Dia sedang ada di ruanganmu" ujarnya memberikan sebuah laporan pada wanita yang sedang duduk di sofa


Lantas wanita itu berdiri dari duduknya, lalu berjalan menuju ruang kesayangannya dengan di ikuti oleh Geralt yang mengekor di belakangnya


"......"


Serin mendudukkan dirinya di kursi yang ada di depan wanita itu seperti yang ia lakukan biasanya


Serin menarik penutup hitam yang menutup kelapa wanita itu


Mata mereka saling bertatapan, satu sama lain, hanya tatapan dingin dan datar yang Serin nampakkan


"Siapa kau?" tanyanya asing karena tidak mengenali siapa wanita yang sedang duduk di hadapannya


"Permainan apa kali ini" ujarnya seraya berdiri dari duduknya


"Bagaimana jika kita memancing?" bisiknya tepat di samping telinga Mela, hingga membuat wanita itu bergidik ngeri


Serin menyodorkan telapak tangannya pada Geralt pertanda ia ingin sesuatu


Geralt yang paham akan maksud Serin lantas memberikan sebuah ponsel padanya


Serin menyodorkan ponselnya pada Mela, tapi sebelum itu ia menyuruh Geralt untuk melepaskan ikatannya


"Telpon dia sekarang!" suruh Serin memaksa agar Mela mengambil ponselnya


Tapi wanita itu hanya diam tak bergeming, bahkan ia hanya melihat Serin dengan tatapan tidak sukanya


"Kubilang ambil!" tekannya, tapi wanita itu hanya membuang wajahnya


Melihat itu membuat Serin mencengkram kuat dagunya, hingga wanita itu kembali menatapnya


"Ambil ini, dan hubungi Anna sekarang!!!" suruhnya sekali lagi dengan nada penuh penekanan


Wanita itu hanya mendelik kesal kearah Serin, lantas merampas ponsel itu dari tangan Serin


Ia menatap tajam kearah Serin, lalu beralih pada ponselnya untuk melakukan apa yang tadi disuruh Serin


"Lakukan dengan benar! jika kau tidak melakukan-nya dengan benar, siap-siap benda kesayanganmu, ku sumbangkan ke tempat amal" ucapnya santai sambil menatap Mela dengan tatapan malasnya


"Apa maksudmu" sahutnya


"Iyaa.. benda kesayanganmu. menurutmu apa?" jawab Serin sambil memainkan jari jemarinya, lalu menatap kearah Mela, yang pasti sudah tau apa yang dimaksud Serin


"Bagaimana! kau pilih benda kesayanganmu, atau menelpon Anna sekarang?" tambahnya


"Aku akan menelpon Anna sekarang, tapi kau harus melepaskanku, bagaimana?" tawarnya


"Deal! jika kau berbohong maka kau tidak akan pernah bisa keluar hidup-hidup dari sini" pungkas Serin tapi wanita itu hanya mengabaikannya, lalu menekan kontak seseorang dari ponselnya


...****************...


.


.


.


Mohon bantuannya untuk like, share, komen, vote, masukin list fav biar tau kelanjutan ceritanya, agar Author semangat Up episode barunya😊


.


.


.