Pengawal Cantik

Pengawal Cantik
Setipis Benang?!


Biasakan Like bab-nya😉...


Masukin list Fav juga ya🥰


Komentar positifnya biar Author


makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰


⚠Disarankan untuk membaca dari awal takutnya, tidak paham!!!


So... I Hope Enjoy The Story


...****************...


"Tolong jaga keamanan rumah, aku akan keluar" pesan Serin pada Jack sebelum akhirnya ia melangkah keluar


"Bagaimana dengan Van??" tanyanya seraya masuk kedalam mobil


"Dia ada di markas kau tenang saja" jawab Geralt seraya melajukan mobilnya untuk pergi ke suatu tempat


Karena Serin pergi dan Glen ada di kantor, otomatis Reyhan hanya di awasi oleh para bodyguard yang berjaga dirumah


Tapi untungnya pria kecil itu menurut akan ucapan ibunya, untuk tidak keluar rumah karena bisa saja musuh dari orang tuanya akan melukainya


...****************...


"Permisi! apa kami bisa menemui Nyonya Sila" tanya Geralt pada resepsionis


"Nyonya Sila ada di taman belakang, kalian bisa menemuinya disana" jawab resepsionis, Geralt dan Serin mengangguk dan langsung pergi ke taman


"......"


"Apa anda Nyonya Sila?!" tanya Geralt pada seorang lansia yang duduk di sebuah kursi roda dan sedang menatap langit


Wanita tua itu hanya menggeleng tanda bukan dia orang di cari Serin dan Geralt


"Apa kalian disini mencariku?!" tanya seorang wanita tua yang datang dengan kursi rodanya dibantu suster


"Anda Nyonya Sila?" tanya Serin


"iyaa saya" sahut Sila menatap keduanya bergantian


"Bisa kita bicara sebentar?!" pinta Serin sopan dan di angguki oleh wanita tua ini


Serin dan Geralt duduk di sebuah bangku taman sedangkan Sila masih duduk di kursi rodanya


Setelah suster tadi pergi, Serin mulai membuka mulutnya untuk mengatakan maksud kedatangan-nya


"Apa anda dulu menyaksikan langsung bagaimana tragedi kebakaran yang menimpa keluarga Olivia di tahun 90 an?" ucap Serin melontarkan pertanyaan pertamanya


"Kalian siapa?" tanya Sila balik, atas pertanyaan pertama yang Serin lontarkan tadi


"Saya ketua tim dari BSI" jawabnya seraya memperlihatkan tanda pengenalnya


"Kenapa kalian tiba-tiba menanyakan ini padaku" ujar Sila menatap curiga keduanya


"Saya ingin mengonfirmasi jika anak dari keluarga Olivia, adalah pelaku sebenarnya dari tragedi kebakaran bertahun-tahun yang lalu..." jawab Serin sukses membuat Nyonya Sila terdiam sejenak, entah apa yang ada dalam pikirannya


"Itu sudah sangat lama dan bagaimana bisa aku membicarakan keluarga orang lain semudah itu" sahut Sila mengalihkan pendangannya seperti sedang menyembunyikan sesuatu, yang tentunya membuat Serin semakin penasaran akan cerita sebenarnya dibalik kebakaran itu


"Dia menyembunyikan sesuatu" gumamnya dalam hati


"Tolong katakan yang sebenarnya, mungkin apa yang anda tahu bisa menjadi petunjuk untuk kami mencegah pemb*nuhan... ada banyak sekali orang yang tewas karena masalah ini" tutur Serin mencoba membuat Sila untuk bicara


Suasana hening sebentar sebelum akhirnya Sila membuka mulutnya untuk bicara


Ia menghela panjang napasnya "aku baru saja kembali malam itu, mungkin sekitar pukul 00.17, beberapa orang memang sering mendengar keributan karena pertengkaran suami istri itu"


"suaminya adalah seorang pemab*k berat, tapi istri dan anaknya adalah orang yang baik, ibu Olivia adalah seorang psikiater anak dan putranya bernama Axel anak yang pintar di sekolahnya"


"Tapi sekitar tahun 1995 terjadi kebakaran yang menewaskan keduanya, dan malam itu juga aku melihat sosok anak laki-laki yang terlihat sedang menyalakan sebuah pemantik,,, karena itu terjadi saat malam pandanganku sedikit tidak jelas, tapi aku yakin yang ku lihat malam itu adalah Axel. ia menjatuhkan sebuah pemantik hingga api langsung menyambar ke sisi rumah" jelasnya mengingat kembali hal yang sudah ia simpan selama ini


"Kenapa anda tidak melaporkan ini?" tanya Serin menatapnya intens


"Itulah kesalahanku, seharusnya aku melaporkan itu, tapi waktu itu aku beranggapan jika Axel melakukan kesalahan dan tidak sengaja menjatuhkan pemantiknya" ujar Sila menghela kasar napasnya


"Tapi bertahun-tahun setelah kebakaran itu terjadi, aku sadar jika malam itu ada unsur kesengajaan, api langsung menyambar seolah dindingnya telah di siram dengan bensin, tapi aku terlambat. saat aku melaporkan hal itu pihak kepolisian mengatakan jika pelakunya sudah tertangkap, aku berpikir Axel lah pelaku yang di maksud oleh polisi, setelah itu aku tidak pernah lagi berurusan dengan hari dimana ibu Olivia dan Suaminya tewas akibat kebakaran malam itu" jelasnya


"Apa anda ingat, bagaimana sifat Axel dulu?" ujarnya menatap Nyonya Sila


"menurutku Axel adalah anak yang baik dia ramah dan sopan, tapi malam itu aku melihatnya menatap rumahnya yang sudah terbakar dengan tatapan begitu datar dan kaku, lebih tepatnya itu menyeramkan. sebelum akhirnya bantuan datang untuk memadamkan api" ujarnya teringat kembali bagaimana tatapan Axel waktu itu


"Apa anda melihat atau mengetahui hal lain selain itu, mungkin sifat keseharian-nya sebelum malam itu" ~ Serin


Nyonya Sila kembali berpikir dan mencoba mengingat untuk menjawab pertanyaan Serin


"Hmmm... dulu aku tidak sengaja bertabrakan dengannya saat ia pulang sekolah hingga membuat beberapa barangnya jatuh, karena aku yang salah tentunya aku membantunya untuk membereskan berang-barangnya... tapi aku tidak sengaja melihat kotak kecil dengan label angka dan huruf yang acak. dan yang membuatku masih mengingat hari itu adalah isi dari kotak tersebut, didalamnya terdapat hal mengerikan seperti telinga kelinci yang menurutku tidak wajar anak sepertinya menyimpan hal seperti itu"


"Dia bergegas untuk membereskan barang-barangnya, dan menjelaskan jika itu adalah palsu dan dia menggunakannya untuk tugas di sekolahnya.. setelah menjelaskan itu dia pergi dengan memberikan senyum ramahnya"


"Tapi menurutku itu tidak terlihat palsu, karena darah yang mengering terlihat begitu nyata ditambah tahun itu masih belum banyak yang menjual benda se realistis itu" tutur Sila, menjelaskan semua yang ia tahu pada Serin


"Apa anda masih bisa mengingat tulisan apa yang tertulis di kotak itu?" tanyanya sekali lagi


"Tidak, aku tidak mengingatnya... mengingat hal itu saja membuatku masih takut" jawab Sila


Serin dan Geralt hanya mengangguk paham atas penjelasan dari Nyonya Sila, setidaknya dari cerita Nyonya Sila bisa membantu mereka untuk menarik kesimpulan lain tentang Regan


📳Drrttt...


"Aku menjawab telpon dulu" ujar Geralt bangkit dari duduknya dan pergi untuk mengangkat telponnya


Sedangkan Serin, ia masih menanyakan hal lain pada Nyonya Sila


"Bagaimana bisa? kalian menjaganya dengan benar atau tidak!!! cari dia sekarang jika kalian tidak ingin mendapat siraman rohani dari Serin" ucapnya dan langsung memutuskan sambungan telponnya untuk kembali menemui Serin


"......"


"Kau sudah selesai?!" tanya Geralt seraya memasukan kembali ponselnya kedalam saku celananya


"Kita harus ke markas sekarang" tambahnya berbisik


"Apa ada hal darurat?" tanyanya bingung


"Aku akan menjelaskan-nya saat di perjalanan" Serin hanya mengangguk lalu pamit dengan Nyonya Sila


Setelah pamit keduanya langsung pergi dari sana untuk kembali ke markas


...****************...


Sedang disisi lain, seorang pria tengah berdiri di sebuah gedung yang terlihat kumuh dan sangat tidak terawat


Jika di lihat itu tidak cocok dengan setelan jas mewah yang ia kenakan


"Jangan kau pikir kau bisa lepas dariku" tukasnya seraya membentangkan sebuah tali tipis namun tajam


Ia menggulungkan ke tangannya beberapa kali, lalu mengalungkannya pada seorang pria yang tengah duduk terikat di kursi


"Sekarang sudah waktunya untuk kau berhenti menjadi bawahanku" ucapnya seraya menarik tipis senyumnya, lalu mencek*knya dengan tali hingga pria itu meregang nyawa


"Aishhh~ dasar tidak berguna" gumamnya seraya mengelap tangannya dengan saputangan, dan pergi setelah menyuruh bawahannya untuk membereskan semuanya tanpa meninggalkan jejak


...****************...


"Apa ini yang kedua kalinya?!" pungkasnya dengan raut wajah yang datar, sedangkan Geralt ia hanya bisa diam karena tahu jika kali ini mereka semua akan kena marah


"Sebelumnya Larisa, sekarang Van? apa kalian mengawasinya sambil tidur?" tanyanya dengan nada yang begitu teramat tenang namun menjadi ketakutan tersendiri bagi bawahannya


"Kalian selamat karena aku sedang tidak ingin marah dan memberi kalian pelajaran satu-persatu" ucapnya berhasil membuat para pria itu menelan kasar salivanya


"Katakan padaku bagaimana kalian bisa kecolongan?"


"Saat perjalanan ke kantor polisi dia minta ke toilet, jadi kami membawanya ke rest area tapi hampir 5 menit Van tidak keluar, saat kami mengecek ketoilet borgolnya sudah lepas dan dia mungkin kabur saat ada kesempatan" jelas Jordan, karena ia dan Doni yang bertanggung jawab untuk menyerahkan Van hari ini ke kantor polisi


"Apa tindakanmu sekarang?" tanya Geralt tapi Serin hanya diam, entah apa yang sedang ia pikirkan sekarang


📳Drrttt...


Dering telpon berhasil membuatnya sadar lantas meraih ponselnya


📞In Call-


"Aku sedang menuju sebuah gedung, menurut laporan jasad Van di temukan di sana"


"Apa!!!"


"Iyaa, aku akan memberikan kabar lagi nanti"


📞End Call-


Tanpa buang waku, Serin langsung menyuruh Geralt dan beberapa anak buahnya untuk datang ketempat Luke


...****************...


Pukul 17.58 ... Gedung terbengkalai


"Van ditemukan tidak bernyawa, dia di bun*h secara brutal di gedung terlantar, situasi di TKP menunjukkan kemungkinan pelakunya masih ada di dekat sini" ujar Geralt yang ada di TKP memberikan kabar kepada Serin yang masih berada di markas


"Aku dan anak buahku akan memeriksa TKP, kalian bisa memeriksa rute melarikan diri" ucap Luke dan di angguki oleh yang lain


Mereka mulai bergerak untuk mencari keberadaan pelaku yang mungkin saja masih berada di dekat gedung tersebut


"Bagaimana keadaannya sekarang?" tanya Serin pada Luke, karena sebelumnya Geralt sudah meminta Luke untuk memakai earphone-nya jika sewaktu-waktu Serin ingin bicara dengannya


"Van sudah tewas saat kami sampai disini, dan ada sebuah tulisan yang tertulis di dinding dalam bahasa jerman, ujar Aiden ini mengartikan 'Hasrat yang tidak bisa hilang', dan dia menulis itu dengan darah segar di dinding" jawab Luke


"Baj*ngan gila itu menulis 'Hasrat yang tidak bisa hilang' pola yang sama dari pembunuhan terakhir terlihat disini, tubuhnya di mut*lasi dan kali ini bagian tangannya hilang,,, jika kita tidak menangkap baj*ngan ini, seluruh negara akan menjadi cendera mata" tukas Zeon geram atas apa yang sedang ia lihat di hadapannya


"Aku tidak bisa memperkirakan, sudah berapa banyak nyawa yang hilang hanya karena kegilaannya" ucap Edward menambahkan ucapan Zeon


"Pria itu semakin brutal, tapi kepolisian dan kejaksaan goyah, sekarang kita tidak punya banyak waktu lagi, dalam 1 bulan ini ada pemilihan dan 1 minggu untuk kita bisa membuka kembali kasus kebakaran itu dan menyeret Regan ke ranah hukum sebagai permulaan, dan membongkar setiap kelicikannya ke hadapan publik satu-persatu" ~ Serin


"Kau benar, tapi satu yang berbeda di sini" ujar Luke sambil memeriksa jasad Van


"Apa?" tanya Serin


"Sepertinya tangannya di potong setelah Van tidak bernyawa, ada bekas cekikan di lehernya.. semacam tali tipis seperti benang, kurasa ini yang membuatnya kehabisan napas" jelas Luke


"maksudmu, dia di cekik dengan tali tipis semacam benang?" perjelas Serin dan di iyakan oleh Luke


"Aku ingin kalian ke markas setelah mengurus itu, dan aku tidak yakin pelakunya masih ad di sana melihat rentang waktu yang ada" ~ Serin


"Baiklah, kami akan ke markas setelah mengurus ini" ~ Luke


...****************...


Luke, Zeon, dan Edward datang ke markas setelah selesai mengurus pekerjaan mereka, sedangkan Geralt dan yang lain sudah lebih dulu datang


“Ini terlalu mustahil Serin, waktu kita hanya tinggal sedikit, sedangkan butuh waktu berbulan-bulan untuk menangkap penjahat cyber global sepertinya” tukas Zeon membuka pembicaraan


“tapi kita hanya mempunya waktu itu sebelum pemilihan di lakukan, jika bukan kita maka Negara ini akan hancur dengan orang-orang yang haus akan kekuasaan dan uang, mereka bisa saja menindas dan tidak memikirkan orang yang tidak berkuasa” jawab Serin


“Selama ini dia sudah melakukan berbagai kejahatan, bahkan lebih mengerikan dari pada yang dilakukan oleh Arka, kalian bisa lihat sendiri yang berkuasa semakin memperkaya diri mereka, sedangkan di luar sana banyak ketidak adilan yang di dapat oleh masyarakat hanya karena orang-orang seperti mereka menduduki posisi dalam tatanan Negara ini” ucapnya menatap miris daftar nama VVIP yang ada di tangannya


“Apa Van mengatakan sesuatu pada kalian sebelumnya?” tanyanya menatap Geralt dan yang lain


“dia hanya mengatakan jika Regan punya sebuah studio, dan dia selalu menyimpan benda kesukaannya di sebuah kotak kecil dengan label tertentu” jawab Aiden


“Apa mungkin itu kotak yang dimaksud Nyonya Sila?” celetuk Geralt dan di angguki setuju oleh Serin


“Apa dia mengatakan sesuatu tentang dimana tempat studionya?” tanyanya tapi hanya mendapat gelengan dari yang lain, tanda tidak akan pertanyaan Serin


“hanya itu yang kami dapatkan dari Van” ujar Doni


“Bagaimana dengan Jaksa itu?” tanyanya lagi


“Kami sudah melakukan apa yang kau perintahkan, sekarang dia sedang di selidiki oleh tim audit atas tuduhan suap” jawab Geralt


“Kita mulai dengan Ayah mertua Regan lebih dulu, kita gunakan dia untuk menyerang menantunya sendiri” ucap Serin


“Aku juga akan mencari apapun yang terkait dengan kasus ini” tambah Leo


“kalian berhati-hatilah, kami juga sedang melakukan yang terbaik untuk untuk mengetahui siapa sebenarnya Regan dan sejauh apa perbuatannya selama ini” ucap Serin menatap Luke, Zeon dan Edward secara bergantian


Serin diam sejenak sambil berpikir sebenarnya ia juga bingung bagaimana agar mereka bisa menangkap pelaku dari kejahatan besar seperti ini


“……”


Suasana begitu hening sejenak tidak ada yang bicara, mereka hanya menatap bergantian satu sama lain menunggu atasannya untuk bicara lebih dulu


“Geralt, atur agar aku bisa menemui Regan sekali la—“Kau gila!!!” potong Geralt


“kurasa ini cara yang paling tepat untuk mempercepat dan memanfaatkan waktu yang tersisa” balas Serin


“Tapi ini bisa membahayakanmu” sahut Geralt


“Aku tidak akan pergi sendiri kau tenang saja” sahut Serin, tapi Geralt hanya diam dia tahu jika Serin kembali bertemu dengan Regan melihat Van baru saja di bun*h, apalagi jika sampai Glen tahu


Serin akan membahayakan dirinya sendiri


“Bagaimana jika aku saja yang pergi?” tawar Luke


“Tidak, jika kau yang pergi aku yakin dia tidak akan pernah mau bicara, tapi jika aku yang menemuinya aku yakin dia pasti mau bicara karena secara tidak langsung aku terkait dengannya melalui Darin” sahut Serin bulat pada keputusan


“kalian hanya perlu memastikan keamananku, itu saja sudah cukup aku hanya perlu bicara secara langsung dengannya” tambahnya, mau tidak mau Geralt dan yang lain mengiyakannya


...****************...


.


.


.


Mohon bantuannya untuk like, share, komen, vote, masukin list fav biar tau kelanjutan ceritanya, agar Author semangat Up episode barunya😊


.


.


.