Pengawal Cantik

Pengawal Cantik
episode 23


Sekolah Panca Patri


wah, sudah banyak yang berubah yah, semenjak aku kerja di RS, ini kali pertamanya aku datang kesini lagi nina. ucap rara


iya ra,gimana kabar kamu sekarang? ucap nina


alhamdulillah baik nin, kamu sendiri apakabar? aduh udah lama nggak ketemu kamu udah hamil aja nih. ucap rara


alhamdulillah aku juga baik ra, iya ra kamukan udah lama nggak kesini tapi makasih banyak yah karena berkat kamu aku bisa seperti sekarang ini. ucap nina


santai aja kali nin, aku itu cuma bantu kamu sedikit yang pentingkan karena kamu memang punya tekad yang kuat sehingga sekolah ini bisa berdiri sekokoh sekarang. ucap rara


ninapun memeluk rara yang sangat bahagia pasalnya nina merupakan anak sebatang kara yang tidak mempunyai keluarga dan sangat memprihatinkan pada saat itu nina bekerja sebagai pencopet demi menghidupi dirinya dan anak yang di kandungnya karena laki-laki yang melakukan itu tidak mau bertanggungjawab atas perbuatannya.


sudahlah kak nina, jangan seperti ini masa lalu biarlah menjadi masa lalu jangan berlarut-larut dengan kesedihanmu. ucap rara


iya, makasih yah ra. ucap nina


kamu memang benar-benar seorang malaikat bagiku aku akan setia dan akan mempertaruhkan nyawa demi kamu karena cuma kamu yang mau menerima aku apaadanya tanpa imbalan sedikitpun. ucap nina dalam hati.


nin, boleh nggak aku keliling di sekolah ini? ucap rara


kamu ngak perlu izin sama aku ra, inikan sekolah kamu jadi kamu berhak kok menelusuri sekolah ini. ucap nina


iya, aku pemiliknya tapi kamukan yang mengelola sekolah ini sehingga seperti sekarang ini.ucap rara


oklah ra, aku izinin kamu keliling sekolah ini. gimana kalau kita ke sekolah TK disana, lagi ada lomba menggambar disana. ucap nina menunjuk arah tempat ramai


oklah. ucap rara


rara dan nina pun menuju tempat lomba menggambar para anak TK. pada saat rara keliling ada salah seorang murid memanggilnya dengan sebutan kakak cantik datang menghampirinya dan memeluk kakinya sontak rarapun kaget karena tiba-tiba anak kecil itu menangis histeris. rarapun mengendongnya dan mengusap kepalanya hingga anak itu tertidur digendongan rara.


ra itu anak siapa? kok dia langsung peluk kamu. ucap nina


ini denis nin, anak yang pernah dirawat di RS aku. aku juga nggak tahu kenapa dia langsung meluk aku. ucap rara


sepertinya dia sangat merindukanmu ra, kamu liat aja sendiri pas kamu gendong dia langsung diam dan tertidur di pelukanmu. ucap nina


beberapa saat kemudian ada seorang ibu paru baya yang datang menghampiri mereka berdua dengan ngos-ngosan.


maaf, bu kepsek saya dari tadi cari tuan muda. aku kira dia di culik tahu-tahunya dia disini. ucap bi ratih sambil melihat seorang wanita yang menggendong tuan mudanya itu (ini kali pertamanya saya liat tuan muda mau dekat dengan seorang wanita batin bi ratih) sini biar saya saja yang gendong nona. ucap ratih sambil mengambil tuan mudanya di gendongan rara tapi sayangnya denis semakin mengeratkan pelukannya ke rara sehingga bi ratih susah mengambilnya.


tidak apa-apa bu biar saya saja yang menggendongnya. ucap rara lembut


baiklah nona. ucap bi ratih


beberapa saat kemudian denispun bangun karena mencium aroma makanan yang sangat menggoda itu karena sekarang di berada di restoran dengan ruangan VIP.


kamu sudah bangun sayang. ucap rara


denispyn kaget mendengar suara wanita yang sangat dirindukannya. dia berfikir bahwa dia hanya bermimpi saja.


kakak cantik ternyata memang disini denis tidak mimpi. ucap denis yang kembali memeluk dan mencium pipi kanan dan kiri rara


iya sayang. kamu mau makan? nanti tante yang suap yah. ucap rara


denispun mengangguk dan memakan semua makanan yang disuapkan pada dirinya. (seandainya kakak cantik mau jadi mommyku pasti denis senang, hem aku akan bilang sama daddy batin denis)


setelah selesai makan merekapun keluar dari ruang VIP tapi tiba-tiba ada segerombolan orang datang dan membuat rusuh di restoran tersebut. tapi rara tidak peduli dia hanya berjalan menuju keluar bersama bi ratih, pak yanto sopir denis,dan denis.


tapi tiba-tiba ada seseorang yang mencegah jalan mereka sehingga rara sangat emosi dan tetap menetralkan amarahnya.


mau apa kalian? kenapa kalian menghalangi jalanku? ucap rara


cih dasar cewek sombong, semua yang ada di restoran ini tidak ada yang boleh keluar sebelum bos kami datang dan menyuruh kalian untuk pergi. ucap salah satu laki-laki tersebut


kenapa harus menunggu bos kalian datang kesini? itukan tidak ada hubungannya ke kami. ucap rara


seorang laki-laki tersebut tiba-tiba datang dan menampar rara karena emosi dengan ucapan rara. kamu ini sebaiknya diam sebelum aku bertindak lebih kasar lagi. ucapnya


sudah, nona jangan membantah lagi, jangan sampai dia bertindak lebih lagi pada nona, pipi nona sudah merah. ucap bi ratih yang kasihan melihat pipi rara merah dan membiru


rarapun menghentikan adu debatnya karena melihat denis yang menangis histeris sebab tidak tega kakak cantiknya di tampar begitu keras.


denispun membalasnya dengan menggigit tangan laki-laki tersebut. laki-laki tersebut marah dan melempar denis, rarapun refleks langsung berlari dan menangkap denis. rarapun semakin geram dengan laki-laki tersebut dan meninju laki-laki itu hingga pingsan.