
keesokan harinya brian dan rarapun pamit pulang karena rara mempunyai banyak pekerjaan di kantor .
sa, fa aku pulang yah lain kali kalau ada waktu aku mampir lagi di rumahmu. kata rara
iya, ra jangan lupa mampir yah karena sepertinya si kembar sangat suka kamu deh, jarang-jarang si kembar akrab sama orang yang baru dia kenalnya. kata sarah
kalau aku sih ai, mending kamu nggak usah datang lagi deh semenjak kamu ada anakku nggak mau lagi main sama aku dan istriku selalu memarahiku. kata rafael dengan tatapan tidak suka ke rara
maaf ya fa, aku nggak bisa melihat kamu bahagia, lagipula sarah dan si kembar nggak masalah kalau aku ada datang kesini lagi tuh. iyakah, sa?. kata rara sambil ketawa
iya, kalian berdua ini dari dulu kayak tom and jerry yah asal ketemu selalu berantem. ucap sarah kesal
mi, jangan marahi aku dong marahi rara karena gara-gara dia aku nggak hidup tenang. kata rafael yang memelas kepada sarah
baiklah, aku pergi yah selamat bermesraan. ucap rara ke rafael.
kok lama ra? kata brian
oh tadi, habis adu mulut dulu sama rafa, bi. kata rara
aku heran deh, sama kalian berdua. kalau ketemu selalu berantem tapi tetap langgeng juga yah persahabatan kecil kamu sama rafael.kata brian
iya juga yah, aku kok baru sadar yah, mungkin karena dari kecil aku udah sama-sama rafael suka dukanya tetap kita sama-sama malahan ada yang pikir kalau kita ini pacaran. kata rara
oh begitu, eh kamu mau aku antar ke rumahmu atau ke apertemen? kata brian
em kayaknya ke apertemen aja deh karena disana ada beberapa dokumen yang saya butuhkan untuk presentase besok. kata rara
ok, baiklah. kata brian
mobil itupun melaju menuju apertemen yang sangat megah itu yang tinggal disana hanya lah para pengusaha-pengusaha kaya dan artis karena harga apertemen tersebut terbilang sangatlah mahal.
ra, akhirnya kita udah sampai yah. kata brian
tapi sayangnya tidak ada respon dari rara. sehingga brianpun menoleh kesebelahnya dan melihat rara tidur.
hem pantasan dia nggak respon aku ternyata dia tidur. kata brian
briapun menatap rara sangat dalan mulai dari ujung kepala sampai ke bibirnya matanya terhenti di bibirnya ingin rasanya ia mencium rara lagi dan akhirnya brianpun mencium rara dengan skilas.
rarapun bangun dari tidurnya. oh udah sampai kenapa nggak bangunin sih. kata rara
aku nggak tega bangunin kamu soalnya kamu nyenyak banget tidurnya. kata brian
ok ini udah jam berapa jam? tanya rara
aduh, maaf yah bi, gara-gara aku kamu harus pulang tengah malam kyak gini. kata rara yang merasa bersalah
nggak papa ko, lagian kita satu apertemen cuma beda lantai aja. kata brian
alhamdulillah baguslah kalau begitu, kamu mau mampir ke apertemenku dulu? tanya rara
boleh deh. kata brian
rara dan brian pun menuju ke apertemen rara yang berlantai 20 dengan menggunakan lift. tin akhirnya dia sampai di lantai 20 mereka pun keluar dari lift.
ayo masuk bi, kata rara
iya ra. kata brian
wah apertemen kamu bagus ra, apa kamu yang menatanya? kata brian
iya. kata rara singkat
mau minum apa bi. kata rara
coklat hangat aja deh, lagian ini udah masuk musim dingin. kata brian
tunggu yah bi, aku bikinin. kata rara
ini bi, minumannya kamu duduk aja aku mau mandi dan ganti baju dulu nih. kata rara
thanks ra. kata brian tiba-tiba brian menarik tangan rara sampai-sampai rara jatuh di pangkuan brian dengan tiba-tiba pula brian langsung mencium rara secara nafsu sehingga keduanya susah untuk bernafas.
dengan suara terengah-engah karena ciumannya tadi brianpun langsung membaringkan rara di sofa dan melanjutkan lagi ciumannya menuju telinga leher dengan seketika tangan brianpun membuka satu persatu-satu kancing baju rara tapi ditahan oleh rara.
bi, aku nggak mau rusak hubungan kamu dengan alexa jadi ku mohon kita jangan melakukan yang lebih dari ini. kata rara
maafkan aku ra, aku terbawa suasana. kata brian
nggak papa bi, kata rara
yahudah aku pulang yah, kalau aku lama-lama disini mungki. aku akan kebablasan untuk menyentuhmu. kata brian
baiklah bi. kata rara dan mencium bibir brian
bye bi. tangan rara melambai
bye ra. kata bi