Pengawal Cantik

Pengawal Cantik
Episode 24


apa kalian semua nggak malu,bertengkar kok sama perempuan dan anak kecil. badan besar tapi otak bodoh. kalau kalian berani menyentuh anak ini jangan salahkan aku jika aku harus bertindak yang lebih. ucap rara yang sudah sangat emosi


dasar perempuan ******, sombong sekali kamu. kalian bantu dia berdiri. andaikan kamu bukan cewek aku sudah menghajarmu dari tadi. ucap laki-laki yang satunya lagi


ha!!! kamu mau hajar aku, ok kalau begitu suruh pengunjung keluar dari sini semua, dan kamu(pelayan restoran) tolong sterilkan tempat ini nanti aku yang ganti rugi semuanya. ucap rara


ok. kita mulai yah udah lama juga aku nggak meregangkan otot-ototku. ucap rara sambil mengambil pemanasan sebelumnya


salah satu dari temannyapun menyuruh semua pengunjung untuk di luar kecuali rombongan rara. bi ratihpun sangat takut pasalnya dia tidak bisa berbuat apa-apa dan perempuan yang di depannya ini (rara) hanya seorang gadis imut,lembut dan lemah.


ok, semuanya sudah di keluarkan sesuai dengan keinginan kamu gadis kecil, sekarang kamu jangan menyesal yah, karena aku tidak akan segan-segan terhadapmh. ucap pria berbadan besar dan tinggi itu.


tinggi rara hanya di bawah ketek pria tersebut. rara menghitung berapa orang yang harus dilawannya sambil mengamati postur tubuh para pria itu dan melihat jam yang ada di tanganya pasalnya rara sangat sibuk dan jam 2 rara harus menemui kliennya dan sekarang jam sudah menunjukka pukul 13.40.


aduh bisa gawat ini kalau mereka ada disini bakalan makan waktu yang cukup banyak krn aku harus melindungi 3 orang ini, yang satu msih kecil. batin rara


oklah aku minta lagi 1 permintaan biarkan 3 orang ini keluar. ucap rara


tidak bisa, tidak ada tawar menawar lagi kita selesaikan saja. ucap pria besar tersebut sambil berlari dan mengambil ancang-ancang memukul rara tapi dengan refleks rara menghindar.


ha, untung saja, ok denis kamu disini dekat bi ratih dan pak sopir yah jangan pergi dari sini, rarapun siap-siap mengambil posisi kuda-kuda pertahanan dan siap untuk menyerang tapi sebelum menyerang rara di telpon oleh sekertarisnya,.... tunggu dulu aku angkat tlpon dulu, soalnya ini penting banget. ucap rara


rarapun mengangkatnya dan berbicara cukup lama, sehingga membuat bi ratih dan denis geleng-geleng kepala,(betul-betul nona ini sudah dalam genting seperti ini masih saja angkat telpon. batin bi ratih)


beberapa saat kemudian bos dari segerombolan pria-pria besar itupun memasuki restoran, diapun kaget melihat rara disitu.


hay ra, ngapain kamu disini? tanya bos pria besar tadi


eh, edho. ini aku tadi makan trus orang-orang ini larang aku keluar katanya tunggu bosnya datang dulu. ucap rara


siapa yang berani-berani larang kamu disini? biar gue hajar tuh orang. berani banget dia ngatur-ngatur tempat ke kuasaan gue. ucap edho


rarapun menunjuk orang yang melarangnya dan edhopun kaget karena yang melarang temannya itu pergi tidak bukan, dan tidak lain adalah anak buahnya sendiri.


sorry ra, ini anak buah gue. gue mohon loh lepasin aja yah. ucap edho


oklah kalau begitu, ehm kalau bgt aku pamit pulang yah do, soalnya aku lagi meting jam 2, bye do. ucap rara dan pergi meninggalkan segerombolan pria-pria besar tersebut.


bye ra. ucap edho


untung gue cepat kalau nggak anak buah gue udah jadi perkedel ditangan rara. batin edho


😥😥😥😥