
Biasakan Like bab-nya😉...
Masukin list Fav juga ya🥰
Komentar positifnya biar Author
makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰
⚠Disarankan untuk membaca dari awal takutnya, tidak paham!!!
So... I Hope Enjoy The Story
...****************...
Dorrr...
Satu tembakan telak mengenai lengan Arka, hingga pria itu jatuh ke samping Serin
Luke, Geralt, Zeon, Edward dan anak buahnya yang lain keluar dari tempat persembunyian mereka
Serin langsung berdiri, dengan di bantu Geralt
Lalu tatapan dari Serin dan Luke saling bertemu, mengingat apa yang telah di susun sebelumnya
...****************...
30 Menit yang lalu
"Ada apa Rin?" ~ Luke
"Sepertinya aku tahu cara memancingnya" jawab Serin lewat earphone-nya, karena mereka berbeda mobil, Serin pergi dengan Geralt, sedangkan Luke dan yang lain memeriksa jasad Roy
"Maksudnya?" ~ Luke
"Arka, adalah orang yang mempunyai gangguan jiwa terlebih dia adalah seorang psikopat, orang sepertinya akan mudah terpancing jika kita memandang remeh seluruh pencapaian-nya... aku akan coba menyerang mentalnya, dan aku akan menggunakan media" ~ Serin
"Baiklah! apa kau akan baik-baik saja? tapi aku juga yakin dia akan bereaksi jika menonton interview-nya,,, aku yakin sekali" ~ Luke
"Aku akan baik-baik saja, selama itu kita harus mencari kemana kira-kira Arka akan pergi?" ~ Serin
"Leo! periksa, apakah Willy punya aset di sekitar sini, melihat dari kondisinya dia pasti tidak akan bisa pergi jauh
"Sebentar!" ~ Leo
"......" ~ Leo
"Tidak ada aset Willy di daerah ini, tapi ada satu...!
"Apa?" tanya Serin, karena Leo menggantung ucapannya
"Gedung Agensi yang menaungi Sherly dulu berada di daerah ini, dan menjadi bangunan terbengkalai" ~ Leo
"Walau kita belum bisa memastikan apakah dia akan ke sana atau tidak, tapi tetaplah bersiap, aku akan memancing-nya untuk keluar, karena dia pasti sedang mengincarku sekarang" ~ Serin
"Oke. tapi berhati-hatilah" jawab mereka serentak atas ucapan Serin
...****************...
Pukul 07.29,,, Atap gedung
Arka mencoba kembali berdiri dengan sekuat tenaga, tapi itu tidak terjadi karena Zeon menembak kaki kanannya, lalu di susul Edward yang menembak kaki kirinya, hingga pria itu tersungkur jatuh tengkurap dengan darah yang mulai mengalir dari Lukanya
"Ketika aku membunuh dan menikmati tub*h kakakmu! apa kau tahu betapa mendebarkan dan senangnya aku waktu itu, saat mendengar suara kepalanya han--
Dorrr....
Serin melepaskan satu tembakan-nya tepat mengenai pinggang kiri Arka
"Bukankah k-kau ingin tahu betapa menyenangkannya, mendengar dia menangis dan pingsan dibawah Kungkunganku? dan memohon ampun agar aku tidak merenggut mahkota-nya, serta membunuhnya! Hah..."
Dorrr...
Sekali lagi Serin melepaskan tembakannya tepat mengenai bahu Arka
"Ya. inilah yang ku inginkan!!!" ujarnya, terkekeh
"Aku yakin kalian sudah sadar betapa lemahnya... hukum yang s-sangat kalian hormati itu, jadi terserah mau kalian apakan aku ini" ucap Arka dengan sisa tenaganya, seraya membalik tubuhnya untuk telentang
Tidak ada yang menggubris ucapan Arka
Luke jongkok, lalu menodongkan pist*lnya tepat di dahi Arka
"Luke jangan!!!" peringat Serin, takutnya pria itu akan hilang kendali
Arka tertawa menampilkan deretan giginya, ketika melihat Luke jongkok di dekat kepalanya
Takkk...
Suara yang keluar dari pist*l Luke yang kosong
"Tunggu sebentar" ujar Luke, seraya meraih pisau Arka yang tadi terjatuh, lalu melupakan-nya tepat di tenggorokan Arka
"Apa ini yang kau inginkan? maaf, tapi aku gagal memenuhi harapanmu, kau tahu Arka, aku selalu memikirkanmu di otakku, dan aku sudah membunuhmu berkali-kali dalam pikiranku... aku memikirkan cara untuk membunuhmu dengan cara keji, aku selalu mencabik tubuh ini, lalu mematahkan seluruh tulangmu dan menggiling-nya menjadi debu" ~ Luke
(Orang seperti Arka, sangat ingin melihat orang yang berbeda dari dirinya, seperti Luke untuk termakan pancingannya dan membunuhnya, dimana jika Luke melakukannya maka mereka berdua akan sama-sama menjadi seorang pembunuh)
"Tapi aku menyadari setelah melihatmu kemarin, bahwa itu sia-sia saja, aku menyadari lebih baik mengasingkan-mu ketempat dimana tidak ada orang yang bisa disiksa dengan tangan hinamu ini" ~ Luke
"Malangnya dirimu" ucap Luke, membelai sekilas rambut Arka
"Bagus! itulah pandangan dari matamu yang ingin kulihat dengan raut wajahmu ini" ucapnya, ketika melihat tatapan psikopat Arka keluar
Serin membungkukkan sedikit tubuhnya di hadapan Arka
"Jangan pernah melupakan kesalahanmu pada semua korban, walau seharipun. selalu.. pikirkan kesalahanmu setiap hari!!!" tukas Serin, lalu kembali menegakkan tubuhnya
"Apa kau ingin melakukannya?" tanya Luke, memberikan sebuah borgol pada Serin
Dengan perlahan Serin meraih borgolnya dari tangan Luke
"Arka! kau ditangkap atas tindak pembunuhan berantai di distrik A, apapun yang kau lakukan dapat digunakan untuk melawanmu di pengadilan, tentu saja kau berhak menerima bantuan dari penasehat hukum" ucap Serin sambil memborgol kedua tangan Arka
"Bawa dia" titah Luke, pada Zeon dan Edward
"Serin! aku tidak akan kalah, suatu saat aku akan mendapatkanmu dan menghancurkan kepalamu dengan tanganku sendiri" teriaknya, ketika Zeon dan Edward mau membawanya
"Thanks" ucap Luke, pada Serin
Serin hanya mengangguk pelan, "tugas kita untuk menangkap Arka sudah beres" ~ Serin
Serin melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya "Pukul 07.40 kasus pembunuhan berantai, yang menewaskan banyak korban selama 12 tahun terakhir, resmi ku tutup" ucap Serin, lalu melepas earphone-nya
"Kuserahkan Arka padamu, untuk menyelesaikan sisanya" ucap Serin, dan di angguki oleh Luke
Serin pergi bersama Geralt diikuti anak buahnya, beserta Luke yang akan pergi ke kantor polisi
Sedangkan Serin dan Geralt pergi ke rumah sakit untuk melihat keadaan ibunya
"Kami berhasil menangkap Larisa, dia kabur ke jepang, lalu pindah ke korea untuk melakukan operasi wajah, makanya mereka sempat kesulitan untuk menangkapnya karena wajah dan identitas yang telah diganti" jelas Luke, yang baru saja mendapat pesan dari anak buahnya, yang di kirim untuk mencari Larisa
"Bawa dia, dan masukkan sebagai saksi" titahnya, lalu masuk kedalam mobil
Geralt mengangguk paham, lalu ia masuk kedalam mobil setelah mengirimkan pesan pada anak buahnya
...****************...
"Bagaimana keadaan Mamah?" tanyanya pada sang Ayah, yang sedang duduk di kursi dekat banker Marisa
David hanya menggelengkan pelan kepalanya, tanda belum ada kabar baik untuk kesembuhan Marisa
"Lalu Glen!" tanyanya lagi, karena tidak melihat kehadiran suaminya
"Glen pergi ke lantai bawah untuk membeli sarapan" jawab David, dan di angguki oleh Serin, yang sedang menatap sendu sebagian wajah Marisa yang terluka, akibat pukulan dari bola besi tersebut
"Kamu baik-baik saja! apa pria brengs*k itu melukaimu" tanya David khawatir
Serin keluar dari ruangan ibunya sebentar, karena ingin menelpon Lily untuk membawakannya pakaian ke rumah sakit
"......"
Serin terperanjat kaget, ketika tangan kekar melingkar di pinggangnya
"Aku merindukanmu, apa kamu baik-baik saja? tidak ada luka bukan?" tanya Glen membalik tubuh Serin untuk menghadapnya
Belum sempat Serin menjawab, pria itu sudah lebih dulu mendekapnya
"Aku sangat mengkhawatirkan-mu" ucap Glen mempererat pelukannya
Serin hanya tersenyum, lalu membalas pelukan suaminya
"Terimakasih sudah mau mengizinkanku, sekarang aku bisa melepaskan seluruh rasa bersalahku pada Darin" lirihnya, yang juga mempererat pelukannya
Glen melepaskan pelukannya, lalu menatap dalam istrinya
"Aku mencintaimu"
kata itu lolos begitu saja dari mulut Glen, dimana seingat Serin, Glen tidak pernah mengucapkan kalimat itu sejauh ini
"Kenapa kamu tidak membalasnya, apa kamu tidak mencintaiku?" tanya Glen, karena Serin hanya diam saja
Serin menggeleng pelan, "Aku mencintaimu" sahut Serin dan sukses membuat senyum merekah di bibir Glen
"Ah. satu lagi berhentilah membuatku khawatir, teruslah berada di sampingku" ucapnya, lalu kembali memeluk istrinya
"Apalah daya kita yang tidak punya pasangan!" celetuk Doni, yang dari awal mereka memang ikut bahkan saat penangkapan Arka
Ucapan Doni di angguki oleh 2 temannya dan juga Geralt "Dunia serasa milik berdua" sahut Jordan
"Astaga aku melupakan kalian!" jawab Serin, yang langsung menoleh pada para pria yang duduk di kursi tunggu
"Sudahlah tidak apa! pulang dari sini aku akan mencari istri" balas Doni, lalu mereka semua terkekeh kecil atas ucapannya
...****************...
Sehari setelah ia berhasil menangkap Arka, Serin pergi ke sebuah tempat, dimana kakaknya tinggal
Serin meletakkan sebuah buket bunga di atas makam Darin, terakhir kali ia kesini adalah saat ia berjanji akan menangkap pembunuh kakaknya, dan sekarang ia berhasil menepatinya
"Darin! aku tau kamu khawatir, tapi aku berhasil menangkapnya dengan kemampuanku, maaf kan aku, dan hiduplah dengan tenang, aku akan sering berkunjung ke sini" ucapnya lembut, seraya mengelus batu nisan kakaknya
Serin berdiri, dan menatap sendu ke arah makam Darin
"Kerja keras kami selama ini bisa membantu orang, aku memimpikan dunia tanpa satupun kejahatan... tapi itu tidak mungkin, dimana ada cahaya pasti disitu ada bayangan... walau dengan sekecil apapun, kami merasa bagaikan berjalan di atas tali tipis atau merasa sangat frustasi, memperbaiki seluruh kesalahan kecil mungkin adalah tugas kami, jadi aku akan selalu mendengarkan orang-orang yang putus asa akan ketidak adilan memanggilku" ucapnya dalam hati, seraya menarik senyumnya
Serin melangkah pergi dari sana, untuk kembali kerumah sakit
...****************...
Hampir tiga minggu, Serin selalu bolak-balik kerumah sakit untuk menjenguk ibunya, selama tiga minggu ini masih tidak ada perkembangan baik dari kondisi Marisa, seluruh alat medis masih terpaut pada tubuhnya
David ingin memindahkan istrinya kerumah sakit sendiri, tapi Serin menahannya, karena ia akan jauh jika Marisa di pindah
"Mah! bangunlah, sudah hampir 1 bulan mamah ada di rumah sakit. aku sudah menangkap pembunuh Darin, dan sekarang tinggal Mamah, apa Mamah tidak merindukanku, merindukan papah, menantu dan cucumu?" tutur Serin dengan nada yang begitu lembut, seraya mencium kening ibunya
"Ibumu pasti akan sadar, dia wanita yang kuat" tukas David, membelai lembut rambut Serin
Serin hanya mengangguk pelan dan kembali menatap sendu ibunya
...****************...
Disisi lain, sidang masih berlanjut dan seperti yang Serin perkirakan, Arka tidak akan mendapatkan vonis karena dia mempunyai gangguan jiwa, tapi sesuai peraturan yang ada, walau dia tidak bisa di hukum, dia akan tetap di asingkan dan di penjarakan di sebuah rumah sakit jiwa terpencil, di sebuah pulau khusus pengasingan, dimana tempat itu sebenarnya adalah tempat pembantaian selama perang dunia
...****************...
Karena waktu itu ia muncul di hadapan publik, tentunya identitasnya kini diketahu banyak orang
Bahkan teman-temannya tidak menyangka jika Serin, adalah salah satu ketua tim dari organisasi khusus
Serin mendudukkan dirinya di sofa yang ada di ruangan itu
"kenapa bapak memanggil saya?" tanya Serin, pada dekan yang dulu pernah memanggilnya
Pria itu tidak bicara, melainkan memberikan sebuah berkas pada Serin
"Apa ini pak?" tanyanya seraya meraih berkas tersebut
"Kau punya potensi dan kemampuan bagus, dalam mengidentifikasi dan menyusun rencana, ditambah nilaimu bagus! aku ingin menawarkanmu untuk melanjutkan pendidikan keluar negri, untuk semakin mengasah ilmumu, dengan seluruh biaya yang akan di tanggung pihak kampus" jelasnya
Mendengar itu, Serin hanya bisa menarik tipis senyumnya
"Saya akan mempertimbangkan-nya pak" jawabnya, lalu keluar dari ruangan tersebut
"kenapa tiba-tiba di panggil Rin?" tanya Dilla
Serin hanya menggeleng pelan, lalu mereka melanjutkan untuk pulang, karena jam kampus telah berakhir
...****************...
Serin duduk di balkon kamarnya, menatap ke sekeliling halaman rumah dari atas
"Sedang apa?" tanya Glen yang tiba-tiba datang dan langsung menarik kursi untuk duduk di samping istrinya
"Tidak ada" sahutnya, tanpa menoleh pada Glen
"Ini apa?" tanyanya, ketika melihat sebuah berkas di atas meja
"Bukalah" jawab Serin
Glen meraih berkas yang ada di atas meja, lalu melihat isinya
Matanya membulat mana kala, kalimat "beasiswa keluar negri" terbaca olehnya
"kamu akan pergi?" tanya Glen, yang langsung menatap istrinya
"menurutmu!" sahut Serin
"Jadi kamu benar-benar akan pergi! tidak, aku tidak akan mengijinkannya, kamu masih berstatus sebagai istriku" tekannya, tidak terima
"tenanglah sayang! kamu bisa menikahiku karena apa? karena aku ingin lepas dari kekangan Ayah untuk kuliah diluar negri bukan?!" jelas Serin
"Ah. aku melupakan itu" jawabnya, tersenyum sumringah
"Tapi, kamu yakin akan menolak ini?" tanya Glen lagi dan sukses mendapat anggukan dari Serin
"sejauh ini aku tidak pernah terlalu memfokuskan diriku sebagai istrimu, kan... jadi aku ingin mengurus mu dan Reyhan, dan akan tetap menyelesaikan pendidikanku sampai mendapatkan gelar" jelas Serin, sekali lagi sukses mendapat senyuman dari Glen
"Kalau begitu, kita pergi dari sini.. ini sudah terlalu malam untuk duduk diluar" ucap Glen, yang langsung mengangkat Serin ala bridal style, untuk kembali ke kamar
"Glen!" serunya kaget, ketika pria berotot ini mengangkat tubuhnya
"Aku ingin menghabiskan waktu bersamamu" jawab Glen seraya mengec*p sekilas bibir istrinya, lalu meletakkannya di atas ranjang, untuk menghabiskan waktu berdua
...****************...
.
.
.
EITS BELUM ENDING YA GUYS, KALIAN MASIH TIDAK TAU KAN CLARA DI KIRIM KE MANA OLEH SERIN😂
Mohon bantuannya untuk like, share, komen, vote, masukin list fav biar tau kelanjutan ceritanya, agar Author semangat Up episode barunya😊
.
.
.