
Biasakan Like bab-nya😉...
Masukin list Fav juga ya🥰
Komentar positifnya biar Author
makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰
⚠Disarankan untuk membaca dari awal takutnya, tidak paham!!!
So... I Hope Enjoy The Story
...****************...
"Glen" panggil Serin, yang sudah lebih dulu duduk di ranjang sambil bersandar ke punggung ranjang
"Hmm" deham Glen yang kini sedang duduk di sofa fokus dengan laptopnya
"Aku ingin makan" sahutnya lagi
"Ingin apa? aku ambilkan ya" tawar Glen, bangkit dari duduknya berniat pergi ke dapur jika sewaktu-waktu Serin ingin di ambilkan makanan
"Bukan itu, aku ingin makanan lain" jawabnya
"Lalu kamu ingin apa? buah, jus, kue, atau steak?" tanyanya
"aku pengen kue yang waktu itu ada di pesta perayaan perusahaan kamu" jawabnya lagi
"Heh, kamu jangan aneh-aneh sayang. kue di pesta itu banyak, yang mana satu yang kamu mau?" balas Glen, tidak habis pikir
"Kalau gitu, pesenin aku makanan khusus tent*ra sekarang tanpa tapi-tapian" pinta Serin bulat pada pilihannya
"Sayang! dimana aku bisa mendapatkan itu. apalagi malam-malam begini?" tanya Glen tidak habis pikir, pasalnya jam sudah menunjukkan pukul 23.47
"Ayolah Glen, aku ingin itu" lirihnya dengan wajah cemberut
"Iyaa-iyaa, aku siap-siap sekarang, kamu tunggu disini" ucap Glen, seraya melangkah menuju lemari untuk mengambil jaket, karena suhu diluar cukup dingin jika ia hanya menggunakan kaos oversize
"Anti mainstream juga ni cewe kalo ngidam" gumam Glen menggeleng pelan
"......"
"kamu butuh yang lain?" tanya Glen, takutnya saat ia pulang istrinya itu malah ingin yang lain
Serin hanya menggeleng, "Aku ikut" sahutnya
"Kamu dirumah saja, ini sudah malam tidak baik keluar malam.. suhu sedang rendah sekarang" jawab Glen
Bukannya menjawab wanita itu hanya menekuk wajahnya
"Yasudah, iyaa. kita pergi sekarang" pasrah Glen, berhasil kembali melukis senyum di bibir Serin
"Ayo" ajaknya
"Ganti pakaian dulu" pinta Glen
"Sudahlah tidak perlu, aku sudah nyaman dengan ini" sahut Serin, menarik lengan suaminya untuk keluar dari kamar
"......"
"akhir-akhir ini kamu semakin manja" tukas Glen seraya membukakan pintu untuk istrinya
"Tapi aku suka ini" sambungnya, yang langsung mengambil kesempatan untuk mengec*p sekilas bib*r istrinya
Serin hanya tersenyum, lalu beralih untuk memainkan ponselnya sementara Glen, ia mulai melajukan mobilnya untuk pergi kesuatu tempat dimana makanan yang di pinta Serin bisa di dapatkan
...****************...
"Van dimana?" tanyanya pada anak buah
"Dia pergi keluar negri tuan" sahut bawahannya
"kenapa tidak ada yang memberitahuku tentang kepergiannya?" tanyanya lagi
"M-Maaf tuan, saya baru saja mendapatkan info tentang kepergiannya, jadi belum sempat mengatakan langsung" jawab anak buahnya, yang jika dilihat, kelihatan sekali pria itu sedang ketakutan ketika melihat raut wajah atasannya
"Berikan" ucapnya, merampas sebuah amplop coklat dari tangan bawahannya, lalu pergi ke ruangannya
"......"
Mendudukkan dirinya di kursi, tangannya mulai menyentuh sebuah keyboard komputer yang ada di ruangan tersebut
Matanya melihat kelayar monitor dengan tangan yang masih sibuk mengarahkan mouse
Entah apa yang ia lihat, tapi senyum tipis sukses tertarik dibibirnya
Tangannya meraih telpon yang ada di meja tersebut untuk menyuruh anak buahnya masuk keruangannya
...****************...
📞In Call-
"Max, kau tau dimana aku bisa membeli makanan khusus tent*ra?"
"makanan tent*ra! untuk apa?"
"Serin yang mau, kau tau dimana bisa beli atau pesan, apalah itu"
"Ya mana tau, lagian kau salah server. tanya ke tent*ra-nya lah, jangan bertanya padaku"
"Ayolah, carikan untukku"
"Oke. oke, baru kali ini melihat CEO DC meminta padaku, haha"
"Jangan banyak tingkah, kabari aku jika dapat atau gajihmu ku potong"
"Iyaa iyaa"
📞End Call-
"Bagaimana. ada?" tanya Serin, ketika melihat Glen keluar dari sebuah toko perbelanjaan yang masih buka
"Kita cari ketempat lain, disini sudah habis" bohongnya, agar raut wajah wanita yang satu ini tidak semakin di tekuk
Glen kembali melajukan mobilnya untuk mencari ketempat lain
"......"
"Berhenti!" seru Serin, sontak Glen langsung menghentikan mobilnya tepat di tepi jalan
"Kenapa?" tanya Glen bingung
"aku ingin itu saja" jawabnya, menunjuk sebuah food truck yang masih buka, dan masih cukup ramai di jam yang sudah larut ini
Glen bisa bernapas lega, pasalnya istrinya ini berhenti minta dibelikan makanan yang sebelumnya
"Hmm. baiklah" sahut Glen, sambil melepas seatbeltnya, lalu Ia keluar lebih dulu untuk membukakan pintu
"Melihatmu seperti ini, mengingatkanku pada posisiku dulu sebagai pengawalmu" ucap Serin tersenyum simpul, seraya turun dari mobil
Glen hanya hanya tersenyum mengingat kembali bagaimana pertemuan mereka hingga bisa menjadi seperti sekarang
Pria itu merangkul mesra pinggang istrinya, menuju tempat yang masih tersedia untuk mereka duduk
"......"
"Serin!" seru seorang pria, sukses membuat atensi keduanya beralih menatap sumber suara
"Ravin?" gumam Serin, sedikit kaget tidak percaya dia akan bertemu Ravin di sini
"Sejak kapan?" tanya Serin
"Baru saja" sahutnya
"Dengan siapa?" tanyanya lagi
"Ah. aku ke sini sendiri" jawabnya
"Lagian dekat dengan rumahku, jadi aku ke sini" tambahnya
"Yang nanya" sahut Glen dengan nada pelan, dimana dari tadi ia memang terlihat tidak suka akan kehadiran Ravin
"Hmm. begitu! maaf ya bicaranya memang begini" sahut Serin, yang malu akan sifat suaminya
"Kalau begitu aku mau pesan dulu" ujarnya, lalu pergi dari meja Serin dan Glen
"begitu-begitu dia temanku Glen" tegur Serin sambil menggeleng pelan
"iyaa, iyaa... kamu mau pesan apa?" tanyanya mengalihkan pembicaraan
"Aku mau ini, ini dan ini" ujarnya, sambil menunjuk ke kertas menu yang memang tersedia di meja tersebut
"kamu yakin? ini banyak lo sayang?" tanya Glen memastikan sekali lagi, pasalnya Serin meminta 3 porsi sekaligus
"hmm. kenapa ada yang salah" jawabnya menatap Glen
"Tidak, tidak ada yang salah, kamu tunggu disini biar ku pesankan dulu" sahutnya, lalu pergi untuk memesan
"......"
Glen melirik sekilas ke arah Ravin yang juga melirik padanya sambil memberikan senyum ramahnya, tapi pria itu hanya tersenyum tipis untuk membalasnya
Entah kenapa hati Glen tidak srek dengan teman istrinya yang satu ini, berbeda dengan Doni, atau Joshua dan yang lain
Apakah itu karena Ravin menyukai istrinya, tidak ada yang tahu kecuali Glen dan dirinya sendiri
Sembari menunggu pesanannya, Glen beserta Ravin berdiri di dekat truck sambil memainkan ponselnya masing-masing
📳Tinggg...
Reflek Glen melirik sekilas ke arah Ravin, ketika nada notifikasi-nya berbunyi
Tapi Glen tidak melihat isi pesannya, karena ia hanya meliriknya sekilas, lalu mereka melanjutkan kesibukan masing-masing dengan ponselnya
"......"
Ravin pergi lebih dulu karena pesanannya sudah selesai, sedangkan Glen. ia juga kembali pada istrinya yang terlihat sedang bicara dengan Ravin
Tidak ingin melihat pemandangan itu terlalu lama, Glen mempercepat langkahnya untuk segera duduk di meja mereka
"Kalau begitu aku duluan Rin" ucap Ravin menyudahi pembicaraan-nya dengan Serin
Serin hanya mengangguk pelan, sembari memperhatikan kepergian Ravin dari hadapannya
"Ini" seru Glen, meletakkan makanannya di atas meja serta membuat perhatian Serin beralih padanya
"......"
Ravin yang memang belum jauh dari tempat Serin, menoleh sekilas ke meja keduanya yang terlihat begitu menikmati makanannya diiringi canda dan tawa
Ia tersenyum tipis, menatap Serin dari kejauhan lalu pergi dari sana
"Kamu suka?" tanya Glen, yang tidak henti-hentinya memperhatikan istrinya yang sedang melahap makanannya
"Hmm. sudah lama aku tidak makan ini" jawab Serin, dan sekali lagi senyum manis terukir di bibirnya
"Pelan-pelan" seru Glen, mengelap lembut bibir Serin dengan jari jempolnya
📳Drrttt....
"Sebentar, tunggu disini jangan kemana-mana" ucap Glen, lalu pergi sedikit menjauh dari Serin untuk mengangkat telponnya
Serin hanya mengangguk paham, dengan mulut yang masih penuh
"......"
"Siapa?" tanya Serin, ketika suaminya itu kembali setelah mengangkat telpon
"Max" sahutnya singkat, seraya mendudukkan dirinya di kursi
Glen menelan salivanya, ketika melihat semua makanan yang ada di atas meja sudah ludes tidak bersisa
"Kenapa ini tidak di makan juga?" cibir Glen menyodorkan wadah bekas makanan kedepan Serin
"Permisi Tuan, kau kira istrimu ini apa?" sahut Serin berdecak kesal atas ejekan suaminya
Glen hanya terkekeh kecil, lalu mengajak Serin untuk pulang karena malam juga sudah begitu larut
...****************...
Semua mahasiswa duduk di kursi mereka masing-masing, fokus mendengarkan penjelasan Dosen pengajar di depan
Sedari tadi Serin terus diam, memperhatikan pria yang sedang mengajar di kelasnya
"Aku penasaran berapa banyak persona yang dipakainya untuk bisa tampil di depan publik. Ck" gumam Serin dalam hatinya, seraya menarik sekilas senyum tipisnya, lalu kembali lagi pada buku pelajaran-nya
📳Drrttt...
📨Message
Geralt>"kami berhasil mengidentifikasi korban Van, dan memang benar. sesuai julukannya! semua korbannya tidak memiliki jasad, tapi anak buah sudah ku turunkan untuk mencari titik lokasi yang mungkin di gunakan Van untuk mengubur seluruh jasadnya"
^^^"Kau yakin dia menguburnya, bagaimana jika dia membakarnya?""aku tidak memikirkan kemungkinan itu, lalu bagaimana?"^^^"Kita bahas nanti, aku ada kelas sekarang, sepulang dari kampus datang kerumahku bersama yang lain, kabari juga Luke"^^^"Baiklah" ReadSerin memasukkan kembali ponselnya kedalam tas, dan memilih kembali mendengarkan pelajaran dari Regan...****************...Baru saja Glen masuk kedalam rumah, ia sudah melihat para pria yang tidak lain adalah anak buah istrinya, sedang duduk di ruang tamu, tapi ia sama sekai tidak mendapati kehadiran istrinyaGlen hanya tersenyum ramah, lalu pergi ke kamarnya"Serin!" serunya sambil menutup pintu kamarKarena tidak mendapati jawaban dari istrinya, pria itu melangkah menuju gantungan untuk meletakkan jas-nyaTidak beberapa lama, keluar Serin dari kamarnya dengan membawa sebuah kotak sedang berisi berkas-berkas penting miliknya"Oh. kamu sudah pulang" gumam Serin menutup pintu kamarnya"Berikan padaku" ucap Glen mengambil kotaknya dari tangan Serin"Aku akan membawakan-nya, kamu ingin turun, kan?" tambahnya"Benarkan dulu pakaianmu" jawab Serin, meraih kemeja suaminya untuk menutup beberapa kancing yang sudah di lepas"Kalau aku keluar seperti ini, tidak mungkin juga para pria itu tertarik padaku" sahutnya menunduk untuk melihat wajah cantik istrinya"Ada Lily di bawah" jawab Serin, lalu melangkah keluar dari kamar di ikuti Glen yang membawakan kotaknya"Geralt! keruang keluarga, jangan di sini" suruhnya, yang sedang menuruni anak tangga bersama Glen"......"Serin mendudukan dirinya di sofa bersama yang lain, kecuali Glen yang kembali ke kamar untuk membersihkan dirinya"Bagaimana hasil pencarian kalian?" tanya Serin yang langsung to the point, untuk membuka pembicaraan mereka "Sepertinya apa yang kau katakan benar, jika Van menghilangkan jejaknya dengan membakar seluruh jasad korbannya, kami mencoba mencari lokasi yang memungkinkan dijadikan Van sebagai tempat membuang jasadnya, tapi hasilnya nihil, dan ini rincian data para korban yang berhasil kami kumpulkan" jelas Geralt "dan kami juga menemukan ini" tambahnya meletakkan sebuah buku catatan kecil di atas meja"kurasa cara itu yang memang mereka lakukan untuk menghilangkan jejak, jikapun dia menguburnya lama-kelamaan pasti ada yang akan menemukan tulang-belulang dari para korban, dan itu cara paling aman yang dipikirkan jika aku jadi mereka" ucap Serin seraya meraih buku catatan yang ada di atas meja "Bagaimana dengan situs, apa Leo dan Ardan masih tidak bisa membukanya?" tanyanya lagi, dengan mata yang fokus pada isi catatan tersebut "Leo bilang, mereka butuh waktu sedikit lagi, karena malware selalu menghalangi mereka" jawab Geralt Serin hanya mengangguk paham atas jawaban Geralt, tanpa beralih dari buku catatan"Oh. iya.. bagaimana di kantor kalian?" tanya Serin pada Zeon, karena hanya pria itu yang hadir sedangkan Luke dan Edward sedang berada di luar untuk menangani kasus dari kantor "Sejauh ini semua orang percaya bahwa Van mengambil cuti untuk berlibur keluar negri" jawab Zeon dan kembali mendapat anggukan dari Serin Setelah pertanyaan Serin tadi, suasana kembali hening tanpa ada yang bicara, bahkan Doni, Aiden, dan Jordan juga ikut diam "......"Serin meletakkan kembali buku catatan tersebut ke atas meja, sambil tersenyum mirisIa menghela panjang napasnya, sebelum akhirnya mulai membuka mulutnya lagi untuk bicara "Mereka jauh lebih menj*jikan dari pada Arka" tukas Serin tidak habis pikir dan itu sukses mendapat anggukan dari yang lain "Lalu apa langkahmu selanjutnya?" tanya Zeon "Apa Van mau membuka mulutnya?" tanya Serin beralih menatap Geralt "Dia masih diam, bahkan saat kami mengeksekusi-nya, pria itu tetap diam" jawab Geralt "Hmm~" "Kalau begitu kita lepaskan saja dia" ucap Serin berhasil membuat anak buahnya, beserta Zeon menatap tidak percaya atas penuturan-nya "kau yakin!" sahut Geralt "Apa aku terlihat bercanda?" balas Serin "Jika aku melepaskannya untuk menangkap ikan yang lebih besar, maka kita butuh umpan yang bagus untuk menangkap ikan yang lebih besar" tuturnya dengan senyum tipis yang tertarik di bibirnya "jika kita melepaskan-nya, pria itu pasti akan mencari cara untuk menyerangmu" ucap Geralt "aku belum menjelaskan maksudku" sahut Serin ber smirk "Ku bilang melepaskannya, bukan berarti dia akan bebas begitu saja, kecuali aku menyuruh kalian membebaskannya,,, dia memang kita lepaskan dari gudang, tapi bukan berarti lepas dari pengawasan, bukan begitu!" jelas Serin "Ah. satu lagi, sebelum kalian melepaskan-nya, berikan dia satu dosis cairan yang ada di rak ke 2 nomor 8... aku akan bisa mengontrol-nya nanti dengan itu, jika sewaktu-waktu ia ingin menyerangku" tambahnya, dan tentunya mendapati anggukan dari anak buahnya Pembicaraan mereka terus berlanjut, hingga di tengah pembicaraan, dering ponsel Geralt mengalihkan fokus mereka 📞In Call- "Ada apa?" "kegudang sekarang, ada beberapa mobil yang mengarah ke sini, dan dari pemeriksaan kami, mereka memakai plat palsu, takutnya mereka orang suruhan seseorang. jika seandainya mereka menyerang maka kami akan kekurangan orang, jadi cepatlah kembali sisanya ku jelaskan di gudang""Lalu keadaannya bagaimana sekarang?" "sejauh ini masih terkendali, tapi Aku dan yang lain sudah mematikan seluruh penerangan, beberapa anak buah juga sudah memblokade gerbang depan" "Baiklah, kami akan segera kesana. hubungi Charles untuk segera kembali ke gudang" "Aku sudah menghubungi-nya" 📞End Call-"Serin, kami pergi sekarang, sepertinya ada yang ingin menyerang markas kita" jelas Geralt bangkit dari duduknya "Apa!!!" ~ Serin"Ayo" ajaknya pada yang lain, termasuk Zeon "Aku akan menjelaskan-nya nanti, kau tunggu saja di rumah, kami akan mengabari jika semuanya beres" ucap Geralt "Baiklah, berhati-hatilah, minta Leo untuk menghubungkan Earphone" sahutnya, dan hanya di angguki paham oleh yang lain Setelah kepergian Geralt dan yang lain, Serin mulai ikut cemas, ia ingin ikut tapi Glen pasti tidak akan pernah mengijinkannya tanpa alasan apapun Tanpa buang waktu, ia kembali duduk menunggu Leo menyalakan sinyal radio agar earphone mereka terhubung dan bisa berkomunikasi satu sama lain....****************......Note:"Author selalu meninggalkan clue buat kalian bisa menebak walau di episode itu ternasuk cerita ringan, dan ingat! angan percaya pada karakter siapapun... Ini hanya Novel ya gengs jadi mohon bisa bijak dalam berpikir dan bisa membedakan mana dunia nyata dan novel🥰Mohon bantuannya untuk like, share, komen, vote, masukin list fav biar tau kelanjutan ceritanya, agar Author semangat Up episode barunya😊...
"aku tidak memikirkan kemungkinan itu, lalu bagaimana?"
^^^"Kita bahas nanti, aku ada kelas sekarang, sepulang dari kampus datang kerumahku bersama yang lain, kabari juga Luke"^^^
"Baiklah" Read
Serin memasukkan kembali ponselnya kedalam tas, dan memilih kembali mendengarkan pelajaran dari Regan
...****************...
Baru saja Glen masuk kedalam rumah, ia sudah melihat para pria yang tidak lain adalah anak buah istrinya, sedang duduk di ruang tamu, tapi ia sama sekai tidak mendapati kehadiran istrinya
Glen hanya tersenyum ramah, lalu pergi ke kamarnya
"Serin!" serunya sambil menutup pintu kamar
Karena tidak mendapati jawaban dari istrinya, pria itu melangkah menuju gantungan untuk meletakkan jas-nya
Tidak beberapa lama, keluar Serin dari kamarnya dengan membawa sebuah kotak sedang berisi berkas-berkas penting miliknya
"Oh. kamu sudah pulang" gumam Serin menutup pintu kamarnya
"Berikan padaku" ucap Glen mengambil kotaknya dari tangan Serin
"Aku akan membawakan-nya, kamu ingin turun, kan?" tambahnya
"Benarkan dulu pakaianmu" jawab Serin, meraih kemeja suaminya untuk menutup beberapa kancing yang sudah di lepas
"Kalau aku keluar seperti ini, tidak mungkin juga para pria itu tertarik padaku" sahutnya menunduk untuk melihat wajah cantik istrinya
"Ada Lily di bawah" jawab Serin, lalu melangkah keluar dari kamar di ikuti Glen yang membawakan kotaknya
"Geralt! keruang keluarga, jangan di sini" suruhnya, yang sedang menuruni anak tangga bersama Glen
"......"
Serin mendudukan dirinya di sofa bersama yang lain, kecuali Glen yang kembali ke kamar untuk membersihkan dirinya
"Bagaimana hasil pencarian kalian?" tanya Serin yang langsung to the point, untuk membuka pembicaraan mereka
"Sepertinya apa yang kau katakan benar, jika Van menghilangkan jejaknya dengan membakar seluruh jasad korbannya, kami mencoba mencari lokasi yang memungkinkan dijadikan Van sebagai tempat membuang jasadnya, tapi hasilnya nihil, dan ini rincian data para korban yang berhasil kami kumpulkan" jelas Geralt
"dan kami juga menemukan ini" tambahnya meletakkan sebuah buku catatan kecil di atas meja
"kurasa cara itu yang memang mereka lakukan untuk menghilangkan jejak, jikapun dia menguburnya lama-kelamaan pasti ada yang akan menemukan tulang-belulang dari para korban, dan itu cara paling aman yang dipikirkan jika aku jadi mereka" ucap Serin seraya meraih buku catatan yang ada di atas meja
"Bagaimana dengan situs, apa Leo dan Ardan masih tidak bisa membukanya?" tanyanya lagi, dengan mata yang fokus pada isi catatan tersebut
"Leo bilang, mereka butuh waktu sedikit lagi, karena malware selalu menghalangi mereka" jawab Geralt
Serin hanya mengangguk paham atas jawaban Geralt, tanpa beralih dari buku catatan
"Oh. iya.. bagaimana di kantor kalian?" tanya Serin pada Zeon, karena hanya pria itu yang hadir sedangkan Luke dan Edward sedang berada di luar untuk menangani kasus dari kantor
"Sejauh ini semua orang percaya bahwa Van mengambil cuti untuk berlibur keluar negri" jawab Zeon dan kembali mendapat anggukan dari Serin
Setelah pertanyaan Serin tadi, suasana kembali hening tanpa ada yang bicara, bahkan Doni, Aiden, dan Jordan juga ikut diam
"......"
Serin meletakkan kembali buku catatan tersebut ke atas meja, sambil tersenyum miris
Ia menghela panjang napasnya, sebelum akhirnya mulai membuka mulutnya lagi untuk bicara
"Mereka jauh lebih menj*jikan dari pada Arka" tukas Serin tidak habis pikir dan itu sukses mendapat anggukan dari yang lain
"Lalu apa langkahmu selanjutnya?" tanya Zeon
"Apa Van mau membuka mulutnya?" tanya Serin beralih menatap Geralt
"Dia masih diam, bahkan saat kami mengeksekusi-nya, pria itu tetap diam" jawab Geralt
"Hmm~"
"Kalau begitu kita lepaskan saja dia" ucap Serin berhasil membuat anak buahnya, beserta Zeon menatap tidak percaya atas penuturan-nya
"kau yakin!" sahut Geralt
"Apa aku terlihat bercanda?" balas Serin
"Jika aku melepaskannya untuk menangkap ikan yang lebih besar, maka kita butuh umpan yang bagus untuk menangkap ikan yang lebih besar" tuturnya dengan senyum tipis yang tertarik di bibirnya
"jika kita melepaskan-nya, pria itu pasti akan mencari cara untuk menyerangmu" ucap Geralt
"aku belum menjelaskan maksudku" sahut Serin ber smirk
"Ku bilang melepaskannya, bukan berarti dia akan bebas begitu saja, kecuali aku menyuruh kalian membebaskannya,,, dia memang kita lepaskan dari gudang, tapi bukan berarti lepas dari pengawasan, bukan begitu!" jelas Serin
"Ah. satu lagi, sebelum kalian melepaskan-nya, berikan dia satu dosis cairan yang ada di rak ke 2 nomor 8... aku akan bisa mengontrol-nya nanti dengan itu, jika sewaktu-waktu ia ingin menyerangku" tambahnya, dan tentunya mendapati anggukan dari anak buahnya
Pembicaraan mereka terus berlanjut, hingga di tengah pembicaraan, dering ponsel Geralt mengalihkan fokus mereka
📞In Call-
"Ada apa?"
"kegudang sekarang, ada beberapa mobil yang mengarah ke sini, dan dari pemeriksaan kami, mereka memakai plat palsu, takutnya mereka orang suruhan seseorang. jika seandainya mereka menyerang maka kami akan kekurangan orang, jadi cepatlah kembali sisanya ku jelaskan di gudang"
"Lalu keadaannya bagaimana sekarang?"
"sejauh ini masih terkendali, tapi Aku dan yang lain sudah mematikan seluruh penerangan, beberapa anak buah juga sudah memblokade gerbang depan"
"Baiklah, kami akan segera kesana. hubungi Charles untuk segera kembali ke gudang"
"Aku sudah menghubungi-nya"
📞End Call-
"Serin, kami pergi sekarang, sepertinya ada yang ingin menyerang markas kita" jelas Geralt bangkit dari duduknya
"Apa!!!" ~ Serin
"Ayo" ajaknya pada yang lain, termasuk Zeon
"Aku akan menjelaskan-nya nanti, kau tunggu saja di rumah, kami akan mengabari jika semuanya beres" ucap Geralt
"Baiklah, berhati-hatilah, minta Leo untuk menghubungkan Earphone" sahutnya, dan hanya di angguki paham oleh yang lain
Setelah kepergian Geralt dan yang lain, Serin mulai ikut cemas, ia ingin ikut tapi Glen pasti tidak akan pernah mengijinkannya tanpa alasan apapun
Tanpa buang waktu, ia kembali duduk menunggu Leo menyalakan sinyal radio agar earphone mereka terhubung dan bisa berkomunikasi satu sama lain.
...****************...
.
.
.
Note:
"Author selalu meninggalkan clue buat kalian bisa menebak walau di episode itu ternasuk cerita ringan, dan ingat! angan percaya pada karakter siapapun...
Ini hanya Novel ya gengs jadi mohon bisa bijak dalam berpikir dan bisa membedakan mana dunia nyata dan novel🥰
Mohon bantuannya untuk like, share, komen, vote, masukin list fav biar tau kelanjutan ceritanya, agar Author semangat Up episode barunya😊
.
.
.