Pengawal Cantik

Pengawal Cantik
Simulasi


Biasakan Like bab-nya😉...


Masukin list Fav juga ya🥰


Komentar positifnya biar Author


makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰


⚠Disarankan untuk membaca dari awal takutnya, tidak paham!!!


So... I Hope Enjoy The Story


...****************...


📞In Call-


"bagaimana dengan yang ku pinta kemarin malam, apa kalian sudah punya petunjuk?"


"kami masih mencari!"


"periksa orang yang DNA-nya sesuai dengan bukti, lalu cek jejak terakhir mereka, terkahir dimana dan ada kemungkinan dibawa kemana"


"Baiklah"


"Oke"


"Ah. apa Luke dan yang lain ada di gudang?"


"ada, memangnya kenapa?"


"katakan pada Luke, untuk mengirimkan seluruh berkas dari kasusnya, aku ingin melihat apakah ada hal lain yang tertinggal"


"baiklah, apa kau tidak akan ke gudang?"


"aku sedang dirumah sakit sekarang, dan untuk masalah Clara, berikan dia racun yang ada di rak ke 4 no 23... jangan sampai salah"


"apa itu tidak akan membunuhnya"


"Tidak akan, kemungkinan dia hanya akan mengalami amnesia, lalu kirim dia ke negara lain, dan berikan identitas baru, masalah uang, berikan dia uang dari pendapatan perusahaannya yang kita akusisi"


"baiklah"


📞End Call-


Setelah menutup telponnya, Serin kembali kekamar Marisa


Ia duduk di kursi, seraya melanjutkan kegiatannya yang sedang membersihkan ibunya, sudah 1 bulan tapi keadaan Marisa tetap tidak memiliki perkembangan


...****************...


Sesuai permintaan Serin, Luke datang kerumahnya dan memberikan seluruh berkas penyidikan yang di masukkan kedalam sebuah kotak


"aku akan mengadakan pertemuan, jika aku berhasil menemukan apa yang menjadi pembeda antara peniru dan Arka, serapi apapun pekerjaannya, pasti ada celah" ucap Serin seraya meraih kotaknya


"Oke. aku juga akan mencari lebih jauh tentang para korban" jawab Luke "baiklah, aku pergi sekarang" tambahnya, lalu pergi dari rumah Serin


Setelah kepergian Luke, ia kembali ke kamarnya



Meletakkan kotaknya di atas meja, Serin duduk di sofa yang ada di kamar


Ia meraih beberapa berkas dari dalam sana, dan mengeceknya satu persatu


"......"


Saat ia sedang fokus pada kertas-kertasnya, suara decitan pintu membuat atensinya beralih kearah pintu


"kenapa sayang?" tanyanya pada Reyhan yang baru saja masuk


"kak Lily bu, kakinya berdarah" ujarnya dengan raut wajah yang takut


Sontak Serin langsung bangkit dari duduknya, dan pergi untuk memeriksanya


Tidak butuh waktu lama untuknya sampai ke kamar Reyhan, yang hanya berjarak 1 kamar dari kamarnya


"Kau kenapa?" tanya Serin, yang langsung menyamakan tingginya dengan Lily, yang terduduk di lantai dengan darah yang mengalir dari kakinya


"P-perut saya Nona! parut saya sakit sekali" lirihnya, sambil memegangi perutnya


Tanpa buang waktu, Serin memanggil Jack dari lantai atas dengan suara nyaring, hingga sang pemilik nama bergegas datang


"Ada apa?" tanyanya, dengan napas yang terengah akibat lari


"bawa dia ke kamarnya, aku akan menghubungi dokter" perintah Serin, dan langsung di kerjakan oleh Jack


Mereka pergi ke kamar di lantai bawah, kamar Lily


Serin, Reyhan, Jack dan Sella berada di kamar itu


Serin memperhatikan Lily yang masih menahan sakit pada perutnya


Tidak beberapa lama, datang dokter yang tadi di hubungi Serin untuk datang


"......"


"bagaimana dok?" tanya Serin, ketika dokter selesai mengobati Lily


"Apa anda mengkonsumsi obat penggugur kandungan?" tanya dokter, sukses membuat Serin dan yang lain menatap bingung atas pertanyaan dokter


Dengan perlahan Lily mengangguk, hingga membuat yang lain tidak habis pikir


"bagaimana bisa dia hamil, bukannya dia masih lajang?" gumam Serin dalam hatinya


Dokter menghela napasnya "jika anda masih mengkonsumsi obatnya, maka janin ini benar-benar akan lenyap, jadi pikirkanlah sekali lagi, efek dari obat pengugur kandungan benar-benar akan merugikan untuk tubuh anda sendiri, sekarang anda mengalami pendarahan, jika tetap di lanjutkan maka bisa terjadi infeksi dan penyakit lainnya... jadi tolong pikirkan sekali lagi, kondisi janinnya sekarang benar-benar lemah" jelas dokter


"saya akan memberikan beberapa obat, tolong di konsumsi dengan rutin untuk mempercepat penyembuhan" tambahnya lagi, lalu meletakkan beberapa obat di atas nakas


Setelah Kepergian Jack dan Sella yang mengantar Dokter, Serin juga menitipkan anaknya sebentar pada pelayan lain, karena ia ingin bicara dengan Lily


"Apa yang terjadi?" tanya Serin, seraya duduk di tepi ranjang


"bicaralah, aku akan membantumu apapun itu" tambah Serin


Mendengar ucapan Serin, seketika air matanya jatuh


"setahuku kau belum menikah, lalu anak siapa yang ada di kandunganmu?" tanya Serin lagi


"Sebenarnya, saya di perk*sa satu bulan yang lalu" lirihnya, sukses membuat Serin membulatkan matanya tidak percaya akan apa yang dialami Lily


"siapa yang melakukannya, aku akan membantumu untuk mencari pria brengs*k yang berani melakukan ini padamu" tukas Serin, tapi Lily hanya diam


"apa kau tidak tahu siapa yang melakukannya?" tanyanya lagi


Lily hanya menggeleng, "saya tahu pelakunya" lirihnya, dengan air mata yang tidak berhenti mengalir


"jawablah pertanyaanku, siapa yang melakukannya, aku akan memberi pelajaran padanya sekarang juga" bujuk Serin, agar Lily menjawab pertanyaannya


Lily mendongakkan wajahnya, untuk menatap Serin, tapi tidak sengaja ia menatap Glen yang berdiri di depan pintu


"Tu-Tuan!" lirih Lily, saat melihat kedatangan Glen


Sontak Serin menatap kearah pintu, dimana Glen berdiri dengan napas tersengal, seperti habis lari bahkan pakaiannya masih rapi


Entah kenapa, tapi tiba-tiba pikirannya mulai over thingking


"apa dia pelakunya?" tanya Serin dengan nada bergetar, menatap Glen dengan mata yang berkaca-kaca


"Tenang Sayang!" ucapnya, seraya menormalkan deru napasnya


"jawab aku Li, apa suamiku yang menghamilimu?" ucapnya dengan nada menekan, seraya berdiri dari duduknya


"Sayang! kamu bicara apa?" sahut Glen, yang langsung menghampiri keduanya setelah napasnya mulai teratur


"Ku tanya sekali lagi! apa dia pelakunya?!" tekannya, dengan nada yang mulai meninggi


Lily masih tidak bergeming, ia mendudukkan dirinya, lalu menatap majikannya sebentar, dan hanya mendapat anggukan dari Glen


Melihat itu tentunya membuat Serin semakin tidak karuan


"kamu salah paham sayang! bukan aku" ucap Glen, seraya meraih lengan Serin, tapi di tepis olehnya


"Bukan Nona! bukan Tuan, tapi tetangga sebelah" jawabnya menunduk, dengan air mata yang masih menetes dari pelupuk matanya


Serin langsung terduduk lemas, saat mendapati jawaban dari Lily, melihat itu, Glen langsung membantu istrinya untuk bangun


...****************...


Sampai di kamar, seketika tangisnya pecah, hampir saja ia berpikir jika rumah tangganya akan berakhir


"Maafkan aku karena tidak menceritakan ini, waktu itu kau sibuk dengan Arka, jadi aku tidak ingin menambah beban pikiranmu" jelas Glen, seraya mengelus lembut punggung Serin, yang kini berada dalam pelukannya


"kamu tau bagaimana perasaanku! jika itu benar, maka aku akan membunuh kalian berdua" jawab Serin, yang masih menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya


Mendengar itu, sontak Glen langsung melonggarkan pelukannya


"Kamu yakin bisa membunuh pria setampan diriku" ucapnya, seraya menaikkan salah satu alisnya


"aku akan menghancurkan wajah tampanmu itu" balas Serin, seraya menyeka air matanya


"berhentilah menangis, masa ketua Tim cengeng seperti ini" ~ Glen


"Bagaimana aku tidak menangis, gelagat kalian seperti bermain sesuatu di belakangku" jawabnya, kembali memeluk suaminya


"bermain apa? main petak umpet" sahut Glen "Glen!" tegurnya


"Iya-iyaa, ternyata ketua tim organisasi bergengsi bisa cengeng juga" ejeknya, dengan posisi yang masih memeluk istrinya


"walau ketua Tim, tapi aku tetap wanita, siapa yang akan terima jika suaminya bermain api di belakangnya" sahut Serin


"iyaa iyaa" jawabnya, sambil mengelus lembut kepala Serin untuk menenangkannya


"......"


Setelah Serin berhenti, Glen mulai membuka mulutnya untuk menjelaskan sesuatu pada istrinya


"Sebenarnya saat dia baru saja bekerja di sini, tetangga sebelah ternyata mengincar Lily dan saat ia mendapatkan waktu yang tepat, pria brengs*k itu memanggil Lily yang waktu itu baru kembali setelah membuang sampah, kedoknya minta tolong tapi malah membiusnya, hingga tidak sadar dan melakukan hal bejat tersebut padanya" jelas Glen


"lalu, kamu tahu bagaimana?" tanyanya


"Saat kau sibuk dengan Arka, dia bercerita padaku, awalnya dia ingin cerita denganmu tapi waktu itu kau marah dengannya karena Reyhan terluka, bukan?!" jawab Glen dan di angguki oleh Serin


"Lalu?" ~ Serin


"awalnya dia ingin mengundurkan diri, tapi aku menyadari gelagatnya yang tidak beres, dan memutuskan untuk bertanya, karena ku desak dia berani buka mulut dan menceritakan semuanya, dan waktu itu aku berjanji akan membantunya untuk menjebloskan pria itu kepenjara, tidak ada yang tahu masalah ini selain aku dan Lily, makanya tadi dia manatapku" jelasnya


"pelakunya?" ~ Serin


"Awalnya aku menyuruh bawahanku untuk mengakses cctv jalan yang mengarah kerumahnya, karena jika cctv di rumahnya pasti sudah di hapus... "apa dapat?" potong Serin


Glen menggeleng, "sepertinya setelah kejadian itu, dia langsung menghapus jejaknya, tapi Vano dan rekannya berusaha memulihkan rekaman yang di hapus, dan mereka berhasil melakukannya, tapi masalahnya saat aku akan melaporkan pria itu, Lily mengatakan padaku jika dia positif hamil, karena itu dia menyuruhku untuk tidak bertindak dulu walau bagaimanapun pria bejat itu adalah Ayah dari anaknya, aku kira dia akan mempertahankan anaknya, tapi saat aku pulang Jack menceritakan padaku, karena itu aku berlari pergi ke kamarnya" jelas Glen, panjang kali lebar


Serin hanya mengangguk paham, atas penjelasan suaminya, "jadi berhentilah berpikir macam-macam, aku tidak mungkin berbuat hal seperti itu, apalagi dengan bawahanku" ucap Glen, "tapi saat aku jadi bawahanmu, kamu memelukku?" sahut Serin menaikkan salah satu alisnya


"Hmm. itu beda ceritanya, aku mandi dulu" sahutnya, yang langsung pergi ke kamar mandi, agar tidak di terpa banyak fakta dari istrinya, pasalnya semasa Serin menjadi pengawalnya, ada perlakuan berbeda yang di dapat olehnya dari Glen walau kebanyakan hal yang menyebalkan


"Gara-gara ini aku sampai melupakan, apa yang tadi ku kerjakan" gumamnya


Serin kembali meninggalkan berkasnya yang menumpuk, dan pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam


...****************...


Sementara di gudang, Geralt dan yang lain sedang mencoba semakin memperkecil pencarian mereka tentang 5 korban Arka, yang jasadnya masih belum berhasil di temukan


...****************...


"pikirkanlah sebelum kau membuat sebuah penyesalan, aku tau ini sulit untukmu! tapi percayalah disaat kau tidak menginginkan anak ini, banyak orang tua diluar sana yang berusaha untuk hamil dan mendapatkan keturunan" tutur Serin, yang kini sedang duduk di tepi ranjang Lily


Lily hanya mengangguk pelan, "aku pernah kehilangan bayiku, dan itu benar-benar menyakitkan... jadi kuharap kau bisa mengambil keputusan yang benar, masalah bekerja, kau tenang saja! aku tidak akan memecatmu.. kau bisa terus bekerja di sini" jelas Serin, lalu keluar dari ruangan Lily untuk membiarkannya istirahat


Sedangkan Lily, wanita itu masih tertegun setelah mendengar cerita Serin, yang nyatanya pernah kehilangan bayinya yang masih ada di dalam rahim


"......"



Glen menutup pintu kamar, setelah menyelesaikan beberapa pekerjaannya


Sedangkan Serin, ia duduk di sofa berkutat dengan berkas penyidikan, tapi sebelum itu, ia sudah menidurkan anaknya


"sudah pukul 23.36, kenapa belum tidur?" tanya Glen


"sebentar lagi" sahut Serin, tanpa menatap suaminya


Glen hanya mengangguk, dan melanjutkan langkahnya untuk istirahat


"Glen!" panggil Serin, sukses menghentikan langkah suaminya


"apa?" sahut Glen, berbalik menoleh istrinya


Serin berdiri dan berjalan ke arah Glen, lalu mendorongnya hingga jatuh ke atas ranjang


"sedang apa?" tanya Glen, ketika melihat Serin berada di atasnya


"apa kau ingin memancingku Sayang!" tambah Glen, lengkap dengan tatapan nakalnya


"Diamlah! aku hanya ingin memastikan sesuatu" sahut Serin, lalu turun dari tubuh Glen


Serin berjalan, mengambil pisau dan gunting yang tadi di pintanya dari Jack, lalu kembali naik keatas tubuh Glen, yang masih enak dengan posisi rebahannya


"Oh. Sayang! kamu mau apa dengan itu" kaget Glen, ketika Serin memegang sebuah pisau di tangan kanannya


"Tenanglah sayang! aku tidak akan membunuhmu dengan ini" sahut Serin, yang mana ditangan kirinya ada sebuah berkas


Serin meletakkan pisaunya, lalu meraih sebuah jam bulat yang ada di atas nakas


Lalu mengarahkannya ke kepala Glen, sontak pria itu sedikit memalingkan wajahnya


"kamu sedang apa?" tanyanya lagi


"melakukan simulasi pembunuhan yang dilakukan Arka" sahutnya enteng, dengan mata yang fokus melihat foto dari tkp, dan luka korban


Setelah mengikuti, seluruh catatan berkas, Serin beralih pada foto telinga korban yang sudah di potong


"Sayang! jangan bergerak, atau pisaunya akan menggores telingamu" bisik Serin, dimana sebenarnya ia juga sengaja menjahili Glen


Mendengar bisikan istrinya, Glen hanya bisa menelan kasar salivanya


Beralih dari pisau, Serin meraih gunting dan kembali memeriksa sesuatu dengan itu, dimana suaminya sedang menjadi boneka percobaannya


Sedangkan Glen, ia hanya memejamkan matanya, ngilu, takutnya benda tajam itu menyentuh kulitnya


"......"


Serin diam sebentar sambil memikirkan sesuatu, setelah meletakkan gunting nya


"kamu sudah selesai?" tanya Glen, pada wanita yang masih setia duduk di atas tubuhnya


Tapi Serin sama sekali tidak menjawab pertanyaannya, karena wanita itu masih dalam pikirannya


Glen mencoba menjauhkan dua benda tajam yang ada di tas ranjang hingga jatuh kelantai, lalu mengubah posisinya hingga Serin berada di bawah kungkungannya


"Kamu mempermainkanku?" tanyanya, tanpa mengalihkan tatapannya dari istrinya


Tiba-tiba mata Serin membulat, sepertinya ia mendapatkan jawaban dari pikirannya


"Glen ponselku?" tanyanya, berusaha bangun, tapi tidak di lepaskan begitu saja oleh Glen


Karena Glen tidak turun dari tubuhnya, Serin merogoh saku celana Glen, dan mengambil ponselnya


"mau apa?" tanya Glen bingung


"sepertinya aku mendapatkan jawaban dari pertanyaan di otakku" sahutnya, lalu menekan nomor seseorang dari dalam ponsel Glen


...****************...


.


.


.


Mohon bantuannya untuk like, share, komen, vote, masukin list fav biar tau kelanjutan ceritanya, agar Author semangat Up episode barunya😊


.


.


.