Pengawal Cantik

Pengawal Cantik
episode 2


maafkan aku abang, aku sebenarnya bohong sama abang. aku nggak mau di RS bunda karena RS itu penuh kenangan aku bersama bunda. kalau saja waktu itu aku tidak gegabah ambil tindakan mungkin bunda masih ada disini. tapi aku janji sama abang aku akan patikan orang yang menembak bunda, akan mendapat balasannya(air mata keluar dengan senyuman devilnya)


dr. Lin, dr. Lin, dr. Lin (panggilan suster)


rarapun tersadar dengan lamunan dan mengusap air matanya. ada apa?


dokter Lin ada pasien gawat darurat yang harus segera di tangani,


loh dimana dokter Clara bukannya ini sift dia?


ehm... ehm... dr. Clara lagi di ruang operasi dokter dia lagi mengoperasi, kalau dr. marco dia belum datang karena kemarin dia begadang karena banyak pasien yang dioperasi. trus dr. kembar belum datang.


sambil menghembuskan nafas, baikklah saya akan segera kesana, saya siap2 dulu.


baik dokter (suster pun pamit).


suster dimana pasien gawat daruratnya? dr.lin(rara) bertanya.


itu dokter pasiennya sudah dibawah ke ICCU.


baiklah saya akan kesana sekarang.(rara sambil berlari), bagaimana keadaan pasien?


pasien sekarat dok. karena pasien mengeluarkan darah yang saya banyak di bagian otak. kata asisten dokter.


baiklah suster rani tolong persiapkan semua alat-alatnya saya akan melakukan operasi, dimana orang tua anak ini? tanya rara kepada suster.


itu orangtuanya baru menuju kesini dok, apa sebaiknya anak ini kita rujuk ke RS X-afir karena alat-alat yang ada di RS ini kurang. kata asisten dokter.


ini sangat bahaya, jika anak ini tidak ada tindakan segera karena dia sudah banyak mengeluarkan darah. sanggahan rara kepada asisten dokter.


tapi dok, keluarga anak ini belum datang, siapa yang akan mentandatangani persetujuan operasinya? asisten dokter.


setelah rara berfikir, sambil menarik nafas dalam-dalam, saya yang akan bertanggungjawab. kata rara


setelah beberapa jam di dalam operasi akhirnya operasinya sukses walaupun sempat terjadi syok jantung,,,, tapi rara tidak mudah panik sehingga operasinya bisa berjalan lancar.


berapa saat kemudian keluarganya datang, ayah dari anak itu dengab cepat berlari dari parkiran menuju ruang operasi.


dia bertanya dengan salah satu dokter yang ikut mengoperasi anaknya,


bagaimana anak saya dok? kata kim han yu.


dokter itupun menjawab,bapak tenang saja anak bapak baik-baik saja dia sudah melewati masa kritisnya. kata dokter marco.


alhamdulillah, terima kasih dok sudah mengambil tindakan atas anak saya. kata kim han yu.


maaf, tapi yang mengambil tindakan ini semua dokter lin, dia salah satu dokter ahli bedah yang sangat terampil dan dia merupakan direktur di RS ini. kalau bukan karena dia mungkin anak bapak.... dokter marco tidak melanjutkan bicaranya.


............


ditempat lain diruangan dokter lin.


alhamdulillah, terima kasih yah, ALLAH karena engkau telah memberikan hamba kesempatan untuk menyelamatkan anak kecil itu, terima kasih karena engkaulah hamba bisa mengoperasi dengan baik. Aamiin ya robbal alamin, dokter lin pun selesai sholat, dia kaget karena dokter marco tiba-tiba ada diruangannya.


kenapa dok? ada yang bisa saya bantu? kata rara.


tidak. saya hanya salut saja sama kamu, kata dokter marco sambil tersenyum.


salut? salut kenapa? tanya rara.


saya salut sama kamu karena cuma kamu seorang dokter yang mengambil tindakan yang sangat bahaya.


dan itu kenapa aku sngat mengagumi dokter lin.


kamu ingat tidak waktu kamu masih magang di RS X, kamu juga mengambil tindakan yang sangat berbahaya.