
Biasakan Like bab-nya😉...
Masukin list Fav juga ya🥰
Komentar positifnya biar Author
makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰
⚠Disarankan untuk membaca dari awal takutnya, tidak paham!!!
So... I Hope Enjoy The Story
...****************...
"Berhenti! jangan berani melangkah" ucapnya menahan pria tersebut
Ravin melirik anak buahnya yang berjaga di depan untuk melumpuhkan Serin
Serin melirik beberapa pria dari arah berbeda yang ingin melumpuhkan-nya, sebelum para bawahan Ravin bisa menyentuhnya ia sudah lebih dulu mengambil ancang-ancang untuk melakukan perlindungan diri
Dengan kemampuan-nya ia mencoba untuk menangkis tangan para pria itu, agar tidak bisa melumpuhkannya
Dengan sisa tenaga-nya ia bertarung dengan beberapa pengawal, yang notabennya memiliki tenaga yang lebih besar darinya
Bughhh...
Prankk.
Srett
Bughhh...
"Aku tidak sesederhana yang kalian pikirkan"
"Bughhh...
"Jika kau berani maju satu langkah saja, aku tidak segan-segan meloloskan peluru ini di kepalanya" ucap Serin menempelkan sebuah p*sol yang ia rampas dari salah satu pengawal saat berkelahi
"Semakin kau melawan, semakin aku menyukaimu" jawab Ravin ber smirk
"Dasar Gila!" umpat Serin pelan
Akhhh...
Rintihnya tiba-tiba seraya memegang perutnya
"Astaga Glen, kenapa anakmu tidak tahu kondisi seperti ini" gumamnya seolah sedang bicara pada anaknya
Serin sedikit membungkukkan tubuhnya karena perutnya tiba-tiba merasa sakit, mungkin ini juga efek karena sebelumnya ia melawan beberapa pria dengan kemampuan bela dirinya
"Kau baik-baik saja!" celetuk Ravin seraya melangkah maju untuk menghampiri Serin
Wanita itu perlahan terduduk karena perutnya tiba-tiba terasa begitu sakit
Ravin berjalan menghampiri Serin, dan beberapa anak buahnya langsung memegangi tangannya
"Yak! lepas"
"Akhhh..."
"Bawa dia masuk" titah Ravin pada bawahannya
...****************...
Glen terus melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya
"tenang Glen! aku yakin Serin baik-baik saja" ujar Geralt mencoba menenangkan pria yang satu ini
Glen berdiri di ujung kapal sambil terus memikirkan istrinya
"Kau yakin ini tempatnya?!" tanya Glen sekali lagi memastikan, karena jika mereka salah tempat maka akan semakin berbahaya untuk Serin
"Aku yakin! leo mengatakan Ravin terakhir kali terlacak di pelabuhan ini, dan hanya ada satu pulau di sini yang bisa di datangi" jawab Geralt dan hanya di angguki oleh Glen
"Ada beberapa penjaga yang terlihat di sana" ujar Aiden yang melihat keadaan pulau tersebut menggunakan teropong
...****************...
Pukul 08.40, 10 jam setelah Serin di bawa pergi
"sampai kapanpun aku tidak akan membiarkanmu pergi dari sini, bisakah kita memulai hidup baru disini" ucapnya mengelus surai pipi Serin
Sedangkan Serin ia tidak bisa berpikir apa-apa sekarang, perutnya benar-benar terasa sakit dan yang ada dalam pikirannya hanya kandungannya
"Kau Gila Vin! kau benar-benar gila, kau bilang kau menyukaiku.. Ck. ini bukan suka melainkan hanya obsesimu belaka" tukas Serin mengangkat kepalanya untuk menatap Ravin
"Akhhh..."
"sudah berapa kali ku bilang. aku tidak TEROBSESI!!!, AKU HANYA INGIN BERSAMAMU AKU MENCINTAIMU SERIN, DAN LUPAKAN GLEN" balasnya dengan nada tinggi dan penuh penekanan
"Ini bukan suka ataupun cinta Vin! sadarlah, kalau seperti ini kau menyakitiku karena ambisimu" sahut Serin
"Akhhh..."
Serin kembali merintih pelan, mana kala Ravin menjambak rambutnya hingga ia mendongak ke atas
"Aku tidak akan pernah menyakitimu jika kau tidak melawan" jelasnya, lalu kembali duduk di hadapan Serin yang kini duduk di tepi ranjang dengan tangan yang terikat kebelakang
Pria itu perlahan mendekatkan wajahnya untuk menci*m leher jenjang Serin
"jika kau berani menyentuhku sedikit saja, aku akan benar-benar kecewa padamu Vin" lirih Serin, menatap lurus kedepan dengan tatapan yang kosong
Serin menutup matanya dan berpikir bagaimana dia bisa minta maaf pada suaminya, saat pria yang kini menjadi musuhnya berani menyentuh dirinya
Rasa sakit pada perutnya semakin di perparah saat ia melihat darah nampak mengenai dress yang ia kenakan
Cemas bercampur takut, dan rasa bersalah bersatu dalam dirinya
Bukannya panik saat melihat darah mengalir dari tubuh wanitanya, pria itu malah tersenyum tipis dan melanjutkan hal gila yang ia lakukan
"Kau tidak perlu takut, sebentar lagi aku akan menggantikan anak Glen dengan anakku" ucapnya menangkup kedua pipi Serin, tapi Serin hanya diam tidak bicara dengan air mata yang perlahan menetes dari pelupuk matanya
"Aku kecewa padamu Vin" lirihnya pelan
"Itu hanya sebentar, aku yakin kau akan menyukaiku nanti seiring berjalannya waktu" balas Ravin menghentikan aktivitasnya menggerayangi jenjang leher Serin sebentar
Obsesinya akan Serin benar-benar membuatnya kehilangan akal
"Itu jika aku memilih untuk bertahan, lebih baik baik mati dari pada harus hidup denganmu apalagi sampai memiliki anak denganmu, Ck. itu tidak akan pernah terjadi" ucap Serin dengan nada bicara yang mulai melemah, bahkan bibirnya mulai memucat ditambah dari kemarin malam ia tidak memakan apapun setelah makan di gudang sore harinya
Plakk...
"Kenapa kau berucap seperti itu, apa kau tidak menyukaiku" ujarnya dengan berani mendaratkan satu tamparan pada Serin
"Oh. maafkan aku Serin, apa kau kesakitan" ucapnya lagi merubah nada bicaranya menjadi lembut, sambil memegang pipi Serin yang baru saja ia pukul dengan kasarnya
"kenapa kau tidak diam dan terima saja, aku jauh lebih bisa membahagiakanmu dari pada Glen" tukasnya dengan nada yang kembali kasar
"Dasar gila" umpat Serin dalam hatinya
"Balas permainanku atau ku pukul perutmu" ancamnya
"sampai kapanpun, aku tidak akan pernah melakukan hal gila itu dengan pria sepertimu, DAN INGAT! SAMPAI KAPANPUN KAU TIDAK AKAN PERNAH BISA MENGGANTIKAN POSISI GLEN!!!" Jawab Serin, ia sudah benar-benar habis kesabaran dengan pria yang satu ini
"Lebih baik kau bunuh saja aku, dari pada aku harus bersamamu" tambahnya
Ravin terdiam menatap Serin dengan tatapan yang benar-benar menakutkan, tapi Wanita itu sudah tidak memikirkan itu yang ia pikirkan hanya anaknya saja saat ini
"Jika itu maumu, maka aku akan membuat Glen tidak ingin menerimamu lagi bukankan itu akur" ucapnya ber smirk, seraya melepaskan kemejanya
Serin membuang wajahnya dan menutup rapat-rapat matanya, memikirkan saja sudah membuatnya muak, apalagi harus melihat wajah Ravin yang sedang melakukan hal gila padanya
Brakkk...
........
"Yak!"
Glen masuk dan langsung mendorong Ravin hingga pria itu tebaring di ranjang
Duaghhh
Bughh...
"Berani sekali kau menyentuh istriku, aku tidak akan pernah membiarkanmu melihat dunia lagi" sarkas Glen yang terus mendaratkan pukulan pada wajah Ravin
"Ck. kau masih mau dengan wanita yang sudah kotor itu" sahut Ravin dengan nada yang benar-benar tenang seolah sedang menyolot pada Glen
Bughhh...
Bughhh...
"Ini untuk kau yang berani menyentuh tubuhnya"
Bughhh...
"ini untuk kau yang berani menyebutnya kotor"
Glen benar-benar seperti orang kesetanan, ia memukul Ravin secara membabi buta
"Dia sudah kotor Glen! lebih baik cari wanita lain, dan berikan dia padaku... untuk apa kau masih mempertahankan wanita yang berhubungan intim dengan pria lain" tukas Ravin sukses memancing amarah Glen semakin menjadi-jadi
Bughhh...
Bughhh...
"DASAR PRIA GILA!!!" umpat Glen
"Biar kami yang mengurusnya Glen! kau bawa Serin keluar dari pulau ini sekarang, tidak jauh dari pelabuhan ada klinik... pertama bawa dulu dia kesana" ucap Geralt
Glen yang kala itu sedang di kuasai dengan amarah, teringat akan istrinya yang pingsan saat ia memukuli Ravin
"Sayang!" serunya seraya mengangkat Serin untuk ke kapal yang mereka gunakan untuk menyebrang ke pulau tersebut
Glen berlari secepat ia bisa sambil membopong istrinya
"Bereskan dia" titah Geralt pada Aiden, Doni dan Jordan, sedangkan para bodyguard yang berhasil mereka lumpuhkan di depan akan di tangani oleh anak buah yang baru saja tiba
...****************...
Pukul 09.28
Glen terus menci*mi wajah istrinya yang sedang ia pangku
Keadaannya benar-benar berantakan, rambut yang acak-acakan, dress yang robek di sisi bahunya serta terkena darah dan darah yang mengering di sudut bibirnya akibat tamparan kuat dari Ravin
"......"
sampai di pelabuhan, Ia langsung memasukkan Serin kedalam mobil untuk segera di bawa ke klinik, untungnya ia sudah meminta Jung untuk menjemputnya
"kumohon bertahanlah" seru Glen memeluk erat tubuh istrinya
...****************...
"Hapus seluruh keterlibatan kita dengannya! dan bongkar saja apa yang kita tahu tentang pria itu... jatuhkan saja dia sekalian" titahnya pada bawahannya
"Baik Tuan" sahut sang bawahan membungkuk, lalu keluar dari ruangan tersebut
"Dasar bod*h, ini jadinya kalau kau mementingkan perasaanmu dari pada akal sehatmu" gumamnya tersenyum remeh
...****************...
Dari tadi Glen terus mondar-mandir di depan ruang pemeriksaan, ia khawatir akan anak beserta istrinya
Hampir 20 menit, tapi dokter masih belum keluar dari ruang pemeriksaan
"Bagaimana Serin!" tanya Geralt yang baru saja datang setelah mengurus Ravin
"Pemeriksaan-nya masih belum selesai" jawab Glen
Cklek.
"Siapa suaminya?" tanya dokter
"Saya Dok!" sahut Glen yang langsung berjalan menghampiri dokter
"untungnya kandungan-nya tidak memiliki komplikasi, dan pasien hanya mengalami perdarahan implantasi, perdarahan yang terjadi karena proses pelekatan sel telur yang telah dibuahi pada dinding rahim, jadi tidak perlu terlalu cemas, tapi saya sarankan untuk ibunya lebih menjaga kondisinya agar tidak tertekan dan kelelahan, dan tolong tahan dulu jika kalian ingin berhubungan karena ini bisa berpengaruh pada kandungan" jelas Dokter dan di angguki paham oleh Glen
"Terimakasih dok"
Dokter mengangguk dan pergi dari sana, sedangkan Glen! ia langsung masuk untuk melihat keadaan istrinya
Glen menatap lekat wajah Serin yang masih belum sadar, lalu duduk di samping branker
Ia meraih tangannya untuk di genggam menyalurkan ketenangan dan kenyamanan pada wanitanya
"Kenapa hal seperti ini selalu terjadi padamu sayang" gumamnya menyisir lembut rambut yang menutup sisi wajah Serin
Sebelumnya kecelakaan yang menyebabkan anaknya juga ikut lenyap, sekarang terlibat dengan pria gila yang terobsesi akan dirinya
Glen mengepalkan tangannya saat melihat tanda yang di buat oleh Ravin pada leher istrinya
"Pria itu benar-benar keterlaluan" gumamnya menggenggam kuat sisi branker
"Glen" seru Serin dengan nada yang begitu lemah
"kamu sudah bangun, tunggu aku akan memanggil dokter" ucap Glen ingin menekan tombol agar dokter datang, tapi di tahan oleh Serin
"Maafkan aku" lirihnya yang langsung memeluk Glen dengan begitu erat
"Untuk apa sayang" sahut Glen mengelus lembut punggung istrinya
"Maafkan aku membiarkan pria itu menyentuhku" jawabnya pelan merasa bersalah pada sang suami
"Jangan menyalahkan dirimu, disini dia yang salah bukan kamu" ucap Glen mengeratkan pelukannya, walau jauh dalam lubuk hatinya ia begitu marah pada Ravin akan perbuatannya
Siapa yang tidak akan marah saat istrinya disentuh oleh pria lain, bahkan hampir di perk*sa hanya karena sebuah obsesi ingin memiliki Serin seutuhnya
"Kamu baik-baik saja sudah membuatku senang" tambah Glen mendaratkan satu kec*pan di kening Serin
"Sayang!" serunya
"hmmm.?"
"Aku sudah geram dari tadi, bisakah aku menghapus tandanya dan mengganti dengan punyaku" ucap Glen tiba-tiba membuat Serin respect menyentuh lehernya
"......"
Geralt yang kala itu ingin masuk menghentikan langkahnya, saat melihat keduanya sedang menikmati waktunya
"Kita masuk nanti saja" ucapnya pada yang lain, seraya menutup kembali pintunya
"Ravin sudah lama mengincar Serin, aku menemukan banyak sekali foto Serin di ruangan yang ada di apartemen Ravin" jelas Luke
"Apa ini dimulai saat mereka masuk kuliah?" tanya Geralt menatap Luke
"Untuk pastinya aku masih belum yakin, tapi kami akan segera mengetahui-nya saat introgasi" jawab Luke
"Lalu bagaimana dengan kematian Roby?" celetuk Aiden
"Untuk kecelakaan, menurutku itu sudah di setting... kemungkinan Roby sudah tewas saat mobilnya hilang kendali" Jawab Zeon
"Maksudnya?!" sahut Doni mengerutkan dahinya bingung
"Sederhananya, mobil di kendalikan dengan sebuah alat dan Roby sudah tidak bernyawa saat di letakkan kedalam mobil. lalu skenario kecelakaan di jalankan" jelas Luke dan di angguki paham oleh yang lain
"Kasus ini akan segera naik ke kejaksaan, dan namanya yang juga masuk kedalam daftar pengunjung di situs gelap juga bisa membantu kita untuk mengusut sedalam dan sejauh apa kejahatan di web itu" ucap Edward diangguki setuju oleh yang lain
"Tapi kurasa, ada orang lain yang menyerang Ravin selain kita. sekarang berita tentang identitas-nya baru saja di bongkar oleh media" pungkas Jordan, memperlihatkan sebuah siaran berita pada yang lain
Pembawa berita mengungkap kembali kasus lama, tentang hilangnya Ravin Clark Ratory anak dari Arya Ratory pengusaha yang berkecimpung di bidang makanan
Mereka semua fokus pada ponsel Jordan mendengarkan apa yang sedang di bawakan oleh pembawa berita
"Ravin Clark Ratory, atau yang memiliki nama asli Ronan, baru saja di amankan kepolisian atas tuduhan penculikan dan pelec*han pada salah satu teman kampusnya, kami mendapatkan sebuah kabar anonim yang mengatakan jika salah satu anak dari pengusaha Arya Ratory ini bukanlah anak sebenarnya atau bisa dibilang, pelaku hidup dengan menggunakan identitas dari Ravin yang sebenarnya, karena hal ini kemungkinan dia akan di jerat dengan pasal berlapis terutama penipuan, pel*cehan, dan penculikan untuk mengetahui apakah ada kejahatan lebih lanjut kami akan langsung bicara dengan kepala kepolisian yang menangani pelaku" ~ pembawa berita
"Menurut kalian siapa yang mengetahui lebih jauh tentang identitas Ravin selain kita" tukas Geralt menatap yang lain secara bergantian
...****************...
.
.
.
Mohon bantuannya untuk like, share, komen, vote, masukin list fav biar tau kelanjutan ceritanya, agar Author semangat Up episode barunya😊
.
.
.